NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Sci-Fi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:57.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Setelah makan malam selesai, suasana di dapur terasa lebih sunyi dari biasanya. Hanya terdengar denting sendok dan piring yang bersentuhan. Arka bangkit dari duduknya, membawa piring kotor ke bak cuci piring, lalu mulai menyalakan keran air.

Lilis yang berdiri di sampingnya merasa dadanya semakin sesak karena keheningan ini. Ia tahu Arka sedang menunggu kejujurannya.

"Mas..." panggil Lilis pelan. Arka tidak menoleh, ia tetap fokus menyabuni piring dengan gerakan yang tenang.

"Mas nggak mau nanya soal aku pergi tadi?" tanya Lilis akhirnya.

Arka hanya diam. Tangannya masih sibuk membilas piring satu per satu di bawah kucuran air. Tidak ada gurat marah di wajahnya, namun keterdiamannya justru membuat Lilis merasa lebih bersalah daripada jika ia dimarahi.

Melihat suaminya yang hanya diam membisu sambil terus membantunya mencuci piring, Lilis ikut terdiam. Ia menunduk dalam, memperhatikan buih sabun.

"Maaf..." bisik Lilis hampir tak terdengar.

"Maaf aku tadi nggak izin dulu sama Mas."

Arka mematikan keran air. Ia mengelap tangannya yang basah dengan serbet, lalu berbalik sepenuhnya menghadap Lilis. Ia menatap mata istrinya dalam-dalam.

"Mas nggak marah kamu pergi, Lis," ucap Arka dengan nada rendah namun tegas.

"Tapi Mas khawatir kalau kamu sendirian di luar sana tanpa Mas tahu. Apalagi kalau urusan itu ada hubungannya dengan masa lalu yang sebenarnya ingin Mas jauhkan dari kamu."

"Aku cuma mau memastikan sesuatu, Mas. Tadi aku bertemu dengan Mbak Syafa, dia itu istrinya Mas Ra..."

Arka berdiri tepat di depan Lilis dengan kedua tangan bertumpu pada sandaran kursi, mengurung Lilis dalam tatapannya yang intens.

"Nggak usah disebutin namanya. Akrab banget sepertinya panggil dia Mas."

"Iya, Mas... Lilis salah, maaf. Tapi tolong dengerin dulu penjelasan aku."

Arka menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Lilis, hanya dipisahkan meja kecil di antara mereka. Ia menyilangkan tangan di dada, menatap istrinya dengan sorot mata yang tajam namun tetap hangat. Lilis duduk dengan kedua tangan terkepal erat di pangkuannya, gugup.

"Baik, Mas dengar," ucap Arka tenang. "Sekarang ceritakan semuanya dari awal."

Lilis menarik napas panjang, mengumpulkan keberanian.

"Jadi gini, Mas. Kemarin malam, setelah Mas tidur, HP aku dapat pesan dari nomor tidak dikenal. Isinya singkat, cuma Lilis, ini Syafa. Aku perlu bertemu denganmu. Besok sore di kafe dekat sekolah, jam 2 siang. Tolong jangan bilang siapa pun dulu.'"

"Aku kaget, Mas. Syafa itu... istri dari laki-laki yang dulu mau menikahiku. Aku tidak pernah kenal dia sebelumnya, tidak pernah bertemu. Aku juga bingung dia dapat nomor HPku dari mana."

Arka mengernyit. "Terus kenapa kamu diam saja? Kenapa tidak cerita ke Mas?"

"Karena aku penasaran, Mas," jawab Lilis jujur. "Sejak pagi aku gelisah, konsentrasiku buyar. Aku takut kalau ada sesuatu yang penting. Dan... aku juga malu, Mas. Malu karena dulu aku hampir terjebak dengan laki-laki yang sudah punya istri. Aku ingin menyelesaikan sendiri tanpa membebani Mas."

Arka menghela napas panjang, mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Lis, kamu bukan beban buat Mas. Mas menikahimu justru karena Mas mau berbagi semua beban itu dengan kamu."

"Maaf, Mas," Lilis menunduk. "Aku cuma tidak mau Mas ikut campur dengan urusan kotor masa laluku."

Arka mencondongkan tubuh ke depan, meraih kedua tangan Lilis.

