NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Delapan

Aku kembali merebahkan tubuh di atas ranjang, dan menarik selimut sampai ke bahu, harapanku untuk sembuh dengan sendirinya pupus sudah. Bahkan kini tubuhku menggigil hebat, Aku kedinginan.

Istrinya Kim Taehyung kedinginan, Bu. Siapapun panggilkan Kim Taehyung Aku membutuhkannya...

Ceklek!

Pintu kamar dibuka dari luar, Aku tidak sanggup untuk membuka mata karena sakit di kepalaku semakin menjadi. Tapi Aku tahu, itu pasti Ummi Lailatul.

“Dinda?” wanita paruh baya itu mengusap lembut kepalaku. “Suhunya semakin tinggi.” Aku dengar beliau menggumam.

Tuh, benar ‘kan?

“Kita periksa sekarang ya?” Ummi Lailatul membuka selimutku sampai perut. “Cepat Dan, periksa Dinda sekarang.”

Dan? Siapa Dan yang Ummi maksud!

Karena begitu penasaran, perlahan Aku membuka mata. Seketika Aku tertegun ketika mengetahui siapa yang Ummi Lailatul panggil Dan—

Ternyata dia dokter?

“Dinda, Mas Aydan-nya izin periksa kamu ya.” ujar Ummi Lailatul.

Aku mengangguk pelan dan hendak membuka mukena yang belum sempat kubuka, tapi wanita paruh baya itu langsung mencegahku.

“Nggak usah dibuka, Sayang.” katanya memberitahu. Aku hanya menurut.

Kim Taehyung kw meletakkan stetoskop di dada atasku, tapi wajahnya menoleh ke arah lain. Padahal Aku sangat siap tatap-tatapan dengannya, siapa tahu setelah ini dia naksir denganku, lalu Aku dan dia semakin dekat, terus Aku langsung bisa dibelikan tiket konser oleh Aira.

Setelah beberapa saat, lelaki itu mengambil dan memakaikan alat tensi darah di lenganku, entah apa namanya.

Aku hanya memperhatikan setiap yang dia lakukan dan menunggu apa hasil pemeriksaannya itu.

Tapi manusia kulkas itu hanya diam. Memangnya ada dokter yang diam aja saat memeriksa pasiennya? Dokter beneran nggak sih? Atau— dokternya lagi sariawan kah?

Jadi sakit apa Kim Dinda ini woy?

Tanpa bicara dia keluar dari kamar, dan tidak lama kemudian membawa kotak kontainer berukuran sedang. Bau obat seketika menguar ketika dia membuka kotak itu. Sontak Aku menoleh ke arah Ummi Lailatul yang duduk di sampingku.

“Ummi... ”

Wanita paruh baya itu langsung menoleh, “Kenapa, Nak?”

“Dinda nggak mau minum obat.” ungkapku.

Manusia kulkas seketika menghentikan gerakan tangannya yang tengah meracik obat.

Ummi Lailatul tersenyum lembut, dia menyentuh punggung tanganku, “Dinda, kalau mau cepat sembuh harus minum obat.”

Aku menggeleng, “Ummi, dari pada minum obat, Dinda lebih milih di suntik aja.”

Bruk!

Aku dan Ummi Lailatul menoleh ke arah lelaki itu yang tengah mengambil tutup kotak kontainer yang terjatuh ke lantai.

Aku menaikkan sebelah alisku, ‘Kenapa dia?’

Aku melihat dia meletakkan obat-obat yang tadi dia ambil, lalu mengeluarkan selang dan—infus?

Mataku seketika melotot. Aku juga nggak mau diinfus, seumur hidup Aku belum pernah diinfus!

Tidak, tidak, Aku menggeleng frustasi.

Aku menggenggam tangan Ummi Lailatul, “Ummi, Dinda mau pulang aja boleh ‘kan? Dinda mau di rumah tante Milka aja.”

“Bu Milka juga pergi, Dinda. Di rumah kamu dan rumah ibu RT kosong.” Ummi Lailatul memberitahu.

Apa? Kenapa Aku nggak di ajak?

Aku melemaskan bahu.

“Ummi, ada tamu.” Beritahu Aisyah yang berdiri di ambang pintu.

“Dinda, Ummi tinggal sebentar ya?” kata Ummi Lailatul.

Aku mengangguk lemah, kini tinggal Aku dan dokter itu dalam kamar. Dengan pintu kamar yang dibiarkan terbuka. Aisyah pun ikut bersama Ummi.

