NovelToon NovelToon
Di Panggil Ras Iblis Kedunia Lain

Di Panggil Ras Iblis Kedunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Fantasi Isekai
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Agung Noviar

Perang antara manusia dan iblis telah mencapai titik terburuk.
Kerajaan Beltrum berada di ambang kehancuran setelah kalah dari sihir suci Zetobia.
Dalam keputusasaan, mereka melakukan sesuatu yang tabu
memanggil manusia dari dunia lain.
Zeta, seorang mahasiswa biasa, tiba-tiba terseret ke dunia asing yang dipenuhi sihir dan darah.
Bukan sebagai pahlawan manusia…
melainkan harapan terakhir bagi bangsa iblis.
Namun satu pertanyaan besar muncul akankah ia menjadi penyelamat… atau justru kehancuran bagi kedua dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agung Noviar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 BANGUN BANGUN BEDA TEMPAT

Cahaya putih yang tadi menelan kamar kos Zeta perlahan memudar, meninggalkan aroma debu.

Zeta mengerang. Punggungnya terasa sakit luar biasa.

"Aduh... kasur ku kok mendadak jadi sekeras batu sih? Apa pernya jebol?" gumamnya sambil memejamkan mata rapat-rapat.

Ia mencoba meraba sekeliling, berharap menemukan ponsel atau bantal gulingnya. Namun, jemarinya justru menyentuh permukaan marmer yang dingin dan kasar. Suara gema langkah kaki yang berat dan dentingan zirah besi membuat matanya langsung terbelalak.

Zeta terduduk kaku.

Di depannya, sebuah ruangan raksasa membentang dengan pilar-pilar hitam yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit yang tak terlihat. Dindingnya penuh dengan ukiran makhluk-makhluk mengerikan yang seolah-olah sedang mengawasinya.

Dan tepat di hadapannya, berdiri sekelompok orang dengan penampilan yang hanya pernah ia lihat di gim RPG atau anime.

"Selamat datang di Kerajaan Iblis Beltrum, Kesatria Dunia Lain."

Suara itu lembut namun penuh wibawa. Zeta menoleh dan terpaku. Seorang gadis dengan rambut putih keperakan yang bersinar di bawah cahaya obor berdiri menatapnya. Zeta melongo. Hah? Kerajaan Iblis? Aku mimpi ya? Tapi kok detail banget kaya Asli?batinnya bingung.

Ia melihat tangannya, lalu melihat sekeliling lagi. Raja iblis yang berdiri di belakang putri cantik tampak seperti monster dalam balutan jubah sisik hitam, sementara Jenderal Lytia berdiri waspada dengan tangan di gagang pedang.

Enggak, ini pasti mimpi. Bangun, Zeta! Bangun! Ucap Zeta

PLAK!

Zeta memukul pipinya sendiri dengan keras sampai suaranya menggema di seluruh aula.

"Aduh! S-sakit..." Zeta meringis, memegangi pipinya yang memerah. Matanya berkaca-kaca karena perih yang sangat nyata. "Bukan mimpi? Ini beneran? aku di mana?!"

Putri Stella melangkah maju satu langkah, mencoba menenangkan tamu asing itu. "Tenanglah, Kesatria. Kami memanggilmu menggunakan ritual gulungan kuno. Kami terpaksa melakukannya karena kami membutuhkan bantuanmu... seseorang yang hebat dari dunia luar."

Zeta terdiam, otaknya berputar cepat. Tunggu sebentar... pola ini... jangan-jangan ini Isekai? Seperti di komik yang sering ku baca? Biasanya manusia dipanggil buat ngalahin Raja Iblis, tapi ini... kenapa yang manggil aku malah Iblisnya sendiri?! Sial, kenapa hidup ku jadi seabsurd ini!

"B-bantuan?" Zeta akhirnya bersuara, suaranya sedikit bergetar. "Kalian butuh bantuan ku?"

Stella mengangguk sedih. "Benar. Kerajaan Beltrum sedang di ambang kehancuran. Kami sedang berperang melawan Kerajaan Zetobia ras manusia yang menggunakan sihir suci untuk mengalahkan ras kami. Kami tidak punya pilihan selain meminta bantuan kekuatanmu, Kesatria dunia lain."

Zeta melongo lebih lebar lagi. Tunggu, iblis minta tolong manusia buat ngelawan manusia lain? Ini terbalik!

"Eh, tunggu dulu," Zeta berdiri meski kakinya masih agak lemas. "Aku juga manusia, lho. Dan sejujurnya, di dunia asal aku, aku cuma manusia biasa. Aku nggak punya kekuatan sihir, nggak bisa pake pedang, apalagi lawan tentara suci. Bantuan apa yang bisa aku kasih?"

