NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:156.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: iin al-arief

Alifa Maulidia Mahendra .

Gadis cantik nan anggun yang biasa di panggil Alifa itu harus merasakan pahitnya cinta .
Ia di putuskan pacarnya dengan tanpa alasan yang jelas saat dia masih duduk di bangku kelas 2 SMA , dan tentu saja hal itu membuat Alifa sedih , namun belum genap satu bulan Alifa putus dari pacarnya , tiba-tiba saja ada seorang pemuda tampan yang melamarnya , yang tak lain pemuda itu adalah Hafiz , anak dari sahabat ayahnya .
Dan dengan berat hati Alifa menerima lamarannya atas permintaan ayahnya sekaligus Alifa ingin segera move on dari mantan pacarnya .

Dua tahun berlalu...

Setelah Alifa Lulus SMA , Alifa akan di nikahkan dengan tunangannya , Hafiz .
Namun... lagi-lagi Alifa harus merasakan pahitnya cinta dan sakitnya penghianatan , karena tepat di hari pernikahannya , Hafiz datang dengan seorang perempuan yang tengah hamil dan mengaku sebagai istri Hafiz .

Akankah Alifa akan tetap melanjutkan pernikahannya dengan mengganti pengantin pria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iin al-arief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 ( Revisi )

" Kenapa dia masih bisa dengar sih , apa pendengaran nya begitu tajam ." Gumam Alifa . Dia pun memutuskan pergi ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian yang akan di kenakan Fardan ke kantor dan meletakkan nya di atas tempat tidur .

Ceklek

Pintu kamar mandi terbuka , lagi-lagi Alifa di buat terkejut melihat Fardan dengan hanya menggunakan handuk yang pinggangnya menampilkan tubuhnya yang atletis , seketika Alifa membalikkan badannya .

Fardan hanya tersenyum kecil melihat tingkah Alifa .

" Kamu kenapa??? ." Tanya Fardan pura-pura tidak mengerti dengan sikap Alifa .

" Kenapa setiap Kak Fardan keluar kamar mandi kamu tidak memakai baju , apa sedikit pun Kal Fardan tidak memiliki rasa malu ."

" Sama istri sendiri kenapa harus malu ." Jawab Fardan santai .

" Menghela napas panjang ,terserah Kak Fardan saja ,sekarang cepat pakai bajumu setelah itu segera turun untuk sarapan ." Ucap Alifa masih dengan membelakangi Fardan .

" Kamu bicara denganku ."

" Ya iyalah , memangnya aku bicara dengan siapa kalau bukan denganmu ." Ucap Alifa yang mulai kesal .

" Aku kira kamu bicara dengan pintu , soalnya kan kamu bicara menghadap ke arah pintu bukan menghadap ke arah ku ." Ledek Fardan .

" Pakai dulu bajumu , baru aku akan membalikkan badanku ."

" Ya baiklah ."

" Eh tunggu , kenapa kamu menyiapkan aku baju kantor ."

" Trus aku harus menyiapkan Kak Fardan baju apa , baju tidur ."

" Ya nggak juga , tapi kan hari ini aku gak pergi ke kantor

"Loh kenapa ???."

" Nanya nya nanti aja , sekarang tolong ambilkan aku baju dulu ."

Tanpa menjawab Alifa bergegas pergi ke ruang ganti untuk mengambilkan Fardan baju .

"Menghela napas panjang , sabar Alifa...

mulai saat ini kamu harus kembali terbiasa menghadapi sikap kakakmu yang menyebalkan itu hingga membuatmu merasa kesal seperti dulu, dan lebih parah nya sekarang dia sudah menjadi suamimu ." Oceh Alifa pada dirinya sendiri . Dia pun kembali dengan membawa baju Fardan di tangan nya . Tiba-tiba...

Brakkk...

Karena Alifa berjalan dengan kepala yang terus menunduk ,membuat dia menabrak dada bidang suaminya yang tiba-tiba saja sudah berdiri di depan nya hingga dia terhuyung dan hampir jatuh , namun dengan cepat Fardan menangkap nya membuat pandangan keduanya bertemu .

Alifa menatap wajah tampan suaminya yang kini hanya berjarak beberapa senti dengan wajahnya .

" Kenapa Kak Fardan terlihat sangat tampan kalau di lihat dari dekat begini ." Batin Alifa .

Begitu pun dengan Fardan , dia menatap wajah Alifa dengan begitu intens hingga pandangan nya berhenti sampai di bibir merah istrinya , dan entah dorongan

dari mana hingga dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Alifa , namun dengan cepat Alifa mengalihkan pandangan nya dan membenarkan posisinya .

" Kak Fardan apa-apaan sih , Kak Fardan sengaja ya, berdiri di situ supaya aku nabrak Kak Fardan ." Ucap Alifa , dia sengaja bersikap jutex untuk menutupi kegugupan nya .

" Makasih Kak Fardan ku sayang... , itu yang seharusnya kamu ucapkan , bukan malah marah-marah gak jelas , dan kamu tidak usah memutar balikan fakta ya ." Ucap Fardan tak kalah jutex .

" Aku memutar balikan fakta , buat apa coba ."

" Alah... kamu tidak usah mengelak , aku tau kamu sengaja menabrak ku karena kamu ingin menyentuh tubuh atletis ku kan..." Ucap Fardan dengan begitu pede nya .

" Astagfirullah hal adzim... Sejak kapan Kak Fatdan jadi kepedean akut tingkat dewa begini ." Batin Alifa kesal .

" Gak usah ge er , nih... cepat pakai bajumu ." Alifa menyerahkan baju Fardan dan berlalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri .

-----

Di ruang makan...

" Pagi Bun , pagi Yah ." Sapa Ifan saat sudah sampai di depan orang tua nya .

" Pagi sayang..." Jawab Rita sedangkan Riko hanya tersenyum menanggapi sapaan putra keduanya .

" Loh... Kak Fardan sama Alifa mana kok belum turun ." Tanya Ifan .

" Mungkin mereka masih di kamarnya , biasa mereka kan pengantin baru ." Jawab Rita sembari tersenyum kecil .

Mendengar hal itu dada Ifan terasa sesak , hatinya terasa begitu sakit , dia tidak menyangka bahwa orang yang selama ini diam-diam dia cintai ternyata sudah menjadi istri dari orang yang selama ini Ifan anggap seperti kakaknya sendiri .

" Kamu harus bisa mengikhlaskan Alifa untuk Kak Fardan Fan , harus ." Batin Ifan pada dirinya , sendiri walau sebenarnya begitu sulit untuk dia meluapakan Alifa , namun dia berusaha untuk ikhlas menerima kenyataan pahit itu .

Tak lama kemudian terlihat Fardan dan Alifa berjalan beriringan menuruni tangga .

" Eh panjang leher , baru aja di omongin udah nongol ." Ucap Ifan .

Ya... Begitulah Ifan , dia tetap bisa bersikap ceria walau sebenarnya hati nya tengah terluka .

" Enak aja panjang leher , Kak Ifan pikir kita jerapah apa ." Sunggut Alifa .

" Panjang umur kali Fan ,bukan panjang leher ." Ucap Fardan .

" Ya , itu maksudku ."

" Kalau bicara tuh yang benar , jangan suka ngasal ." OcehAlifa .

" Sudah-sudah tidak usah ribut , Lif sebaiknya kamu ambilkan suamimu makanan ."

" Iya Bun ." Alifa mengambilkan Fardan makanan .

" Makasih ." Ucap Fardan sambil menatap Alifa dan tak lupa dia memasang senyum termanisnya

" Sama-sama ." Ucap Alifa yang juga menatap balik Fardan .

" Ehm... " Ifan berdehem melihat adengan di depannya yang menurut Ifan terkesan mesra . Hingga membuat keduanya mengalihkan pandangan mereka .

