NovelToon NovelToon
DARI LAWAN HATI MENJADI CINTA SEJATI

DARI LAWAN HATI MENJADI CINTA SEJATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elvandem Putra

Di SMA Bhakti Nusantara, dua nama selalu jadi pembicaraan—Reina dan Kenzo. Reina adalah ketua OSIS yang disiplin, teliti, dan selalu mengutamakan aturan. Sedangkan Kenzo adalah kapten tim sepak bola sekolah yang populer, tapi sering mengabaikan peraturan dan membuat masalah.

Mereka saling membenci sejak awal tahun ajaran, ketika Kenzo sengaja merusak dekorasi acara pembukaan yang sudah Reina susun dengan teliti. Sejak itu, setiap pertemuan mereka selalu berujung pada argumen dan perselisihan. Reina menganggap Kenzo sombong dan tidak bertanggung jawab, sementara Kenzo menyebut Reina pelit dan terlalu serius.

Namun, takdir membawa mereka bersama ketika sekolah mengadakan program "Pasangan Tugas" untuk lomba ilmiah tingkat nasional. Mereka terpaksa bekerja sama, dan perlahan-lahan menemukan sisi lain satu sama lain. Reina melihat bahwa Kenzo sebenarnya memiliki hati yang baik dan selalu siap membantu teman, sedangkan Kenzo menyadari bahwa ketegasan Reina datang dari rasa peduli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvandem Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Runtuhnya Kerajaan Rahasia

Debu semen dan serpihan beton menghujani ruangan bawah tanah saat ledakan pertama mengguncang pilar sisi timur pabrik. Suara gemuruh bangunan yang runtuh terdengar seperti monster yang sedang mengamuk di atas kepala mereka. Hitungan mundur di panel digital itu kini berkedip merah: 00:10... 00:09...

Ruang Bawah Tanah, Pabrik Rungkut – Pukul 05.10 WIB

"Keluar! Semuanya keluar!" teriak Kenzo, suaranya parau tertutup debu. Ia berusaha berdiri dari kursi rodanya, namun kakinya langsung lemas dan ia terjatuh dengan lutut menghantam lantai yang bergetar.

Reina berhasil merenggut kunci sel dari saku jaket Laksmana yang masih terpaku lemas. Dengan tangan gemetar, ia membuka gembok sel ayahnya. "Ayo, Yah! Pegang tanganku!"

Ayah Reina yang sudah sangat lemah mencoba melangkah, namun tubuhnya terlalu rapuh. Laksmana, yang baru saja menyadari bahwa seluruh hidupnya adalah kebohongan, tiba-tiba bergerak. Ia membopong pria tua itu di pundaknya dengan kekuatan yang muncul dari rasa bersalah yang mendalam.

"Vino! Bawa Kenzo!" teriak Reina.

Vino menarik Kenzo ke punggungnya. Mereka berlari menaiki tangga manual tepat saat ledakan kedua meruntuhkan jalur keluar utama. Api mulai menjilat tangki-tangki kimia tua di lantai atas, menciptakan ledakan bola api yang menerangi langit pagi yang masih remang.

Di Tengah Reruntuhan yang Terbakar

Jalur utama tertutup beton raksasa. Asap hitam pekat membuat jarak pandang hanya tersisa satu meter. Kenzo, meskipun dalam kondisi setengah sadar di punggung Vino, terus mengarahkan jam tangannya ke arah dinding utara.

"Di sana! Ada lubang ventilasi pembuangan limbah! Itu langsung menuju ke kanal luar!" Kenzo berteriak sambil menahan rasa sakit yang luar biasa di kakinya yang kembali berdarah.

Mereka merangkak melalui lorong sempit yang panas. Reina berada di depan, memandu jalan, sementara Laksmana menggendong ayah mereka di belakangnya. Di belakang sekali, Vino berjuang membawa Kenzo. Saat mereka hampir mencapai ujung, langit-langit di atas mereka retak hebat.

"LARI!"

Sebuah balok baja jatuh tepat di antara Reina dan Kenzo.

"KENZO!" jerit Reina. Ia mencoba kembali, namun Kenzo mendorongnya menjauh dengan tatapan mata yang tajam.

"Bawa ayahmu keluar, Rein! Cepat! Aku dan Vino akan cari jalan lain lewat samping!"

"Nggak! Aku nggak akan tinggalin kamu lagi!" Reina mencoba memanjat balok itu, namun Laksmana menariknya. "Reina, kalau kamu nggak keluar sekarang, oksigen di sini habis! Biar aku yang bantu Kenzo!"

Laksmana menurunkan ayah Reina dan menyerahkannya pada Reina, lalu ia menerjang masuk kembali ke arah kepulan asap untuk membantu Vino dan Kenzo.

Pelarian Terakhir di Tepi Kanal

Reina berhasil keluar ke udara bebas, menyeret ayahnya yang terbatuk-batuk hingga ke tepi kanal. Ia menoleh ke arah pabrik yang kini sudah menjadi lautan api. Detik-detik berlalu seperti keabadian. Air mata Reina jatuh, bercampur dengan abu yang menempel di pipinya.

Lalu, di tengah kobaran api, sesosok bayangan muncul.

Laksmana keluar sambil memapah Vino, dan di pundak mereka berdua, Kenzo tampak terkulai lemas dengan kepala berlumuran darah. Mereka melompat ke arah rumput tepat sesaat sebelum ledakan final meratakan seluruh bangunan pabrik tersebut menjadi tanah.

Beberapa menit kemudian, di bawah siraman cahaya fajar, mereka semua tergeletak lemas di tepi kanal. Ayah Reina menatap Kenzo, lalu beralih ke Reina. Ia menggenggam tangan mereka berdua.

"Maya pasti bangga..." bisik ayahnya dengan suara yang sangat lemah. "Tapi Reina... kamu harus tahu satu hal. Flashdisk perak itu... kuncinya bukan hanya suara Aris. Ada satu dokumen fisik yang ibumu tanam di dalam panggung SMA Garuda. Panggung itu... adalah kotak hitam yang sebenarnya."

Tiba-tiba, suara helikopter terdengar di atas mereka. Bukan helikopter polisi, melainkan helikopter pribadi dengan logo Yayasan Pusat. Pintu helikopter terbuka, dan seorang wanita paruh baya yang wajahnya sangat mirip dengan Ibu Aris—kakak kandungnya, sang Ketua Yayasan Pusat—menatap mereka dengan teropong.

"Hancurkan sisa-sisanya," ucap wanita itu dingin ke dalam interkom. "Jika panggung itu adalah buktinya, maka malam ini, SMA Garuda harus rata dengan tanah."

Reina menatap Kenzo yang baru saja membuka mata. Mereka menyadari bahwa perang ini belum berakhir. Musuh yang lebih besar baru saja turun ke lapangan, dan sasaran mereka adalah jantung dari segalanya: SMA Garuda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!