“Sebelum itu siapa nama mu manusia dunia lain” ucap jendral Lytia

“Zeta nama ku Zeta cuman seorang manusia biasa” balas zeta

“Perkenalkan aku jendral Lytia. Tenang saja putri akan menjelaskan nya dan menjawab pertanyaan mu”

“Salam kenal Zeta” Stella tersenyum tipis, seolah sudah menduga keraguan itu. "Jangan rendah hati. Siapa pun yang terpanggil oleh gulungan itu pasti memiliki kapasitas energi atau kemampuan yang melampaui logika dunia ini."

"Tapi aku beneran nggak punya" Balas Zeta.

"Cukup perdebatannya," suara berat sang Raja memotong kalimat Zeta. Raja Beltrum mendekati zeta, auranya membuat udara di ruangan itu terasa semakin berat.

Jenderal Lytia maju ke depan, menatap Zeta dengan mata tajam yang penuh selidik.

"Kita yakin kau punya kekuatan yang hebat seperti kata Gulungan itu, tunjukkan pada kami. Kita harus mengecek struktur sihir dan level kekuatanmu sekarang juga."

Para penasihat mulai berbisik-bisik penuh harap. Ada yang menyiapkan bola kristal untuk di berikan ke Stella buat ngecek kekuatan sihir zeta

Zeta menelan ludah. Ia melirik Stella yang menatapnya dengan penuh harap, lalu melirik Lytia yang seolah siap memenggal kepalanya jika ia ternyata hanya manusia lemah yang tidak berguna.

"Hmm... b-baiklah," jawab Zeta pasrah. "Gimana cara ceknya?"

Putri Stella dan Jenderal Lytia membimbing Zeta keluar dari ruangan sihir Beltrum. Mereka melewati lorong-lorong panjang yang dindingnya terbuat dari batu obsidian mengkilap. Lampu-lampu gantung berbahan kristal sihir menerangi jalan dengan cahaya redup keunguan.

Zeta berjalan sambil melongo. Matanya tidak berhenti menjelajahi setiap sudut arsitektur bangunan itu.

"Gila... ini beneran kayak kerajaan kerajaan di eropa. Indah banget, tapi versinya jauh lebih gelap dan elegan," gumam Zeta tanpa sadar.

Jenderal lytia, yang berjalan di sampingnya dengan langkah tegap, melirik Zeta dari sudut matanya. "Apakah kamu sebegitu terpesonanya dengan istana ini, manusia dunia lain?" tanyanya datar. "Keindahan ini tidak akan bertahan lama jika para pasukan Zetobia berhasil meratakan tempat ini."

Zeta hanya nyengir kuda, merasa sedikit canggung.

Tak lama, mereka tiba di sebuah perpustakaan raksasa. Bau kertas tua dan aroma sihir yang pekat memenuhi udara. “Kemarilah," panggil Stella. Ia mulai merapalkan mantra pendek sambil menggerakkan tangannya di atas kristal. Perlahan, kristal itu mulai berdengung. "Letakkan tanganmu di sini, Zeta. Kita akan melihat seberapa besar kekuatan yang kau bawa dari duniamu."

Zeta menelan ludah. Ia mendekat, lalu dengan ragu menempelkan telapak tangannya pada permukaan kristal yang dingin.

WUUUSHHHH!

Tiba-tiba, cahaya menyilaukan meledak dari dalam kristal! Seluruh perpustakaan bergetar hebat. Rak-rak buku bergoyang, dan beberapa gulungan kertas jatuh ke lantai. Cahayanya bukan putih atau merah, melainkan cahaya perak yang sangat murni hingga membuat Stella dan lytia harus menutupi mata mereka.

"Getaran ini... luar biasa!" seru Lytia dengan nada semangat yang jarang ia tunjukkan. "Putri, mungkin harapan kita benar-benar akan jadi nyata! Dengan kekuatan sebesar ini, kita bisa membalikkan keadaan!"

Cahaya itu perlahan meredup, menyisakan sebuah simbol yang melayang di dalam kristal: sebuah pola pusaran kecil berwarna hijau muda.

Stella mendekat untuk membaca hasilnya. Matanya yang tadi penuh harap, perlahan berubah menjadi sayu. Ia menghela napas panjang, bahunya merosot.

"Cuma satu... elemen angin saja," ucap Stella dengan nada kecewa yang tak bisa disembunyikan.

Zeta menarik tangannya, merasa heran. "Hah? Kenapa emangnya kalau satu elemen? Bukannya elemen angin itu keren bisa terbang atau bikin badai?"

Stella menoleh ke arahnya, menjelaskan dengan lesu. "Begini Zeta... di dunia ini, ada tiga ras utama: Manusia, Elf, dan Iblis. Rata-rata manusia biasa memang hanya punya satu elemen. Elf dan Iblis biasanya lahir dengan dua elemen. Dan bagi siapa pun yang berlatih sangat keras, mereka bisa menguasai tiga elemen."

