WARNING🌶️🌶️‼️
"Kau tahu kelainan ku hanya bereaksi padamu, mana mungkin aku melepasmu Hazel. Seluruh tubuh dan semua yang ada pada dirimu, itu milikku."
"Aku sudah menikah dan aku juga adik tirimu, lepaskan aku. Mike!."
Bermula dari Mike yang harus menikah untuk melindungi menggunakan wajah palsu, hal tak terduga terjadi saat wanita yang dinikahinya Hazel mampu membuat impoten nya hilang, hanya kepada wanita itu seorang..
Tak lama pernikahan dan identitas palsu itu harus berakhir saat Mike harus pergi meninggalkan Hazel tanpa menceraikannya.
Hingga seiring berjalannya waktu, Mike kembali bertemu dengan Hazel dengan status tak terduga. Wanitanya, istri yang belum ia ceraikan, kini telah menjadi adik tiri dari keluarga baru ayahnya. Dan tanpa Hazel ketahui bahwa wajah itulah, merupakan sosok suami yang selama ini ia cari.
Bagaimana kah kelanjutan hubungan keduanya?
.
.
SIMAK KISAH LENGKAPNYA>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Ruang direktur utama.
"Tentu, tuan.. terimakasih atas dedikasinya, meeting tadi sangat luar biasa." Ujar klien yang merasa puas, mereka berdiri dan berjabat tangan penuh hormat sebelum mengakhiri pertemuan.
"Ya.. senang bisa bekerja sama." Balas Mike profesional.
Orang-orang penting itu mengobrol santai setelah membahas pekerjaan penting, hingga akhirnya mereka pun berlalu pamit untuk pergi.
Setelahnya Jason menyusun data-data laporan sebelum diproses lebih lanjut, sementara Mike melangkah kembali menuju meja kebesaran nya.
Bersamaan dengan itu.
Tok tok tok!
Jason dan Mike saling tatap.. jika anak buahnya, pasti langsung mengkonfirmasi melapor, tetapi ini malah hanya mengetuk lagi dan lagi.
"Apa ada sesuatu yang tertinggal?."
Tok tok tok!.
"Lihat siapa yang datang, urus lah.." Ujar Mike yang kembali fokus pada layar computer.
"Ya." Jason segera bergegas walaupun rasanya sedikit aneh.
Tok tok tok!.
"Ini aku, Hazel.." Ujarnya dari luar.
Mike yang mendengar itu seketika menatap ke arah pintu, raut wajahnya berubah. Setelah kejadian malam itu Hazel benar-benar mengabaikan dan mencoba menghindarinya, bahkan setiap pesan dan telepon tak dihiraukan, tetapi ini malah tiba-tiba datang?. Mike mengerutkan kening penuh selidik.
"Cih, jadi apa ini?." Ia menatap penuh penantian.
Pintu itu Jason buka..
Memang menunjukkan kehadiran seorang wanita, tapi bukan dalam bentuk Hazel. Hazel hanya berdiri di belakangnya seolah mengantar.
"Mike..." Melisa nampak terharu bisa melihatnya kembali secara langsung setelah sekian lama.
Sorot mata Mike seketika berubah mendapati itu. Ia melirik ke arah Jason, Jason yang tak tahu dan tak mengundang hanya mengangkat bahu, Jason pun melirik ke arah Hazel, Hazel hanya tersenyum ramah seolah telah melakukan hal benar.
"Apa-apaan ini? Apa kita ada janji?.." Ujar Mike dingin tanpa basa-basi, pria itu kini menatap Hazel dengan sorot yang tak bisa diartikan seolah meminta kejelasan.
"Ah ya, dia mendatangiku untuk bertemu denganmu. Karena kalian dekat, aku tak mungkin untuk tak membantunya datang menemuimu, kak.." Balas Hazel sengaja dengan tenang seolah tak terjadi apa-apa.
Mendapati hal itu rasanya Mike ingin melahap Hazel sekarang juga. Kepalanya terasa nyut-nyutan, bukankah Hazel tahu bahwa yang ia inginkan dan ia cintai adalah dirinya sendiri? Kenapa malah tiba-tiba mendatangkan wanita lain yang Mike sendiri sudah menutup akses terhadap siapapun?.
"Mike, kau ini kenapa? Apa karena begitu sibuk kau tak memiliki waktu untuk bertemu denganku lagi?." Ujar Melisa terus terang. Ia mendekat menghampirinya untuk memastikan.
Jason yang mendapati hal itu balik badan, ia memijit pusing kening mewakili tuannya. Sementara Hazel, wanita cantik itu duduk di kursi khusus tamu untuk menunggu dan memilih membaca buku.
"Jawab aku, Mike!?." Ujar Melisa lagi yang tentu merindukan masa-masa waktu seperti dulu.
Jika sudah seperti ini, mau tak mau Mike harus menyelesaikannya. "Ya, karena aku sibuk. Kurasa kau dapat melihatnya, Melisa. Dan tolong jangan datang lagi jika aku tak mengundang langsung."
