NovelToon NovelToon
Singa Yang Menunduk Pada Mawar

Singa Yang Menunduk Pada Mawar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyelamat / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Sinopsis: Singa yang Menunduk pada Mawar
Habib Ghibran Fahreza Al-Husayn adalah sosok "Singa" yang dingin dan kaku, hingga sebuah tragedi merenggut nyawa adiknya, Azlan, tepat sebelum hari pernikahan. Terikat janji dan kehormatan, Ghibran terpaksa melangkah maju menggantikan posisi adiknya untuk menikahi Syarifah Aira, wanita yang seharusnya menjadi adik iparnya. Di bawah atap Pesantren Al-Husayn, Ghibran harus belajar menundukkan egonya demi memenangkan hati Aira, hingga ia memutuskan mengganti nama pesantrennya menjadi Salsabila sebagai bentuk pengabdian cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan di wajah sang umi

Pesan suara dari Syarifah Intan itu seolah membekukan aliran darah di dalam kamar perawatan. Suara yang selama ini menjadi penyejuk bagi ribuan santri, kini terdengar seperti desisan ular di telinga Ghibran. Aira menatap ponsel itu dengan tangan gemetar, sementara Azka dan Dokter Shakira saling berpandangan dengan raut tegang.

"Dia tahu kita di sini," bisik Aira. "Dan dia mengancamku dengan identitas orang tuaku. Kak, apa maksudnya? Jika aku bukan anak Ayah Amir, lalu aku ini siapa?"

Ghibran tidak langsung menjawab. Ia mencoba bangkit dari ranjangnya, mengabaikan rasa perih yang menjalar di lengannya. "Azka, siapkan mobil di pintu belakang rumah sakit. Kita tidak bisa menunggu instruksi Baba lagi. Baba sudah dibutakan oleh dendam yang salah sasaran selama sepuluh tahun."

"Tapi Ghib, luka lo baru saja dijahit!" protes Azka.

"Persetan dengan luka ini," geram Ghibran sambil menyambar kemejanya. "Jika Umi Intan benar-benar terlibat dalam kematian Ibu Fatimah, maka seluruh pesantren dalam bahaya. Dia bukan sekadar ibu asuh, dia adalah ancaman di dalam selimut."

Pukul 03:30 WIB, Perjalanan Menuju Pesantren.

Mobil yang dikemudikan Azka membelah jalanan kota yang mulai sepi. Di kursi belakang, Ghibran menggenggam tangan Aira dengan erat. Ia merasakan telapak tangan istrinya itu sangat dingin. Aira terus menatap keluar jendela, pikirannya kalut membayangkan masa kecilnya yang ternyata dibangun di atas fondasi kebohongan medis.

"Aira," panggil Ghibran lembut. "Apapun yang kita temukan di pesantren nanti, tetaplah di belakangku. Umi Intan bukan wanita lemah seperti yang kita kira. Dia memiliki pengaruh besar di kalangan asatidz (guru-guru) senior."

"Aku hanya ingin tahu kebenarannya, Kak," sahut Aira lirih. "Jika aku bukan anak Ayah Amir, kenapa mereka merawatku? Kenapa mereka memberiku nama Salsabila? Dan kenapa mereka tega menekan ingatanku dengan obat-obatan?"

Dokter Shakira yang ikut dalam mobil itu menyahut dari kursi depan. "Ada satu hipotesis, Aira. Dalam dunia medis, menekan ingatan bukan hanya untuk menyembunyikan kejahatan, tapi juga untuk membentuk identitas baru. Seseorang ingin kamu menjadi 'Aira Salsabila' agar mereka memiliki kendali penuh atas dirimu. Mungkin kamu adalah kunci dari sebuah warisan atau rahasia yang tidak boleh jatuh ke tangan keluarga Al-Husayn."

Kompleks Pesantren Al-Husayn.

Suasana pesantren tampak sangat sunyi saat mereka tiba. Lampu-lampu jalan di area asrama sudah dipadamkan, hanya menyisakan cahaya remang-remang dari lampu taman. Namun, di kediaman utama—ndalem—lampu ruang tengah menyala terang benderang.

Mereka masuk melalui pintu samping. Begitu sampai di ruang tengah, mereka melihat Syarifah Intan sedang duduk tenang di kursi kayu jati, memegang tasbih elektrik di jemarinya. Di depannya, tersedia dua cangkir teh hangat yang masih mengepulkan uap.

"Kalian pulang tepat waktu," ujar Syarifah Intan tanpa menoleh. Senyumnya masih sama—teduh dan penuh kasih ibu—namun di mata Ghibran, senyum itu kini tampak seperti topeng porselen yang retak.

"Di mana Baba?" tanya Ghibran tajam.

"Baba sedang istirahat di kamarnya setelah kelelahan berdebat denganmu tadi. Jangan diganggu," jawab Umi Intan tenang. Ia menatap Aira dengan tatapan yang sulit diartikan. "Sini, Nak Aira. Duduklah. Umi tahu kamu pasti bingung dengan semua ini."

Aira melangkah maju, namun Ghibran menahan lengannya. "Cukup sandiwaranya, Umi. Kami sudah tahu soal Dokter Shakira, soal sampel jus, dan soal foto lama itu. Umi adalah orang yang ada di kamar Ibu Fatimah sepuluh tahun lalu, bukan Ayah Amir."

Syarifah Intan menghentikan gerakan tasbihnya. Ia meletakkan benda itu di meja dengan dentingan kecil yang memecah keheningan. "Foto itu... foto yang sangat merepotkan. Fatimah memang wanita yang cantik, tapi dia terlalu lemah untuk menjadi pendamping seorang pemimpin besar seperti Habib Fauzan."

Aira tersentak. "Jadi... Umi benar-benar membunuhnya?"

"Membunuh adalah kata yang terlalu kasar, Aira," Umi Intan berdiri, berjalan mendekati Aira dengan langkah anggun. "Umi hanya memberikan apa yang seharusnya ia dapatkan. Dia ingin mati dalam kemuliaan, dan Umi membantunya."

"Lalu siapa Aira?" potong Ghibran. "Kenapa Umi bilang dia bukan anak Amir dan Aminah?"

Umi Intan tertawa kecil, suara tawa yang membuat bulu kuduk berdiri. "Aira adalah mahakarya terbesar Umi. Dia adalah putri kandung dari Syarifah Fatimah. Dia adalah adik kandungmu yang sebenarnya, Ghibran."

Dunia seolah berhenti berputar. Ghibran dan Aira terpaku di tempat mereka berdiri.

"Tidak mungkin," bisik Ghibran. "Azka bilang akta kelahiranku kosong. Aku anak angkat."

"Itu adalah kebohongan yang Umi buat agar kamu tidak pernah merasa memiliki hak atas pesantren ini," jelas Umi Intan. "Sebenarnya, kamu adalah anak kandung Fatimah. Dan saat Fatimah meninggal setelah melahirkan Aira, Umi menukar posisi Aira dengan anak Bunda Aminah yang meninggal saat lahir. Umi ingin memisahkan kalian agar kalian tidak pernah bisa bersatu melawan Umi."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Kutu Buku
Thor apa2an Ini
jngan Bilang yaa punya Anak Di Luar Nikah 🤣😂😂
Isti Mariella Ahmad: hihi🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!