NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI KEBERANGKATAN

Hari keberangkatan telah tiba. Langit pagi yang cerah dan jernih menyambut tim Patti yang telah siap dengan segala perlengkapannya. Di halaman utama kompleks Guild SSAWF, beberapa anggota guild telah berkumpul untuk mengantar mereka mulai dari Seraphiniana dan Marthandelion hingga teman-teman baru yang mereka kenal selama pelatihan.

Patti berdiri bersama Luminarianna, Corviniann, dan Borthworgiann di tengah kelompok, masing-masing membawa tas dan perlengkapan yang telah disiapkan dengan cermat. Borthworgiann telah membuat baju pelindung khusus untuk setiap anggota tim ringan namun kuat, dengan runik perlindungan yang dijahit dengan cermat di setiap bagiannya. Dia juga telah membuat beberapa alat khusus seperti tongkat pendakian yang bisa berubah bentuk dan kantong penyimpanan yang dilindungi oleh sihir.

Luminarianna membawa tongkat sihir khusus yang telah diperbaiki oleh Borthworgiann, dengan kristal api yang bersinar dengan cahaya hangat di ujungnya. Corviniann membawa beberapa buku kecil yang berisi catatan penting tentang Hutan Gelap Morghast, serta berbagai jenis kristal yang bisa membantu dia dalam menggunakan sihir ilusi dan informasi. Patti sendiri membawa tas yang berisi alat medis magis, bahan untuk membangun struktur darurat, dan beberapa buku tentang tanaman magis yang mungkin mereka temui di dalam hutan.

Marthandelion maju ke depan dengan senyum yang hangat namun penuh dengan perhatian. “Para anggota terhormat dari Guild SSAWF,” suaranya terdengar jelas di seluruh halaman. “Hari ini kita mengirimkan salah satu tim terbaik kita untuk menjalankan misi yang sangat penting sebuah misi yang tidak hanya akan menyelamatkan nyawa banyak orang, tapi juga akan memperkuat hubungan antara guild kita dengan komunitas di sekitar kita.”

Dia kemudian memberikan masing-masing anggota tim sebuah gelang komunikasi khusus yang bisa digunakan untuk menghubungi guild dari jarak jauh. “Gunakan gelang ini hanya dalam keadaan darurat atau jika kalian menemukan informasi penting yang perlu kita ketahui,” jelasnya. “Guild akan selalu siap untuk memberikan dukungan apa pun yang kalian butuhkan selama perjalanan ini.”

Seraphiniana kemudian mendekati mereka dengan sebuah wadah kayu kecil yang berisi air suci dari matahari guild. “Air ini akan memberikan perlindungan tambahan bagi kalian selama berada di dalam hutan,” katanya dengan suara yang penuh dengan kehangatan. “Ia akan membantu kalian tetap sehat dan memberikan kekuatan ekstra saat kalian menghadapi tantangan yang sulit.”

Setelah acara pengantaran selesai, tim Patti mulai berjalan menuju gerbang keluar kompleks guild. Mereka diiringi oleh teman-teman mereka hingga gerbang utama, di mana mereka berpisah dengan pelukan dan doa yang tulus untuk keselamatan mereka.

“Kembalilah dengan selamat,” ucap Aetherlynn dengan suara yang penuh dengan perhatian saat memberikan pelukan pada Patti. “Kita semua akan menunggu kabar baik dari kalian.”

“Kita pasti akan kembali dengan Bunga Pembebas Jiwa,” janjikan Patti dengan suara yang tegas dan penuh dengan keyakinan. “Saya berjanji bahwa saya tidak akan mengecewakan kalian semua.”

Dengan langkah yang mantap dan hati yang penuh dengan tekad, tim Patti meninggalkan kompleks guild dan memasuki jalan raya yang akan membawanya menuju Hutan Gelap Morghast. Perjalanan darat akan memakan waktu sekitar tiga hari sebelum mereka mencapai perbatasan hutan, dan mereka berencana untuk beristirahat di kota-kota kecil di sepanjang jalan untuk mengumpulkan informasi tambahan dan memastikan bahwa mereka memiliki persediaan yang cukup.

Selama perjalanan darat pertama, mereka berhenti di kota kecil bernama Willowdale yang terletak sekitar setengah jalan menuju perbatasan hutan. Kota ini dikenal sebagai tempat persinggahan bagi petualang yang akan memasuki Hutan Gelap Morghast, dan banyak pedagang di sini menjual perlengkapan khusus untuk petualangan yang berbahaya.

Mereka berhenti di sebuah kedai kecil bernama “Pelita Harapan” yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya petualang berpengalaman. Di dalam kedai yang hangat dan nyaman, mereka bertemu dengan seorang petualang tua bernama Old Man Finn yang telah menjelajahi Hutan Gelap Morghast berkali-kali dalam hidupnya.