Wanita itu terdiam dengan sorot mata parau seolah memendam sesuatu yang cukup menyakitkan. "Kau dulu juga sibuk, tapi tak seperti ini. Kita masih bisa menghabiskan waktu sekedar untuk mengobrol di luar. Ada apa denganmu, Mike! Kau seperti menjauhiku?."
"Waktu itu pekerjaan yang mengikat kita, sekarang ayahku yang mengambil alih. Kau masih ingin bertanya kenapa aku menjauhimu?." Timpal Mike dingin. "Kembalilah, aku rasa kau mengerti.."
Melisa mengepal tangannya kuat, ia tahu kemungkinan besar Mike yang memilih memutuskan kerjasama itu.
Bekerjasama dan berinteraksi dengan Mike, siapa yang akan menolak? Di masa itu banyak wanita dengan status sosial tinggi iri pada Melisa, hingga rumor keduanya menyebar, ia sangat senang dan tentu sangat tak terima saat tiba-tiba Mike menggantikan posisi itu pada ayahnya Adam.
"Apa kau memiliki kekasih?.."Tukas Melisa penuh selidik, ia sangat ingin Mike membantahnya. Melisa sangat berharap hubungan keduanya dapat berlanjut ke jenjang yang lebih serius, apalagi orang tua mereka telah menjalin hubungan baik sejak lama.
Hazel yang menyaksikan itu nampak terdiam.. ternyata memang benar, banyak sekali wanita yang menginginkan suaminya itu.
"Jawab aku, Mike!.." Ujar Melisa lagi menggenggam tangannya. "Apa kau sudah memiliki wanita lain?."
Sorot mata tajam Mike melirik Hazel, sementara wanita cantik itu hanya membalas dengan senyum tanpa dosa. Mike benar-benar dibuat naik pitam.
"Ya, aku sudah memiliki wanita yang ku cintai selama ini. Satu alasan itu kurasa sudah cukup menjawab semua, Melisa. Kembalilah, aku tak memiliki waktu untuk hal yang tak berguna." Ujar Mike. "Jangan sampai aku menyeretmu dengan cara kasar. Jika kau masih ingin memiliki hubungan baik, keluarlah.."
Benar-benar menyakitkan, Melisa nampak terdiam dengan mata yang berkaca-kaca. Mungkin ia yang memiliki harapan lebih dan memanfaatkan hubungan keluarga, tetapi tak seharusnya Mike mendorongnya sejauh itu.
Ia ingin tahu sangat ingin tahu siapa wanita yang dicintai pria itu, namun daripada kerjasama keluarga putus dan Melisa tak bisa melihat Mike lagi, wanita itu pun mau tak mau harus mengalah. Ia menghentakkan kakinya dan pergi dari sana.
Melisa keluar lebih dulu, Hazel yang mengantar pun ikut menunduk hormat sebelum pergi. Namun.. pintu ruangan itu seketika tertutup otomatis saat ia hendak keluar.
Hazel terdiam, seolah menyadari akan sesuatu..
Dari belakang terdengar langkah kaki mendekat, terasa cepat dan menuntut yang membuat perasaannya bergemuruh.
Saat Hazel menoleh..
Greph!.
"Akh!.."
Tubuh itu hilang keseimbangan dan terpojok di dinding, tangan kekarnya dan tubuh itu menahan mengungkung nya tanpa berniat melepaskan.
"Mike!?.."
Nampak rahang Mike mengeras, sorot mata tajam itu begitu parau, menatap menyelami seolah meminta jawaban atas semua tindakannya.
"Ada apa denganmu?." Ujar Hazel sengaja dengan wajah polosnya seolah tak paham, namun di lubuk terdalamnya ia juga cukup tegang takut.
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, hmm!?." Potong Mike. "Kau bukan lagi menyiksaku, tetapi sedang mengoyak jiwaku tanpa ujung.."
"Setelah pengakuan malam itu sikapmu benar-benar tak bisa ku pahami, satu sisi aku memaklumi mungkin kau butuh waktu, tapi kenapa kau malah semakin mengujiku?.." Lanjut Mike benar-benar tak berniat melepaskan.
"Apa karena Melisa? Bukankah aku sudah bilang aku hanya mengantarnya?." Balas Hazel tenang.
Mike yang mendengar itu menunduk, ia memijit pusing kening. Di hadapan wanita yang dicintainya itu ia mondar-mandir, semua bercampur aduk.
"Hei, Hazel dengar..." Tangan kekarnya yang gemetar akan menahan segala luapan, dengan perlahan menyentuh wajah cantiknya itu, terasa lemah tak berdaya. "Kau sudah tahu yang ku inginkan adalah dirimu. Setelah cukup lama menghabiskan waktu bahkan sudah tahu tubuh masing-masing, kau tidak sedikitpun merasa cemburu padaku? Malah membiarkan wanita lain mendekat, ha?.."
Hazel menelan salivanya perlahan.. sorot mata sayu yang kesulitan itu menenggelamkan dirinya, siapa istri yang tak cemburu melihat wanita lain mendekati, Hazel pun sama, tetapi ia sebisa mungkin menolak goyah, agar Mike tahu rasa akan tindakan nya selama ini yang mempermainkannya.
