Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby⁵
Alexander menatap dirinya dipantulan cermin, tatapannya terlihat sedikit sayu membuktikan bahwa dia sedang sedih untuk saat ini. tak butuh waktu berapa lama, akhirnya dokter sampai dan mengetuk pintu kamar.
"dimana Alexander " tanya dokter wanita tersebut dan segera masuk kedalam kamar mendekati Alexander. "apa yang terjadi padamu?" wanita itu panik dan meraih tangan Alexander. "jangan sentuh aku!" tegas Alexander menatap tajam wanita cantik itu, seketika wanita itu sedikit mundur kebelakang dan menundukkan kepalanya.
"tuan, dia hanya ingin mengobati tangan anda yang terluka" asisten Roky menggelengkan kepalanya melihat tuannya yang terlihat sekali jika dia tidak suka wanita. "tak apa tuan Roky, kau saja yang obati biar aku yang menjelaskan prosedurnya" Asisten Roky mengangguk dan meraih tangan Alexander, sementara Alexander sendiri membuang muka tak mau menatap wajah sang dokter.
setelah beberapa menit, akhirnya luka Alexander selesai diobati. dokter membereskan semua peralatan medisnya kedalam bag yang lumayan besar. "Tuan Roky, berikan obat ini pada tuhanmu setiap 2 jam sehari untuk meredakan nyeri dan mencegah infeksi" jelas dokter menatap asisten Roky.
"baik dokter" dokter itu tersenyum dan kemudian pamit kepada Alexander meski pada akhirnya pria itu tidak menghiraukannya. dokter tersebut akhirnya meninggalkan kamar Roky dengan perasaan sedih.
"mulai besok ganti dokter keluarga pribadi William, jangan sampai aku melihatnya lagi ketika keluargaku ada yang sakit, atau kau aku pecat" tegas Alexander kemudian berdiri dan keluar dari kamar. asisten Roky hanya menghela nafas berat melihat keangkuhan Alexander.
'maafkan aku alex....aku menyesal pernah mengkhianati mu...' batin dokter Almaire mengusap air matanya ketika menuruni tangga. tiba tiba saja dia berpapasan dengan seorang wanita cantik yang mengenakan dress navy diruang tamu. "siapa kamu" ucap Almaire menatap wanita itu tak suka, jangan bilang dia merupakan wanita penghibur Alexander.
Serafina hanya menundukkan kepalanya dan diam saja, semakin membuat Almaire kesal. "kamu bisu? lalu bagaimana caramu menggoda Alexander jika kamu bisu" ucapan itu benar benar membuat Serafina membelalak tak percaya, perkataan kotor macam apa yang baru saja dilontarkan oleh wanita itu.
"apakah kamu masih ada urusan disini, kalau sudah tidak ada cepatlah pergi" terdengar suara bariton dari atas tangga mengejutkan mereka berdua. Seketika mereka menoleh dan menatap Alexander yang tengah berdiri diatas tangga. Tatapan Alexander dan Serafina bertemu, membuat Almaire semakin terbakar api cemburu.
"Alex....begini kah caramu balas dendam atas pengkhianatan ku? teganya kau!"
"jika sudah tidak ada urusan maka silahkan keluar dari mension ku" Alexander membuang muka dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.
Serafina hanya diam saja tanpa mengetahui apa yang terjadi, Dokter Almaire dengan kesal menuju pintu keluar meninggalkan mension Alexander. Pria tersebut menuruni tangga dan mendekati Serafina dan dia menatapnya dari atas sampai bawah. "baju itu tidak cocok untukmu, tapi tak apa karena malam ini aku hanya ingin mengenalkanmu pada kakekku, jadi bersikaplah baik malam ini, atau kau akan tahu akibatnya" ancam Alexander kemudian berjalan mendahului Serafina.
gadis itu menyusul langkah Alexander dengan cepat, jalannya sedikit tersendat sendat akibat high heels yang kini ia kenakan. Berkali kali ia hampir terjatuh karena belum pandai mengenakannya sebab Serafina terbiasa mengenakan sepatu. Dari kejauhan, Alexander menghela nafasnya pelan kemudian dia berbalik dan mendekati Serafina dengan cepat. Tanpa aba aba, dia dengan cepat menggendong tubuh Serafina ala bridal style menuju mobil mewahnya.
"t-tuan?" Serafina terkejut, sontak ia mengalungkan kedua tangannya di bahu pria itu. "diamlah, atau kau akan terjatuh" Alexander membawa tubuh mungil Serafina memasuki mobil. kemudian dia menutup pintu kemudian berjalan mengitari mobil dan masuk ke bagian mengemudi.
"kenakan seatbeltnya" ucap Alexander tanpa menoleh kearahnya, gadis itu dengan bingung mengambil seatbeltnya, namun tidak tahu cara memasangnya. Alexander berdecak pelan, karena kesal dia merebut seatbeltnya dan memakaikannya.
wajah mereka sangat dekat hingga sejenak Serafina terdiam dan menatap pria itu yang kini berada tepat di depan wajahnya. "gadis bodoh" bisik Alexander membuat hati Serafina melengos. 'mengapa mulutnya sangat tajam' batin Serafina memandang keluar jendela mobil dan menahan air matanya.
'mengapa aku sangat cengeng jika berurusan dengan pria ini' Serafina diam-diam mengusap air matanya agar tidak ketahuan jika ia sedang menangis.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang