Adinda Meryana bisa di panggil Dinda, dia gadis yang cantik, manja, dan memiliki sifat yang baik dan ramah tapi ia tidak mudah di tindas dan sangat berani. Adinda berusia 22 tahun. Dinda terpaksa menerima perjodohan dengan Aditya Putra, laki-laki yang berusia 28, yang bersifat sangat Dingin dan Arogan. Dan karna sifat Adinda.. Adinda berhasil membuat suaminya jatuh cinta kepadanya.
Aditya berpropesi sebagai chef di Restaurant miliknya dan juga Adinda yang menjadi Asistennya dan tidak mengetahui bahwa suaminya pemilik Restauran tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade mariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 22
Aditya tersadar dari tatapannya ia lalu membalikan badannya membelakangi istrinya itu yang hanya mengenakan handuknya saja, ia tidak ingin tergoda oleh tubuh sexy Adinda karna ada alasan lain yang membuat Aditya menahan hasratnya.
"Kamu sengaja yah ingin menggodaku..!" ucap Aditya sedikit lantang yang membelakangi Adinda.
"Memangnya kamu tergoda..?" jawab santai Adinda, ia lalu langsung cepat cepat memakaikan pakaian tidurnya.
"Cepat pake baju kamu." Lanjut Aditya sedikit emosi.
"Kalo gue gak mau, gimana..!" jawab Adinda enteng.
"Apa kamu bilang.." Mendengar ucapan istrinya itu Aditya merasa geram ia lalu membalikan badannya menghadap ke Adinda. Dan ternyata Adinda telah memakai pakaian tidur nya dengan lengkap, Adinda sengaja berucap seperti itu ia ingin mengerjai Aditya.
"Apa..?" Ledek Adinda merasa lucu melihat reaksi suaminya setelah menghadapnya.
"Cepat juga dia memakai bajunya" batin Aditya yang melihat Adinda telah memakai pakaian tidurnya yang sexy.
"Ngapain liat-liat, awas yah jangan macam-macam nanti gue tampol." Kata Adinda yang melihat Aditya menatapnya dengan tatapan mesum.
"Astagaa.. saya gak tahan lagi, tenang Aditya tenang.." batin Aditya.
"Kenapa kamu memakai baju yang kurang bahan seperti itu, cepat ganti.." Lanjut Aditya sinis.
"Idihh.. kurang bahan apanya, memangnya kalo mau tidur harus pake jubah apa..! biar kebungkus semua badan gue? jelas-jelas gue nyaman pake baju ini." celoteh Adinda yang di tatap oleh Aditya lekat.
Entah kenapa Aditya merasa ada sedikit getaran bila memperhatikan wajah cantik istrinya itu.. ia tidak tahu apakan dirinya sudah jatuh hati kepada Adinda, atau ia hanya terobsesi oleh kecantikannya saja.
Dan tanpa sadar kini Aditya menghampiri Adinda yang masih dengan celotehannya.. Aditya berjalan pelan sambil menatap Adinda.
"Heyy.. mau apa loe..?" teriak Adinda setelah sadar melihat Aditya menghampirinya dengan tatapan mesum, Adinda merasa takut ia lalu menyilangkan tangan di dadanya lalu berjalan mundur seteh Aditya berada di hadapannya.
"Aawww.." ringis Adinda setelah badannya mentok ke tembok.
"Sial.. kenapa dia sangat tampan, kenapa juga gue jadi deg-degan gini..! aduhh gue gak tahan, dia mau apain gue sih.. apa jangan-jangan dia mau..!!!" batin Adinda setelah berhadapan dan bertatapan dengan Aditya.
"Cupp.." tiba-tiba Aditya mengecup bibir Adinda sekilas yang membuat Adinda kaget dan terngaga.
"Ini hukuman buat kamu, karna kamu telah berani melawan saya." Bisik Aditya di telinga Adinda setelah ia mengecup bibir istrinya itu, dan tidak ada perlawana dari Adinda.
