NovelToon NovelToon
Prince Of The Wind

Prince Of The Wind

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi Isekai
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Kerajaan Risvela dipimpin oleh Raja Ryvons dengan dua pewaris: Seyron yang tampak sempurna, dan Reyd yang dulu dianggap bermasalah. Setelah kembali dari Academy Magica bersama Lein, Reyd berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan peduli.
Namun di balik citra baiknya, Seyron menyimpan sisi dingin yang berbahaya. Menyadari hal itu, Reyd bertekad merebut takhta demi melindungi kerajaan, meski peluangnya kecil.
Di tengah konflik keluarga, kekuasaan, dan kebenaran—Reyd memilih melawan takdirnya sendiri untuk menjadi pemimpin yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan dalam Ketenangan

Malam turun perlahan. Istana kembali sunyi.

Namun di ruang singgasana—cahaya masih menyala.

Raja Ryvons duduk di tahtanya. Tatapannya lurus ke depan, namun pikirannya jauh berjalan.

Hari ini—ia telah melihat sesuatu. Kekuatan. Namun juga—ketidakstabilan.

“Reyd.”

Namanya terucap pelan.

Di bawah singgasana—seorang prajurit berlutut. Menunggu perintah.

Sunyi beberapa detik. Lalu—Raja berbicara.

“Kau akan menjalankan tugas khusus.”

Prajurit itu menunduk lebih dalam.

“Siap, Yang Mulia.”

Tatapan Raja sedikit menajam.

“Awasi putra keduaku.”

Perintah itu sederhana. Namun maknanya berat.

“Pastikan…”

Ia berhenti sejenak.

“Dia tidak menjalin hubungan dengan gadis dari Bervala itu.”

Prajurit itu tidak bergerak. Namun napasnya sedikit tertahan.

“Secara terbuka, Yang Mulia?”

Raja menggeleng pelan.

“Tidak.”

Nada suaranya dingin.

“Kau akan menyamar. Menjadi bagian dari lingkungan mereka. Tanpa diketahui.”

Sunyi.

Perintah itu jelas. Pengawasan diam-diam. Tanpa jejak.

“Jika mereka terlalu dekat…”

Tatapan Raja menjadi lebih tajam.

“Laporkan padaku segera.”

Prajurit itu menunduk.

“Dimengerti.”

Namun—Raja belum selesai.

Tangannya mengetuk ringan sandaran tahta.

“Dan satu hal lagi.”

Prajurit itu tetap diam.

Raja menatap ke arah jendela besar. Ke arah langit malam.

“Aku belum mempercayainya.”

Kalimat itu jatuh berat.

“Dia memiliki kekuatan. Namun…”

Tatapannya kembali ke depan.

“Itu saja tidak cukup.”

Ruangan terasa semakin hening.

“Seorang pangeran…”

Ia melanjutkan.

“Harus lebih dari sekadar kuat. Dia harus bijak. Dia harus tahu batas. Dan yang terpenting—”

Ia berhenti.

“Dia harus tahu siapa yang harus dia lindungi.”

“Yang Mulia meragukannya?”

Raja tidak langsung menjawab. Namun tatapannya sudah cukup menjadi jawaban.

“Dia belum membuktikannya.”

Angin malam masuk perlahan dari jendela. Membawa udara dingin ke dalam ruangan.

Raja berdiri. Langkahnya pelan, namun penuh wibawa. Ia berhenti di depan jendela. Menatap ke luar. Ke arah istana yang luas. Tempat di mana—putranya berada.

“Jika dia gagal…”

Suaranya lebih pelan sekarang.

“Maka aku akan mengambil keputusan.”

Kalimat itu tidak dilanjutkan. Namun artinya jelas.

Prajurit itu akhirnya berdiri.

“Perintah akan dijalankan.”

Tanpa menunggu—ia berbalik. Menghilang dalam bayangan.

Raja Ryvons tetap berdiri. Tatapannya tidak berubah.

Dan penuh harapan yang tersembunyi.

“Buktikan padaku, Reyd.”

Bisiknya pelan.

“Bahwa kau layak.”

---

Malam semakin dalam.

Di salah satu ruang pribadi istana—cahaya redup menyala.

Seyron berdiri di dekat jendela. Punggungnya menghadap ruangan. Tangannya terlipat di belakang. Seperti biasa—rapi. Terkendali.

Namun—hari ini berbeda.

“Reyd, sialan.”

Namanya terucap pelan. Namun kali ini—bukan dengan nada santai. Melainkan… tajam.

Sunyi.

Angin malam masuk perlahan, menggerakkan tirai. Namun tidak cukup untuk menenangkan suasana.

Seyron memejamkan mata sejenak. Mencoba—tetap tenang.

“Ini aneh sekali.”

Gumamnya.

Biasanya—ia tidak peduli. Tidak terganggu. Apa pun yang dilakukan orang lain.

Namun beberapa hari terakhir… Raja sering menyebut nama itu. Dalam rapat. Dalam perintah. Bahkan… dalam nada yang berbeda.

Bukan lagi sekadar kekecewaan. Namun—harapan.

Seyron membuka matanya. Tatapannya berubah.

“Harapan, ya.”

Kata itu terasa asing.

Ia berbalik perlahan. Langkahnya tenang. Namun setiap langkah—terasa lebih berat.

“Sejak kapan…”

Ia berhenti di tengah ruangan.

“Dia tidak bodoh lagi?”

Sunyi.

Tidak ada jawaban.

Seyron tersenyum. Namun tidak hangat.

“Jadi begitu…”

Bisiknya.

“Dia mulai dilihat.”

Tangannya mengepal.

“Brengsek.”

Ia berjalan ke meja. Mengambil gelas.

Namun—retak.

Gelas itu pecah di tangannya. Tanpa tekanan berlebihan. Tanpa gerakan kasar. Hanya karena ia tidak sepenuhnya menahan diri.

Cairan menetes ke lantai.

Sunyi kembali.

Seyron menatap tangannya. Beberapa detik. Lalu—ia tertawa kecil.

“Aku mulai kehilangan kendali?”

Namun tawanya cepat berhenti. Tatapannya kembali dingin.

“Tidak.”

Ia meletakkan sisa pecahan gelas. Seolah tidak terjadi apa-apa.

“Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.”

Langkahnya kembali ke jendela. Tatapannya mengarah ke luar.

“Posisi ini…”

Suaranya rendah. Namun penuh tekanan.

“Adalah milikku.”

Sunyi.

Angin malam berhembus lebih kuat.

Seyron menyilangkan tangan.

“Jika dia ingin naik…”

Matanya menyipit sedikit.

“Maka aku akan memastikan…”

Senyum tipis muncul kembali.

“Dia jatuh lebih dulu.”

Di luar, malam tetap sunyi.

1
Protocetus
Min belum kontrak min?
Mr. Wilhelm
Ini beda penulis sama novel² sebelumnya, kah?

soalnya jauh bnget beda tulisannya sama novel² yg sebelumnya?

what happen?
Apin Zen: Gk om, Setiap novel pakai editor.
Soalnya malas revisi, meski dikit juga sih yang baca tapi seru nulis novel fantasy, hehe.
total 3 replies
Mr. Wilhelm
Keknya mending dihapus narasi yg sebelumnya deh, soalnya hampir sama dengan dialog ini.
Mr. Wilhelm
Emmm harusnya Ayahnya kan yg pewaris dan Seyron jdi ahli waris?
Mr. Wilhelm
Keknya harus upload ulang, paragrafnya jdi jelek, langsung copas, kah?
Apin Zen: baca ulang lagi bab 1 nya Mr, apa masih kurang🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!