NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Trauma masa lalu / Kebangkitan pecundang / Antagonis Jahat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yourfee

Ervana yang lahir dari keluarga Moses merasa hidupnya berubah setelah kehadiran anak angkat keluarganya yang begitu disayang semua anggota keluarganya. Orang tuanya dan kakak laki-lakinya lalu memperlakukan Renita, adik angkatnya dengan penuh kasih sayang. Ia diasingkan, semua hal yang menjadi miliknya kini direbut perlahan oleh Renita Moses. Air mata dan kesakitan itu membuatnya nyaris gila. Ervana kalah dan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tak biasa, bunuh diri. Namun, jiwanya yang terperangkap dalam kegelapan sepertinya masih enggan untuk meninggalkan dunia penuh dosa ini. Ervana lalu kembali dengan versi baru yang membuat keluarganya tercengang.
"Aku kembali hanya untuk memberi pelajaran pada mereka bahwa aku tidak pantas diperlakukan seburuk ini". Persis ketika ia membuka matanya, kehidupan baru menyambutnya. Ervana lalu hidup menurut kepercayaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourfee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 Kehilangan seorang anak

Hujan dan petir sore itu tak menyurutkan niat Eva Moses untuk datang ke rumah sakit demi melihat tubuh kaku putrinya. Wanita itu mengenakan gaun panjang berwarna hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Wajah cantiknya yang biasanya terlihat angkuh kini pucat bak bulan kesiangan. Separuh semangatnya seperti pergi bersama raga putrinya.

"Anda tidak apa-apa, Nyonya?" Bian yang sedang mengemudikan mobilnya menoleh sesaat ke arah sang nyonya yang duduk di sebelah bangku kemudi. Wanita itu berkali-kali menghela napasnya dengan berat. Pandangannya tertuju ke arah luar jendela, memperhatikan setiap butiran air hujan yang jatuh membasahi kaca mobil sebelum luruh ke tanah. Jalanan basah dan licin sore itu membuat perjalanan mereka tersendat. Ingin sekali Bian menerobos lampu merah agar segera tiba di rumah sakit, namun ia sadar hal itu tidak pernah dilakukan oleh pria terhormat dan terpelajar sepertinya.

"Bian, Vana sakit apa sebenarnya?" Tanya wanita tua itu dengan suara bergetar.

"Nona Muda memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri, Nyonya. Menurut keterangan dokter, Nona Ervana meminum racun dalam jumlah yang banyak. Tubuhnya langsung bereaksi keras dengan racun itu".

"Ya Tuhan". Eva Moses menggigit bibirnya agar suara tangisannya tidak pecah. Membayangkan rasa sakit anaknya membuat wanita itu nyaris gila. Ervana adalah putrinya, namun tak sedikitpun ia peduli pada gadis malang itu.

"Aku benar-benar ibu yang sangat buruk, Bian". Kepala wanita itu terkulai lemah.

Keluarga yang begitu aneh. Kenapa wanita ini terlihat sangat menyesal setelah kehilangan anaknya? Bukankah selama ini mereka lebih peduli pada orang asing daripada Nona Ervana? Cih, melihat air matanya membuatku sangat muak. Nona Ervana tidak pantas ditangisi oleh orang seperti kalian. Batin Bian bergolak hebat. Pria itu bahkan tak perlu repot-repot untuk menghibur sang majikan. Biarkan penyesalan menyiksanya, Bian memilih fokus pada jalanan licin di depannya. Di sebelahnya, Eva Moses masih menangis pilu sambil menggumamkan kata maaf selama beberapa kali. Bibir yang biasanya digunakan untuk menghina putrinya kini terlihat bergetar karena kesedihan dan penyesalan.

30 menit perjalanan terasa seperti berabad-abad lamanya bagi Eva Moses. Persis ketika mobil terparkir sempurna, wanita itu lalu keluar dengan gerakan terburu-buru. Sikapnya ini terlihat sangat jauh dari kata anggun. Bian menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman aneh yang terlihat seperti sebuah hinaan.

"Seseorang benar-benar akan dicintai di hari kematiannya". Ucap pria itu sebelum menyusul sang nyonya.

"Lewat sini, Nyonya".

"Lucas". Panggilan singkat itu membuat sang pemilik nama mengangkat kepalanya. Wajah sembabnya terlihat sangat kacau.

"Katakan bahwa ini tidak benar, Lucas!" Wanita itu mengguncang-guncang bahu kekar putra sulungnya yang saat ini menatapnya dengan tatapan kosong.

"Kenapa diam? Katakan ini hanyalah akal-akalan Ervana agar ibu menyesal. Jika itu kebenarannya, gadis itu menang sekarang. Ibu menyesal Lucas, ibu sangat menyesal".

"Kenapa menangis, Ibu? Bukankah ini yang ibu inginkan? Menyingkirkan Ervana agar ibu bebas mencurahkan perhatian kepada anak pungut sialan itu".

"Kau menyalahkan ibu atas apa yang menimpa Ervana? Kau pikir kau sudah cukup baik menjadi seorang kakak? Jangan munafik Lucas Moses!" Di sudut ruangan, Bian dan Ema diam, mungkin sibuk berperang dengan isi kepala masing-masing. Ingin sekali Biak tertawa keras melihat drama bodoh di depannya ini. Dua orang manusia yang saling menyalahkan karena kehilangan adik dan anak padahal keduanya sama-sama buruk.

"Ibu baru saja kehilangan seorang anak dan kau menyalahkan Ibu? Di mana otakmu sebenarnya?" Eva Moses berteriak marah di hadapan putra kebanggaannya itu. Ucapan pria itu menyentil sebagian egonya sebagai seorang ibu. Ia memang sangat buruk, namun tidak seharusnya Lucas mengatakannya secara terang-terangan. Bukankah kalimat itu terdengar tidak sopan?

"Aku kehilangan seorang adik! Bukan hanya ibu yang terluka tapi aku juga". Lucas menarik rambutnya sendiri demi. Rasa sakit akibat tarikan itu tidak seberapa dengan rasa sesak di dadanya. Perdebatan dua manusia itu bahkan tak menemukan titik terang.

1
EMA
Semangat kk lanjut nya 💪 💪
EMA
Semangat kk 💪💪💪
Afee: Makasih kaaa🥰
total 1 replies
EMA
Lanjut kk
Alvi
lanjut thorrrr🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!