"Entahlah.. aku waktu itu telanjang juga awalnya karena kita terlibat kesepakatan bukan? Aku membantumu dan..." Hazel menggantung ucapannya.
Mike mengerutkan kening.
"Ya, aku menikmatinya saja karena kau tak berniat melepaskanku.. kak." Lanjut Hazel.
Mike yang mendengar itu menganga di buat tak berkutik, padahal jelas-jelas ia sudah merasakan sorot tatapan Hazel yang mulai memiliki perasaan padanya dan mungkin sama-sama menginginkan.
Harusnya setelah pengakuan Mike malam itu, Hazel semakin terikat dan mulai memikirkan ke depannya bagaimana. Ini malah?.
"Kau waras??.." Sergah Mike begitu frustasi. "Kau tahu tindakan mu saat ini bagaimana, hmm? Apa karena pria jangkrik itu kau berubah jauh?? Katakan padaku!.."
Melihatnya yang kacau, Hazel seperti melihat dirinya dimasa lalu saat tak berdaya kehilangan Leonard. Sementara Mike yang tahu segalanya tetap bungkam, sama seperti yang Hazel lakukan saat ini.
"Hazel.."
"Kak...
"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu!.." Mike semakin nyut-nyutan ia nyaris tak terkontrol.
"Kenapa? Faktanya kau kakakku!.." Potong Hazel, ia terus mendorong.. memancing dan sangat ingin pengakuan itu terucap.
"Katakan Mike...
"Katakan padaku..
Mike terdiam, tetapi mulutnya terbuka seolah ingin berkata.. namun entah kenapa seperti tercekat akan sesuatu yang membuatnya berhenti.
Sorot matanya terlihat parau tak berdaya, Mike menunduk hingga wajah tampan itu tertelungkup pada leher jenjang Hazel.
Hening cukup lama, seolah saling meredam diri satu sama lain.
"Katakan apa yang ingin kau ucapkan barusan.." Lirih Hazel nampak tegar dengan sorot mata yang kini nampak nanar akan luapan tertahan.
"Hazel.."
Terdengar suara Mike begitu berat menuntut. "Apa saat ini kau sedang mempermainkan diriku?.."
Jemari itu meremas kuat ujung baju, kenapa begitu susah sekali? Apa yang Mike takutkan!..
"Teruskan!.. terus katakan apa yang ingin kau ucapkan padaku barusan.." Lanjut Hazel terasa menekan.
Mike terdiam, ia beralih menatap wajah cantik itu dengan raut yang tak bisa diartikan seolah sedang membacanya.
Hazel menjauh tapi seolah ada tali yang berusaha mengikatnya lebih dalam, mendorong Mike untuk berterus terang demi mengikat satu sama lain. Naasnya Mike tak memahami emosi tertahan itu, Hazel seperti sengaja memainkannya tetapi untuk tujuan apa? dan semua itu semakin mengoyak Mike.
"Aku ini apa bagimu?.." Ujar Hazel memberanikan diri seolah menantang, wajah cantiknya menengadah. "Aku tahu perasaanmu dan tentu aku tahu kami saudara, terus kenapa aku harus berhenti memanggilmu dengan panggilan 'kakak'?...
Rahang Mike mengeras akan segalanya yang tertahan, sepertinya benar dugaannya bahwa ada sesuatu yang membuat sikap Hazel berubah terasa menusuk bahkan menamparnya berkali-kali.
"Apa kau begitu tak sabar dengan jawaban ku selanjutnya?.." Lirih Mike mendekat. Sosoknya yang kelaparan haus akan dahaga, jika ditantang seperti ini tentu dapat ditebak akhirnya akan bagaimana.
"Ya, katakan!.." Sergah Hazel yakin, tubuhnya semakin terpojok bahkan kini tubuh keduanya menempel tanpa celah. "Jawab pertanyaan ku.."
"Karena aku begitu ingin memilikimu.. menghamili mu.. menidurimu setiap saat aku menginginkan.. hingga kau tak mampu sedikitpun memikirkan dunia luar lagi, semuanya terisi penuh oleh diriku, pemilikmu yang sesungguhnya..."
"K-kau..."
Cklek!
Ketegangan itu semakin meningkat, saat pintu utama terbuka dan tak ada yang mampu menghalangi kedatangannya.
"Siapa yang ingin kau hamili, Mike!?.." Ujar Adam Scott yang tiba di sana.
❤️❤️❤️❤️❤️
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
kancingnya jinjit kalo aku bilangnya sele genje 🤣l
mike sih pake acara nyamar segal sebagai leonard...
awas jangan sampai kepergok daddy adam ya kalian berdua🤣🤭tapi sah-sah aja sih mereka berdoa pasutri....
Menyesalkan dulu meninggalkan hazel gak ada kabarnya mike, dapat kejutan mike hazel jadi adiknya tirinya🤣🤭
mending jujur dari sekarang ngaku adalah Leonard, kasian hazel kamu bohongnya...
pastinya hazel benci sama leonard, pria berengsek dan tidak bertanggungjawab pergi tanpa pamit..
deketin hazel mike buat jatuh cinta🤭
Mike cepet jeladakan siapa kamu , makssa nih