NovelToon NovelToon
BASTIAN

BASTIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: karmela

Bastian, gak sebaik dan gak sesempurna yang kalian kira guys. Lihat kisahnya disini, dimana dia hanya menyewa seorang wanita, hanya untuk memenuhi keinginan sang mama, untuk memberikannya cucu.

Tara, terpaksa mau untuk menolong keluarganya, hal yang makin membuat bastian benci sekaligus mulai sayang padanya, tapi bastian terlalu bodoh dan gensi untuk mengakuinya.

Bagamana kisah bastian.
Masih pada inget sosok bastian gak?
udah pernah saya post, satu part, mau dilanjutkan di buku baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 - PULANG

Tara meneduh, dari panas matahari dan capek sejak tadi berjalan. Tara tidak tau mau kemana, Tara sendiri tau pasti semua orang khawatir.

"Ma, bola Vino maaa..." seorang anak laki-laki, berusia 5 tahun berlari mengejar bolanya.

Dug...

Bolanya berhenti dibawah kaki Tara. Tara mengambil bolanya dan mencari siapa pemilik bola itu.

"tante, itu bola vino tante." kata vino menghampiri tara yang memegang bolanya. Tara tersenyum menatapnya, mungkin bayinya akan selucu vino jika cowok.

"Kak vino, jangan lari-lari kata mama." anak perempuan dari suduh jalan trotoar itu berteriak memanggil vino, yang mengambil bolanya. Tara makin bahagia melihatnya, mungkin akan selucu anak perempuan itu anaknya nanti, lalu dia harus melepaskan bayinya setelah lahir, bagaimana sanggup.

"Aku tak akan menyerahkannya." tara mengusap kembali perutnya.

"Maaf, kalau bola anak saya menggangu anda." kata seorang wanita paruh baya yang menggandeng anak perempuannya, satu tangannya juga membawa barang belanjaan, sepertinya baru dari supermarket.

"Tidak apa-apa, bibik. Kebetulan saya sedang duduk, bolanya terhenti karena kaki saya. Ini..." Tara mengembalikan bolanya pada Vino.

"sayang, bilang apa ke tantenya kalau sudah dibantu." kata wanita paruh baya itu mengajari Vino.

"Terimakasih tante cantik.." vino berkata dengan sangat manis.

Klingg...

satu pesan masuk ke ponsel Wanita paruh baya itu. Dia melihat satu pesan dari suaminya.

"Ya ampun, sepuluh juta cash, kalau ketemu dengan nona ini, hanya memberi informasi padanya, kalau tidak pulang suaminya akan memberitahu ibunya yang sakit jantung." wanita paruh baya itu kaget membaca isi pesan dari suaminya. Suaminya adalah salah satu pekerja di kantor bastian.

Tara merasa itu seperti nasib ibunya, atau itu ancaman untuknya. Ahh, mana mungkin. Tara berpikir kalau banyak yang bernasib seperti ibunya, bermasalah dengan jantungnya.

"adek yang cantik sama ganteng, namanya siapa?" tanya tara yang tertarik sekali ingin berkenalan dengan keduanya.

"vina sama vino tante cantik." jawab mamanya yang masih melihat ponselnya, ketika sebuah foto baru masuk, foto sekilas yang sama dengan wanita didepannya.

"Ini, nona bukan?" tanya wanita itu dengan menunjukan fotonya. Tara hanya melihatnya dan diam, iya ternyata benar dia.

"Suami ibu kerja apa di kantor itu?" tanya tara, yang meminta mereka untuk ikut duduk, karena kepalanya udah mulai kliyengan lagi.

"Karyawan biasa sih, nona?" Ibu itu memberiman minum pada tara, supaya bisa menghilangkan sedikit pusing mungkin. "Nona istri pemiliknya ya, lagi hamil muda?" tara hanya diam.

"kasian nona, adik bayinya yang diperut kalau pisah. Emang gak bisa dibicarakan baik-baik Nona?"

"Tantenya mau punya adek, mama. Didalam perut?" tanya vina pada mamanya. Mamanya mengangguk.

"Ini tante, vina suka biskuit ini, tapi ini buat tante, makan ya tante, buat adik bayinya. Siapa tau suka." vina memberikan biskuit yang dia beli tadi.

"Ibu tolong kasih alamat disini ke suami saya ya. Biar dia yang jemput kesini aja."

"Iya nona." wanita paruh baya itu mengirim pesan ke bastian.

"kenapa mesti pakai ngancem sih, mas. Bawa-bawa ibu aku lagi." lirih tara, mengusap perutnya.

"tante, sini vino bukain biskuitnya. Tante bisa gak bukanya?"

sembari menunggu bastian datang, tara ditemani vina sama vino, anak kembar ini.

***

Bastian ada dijalan, keliling gak jelas nyari tara dan akhirnya ada yang mengirim pesan kalau Tara disuatu tempat, sedang bersama dia. Bastian langsung mengabari mamanya dan bina, dia bakalan jemput tara. Bastian datang ke tempat alamat yang dikirim. Ketika mobilnha hampir sampai, bastian melihat tara yang sedang ditemani vina dan vino, juga seorang wanita paruh baya.

"Ta," bastian turun dan langsung menatap taranya, ingin sekali memeluknya langsung dan memarahinya, kenapa main kabur? tapi gak enak ada anak kecil.

"jangan lupa transfer uangnya ke ibunya, jangan php." Kata tara ketus pada bastian. Tara pamit pada vina dan vino.

"tante, nanti kalau adek bayinya udah lahir kita mau liat ya tante. Kabarin mama kita ya tante, nanti kita pengen jenguk." kata Vino cerewet.