Dokter Aydan mendekat, di kedua tangannya memegang obat dan infus, “Pilih yang mana?”

“Aku milih kamu.” jawabku cepat.

Dia mendengus kasar. “Kalau nggak mau minum obat, berarti harus siap diinfus.” katanya.

“Aku mau disuntik aja!”

“Memangnya kamu mau disuntik di mana?” tanyanya.

“Ya dimana biasanya? ‘Kan lo dokternya!” jawabku sewot.

Dokter itu memijat keningnya, dan menghembuskan napas pelan.

“Kalau bukan paksaan Ummi, Aku nggak mau periksa kamu. Karena Aku nggak melayani pasien wanita. Jadi tolong kerjasamanya, mengerti?” kalimat terpanjang saat dia bicara denganku, tapi kejam sekali, sakit hati Adek, Bang!

Ibu tolongin Dinda, Bu...

“Tapi Aku nggak mau minum obat. Pake infus juga nggak mau.” kataku lirih.

Dia menghembuskan napasnya pelan, “Putrinya Ibu El, Aku nggak bisa menyuntik kamu, karena itu harus di area aurat. Kalau kamu nggak mau minum obat, kamu diinfus saja. Bukankah sama-sama ditusuk jarum?” jelasnya.

Iya juga sih.

Eh bagaimana tadi dia menyebutku? Putrinya Ibu El? Pasti dia takut Aku sahut Kakanda lagi jika menyebut namaku, Dasar!

“Dokter usahakan hanya satu kali tusuk.” rayunya khas seorang dokter kepada pasien.

Akhirnya Aku mengangguk sedikit karena takut.

“Dokter minta izin ya?” katanya menyentuh tanganku setelah memakai sarung tangan, sedangkan Aku mengalihkan wajah karena tidak rela melihat tanganku yang akan ditusuk jarum.

“Ada bagusnya juga tangan kamu sangat kurus, jadi nggak susah mencari pembuluh darahnya—” dia terus mengoceh, tapi Aku tidak menghiraukan, yang ada dalam pikiranku adalah betapa sakitnya memakai infus.

Aku terus merapalkan doa dan ayat-ayat yang Aku hapal.

“Sudah selesai! Nggak sakit ‘kan?” ucap dokter itu.

Aku langsung membuka mata, memang tidak terlalu sakit hanya seperti disengat tawon. Aku Menatap nanar tanganku yang dibelit selang kecil.

“Ya sudah, semoga cepat sembuh.” ucapnya dengan intonasi kembali datar. Dia berdiri dan merapikan barang-barangnya.

“Dokter?”

“Hm.”

Ish, cepat sekali kembali kesetelan awalnya!

“Mau nanya boleh?”

Dia diam saja tidak menjawab, rasanya ingin kulempar tabung infus ke arahnya.

“Yang mindahin Aku dari mobil ke kamar siapa?” tanyaku.

“Ayahmu.”

Aku menghempaskan punggungku di headboard ranjang, “Yah... Kenapa Ayahku?”

“Memangnya kamu berharapnya siapa?”

“Ya Mas Taehyung lah.” jawabku cepat.

Dia berdiri tegap dengan menenteng tas yang Aku tahu berisi alat kedokteran, “Saranku, setelah sembuh dari demam, kamu periksa ke psikiater.” katanya dan keluar dari kamar.

Aku tertegun, apa katanya?

Kurang asem!

Tapi sebentar—bukankah tadi kepalaku sakit? Tapi sekarang? Hanya suhu tubuhku saja yang masih tinggi.

Kim Taehyung memanglah obatku dikala sakit, meskipun Kim Taehyung kw.

Aku tersenyum sendiri membayangkan ternyata memang ada manusia mirip Kim Taehyung, minusnya dia menyebalkan.

“Diagnosisku jarang meleset. Nanti Aku rekomendasikan dokter psikolog terbaik di kota ini untukmu,” katanya saat masuk lagi ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan khas orang sakit. “Ini makan malammu, habiskan!”

Aku berdecak, kenapa dia jadi menyebalkan sekali? Dia pikir Aku stress?

Kalau bukan karena tiket konser BTS, mana mau Aku mengejar lelaki menyebalkan seperti dia.

Sabar, Din. Sabar. Hadiahnya Tiket VIP.