" Ingat masih ada kita disini ." Ucap Ifan .

" Kak Ifan apa-apaan sih ." Ucap alifa salah tingkah .

Setelah selesai sarapan mereka berkumpul di ruang keluarga atas permintaan Riko , karena dia bilang ingin membicarakan sesuatu yang penting terhadap mereka .

" Ada apa Yah , kenapa Ayah menyuruh kita berkumpul di sini ." Tanya Fardan .

" Karena sekarang kamu sudah menikah dan juga menjadi menantu Ayah , jadi Ayah sudah memutuskan untuk berhenti bekerja di perusahaan ARM group dan menyerahkan perusahaan itu terhadapmu ." Ucap Riko penuh keyakinan .

" Tapi Yah aku..." Belum selesai Fardan bicara , namun Riko sudah memotongnya .

" Ini sudah menjadi keputusan Ayah ,dan Ayah harap kamu tidak menolaknya ."

" Benar kata Ayah Kak , lagian Kak Fardan pantas menjadi ceo di ARM group , karena Kak Fardan itu memang jenius ." Ucap Ifan .

" Menghela napas panjang , baiklah jika itu sudah menjadi keputusan ayah , aku setuju ." Ucap Fardan pasrah .

" Oh ya , Ayah juga sudah membelikan rumah untuk kalian berdua tinggal ."

" Maksud Ayah aku dan Kak Fardan akan pindah rumah dan hanya tinggal berdua ."

" Iya Lif ."

" Tidak Yah, aku tidak mau pergi dari rumah ini ,dan aku juga tidak mau berpisah dengan Bunda ." Rengek Alifa .

" Maaf Yah , kalau soal itu aku tidak bisa , karena aku sudah punya rumah sendiri dan aku pun membelinya dengan uangku sendiri , jadi aku harap Ayah mau mengerti ."

" Kamu yakin..." Tanya Riko .

" Iya Yah , lagian aku sudah lama membeli rumah itu , karena aku memang berencana untuk tinggal berdua dengan istriku kelak , dan tentunya aku ingin memiliki rumah yang aku beli dengan hasil jerih payahku sendiri ." Jelas Fardan .

" Baiklah , Ayah setuju dengan keputusanmu ." Ucap Riko sembari tersenyum .

-

-

-

-

-

**Maaf ea gays....

karena aku baru up

Dan aku mohon dukungan dari kalian dengan like ,komen dan vote

Jangan lupa jadikan juga novel ini sebagai favorit jika kalian menyukainya .

TERIMA KASIH.....😉😉😉**

1
Eko Priyosantoso
Ifan itu yg dipeluk
Evi Andriani
lanjutt thorrrr
Iin Al-arief
semangat terus ea thorrr...
Iin Al-arief
semangat terus ea thorrr...
Piet Mayong
semanggad thor...
aku tunggu konflik berikutnya...
Riris Ayu
masa baru Smp udah pd pacaran sampe tunangan segala
Rahayu Pus
eh jebule lif seng ank kandung tho
Rahayu Pus
kek nya Al bukan ank kndung niiih....jgn 2 abang2 nya pada demen Ama si dedek
Dinakan✨
widianya aja gak mau ngaku
Dinakan✨
aku kurang suka Ama sikapnya Alifa Thor tapi bagus alur ceritanya
Avissaakas
mantab...lanjut
.
ifan
Maniem May
Jangan-jangan selama ini yg kirim pesan fardan ya...
Piet Mayong
makin kerennn
Eni Nurul Aini
memang gk batal di gendong terus lgsug sholt.🤭
miss ®u®i
critamu bagus thor.. semangat selalu yaa.. ak sllu tggu update darimu... ❤️
Winda Noor Ilham
lanjut
Marlina
kyknya Alifa anak angkat
Piet Mayong
masih abg banget baru begthu ajah udah cemhuruannn....
Mulyadi Boma
lama Up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!