NovelToon NovelToon
KEY

KEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:360
Nilai: 5
Nama Author: DAN DM

AKU ADALAH KEY.
AKU HIDUP BERSAMA TUKANG KAYU DARI PENJAG KUIL

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DAN DM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang kaya baru

Tiga minggu berlalu dengan sangat cepat.

Hari-hari di Kuil Beringin dipenuhi dengan latihan keras, pembelajaran ilmu baru, dan tentu saja... teriakan-teriakan lucu akibat ulah Sapu Naga Penyapu Langit yang galak tapi efektif.

Kini, tubuh Deon Key terasa sangat berbeda.

Otot-ototnya terbentuk sempurna namun tetap ramping dan ringan. Kulitnya bersih dan bercahaya. Refleksnya sedemikian cepat hingga ia bisa menangkap lalat terbang dengan jari telunjuk dan jempol saja. Tenaga dalamnya stabil, mengalir deras seperti sungai tak berujung.

"Oke... hari ini istirahat dari latihan pukul-pukulan," kata Deon sambil meregangkan tubuh. Krek! Krek! Suara sendinya berbunyi nyaring. "Badan sudah enak, kepala sudah jernih. Sekarang waktunya... urusan duniawi!"

 

Deon berjalan menuju dapur di mana Kakek Genpo sedang asyik membersihkan ikan besar buat makan siang.

"Kek, Deon mau ke kota lagi ya!"

"Lho? Mau beli apa lagi? Kan perabot sudah, beras sudah, piring juga sudah numpuk?" tanya Genpo heran.

"Kan ada sisa uang hasil jualan batu sama Nona Prizeyl tadi," jawab Deon sambil menepuk kantong kulit tebal di pinggangnya. "Uangnya masih banyak banget Kek. Rasanya sayang kalau cuma ditimbun di bawah lantai. Mau cari barang berguna buat kita berdua."

Genpo mata berbinar. "Oh iya ya! Kita kan orang kaya sekarang! Ayo jalan-jalan! Belanja yang enak-enak! Jangan pelit!"

 

Di Jalanan Kota Alengka

Wah... rasanya beda sekali jalan-jalan sekarang.

Dulu aku jalan dengan baju lusuh, kepala tertunduk, dan orang-orang pada minggir karena menganggap aku aneh.

Sekarang?

Aku pakai baju bersih, nyaman, dan ada aura tenang yang memancar. Orang-orang di pasar malah spontan menyingkir memberi jalan, bukan karena takut, tapi karena merasa ada sesuatu yang "hebat" dari anak muda ini.

Aku berjalan santai menyusuri jalan utama kota. Mataku yang tajam mengamati segala sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda.

Dulu aku lihat toko \= lihat barang.

Sekarang aku lihat toko \= aku bisa lihat struktur bangunannya, kualitas kayunya, bahkan aliran listrik atau sumber air di bawah tanahnya.

 

Aku berhenti sejenak di bawah pohon rindang. Aku membuka sedikit kantong uangku.

Wuih... tebal sekali.

Isinya campuran uang kertas berwarna-warni dan kepingan emas kecil yang berkilau.

Ingatanku hitung cepat:

Dijual ke Eyrod: 500 keping emas.

Dijual ke Prizeyl: Dia bayar pakai 800 keping emas + permata lain!

Total pengeluaran buat belanja kemarin: Cuma sekitar 50 keping emas.

Jadi sisa uangnya... LEBIH DARI 1000 KEPING EMAS!

Itu jumlah yang luar biasa gila! Cukup buat beli satu desa kecil atau rumah mewah di pusat kota!

"Gila ya... cuma modal pecahin batu doang, jadi miliarder instan," gumamku sambil tersenyum lebar. "Tapi tenang Deon... jangan sombong. Ingat pesan leluhur."

 

Aku mulai berjalan lagi, kali ini dengan tujuan jelas.

Toko Perkakas dan Alat Tukang

Aku masuk ke sini. Bukan beli kapak biasa. Aku beli gergaji baja terbaik, pahat set lengkap, dan amplas halus nomor satu.

"Nanti mau bikin rak tambahan di dalam kuil dan mau bikin mainan buat Kakek," pikirku.

Toko Buku dan Peta

Wah, surga bagi si jenius! Aku borong semua buku peta wilayah, buku sejarah baru, dan bahkan komik lucu buat bacaan santai Kakek Genpo.

Toko Kain dan Selimut

Aku pilih kain yang paling tebal, paling empuk, dan warnanya bagus. "Kasur Kakek kan sudah tua, ganti kasur dan bantal baru yang mewah dikit. Dia kan pahlawan kebersihan."

Toko Makanan dan Bumbu

Ini yang paling seru!

Aku beli beras jenis paling bagus, minyak goreng satu kaleng besar, gula pasir satu karung kecil, teh kental, kopi, dan berbagai macam daging, ikan, serta sayur mayur segar.

"Kakek kan jago masak, bahan bagus pasti hasilnya makin enak."

 

Karena belanjaannya terlalu banyak dan berat, Deon tidak repot-repot bawa sendiri.

Ia menyewa dua gerobak dorong besar!

"Pak, tolong bawa semua ini ya! Alamatnya di Lembah Beringin!" seru Deon santai.

Para pedagang dan orang-orang yang melihat pada melongo.

"Wah... anak muda itu siapa sih? Belanjanya borong banget!"

"Lihat tuh cara bayarnya! Keluarin emas batangan kecil seenaknya! Sultan sungguhan itu mah!"

Deon cuma tersenyum ramah sambil membayar. Tidak sombong, tidak pamer, tapi auranya yang tenang dan kaya membuat semua orang segan dan hormat.

 

Sore harinya, dua gerobak penuh barang sampai di dekat area hutan. Deon membayar sopir gerobak dengan tip yang sangat besar, membuat mereka bersorak senang.

Lalu, dengan mudahnya, Deon mengangkat semua barang itu satu per satu menggunakan energi ringan, membawanya melewati perisai menuju ke halaman gubuk.

BRAK! BRAK! PRAK!

Tumpukan barang menumpuk di teras.

Kakek Genpo yang sedang tidur siang di kursi goyang langsung terlonjak kaget.

"Ya Ampun! Ini apa semua?! Hujan barang kah?!" seru Genpo melongo melihat tumpukan beras, kain, alat tukang, dan makanan yang melimpah ruah.

"Itu hasil belanja Kek!" jawab Deon bangga. "Uangnya masih sisa banyak lho! Jadi kita beli yang terbaik buat hidup kita!"

Genpo lari kecil memeriksa satu per satu.

"Wah! Berasnya wanginya beda! Kainnya empuk banget! Ih... ada cokelat juga! Kakek suka!"

Genpo memeluk Deon erat-erat, matanya berair bahagia.

"Deon... kita ini benar-benar sudah beruntung sekali ya Nak. Dari hidup susah di reruntuhan, sekarang jadi orang paling kaya dan paling bahagia di seluruh lembah ini."

"Betul Kek. Tapi ingat ya... kekayaan itu buat dinikmati dan dipakai buat kebaikan, bukan buat disombongkan."

"Siap Tuan Kunci! Ayo masuk! Malam ini kita pesta! Bakar daging! Minum teh manis! Rayakan kemakmuran!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!