“Saya sudah mendengar tentang misi kalian,” katanya dengan suara yang dalam dan penuh dengan pengalaman saat mereka menjelaskan tujuan perjalanan mereka. “Mencari Bunga Pembebas Jiwa bukanlah hal yang mudah banyak petualang yang telah mencoba dan gagal dalam upaya yang sama.”

“Tapi kami telah bersiap dengan sebaik-baiknya,” jawab Luminarianna dengan percaya diri. “Kami memiliki dukungan dari Guild SSAWF dan telah menjalani pelatihan khusus untuk menghadapi tantangan di dalam hutan.”

Old Man Finn mengangguk dengan senyum yang penuh dengan penghargaan. “Saya melihat bahwa kalian memiliki semangat yang kuat dan kerja sama yang baik itu adalah dua hal terpenting yang dibutuhkan untuk bertahan hidup di dalam hutan tersebut. Izinkan saya memberi kalian beberapa nasihat berharga berdasarkan pengalaman saya selama bertahun-tahun.”

Dia kemudian menjelaskan bahwa di dalam Hutan Gelap Morghast, mereka harus selalu mempercayai naluri mereka dan tidak pernah terlalu bergantung pada alat atau sihir mereka. “Ilusi magis di dalam hutan bisa sangat kuat,” jelasnya dengan suara yang serius. “Mereka bisa membuat kalian melihat hal-hal yang tidak ada dan membuat kalian tersesat bahkan jika kalian memiliki peta terbaik atau kompas magis terbaik.”

Dia juga memberi tahu mereka tentang sebuah desa kecil yang tersembunyi di dekat perbatasan hutan dengan desa yang dihuni oleh keturunan suku magis yang dulunya tinggal di dalam hutan. “Mereka masih mempertahankan tradisi dan pengetahuan nenek moyang mereka,” katanya dengan mata yang bersinar dengan ingatan. “Jika kalian bisa mendapatkan kepercayaan mereka, mereka mungkin akan memberikan kalian bantuan berharga dan bahkan mungkin menunjukkan jalur aman untuk mencapai Danau Ilusi.”

Patti dan teman-temannya mendengarkan dengan seksama setiap kata yang diucapkan oleh Old Man Finn. Mereka mencatat semua informasi penting yang diberikan dan bahkan membeli beberapa barang khusus dari dia termasuk beberapa ramuan yang bisa membantu mereka melihat melalui ilusi dan beberapa jenis makanan yang bisa bertahan lama di dalam hutan.

Setelah beristirahat semalaman di kedai dan mengumpulkan semua informasi yang mereka butuhkan, tim Patti melanjutkan perjalanan mereka keesokan paginya. Mereka mencapai perbatasan Hutan Gelap Morghast pada sore hari yang sama sebuah garis yang jelas antara tanah yang terbuka dan hutan yang lebat dengan pepohonan yang menjulang tinggi sehingga hampir menutupi langit.

Udara di sekitar perbatasan hutan terasa berbeda lebih dingin dan lebih berat, dengan aroma tanah basah dan pepohonan tua yang menyebar di udara. Mereka bisa merasakan adanya energi magis yang kuat yang mengelilingi hutan, sebuah energi yang bisa membuat orang yang tidak siap merasa cemas dan tidak nyaman.

“Ini adalah titik awal perjalanan kita yang sebenarnya,” ucap Patti dengan suara yang jelas dan penuh dengan semangat saat mereka berdiri di tepi hutan. “Semua persiapan yang kita lakukan selama ini adalah untuk saat ini. Kita harus tetap bersama dan saling mengawasi satu sama lain selama kita berada di dalam hutan.”

Mereka melakukan doa singkat untuk keselamatan mereka dan untuk keberhasilan misi mereka, kemudian mulai memasuki hutan dengan langkah yang hati-hati. Corviniann berjalan di depan, menggunakan sihir ilusinya untuk melihat melalui pepohonan yang lebat dan memastikan bahwa jalur yang mereka tempuh aman. Borthworgiann berjalan di belakang sebagai penjaga belakang, siap untuk membela mereka jika ada makhluk buas yang menyerang dari belakang.

Luminarianna berjalan di tengah, menyalaikan nyala api kecil di telapak tangannya untuk memberikan cahaya dan kehangatan di antara pepohonan yang lebat. Patti berjalan sedikit di sampingnya, siap untuk memberikan bantuan medis atau membangun struktur darurat jika diperlukan.

Seiring dengan mereka semakin dalam ke dalam hutan, cahaya matahari semakin sulit untuk menembus langit-langit pepohonan yang lebat. Udara menjadi semakin dingin dan lembab, dengan suara hewan dan serangga yang menjadi satu-satunya suara yang terdengar selain langkah kaki mereka di atas tanah yang ditutupi dedaunan kering.