"Sekarang saya lapar, cepat siapkan makanan atau saya akan memakanmu.." lanjut Aditya dengan senyum liciknya.
"I ii iya.. tapi.. lepasin gue dulu." Ucap Adinda gugup yang berada di kungkungan Aditya.
Adinda tidak menyangka Aditya berani mencieumnya dan ia menikmati ciumannya walau hanya sekilas.
"Mau lepas..?" jawab Aditya yang langsung di angguki oleh Adinda.
"Cium dulu." lanjut Aditya sontak membuat Adinda terperangah, ia semakin gugup dan deg-degan gak karuan, dan anehnya ia tidak berani melawannya.
"Aduhh gue harus gimana ini..? gue harus cium dia apa enggak yah, gue gak berani tapi kalo ngga, gue takut di apa-apain lagi sama dia." Batin Adinda ia merasa serba salah.
"Hitungan ke tiga kalo kamu tidak menciumku, saya akan melahapmu sekarang."
"Astagaa.. dia sangat mesum sekali." Batin Adinda.
"Satu.. Dua.." ucap Aditya memulai menghitung karna tidak ada reaksi dari Adinda.
"Dan Ti-- --" lanjut Aditya yang terpotong karna tiba-tiba.
"Cupp.." Adinda memcium bibir suaminya, ia tidak ada pilihan lagi Adinda terpaksa menciumnya karna ingin bebas dari kungkungan suaminya dan takut ia di lahapnya.
Saat Adinda ingin melepaskan ciumannya ia di tahan oleh Aditya, Aditya ******* bibir istrinya dengan rakus dan lembut membuat Adinda tidak sadar dan malah menikmatinya. Aditya kini semakin gencar, ciuman mereka kini berubah menjadi ciuman panas, dan tangan Aditya merayap meraba bok*ng Adinda lalu meremasnya membuat Adinda tersentak dan tersadar ia lalu mendorong tubuh Aditya.
Setelah berhasil memdorong tubuh suaminya, kini mereka saling menatap dan tidak ada kata-kata yang terucap hanya terdengar nafas mereka yang ngos-ngosan akibat terlalu bersemangat. Adinda lalu pergi meninggalkan Aditya yang mematung menatap kepergiannya.
"Sial. kenapa Aditya kamu tidak bisa menahannya.. tapi, lumayan juga." Batin Aditya merasa puas dan senang telah berciuman dengan istrinya itu.
.
.
.
Saat sudah berada di dapur.. Adinda masih terbayang dengan ciumannya bersama Aditya, ada rasa senang dan takut.
"Adinda.. kenapa loe berani banget sih nyieum dia.. astagaaa.. sumpah, gue malu banget.. ternyata begitu rasanya ciuman." Batin Adinda yang masih membayangka ciumannya dan memegang bibirnya.
Sesuai perintah Aditya, kini Adinda menyiapkan makanan untuk suaminya itu dan tak lama Aditya turun dan menghampirinya, Aditya lalu mendudukan bokongnya di kursi meja makan sambil memperhatikan Adinda menyiapkan makanan ke piringnya.
"kenapa sih liatin gue mulu.. gue kan jadi malu." Bantin Adinda ia menjadi salah tingkah dan Adinda pun langsung cepat-cepat menyiapkannya ia ingin segera pergi.
"Mau kemana kamu..?" Ucap Aditya yang melihat Adinda ingin pergi meninggalkannya.
"Gue mau ke kamar" jawab Adinda merasa canggung.
"Duduk. Saya tidak suka makan sendir." Lanjut Aditya dan Adinda pun langsung duduk di sebelahnya.
"Sekarang kamu makan." Ucap Aditya karna ia tau pasti Adinda belum makan
"Iya." Jawab singkat Adinda karna ia juga merasa sangat lapar.
Merekapun langsung menyantap makanannya dengan diam dan canggung karna ini kali pertamanya mereka makan satu meja berdua.
Author minta like vote dan sarannya..😊