NovelToon NovelToon
Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Pengganti / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Pengasuh
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Demi mengejar cinta masa kecilnya, Raynara rela meninggalkan statusnya sebagai putri mafia Meksiko. Ia menyamar menjadi babysitter sederhana di Jakarta dan bersekolah di tempat yang sama dengan sang pujaan hati.

Namun, dunianya seolah hancur mengetahui Deva telah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri.

Sebuah insiden di hari pernikahan memaksa Rayna maju sebagai pengantin pengganti. Mimpi yang jadi nyata? Tidak. Bagi Deva, Rayna hanyalah gadis ambisius yang haus harta.

"​Tugas kamu itu urus Chira, bukan urus hidupku. Jangan mentang-mentang kita satu sekolah dan sekarang kamu pakai cincin ini, kamu bisa atur aku. Di sekolah kita asing, di rumah kamu cuma pengganti yang mencuri posisi orang lain."

Di antara dinginnya sikap Deva dan tuntutan perjodohan di Meksiko, sanggupkah Rayna bertahan? Ataukah ia akan kembali menjadi ratu mafia yang tak punya hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karena Aku

Malam telah jatuh menyelimuti Jakarta, namun ketenangan tak sedikit pun menyapa kediaman keluarga Rich.

Deva melangkah masuk ke ruang tamu dengan raga yang tampak tak lagi memiliki daya. Pakaiannya kotor oleh debu jalanan, rambutnya berantakan, dan gurat kelelahan tercetak jelas di wajahnya yang pucat.

Namun, langkahnya seketika terhenti saat mendapati ketiga saudaranya, Byan, Asha, dan Cecilia telah duduk berjajar di sofa utama, menantinya dengan raut muka yang menghakimi.

Suasana seketika menjadi mencekam, hanya suara detak jam dinding yang mengisi keheningan yang menyesakkan itu.

"Bagaimana? Apakah pencarianmu membuahkan hasil?" suara Byan memecah kesunyian, terdengar datar namun penuh sindiran tajam.

Deva tidak menyahut. Ia hanya mengusap wajahnya dengan kasar dan berniat melangkah menuju tangga tanpa memedulikan mereka.

"Duduklah, Deva," perintah Asha dengan nada suara yang jarang sekali terdengar setegas itu. "Kita perlu bicara secara serius."

Deva terpaksa menghentikan langkahnya, namun ia tetap berdiri mematung. "Aku lelah. Aku ingin mandi."

"Lelah karena mencari seseorang yang telah kamu usir sendiri?" sahut Cecilia melipat tangan di dada.

"Sungguh ironis. Kamu ingin sekali dia pergi, tapi sekarang kamu mencarinya setiap sudut Jakarta seperti orang yang kehilangan akal. Sebenarnya, apa yang sedang kamu cari?"

Deva mengerutkan dahi, menatap adik perempuannya itu dengan tatapan tajam yang mulai meredup.

"Cecilia, kamu tidak paham. Lebih baik diam."

"Aku tahu Rayna menangis hingga sesak napas semalam!" balas Cecilia dengan nada suara yang meninggi.

"Kamu terlalu egois. Kamu terlalu angkuh mengakui perasaanmu sendiri, Bang! Sekarang, setelah Rayna benar-benar menghilang, barulah kamu sadar? Itu sudah sangat terlambat, Bang."

Byan bangkit dari duduknya, melangkah mendekati Deva, lalu menunjukkan layar tabletnya yang menampilkan rekaman siber. "Aku telah memeriksa seluruh akses rekaman kamera pengawas yang mungkin ia lalui. Hasilnya nihil. Rayna bukan cewek bodoh. Ia tahu cara menghilang jika ia memang menginginkannya. Dan ada satu hal lagi yang harus kamu ketahui..."

Byan menjeda kalimatnya, menatap mata adiknya dengan tatapan yang sangat dalam. "Rayden baru saja mendarat di Jakarta. Dia telah mengetahui segalanya. Dia tahu perihal manipulasi Austin, dia tahu tentang kesalahpahaman surel itu, dan dia sangat mengetahui betapa buruknya perlakuanmu terhadap adiknya."

Wajah Deva memucat seketika. "Rayden... sudah berada di sini?"

"Benar," sambung Asha sembari bangkit dan menepuk bahu Deva dengan pelan, namun terasa seperti beban yang sangat berat. "Saranku, sebaiknya kamu segera menyiapkan mental. Karena jika Rayden menemukan Rayna lebih dahulu daripada kamu, maka kamu tidak hanya akan kehilangan istrimu, tetapi mungkin kamu juga akan kehilangan nyawamu di tangan kakak iparmu sendiri."

"Aku akan menjelaskan segalanya kepada dia," bisik Deva parau, suaranya hampir tidak terdengar.

"Menjelaskan apa?" Cecilia tersenyum getir. "Ingin menjelaskan kamu lebih memercayai egomu daripada gadis yang telah menantimu selama sepuluh tahun? Perlu kamu ingat, Bang... luka yang disebabkan oleh musuh itu hal biasa. Namun, luka yang ditorehkan oleh orang yang kita cintai tak akan pernah ada obatnya. Dan saat ini, kamu adalah luka terbesar bagi Rayna."

Tanpa menoleh lagi, Byan dan Asha melangkah pergi diikuti oleh Cecilia yang sengaja menyenggol bahu Deva dengan kasar saat melintas.

"Semoga beruntung, Bang Dev. Sepertinya kali ini kamu memang pantas merasakan bagaimana rasanya ditinggalkan dalam kesendirian," ketusnya sebelum menghilang di balik pintu.

