NovelToon NovelToon
Legenda Api Yang Menghilang

Legenda Api Yang Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:561
Nilai: 5
Nama Author: Absonen

Di masa lalu, dunia pernah diselamatkan oleh para Grandmaster penyihir terkuat dari berbagai kerajaan yang menguasai elemen alam.
Di antara mereka, satu nama berdiri di puncak: Shiranui Akihara, Grandmaster Api dari Kerajaan Solvaria.
Setelah memimpin perang besar melawan pasukan iblis dan membawa kemenangan bagi umat manusia, ia tiba-tiba menghilang. Dunia percaya sang legenda telah gugur.
Namun kenyataannya, Akihara masih hidup.
Kini ia bersembunyi di sebuah desa terpencil, menjalani kehidupan damai sebagai orang biasa, berusaha meninggalkan masa lalu yang penuh perang dan kehilangan.
Tetapi kedamaian itu mulai runtuh ketika legenda tentang Neraka Iblis kembali muncul.
Raja Iblis Argiel Lucifer dikabarkan bangkit kembali, ditemani oleh sosok misterius bernama Railer Zernaldha.
Bersamaan dengan kebangkitan Tujuh Dosa Besar, dunia kembali berada di ambang kehancuran.
Kini Akihara harus memilih:
tetap hidup sebagai manusia biasa…
atau kembali menjadi legenda yang pernah menyelamatkan 🌏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Absonen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 [Petir yang memulai Perjalanan]

Malam masih menyelimuti kota kerajaan Solvaria.

Lampu-lampu obor menyala di sepanjang tembok istana, memantulkan cahaya hangat ke lantai batu putih yang luas. Namun suasana di dalam aula utama terasa jauh dari hangat.

Kesunyian menggantung berat di udara.

Para petualang dari berbagai wilayah berdiri dengan kepala tertunduk. Beberapa menggenggam sarung pedang mereka erat, sementara yang lain menatap lantai tanpa berkata apa pun.

Di ujung aula, di atas singgasana tinggi, Raja Solvaria duduk dengan wajah murung.

Baru saja sebuah laporan disampaikan.

Dan laporan itu menghancurkan harapan terakhir banyak orang.

Di tengah aula berdiri seorang pria dengan rambut coklat pendek dan jubah perjalanan yang masih dipenuhi debu.

Namanya Rheinhardt Valen.

Petualang yang baru kembali dari perjalanan panjang.

Ia menghela napas pelan sebelum berbicara.

“Yang Mulia… kami telah mencari sampai desa terakhir di wilayah timur.”

Raja menatapnya.

“Desa Hinomura.”

Rheinhardt mengangguk.

“Ya.”

Beberapa detik berlalu sebelum ia melanjutkan.

“Kami tidak menemukan jejaknya.”

Sunyi.

Benar-benar sunyi.

Seolah seluruh aula menahan napas.

Raja menutup matanya perlahan.

Suaranya keluar pelan, hampir seperti bisikan.

“Jadi… pencarian selama dua tahun ini…”

Ia membuka matanya kembali.

“…tidak membuahkan hasil.”

Rheinhardt menundukkan kepala.

“Maafkan kami.”

Beberapa petualang mengepalkan tangan.

Seseorang bahkan menunduk lebih dalam, menahan emosi.

Dua tahun.

Dua tahun penuh mereka mencari satu orang.

Seorang pahlawan yang pernah menyelamatkan dunia.

Seorang Grandmaster.

Namun kini…

Semua orang mulai percaya satu hal yang pahit.

Bahwa Shiranui Akihara, sang Grandmaster Api, mungkin benar-benar telah menghilang dari dunia ini.

Di antara kerumunan petualang itu, seorang gadis berdiri diam.

Rambutnya panjang berwarna perak pucat.

Matanya tajam seperti kilatan petir di langit badai.

Namanya Liora Raizen.

Usianya baru delapan belas tahun.

Namun di medan perang, namanya dikenal sebagai Grandmaster Petir.

Liora tidak mengatakan apa pun.

Namun tatapannya berubah.

Ia memandang Rheinhardt dengan serius.

“…Menghilang?”

Kata itu bergema di kepalanya.

Tidak.

Ia tidak percaya.

Dua tahun lalu, ia berdiri di medan perang yang sama.

Melawan Raja Iblis.

Ia melihat sendiri bagaimana api milik Akihara membelah kegelapan.

Seseorang seperti dia…

Tidak mungkin menghilang begitu saja.

Rheinhardt melanjutkan laporannya.

“Kami telah menyelidiki semua desa di wilayah timur. Bahkan tempat-tempat terpencil.”

Ia berhenti sejenak.

“Namun tidak ada seorang pun yang melihat Grandmaster Api.”

Beberapa petualang mulai berbisik.

Harapan mereka perlahan runtuh.

Raja menghela napas panjang.

“Jika bahkan desa terakhir pun tidak memiliki jejaknya…”

Ia menatap lantai aula.

“Mungkin kita harus menerima kenyataan.”

Kalimat itu terasa berat.

Namun banyak orang di ruangan itu mulai menerimanya.

Banyak…

Tapi tidak semua.

Liora mengepalkan tangannya.

Petir kecil berderak halus di telapak tangannya.

Ia menunduk sedikit, menahan emosinya.

“Tidak.”

Ia berbalik.

Tanpa mengatakan apa-apa kepada siapa pun.

Lalu berjalan keluar dari aula kerajaan.

Angin malam menyambutnya di balkon istana.

Langit dipenuhi awan gelap yang bergerak perlahan.

Di kejauhan, kilat menyambar sebentar sebelum menghilang.