“Mas dokter, tangan pasiennya diinfus, jadi nggak bisa makan sendiri.” kataku, mau mengerjainya sekaligus mencari kesempatan.

Lelaki itu mengerjap. Lalu keluar dari kamar. Tidak lama kemudian dia masuk lagi.

Aneh!

”Ummi masih ada tamu, nggak bisa nyuapin kamu,” katanya memberitahu, “Ehm, infusnya kita ganti di tangan kiri aja ya? Biar kamu nggak kesusahan makannya.”

Apa? Enteng sekali dia berkata.

“Enak aja! Itu tangan dokter sehat, nganggur lagi. Pake tangan itu aja untuk nyuapin Aku makan.” ucapku membuatnya terdiam, Aku tersenyum miring.

Dia menggaruk pelipisnya.

“Cepat, Dok. Perutku sakit.” Aku merengek.

Dia mengambil nampan yang tadi dia letakkan di atas nakas. Dan meletakkannya di samping tempatku duduk.

Aku tahu dia ragu dan tidak mau, tapi Aku sangat menikmati ekspresi wajahnya.

Tangannya mulai menyendokkan nasi juga lauk. Dan mulai mengarahkan sendok ke arahku tanpa melihatku.

“Dok, sampai besok itu nggak akan masuk ke dalam mulutku!” Aku protes. Sebab jarak sendok dan mulutku sangat jauh.

Dia berdecak, “Ya kamu aja yang masukin, Aku yang ngarahin—”

“Aydan! Apa yang kalian lakukan? Apa yang mau kalian masukin?” terdengar suara bariton dari arah pintu.

Kami berdua kompak melihat ke arah sana.

\*\*\*

1
Sari Saputri
kim Taehyung kw sang suami antah berantah (kata kim dinda) tolong jangan membuat usaha kim dinda sia2 😄
Sari Saputri
abi mertua tau aja kesukaan menantu nya
Sari Saputri
woaahahahahahaa...🤣
Sari Saputri
Eaaaa.... kim dinda tolong di ingat2 /Joyful/
Fitra Sari
lanjut donkk
Tinta Kuning: wait...
total 1 replies
Sari Saputri
derita suami kedua, kim Taehyung segala galanya mas dokter kim Taehyung kw tolong maafkan kim dinda🤭 di mohon sabar dan ikhlas nya
Sari Saputri
tamu yang di usir 🤣
Sari Saputri
si pacar posesif dan si pacar yang menuruti semua kemauan asal senang
Sari Saputri
sat set sekali Aira dan kak jonie dah langsung pacaran aja
Sari Saputri
kim Taehyung kw sudah bisa gombal-gambil yahh sekarang. semakin hari apakah semakin tergodakah kim dinda 🤣
Sari Saputri: kim Taehyung meresahkan 😄
total 2 replies
Sari Saputri
jadilah pasien teladan kim dinda 🤭
Sari Saputri: mon maaf kim dinda di
total 2 replies
Sari Saputri
Allaahu Akbar 😄
Sari Saputri
ingat kim dinda, kamu wanita bersuami
Tinta Kuning: wkwkwkkw 🤣
total 1 replies
Sari Saputri
kasihan kim dinda gak bisa mengekspresikan ke absurd nya hanya mengandalkan jempol itupun di kalahkan langsung oleh kelingking ibu El 🤣
kim dinda minggu depan akan ada resepsi ngak ada bantahan kah, jadi sudah sangat legowo
Sari Saputri: hayuklah, gaskeun thor
total 2 replies
Sari Saputri
hahahahahaa.... iya lagi 🤣
Sari Saputri
ciyyeeee kim dinda di gendong mas dokter kim Taehyung kw, lanjut lagi thorr...
double up dong😍
Sari Saputri: /Heart/
total 2 replies
Sari Saputri
aaiisshhhh.... kalau masalah duit gak bisa di tolak 🤣
Sari Saputri
hahahaaaa.... maafkan readermu ini yah author yang selalu hahahahaaa... tiap baca kim dinda
Tinta Kuning: takpa takpa, di sini Kim Dinda memang hadir untuk menghibur para readers🤭
total 1 replies
Sari Saputri
baru engeh yang satu dokter khusus pria dan yang satunya khusus wanita 😄
Sari Saputri
TO THE POINT sekali kamu kim dinda, apakabar Aira tetiba langsung di sodori kim dinda untuk jadi pacarmu 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!