"Vina juga tante. Adeknya cewek aja tante, jangan cowok kayak vino, nyebelin, nakal."

"Tante pulang ya. Boleh cium gak tantenya?"

Bastian ingin memarahi tara, sangat ingin. Tapi melihat tara sedang berinteraksi dengan dua anak kembar itu, bastian hanya diam memperhatikan.

"Om, jagain tante sama adek bayinya. Jangan bikin tante nangis, jangan bikin tante sedih lagi, jangan tinggalin tante. Cowok itu gitu om, kayak Vino, gak pernah tinggalin mama dan adik vino, vina, walau vina cerewet." Vino mendekati bastian dan memukul Kaki bastian, menendangnya sepeeti bola yang dia tendang. Bastian hanya menoleh dan menunduk menatap Vino.

"Vino jangan gitu sayang, gak boleh. Gak sopan." kata mama vino memberitahu.

"biarin mama, om itu harus dikasih hukuman, harus dikasih tau, buat tante sama adiknya sedih, udah gitu tinggalin mereka disini, untung ketemu vino. Kalau enggak, gimana hayooo?" vino membela diri, vino seperti anak laki-laki yang akan melindungi tara. Tara terharu liatnya, belum pernah seperti ini.

"Iya gak apa-apa, nanti kalau Om jahat, nakal, buat tante sedih, kamu kasih tau vino aja, ta. Biar vino pukul aku, supaya aku tau kalau aku salah." Bastian menunduk, berlutut didepan vino, melirik tara lalu kembali menatap vino dengan gemas. Anak kecil itu bisa membuat dunia bastian bahagia, bastian baru sadar, makannya mamanya ngotot minta cucu. Oh kayak gini rasanya.

"Ya udah, tante pamit ya." tara pamit pada si kembar, vina mencium pipi tara, begitu tara juga mencium pipi vina, vino pun sama, bahkan vina dan vino mengusap perut tara juga berbicara pada bayi yang masih berukuran kecil diperut tara. Cuma bastian yang belum, hati bastian berteriak, bastian ingin sekali woy nyentuh anaknya didalam sana. Kenapa cuma dia yang belum nyapa anaknya, dengan menyentuh perut tara. aishh... bastian geregetan nahan tangan yang pengen aja gerak dan nyentuh.

"Hati-hati, non." kata wanita paruh baya itu, membantu membuka kan pintu untuk tara.

"Makasih ya bik. Vino sama vina juga. Nanti uangnya saya transfer. Ini kartu nama saya." Bastian pamit, memberikan kartu namanya pada mama vina dan vino.

Tara akhirnya mau duduk disebelah Bastian, kalau bukan tantenya yang tadi gak bantu buka pintu, mungkin tara gak akan duduk disampingnya. Bastian masuk dan menyalakan mobilnya kembali.

"Ta, aku mau pegang perut kamu, ta. Tinggal aku loh yang belum masak, aku kan yang bikin kamu hamil. Masak belum bisa nyentuh sih, ta." Bastian mencoba melupakan pertengkaran, bukqn pertengkar sih, dia mencoba seperti biasa, bastian ingin menyentuh perut tara tapi tara malah menepisnya dengan kasar.

"Gak usah sentuh. Aku balik buat ibu, karena ibu. Sampai bayinya lahir, jangan pernah deket-deket sama aku. Kamu cuma mau bayinya kan? jadi gak usah ngomong dan perhatian sama aku lagi. Tunggu sampai bayinya lahir aja." tara.

Bastian tak percaya, tara bisa mengatakan itu, semarahkan dirinya pada bastian? katanya cinta sama bastian, ini kenapa gitu?

-

Salah lu, bas. Ahh tau ahh, dasar. Lu? gimana tara percaya lu suka sama tara dengan awal perjanjian itu bas. Percaya itu, susahhh bas. susahhh

hiksss

1
risna wati
Awalnya tertarik tapi setelah melihat bnyak typo jdi malas bacanya
Bangun Fitriadi
stop baca
Elda Juliana
kurang hot
Devi Sihotang Sihotang
haha..haha... lucu part ini
Tara
Maniez, Kalo bisa minta foto shirtless kak.. Tapi jangan yg duduk Kaya princess gitu, jadi ilang machonya🤭😱🤯🙈
Tara
Omg.. Guanteng Buanget.. Lope lope dach💕🤭😘
Tara
Keren.. 👍
Alyn Aziz
hadduuh...kok susah ya bacanya..
belibet..
krn sepasinya trlalu panjaang kadang bikin gk nyambung jadinya
🌻Ruby Kejora
Hai Kak salam kenal sukses yang semangat buat kakak😊💪💪
Yanti Natalia
lucu anak sm ibu kok dipanggil om dan tanta, aneh
re
Mulai
choi yongah
sukses selalu

💪💪💪💪💪

🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Jilioni MD: terimakasih 🙏
total 3 replies
choi yongah
amin ud tamat
sukses selalu thor suka banget ceritanya
ditunggu cerita selanjutnya
semangat
💪💪💪💪💪💪
Heny Ekawati
perlu dikoreksi lagi
🌻Ruby Kejora: Apanya yg di koreksi kak
total 1 replies
Heny Ekawati
masih nyimak blm mengerti alurx
Rizky Aidhil Adha
lngsung suegeerr eeh Thor,liat visualx Bastian😍😍
Rizky Aidhil Adha
hayyuuuuk jaaahh Tian😉😘😘
Rizky Aidhil Adha
dunia milik brdua,yg lainx ngontrak 😏😀
Ingrid Patty Karyadi
thor..coba jangan terus2an ngambek..bosan
chipa'm
sabrina koq panggilnya om sih kan sepupu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!