Liora berdiri di tepi balkon.

Matanya menatap jauh ke horizon.

Di kepalanya, kenangan lama kembali muncul.

Medan perang dua tahun lalu.

Langit merah oleh api dan sihir.

Pasukan iblis menyerang dari segala arah.

Di tengah kekacauan itu, seorang pria berdiri dengan pedang yang menyala seperti matahari.

Akihara.

Ia selalu bertarung di garis depan.

Melindungi semua orang.

Liora masih ingat sesuatu yang terjadi sebelum pertempuran terakhir.

Saat itu mereka berdiri berdampingan di puncak bukit batu.

Liora ingin mengatakan sesuatu kepadanya.

Namun perang datang terlalu cepat.

Dan setelah pertempuran itu…

Akihara menghilang.

Liora menggigit bibirnya.

“Aku belum mengatakan apa pun…”

Petir kecil muncul di tangannya.

Cahaya biru itu menari di udara malam.

“Aku tidak percaya kau mati.”

Ia menutup tangannya.

Petir itu padam.

Lalu ia berkata pelan.

“Aku akan menemukanmu.”

Liora bukan berasal dari Solvaria.

Ia berasal dari kerajaan lain.

Kerajaan bangsawan yang kuat di wilayah utara.

Kerajaan Aurelion.

Keluarganya adalah salah satu keluarga bangsawan tertua di sana.

Klan Raizen.

Sebuah keluarga yang terkenal karena kemampuan mereka mengendalikan petir.

Ayahnya adalah seorang bangsawan yang dihormati di Aurelion.

Namun Liora tidak pernah tertarik dengan kehidupan istana.

Ia lebih memilih medan perang.

Lebih memilih bertarung bersama para Grandmaster lain.

Bersama Akihara.

Karena itu ia sering bepergian ke berbagai kerajaan.

Termasuk Solvaria.

Kali ini pun sama.

Ia hanya datang untuk berkunjung.

Semacam liburan singkat setelah menyelesaikan beberapa misi.

Namun ia tidak pernah menyangka akan mendengar berita seperti ini.

“Akihara… menghilang.”

Tidak.

Ia tidak bisa menerima itu.

Malam semakin larut ketika Liora memasuki ruang senjata istana.

Ruangan itu sunyi.

Di dinding tergantung berbagai senjata milik para Grandmaster.

Liora berjalan langsung ke rak miliknya.

Ia mengambil pedang tipis berlapis logam perak.

Pedang itu memancarkan energi listrik halus.

Lalu ia mengambil mantel perjalanan berwarna hitam.

Di bahunya terdapat lambang petir milik Grandmaster.

Ia mengenakannya perlahan.

“Kalau mereka berhenti mencari…”

Ia menatap pantulan dirinya di kaca logam.

“…aku tidak akan berhenti.”

Sementara itu, jauh di sebuah desa kecil bernama Hinomura…

Hidup berjalan seperti biasa.

Pagi datang dengan cahaya matahari yang hangat.

Anak-anak berlari di jalan tanah.

Beberapa warga membuka kios kecil mereka di pasar desa.

Dan di halaman sebuah rumah kayu sederhana…

Seorang pemuda sedang memperbaiki atap.

Pemuda itu dikenal di desa sebagai Akira Kurogane.

Namun nama itu hanyalah nama baru.

Nama yang ia gunakan untuk hidup tenang.

Nama aslinya adalah Shiranui Akihara.

Ia menurunkan palu dari tangannya.

Seorang anak kecil memanggilnya dari bawah.

“Kak Akira!”

Akihara menoleh.

Anak itu melambaikan tangan.

“Terima kasih sudah membantu rumah kami!”

Akihara tersenyum kecil.

“Tidak masalah.”

Hidup di Hinomura terasa damai.

Tidak ada perang.

Tidak ada iblis.

Tidak ada tanggung jawab sebagai Grandmaster.

Hanya kehidupan sederhana.

Namun saat malam datang…

Akihara berdiri di luar rumahnya.

Langit malam terlihat tenang.

Angin dingin berhembus perlahan.

Tiba-tiba

Kilat menyambar jauh di pegunungan.

Cahaya itu muncul hanya sebentar.

Namun cukup terang untuk menarik perhatiannya.

Akihara menyipitkan mata.

“Petir…?”

Ia menatap ke arah pegunungan.

Entah kenapa…

Naluri lamanya sebagai pejuang terasa bangkit sedikit.

Seolah ada sesuatu yang sedang bergerak di dunia.

Sesuatu yang akan mengubah kedamaiannya.

Namun ia tidak tahu apa itu.

Di sisi lain dunia…

Gerbang kota Solvaria perlahan terbuka.

Langit masih gelap.

Matahari belum terbit.

Seorang gadis berjalan keluar dari kota sendirian.

Mantel hitamnya berkibar tertiup angin.

Petir kecil berderak pelan di ujung jarinya.

Itu adalah Liora Raizen.

Ia berjalan menuju jalan panjang yang membentang ke arah timur.

Menuju desa-desa kecil.

Menuju tempat yang bahkan belum ia ketahui.

Namun hatinya sudah memutuskan.

Jika Akihara benar-benar hidup di suatu tempat…

Ia akan menemukannya.

Apa pun yang terjadi.

Langit perlahan berubah warna.

Fajar mulai muncul di horizon.

Liora berhenti sejenak.

Ia menatap langit yang perlahan terang.

Lalu berkata pelan.

“Tunggu aku…”

“Akihara.”

Petir menyambar di langit jauh.

Dan perjalanan baru pun dimulai.

1
Awkward
flbck kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!