Kini, Deva hanya berdiri mematung di tengah luasnya ruang tamu tersebut. Tangannya masih menggenggam erat gelang giok yang ia temukan. Kata-kata saudara kembarnya menghantam batinnya lebih keras dari pada serangan fisik manapun. Ia sadar sepenuhnya, dirinya telah menghancurkan dunianya sendiri dengan tangannya sendiri.

"Rayna... Kamu di mana sebenarnya?" lirih Deva menunduk sedih.

Tepat setelah saudara-saudaranya yang lain berlalu, Alexa masuk ke ruang tamu. Ia bingung melihat putra kesayangannya berdiri di tengah ruangan yang remang dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

"Deva? Ada apa, Nak? Mengapa kamu hanya berdiri di sini?" tanya Alexa dengan cemas sambil menyentuh bahu putranya.

Namun, di luar dugaan, Deva justru mengerang frustrasi. Secara tiba-tiba, ia memukul kepalanya sendiri dengan keras berkali-kali menggunakan kepalan tangannya. Alexa tersentak hebat, matanya membelalak karena terkejut dan panik melihat tindakan destruktif putranya tersebut.

"Hentikan, Deva! Apa yang kamu lakukan?! Tenang!" teriak Alexa, segera menangkap kedua tangan Deva dan berusaha sekuat tenaga untuk menghentikannya.

Deva mulai meracau dengan suara parau yang menyayat hati. "Aku jahat, Mom... Aku pria paling brengsek di dunia ini." Ia mengadu kepada ibunya dengan suara yang bergetar hebat.

"Aku sudah menghancurkan hatinya, mengusirnya, padahal dia adalah korban... Selama ini aku hanya memercayai egoku sendiri. Rayna... dia sudah pergi karena aku, Mom!"

Penyesalan yang menyesakkan dada itu membuat napasnya menjadi pendek dan tidak teratur. Tiba-tiba, pandangan Deva mengabur. Dunia di sekelilingnya seolah berputar cepat dan perlahan-lahan berubah menjadi gelap gulita. Tubuh tegapnya kehilangan keseimbangan dan ia limbung seketika.

"Deva! Deva!" pekik Alexa histeris saat menangkap tubuh putranya yang nyaris terjatuh ke lantai.

Beruntung, pada saat yang bersamaan, Cloe dan Xavier baru saja tiba di rumah. Melihat ibu mereka panik, keduanya langsung berlari ke arahnya.

"Mom! Ada apa dengan Bang Deva?" tanya Xavier terkejut melihat kakaknya tak sadarkan diri.

"Cepat bantu Mom! Bawa Deva ke kamarnya!" perintah Alexa dalam kepanikan.

Tanpa membuang waktu, Xavier memapah tubuh Deva yang berat, dibantu Cloe menyangga dari sisi lain. Mereka bergegas membawa Deva menuju kamarnya di lantai atas, sementara Alexa mengikuti dari belakang.

Nicholas kini masuk ke dalam mansion dengan deru napas yang memburu. Jas yang melekat di tubuhnya tampak kusut, selaras dengan raut wajahnya yang merah padam menahan amarah yang membuncah. Kabar mengenai kepergian Rayna telah sampai ke telinganya, dan bagi Nicholas, ini adalah puncak dari segala kekacauan yang dibuat oleh Deva.

"Di mana Deva?!" suaranya menggelegar, memenuhi seisi ruang tengah. "Bocah itu benar-benar harus diberi pelajaran! Berani-beraninya dia mengusir istrinya sendiri!"

Nicholas berniat menaiki tangga dengan langkah lebar, siap menumpahkan segala murkanya kepada putra yang selama ini memang sering membuatnya naik darah. Namun, langkahnya terhenti di anak tangga pertama. Alexa muncul dengan wajah sembab dan segera menghadang suaminya.

"Jangan sekarang, Nich. Tolong, jangan sekarang," bisik Alexa sembari memegang lengan Nicholas.

"Kenapa? Kamu mau membelanya lagi? Kali ini dia sudah keterlaluan, sayang!" Nicholas bersikeras, urat lehernya tampak menegang.

"Deva jatuh sakit, Nich. Jangan marahi dia sekarang," mohon Alexa.

____

Jangan lupa dukungannya...

1
Lisa Halik
makasih thor...rajin2 ya
tia
semangat thor ,, dn sukses karya nya.
Annabelle
mmm...deva romantis banget ..
tia
lanjut thor ,,belom lengkap kalo gk ada cedal
Mom Ilaa: di bab barunya nanti kak😆
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
lucu🤣
Lisa Halik
mmmmm
AltaeAT
lanjut thor
Heni Mulyani
lanjut
Riana
🤭
Lisa Halik
sudah bagi gift thir...lagi2 updatenya...makin seru/penasaran sebab kalendra bakal turun ke jarkarta indonesia
Mom Ilaa: siap-siap Dev disidang ayah mertua 🤭, trima kasih dukungannya ♥️
total 1 replies
ovi eliani
bagus rayna kasih pelqjarqn tuh Deva
Virenneluplup
nih bocah, kirain napa tadi
Heni Mulyani
lanjut
Jj^
terimakasih Thor 🤗
semangat update trs ya sampai tamat💪🤗
Nurjannah Rajja
Kurkas rusak mana dingin, panas malah....😁
Nurjannah Rajja
Salah duga😁
Adinda
lanjut thor sampai 5bab lagi😄
Lisa Halik
sudah beri gift thor...lagi thor di lanjut updatenya......biar deva galau&betul2 nyesal atas perbuatannya
Lisa Halik
makasih updatenya thor...
tia
lanjut thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!