"Lalu? Apa yang dibicarakan Mbak Syafa tadi?"

Lilis mengangkat wajahnya. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Dia... dia mengucapkan terima kasih, Mas. Katanya, dia bersyukur aku dulu tidak jadi menikah dengan suaminya. Ternyata Mas Rama—laki-laki itu—masih seperti dulu. Saat Mbak Syafa hamil besar, dia sudah mencari perempuan lain."

Arka mengepalkan rahangnya. "Laki-laki brengsek."

"Dia hanya ingin memperingatkanku, Mas. Agar aku tidak menjadi sasaran berikutnya. Mertuanya juga mendukung suaminya untuk menikah lagi. Mbak Syafa bilang, dia tidak ingin perempuan lain terjebak di lubang yang sama."

"Lalu sudah? Hanya itu?"

Lilis mengangguk. "Setelah itu dia pamit pulang. Aku juga langsung mau pulang, tapi Mas sudah keburu sampai di kafe itu."

Arka terdiam sejenak, memproses semua informasi. Lalu ia menggenggam tangan istrinya lebih erat.

"Dengar, Lis. Mulai sekarang, kalau ada hal seperti ini lagi, kamu harus cerita ke Mas dulu. Jangan sembunyi-sembunyi. Mas nggak mau kamu pergi sendirian menemui orang yang tidak jelas maksudnya. Apalagi yang ada hubungannya dengan masa lalumu itu."

"Iya, Mas. Aku janji," bisik Lilis.

Arka bangkit dari kursinya, lalu meraih tangan Lilis dan menariknya berdiri.

"Dan soal Mbak Syafa bisa dapat nomor HP kamu dari mana... itu perlu kita cari tahu. Jangan sampai ada yang berniat jahat."

Lilis mengangguk, merasa lega karena suaminya tidak marah. Arka membawanya ke pelukan hangat, mengusap punggungnya perlahan.

"Kita hadapi semuanya berdua, ya, Lis. Jangan sendirian lagi."

1
Dini Anggraini
Lilis biarkan hana cari kerjaan lainnya sendiri pokoknya kamu jangan sekalipun masukkan hana ke perusahaan suamimu ataupun keluargamu kamu hanya kenal hana di sekolah saja gak tahu temanmu itu beneran baik atau pura2 baik? Perempuan bila sudah iri saat tiap hari bertemu arka di kantor lama2 di embat hana nanti suamimu mangkanya kamu cukup dengarkan saja keluh kesahnya. 🥰🥰🥰
Melki
si Aa pengertian amat....😄
Melki
menceritakan kehidupan sehari"
suka aja sama ceritanya.
Melki
next...
sitanggang
terlalu lebay dan bodoh ceritanya
Siti Masriati
Arka lohhhh, berkali-kali bikin salah yg sama, maaf thor jd kesel 🤭
Nice1808
trnyata arka bukan hnyq dokter tapi pemilik minimarket👍👍👍mantap lis km brhenti jadi gurupun gak akan kelaparan🤣🤣🤣
Melki
semangat 💪💪
Melki
next kak
Melki
tegas juga Lilis....👍
Sri Supriatin
tks up 2 babnya Thor 🙏🙏💪💪
Nice1808
Arka mah aneh baca pesan cemburu sampai diam kyk gitu, ditanya baik2 ke lilis atai gmna buka langsung diam😃
Melki
kok sedih rasanya.....
Aidil Kenzie Zie
berarti cinta Kirana sama mending suaminya lebih besar y dari pada k Yuda 🤔🤔🤔
Wardah Saiful
bagus ceritanya semamgat thor❤️💪
Sri Supriatin
tks upnya thor n sehat selalu 🙏🙏🙏
Melki
next
Arin
Hati-hati dokter Arka..... itu udah ada bibit wanita penggoda...... Yang mulai mendekat. Awal memberi perhatian dengan membuatkan kopi..... Lama-lama kalau tidak menolak dan membiarkan seolah memberi harapan. Kasih tau dia kalau dirimu tidak sendiri lagi.... udah beristri
Melki
next....
Arin
Iya tuh firasat suami..... harus hati-hati Lis dengan anak Pak Yasir si Elham.... Kayaknya dia ada perasaan kepadamu 😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!