"Lho, bagus dong?" potong Zeta. "Berarti aku normal kan sebagai manusia di sini?"

"Masalahnya," suara Lytia kembali dingin dan ketus, "Gulungan itu seharusnya memanggil seseorang yang di atas rata-rata. Jika kau cuma punya satu elemen, kau sama saja dengan prajurit rendahan manusia yang kami lawan setiap hari di medan perang!"

Lytia tiba-tiba merengek kecil, wajahnya terlihat frustrasi. "Huhh... Putri, harapan kita benar-benar hancur. Kita benar-benar akan kalah jika jagoan kita cuma begini..."

Zeta merasa tersinggung sekaligus merasa punya celah. "Eh, kalau gitu karena harapan kalian nggak sesuai keinginan, mending balikin aku aja ke dunia asal! Panggil lagi aja kesatria yang lebih jago, yang punya sepuluh elemen kalau perlu!"

Stella menggeleng pelan. "Itu mustahil, Zeta. satu-satunya cara untuk memulangkanmu adalah jika kau menyelesaikan tugasmu di sini. Itu adalah syarat kontrak sihir antara dua dunia."

Zeta melongo. "Hah? Tapi aku cuma punya satu elemen! Kalian mau aku mati konyol?"

"Tenanglah," Lytia tiba-tiba memotong, matanya kembali menatap Zeta dengan cara yang mengerikan. "Aku yang akan mendidik manusia ini menjadi kesatria setengah iblis yang hebat. Walaupun cuma satu elemen, akan kubuat dia menjadi kesatria yang benar-benar mengerikan melalui latihan neraka."

Zeta bergidik ngeri. Latihan neraka? Sama Jenderal galak ini? Sial, aku bakal disiksa!

Namun, Lytia tiba-tiba teringat sesuatu. "Tunggu, Putri. Bagaimana dengan rencana kita memberikan Mata Iblis Naha itu kepadanya? Mungkin saja artefak itu tidak bereaksi pada Raja karena butuh wadah dari dunia luar?"

Stella tersentak. Ia menatap kristal itu lagi, lalu menatap Zeta. "A-ah! Benar! Kita harus coba sekarang. Jika Mata Naha aktif padanya, satu elemen tidak akan jadi masalah lagi."

“Kalau begitu, Lytia, bawa dia ke Ruangan Mata Naha dan ganti mata kirinya dengan mata Naha itu,” ucap Stella tegas.

“Lakukan secepatnya. Aku akan kembali lagi untuk melihat proses pergantian matanya, karena aku harus kembali ke ruanganku sebentar.”

“Namun, Putri bukankah kita membutuhkan beberapa penasihat dan ahli sihir untuk berjaga-jaga? Agar Mata Naha ini bisa tetap terkendali,” ujar Lytia dengan nada khawatir.

Stella menoleh tenang. “Tenang, Lytia. Aku percaya padamu. Kekuatan mu jauh lebih hebat dari mereka semua. Jadi tolong, awasi dan gantilah mata dia.”

Zeta mundur beberapa langkah, wajahnya pucat pasi. Pikirannya melantur ke mana-mana.

Tunggu... Ganti mata? Maksudnya... mata aku bakal dicongkel terus diganti sama mata iblis itu?!Zeta memegangi matanya sendiri dengan tangan gemetar. Gila! Aku nggak mau jadi buta sebelah demi kerajaan ini!

1
Pak Heru2025
lanjut thor
T28J
karena keren saya kasih anda /Rose//Rose//Rose/
Frando Wijaya
oh? cerita yg menarik...tpi nanti aja gw baca...krn ada novel lain yg gw blom baca
Zetavia: yeeyyy makasih kakk 😍😍
total 1 replies
Pak Heru2025
💪 lanjut min
Zetavia: siappp kakkk
total 1 replies
Pak Heru2025
lanjut
Zetavia: okee kakk
total 1 replies
Pak Heru2025
lanjut min
Alia Chans
semangat thort👈
Zetavia: makasih kakk
total 1 replies
Juun
kerjasama airon sama lytia keren hebattt
Juun
😍😍😍😍
Wawan
Semangat ✍️
T28J
kereeen 👍
Juun
wahh gilaaaaaaa asik bangettt
Zetavia: terima kasih 💪🙏😍
total 1 replies
Juun
keren dah
Juun
kalo di buat anime bagus loh ini
Juun
asikk bangettttt makin penasaran😍
Juun
suka banget biasanya pahlawan lawan raja iblis ini beda🤣
T28J
Zeta ... Zeta 🤣
T28J
mampir kemari,
cerita awal lumayan good, pantas untuk like dan hadiah 👍
Zetavia: terima kasih kak boleh tuhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!