Beberapa jam setelah mereka memasuki hutan, mereka menemukan tanda-tanda bahwa mereka tidak sendirian jejak kaki besar yang tidak dikenal di tanah lembab, dan suara-suara yang tidak biasa yang terdengar dari dalam kedalaman hutan. Corviniann menggunakan sihir informasinya untuk memeriksa area sekitar mereka dan menemukan bahwa ada beberapa kelompok makhluk buas yang hidup di sekitar jalur yang mereka tempuh.

“Kita perlu berhati-hati,” katanya dengan suara yang rendah namun jelas melalui gelang komunikasi. “Ada beberapa makhluk buas yang cukup kuat di sekitar kita. Mereka belum menyadari keberadaan kita, tapi kita harus tetap tenang dan tidak membuat suara yang terlalu keras.”

Mereka melambatkan langkah mereka dan mulai bergerak dengan lebih hati-hati, menggunakan keahlian masing-masing untuk tetap tidak terdeteksi. Corviniann menggunakan sihir ilusinya untuk menyamarkan keberadaan mereka secara keseluruhan, membuat mereka hampir tidak terlihat bagi makhluk yang tidak memiliki kemampuan khusus untuk melihat melalui ilusi.

Borthworgiann menggunakan sihir buminya untuk membuat langkah kaki mereka lebih lembut dan untuk mengubah bentuk tanah sedikit agar mereka bisa bergerak dengan lebih mudah tanpa membuat suara yang terlalu keras. Luminarianna menjaga nyala api di tangannya tetap terkendali agar tidak menarik perhatian makhluk buas yang ada di sekitar.

Patti menggunakan kemampuannya dalam sihir penyembuhan untuk menjaga energi dan kesehatan seluruh tim tetap stabil. Dia juga menggunakan sedikit sihir konstruksinya untuk membuat jalan sementara yang lebih mudah dilewati di beberapa area yang sulit dilalui.

Setelah berjalan selama beberapa jam lagi dengan hati-hati, mereka menemukan sebuah sungai kecil yang jernih yang mengalir melalui hutan. Ini adalah tempat yang sempurna untuk beristirahat dan mengisi ulang persediaan air mereka. Mereka beristirahat di tepian sungai yang aman, makan sedikit makanan yang mereka bawa, dan mengumpulkan air segar dari sungai yang telah dibersihkan dengan sihir penyembuhan Patti.

Saat mereka sedang beristirahat, mereka mendengar suara langkah kaki yang datang dari arah yang tidak mereka duga. Mereka segera bersiap untuk bertahan diri, namun ketakutan mereka lenyap ketika mereka melihat seorang wanita muda dengan rambut panjang berwarna hijau kehijauan dan berpakaian dengan kain tradisional yang indah muncul dari balik pepohonan.

“Jangan takut,” katanya dengan suara yang lembut namun jelas. “Saya tidak akan menyakiti kalian. Nama saya Lyra dari Suku Hijau saya telah mengikuti kalian sejak kalian memasuki hutan.”

Patti dan teman-temannya saling melihat satu sama lain dengan ekspresi yang terkejut namun penuh dengan rasa ingin tahu. Mereka telah mendengar tentang suku magis yang tinggal di dekat hutan dari Old Man Finn, dan tampaknya ini adalah salah satu anggotanya.

“Kita datang dengan niat baik,” ucap Patti dengan suara yang ramah dan terbuka, menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menyakiti siapapun atau apa pun di dalam hutan. “Kita sedang mencari Bunga Pembebas Jiwa yang tumbuh di sekitar Danau Ilusi untuk menyembuhkan kampung halaman saya yang terkena penyakit misterius.”

Lyra mendengarkan dengan seksama cerita Patti, kemudian mengangguk dengan ekspresi yang penuh dengan empati. “Kita telah mendengar tentang penyakit yang menyerang kampung kalian,” katanya dengan suara yang penuh dengan perhatian. “Suku kami tahu betapa berharganya Bunga Pembebas Jiwa dan apa yang bisa dilakukan oleh khasiat penyembuhannya. Izinkan saya membantu kalian dalam perjalanan kalian melalui jalur menuju Danau Ilusi sangat berbahaya dan hanya mereka yang tahu rahasianya yang bisa mencapai sana dengan aman.”

Patti dan teman-temannya merasa lega dan bahagia mendengar kata-kata Lyra. Dukungan dari anggota suku yang tahu tentang hutan akan sangat berharga bagi mereka dalam mencapai tujuan mereka. Dengan hati yang penuh dengan harapan dan rasa syukur, mereka menerima tawaran bantuan dari Lyra dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka dengan pemandu baru yang akan membawa mereka melalui jalan-jalan tersembunyi di dalam Hutan Gelap Morghast.

Mereka tahu bahwa tantangan terbesar masih menunggu mereka di depan, tapi dengan bantuan Lyra dan kerja sama yang kuat antara mereka semua, mereka merasa lebih percaya diri dari sebelumnya bahwa mereka akan berhasil menemukan Bunga Pembebas Jiwa dan menyelesaikan misi mereka dengan sukses.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!