NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Beberapa hari berlalu.

Felicia yang sudah hampir satu Minggu tak melihat suaminya merasa sangat merindukannya. Namun rasa kecewanya masih ada. Sehingga membuat gadis itu memilih untuk menyibukkan dirinya dengan kegiatan lain, seperti misalnya berkebun di perkebunan milik pamannya.

Felicia juga sudah mengikhlaskan kepergian sang Papa. Dia yakin jika papanya sudah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Fero juga memberi tahu Felicia jika dirinya dan Naya saat ini sedang menjalin sebuah hubungan. Dan Felicia menyambutnya dengan sangat antusias.

Kini ketiga orang itu sedang memetik anggur di kebun anggur milik Papa angkat Fero.

Melihat Naya yang sangat perhatian pada Fero mengingatkannya akan suaminya. Felicia jadi ingin tahu apa yang di lakukan Arion saat ini.

'Seberapa besar rasa kecewaku padamu, membuatku tak bisa melupakan mu. Kenapa cinta itu harus hadir jika akhirnya akan menjadi seperti ini? Aku sudah berusaha membuatnya jatuh cinta padaku. Namun pada akhirnya Dia lebih memilih cinta masa lalunya. Aku bisa apa, Arion. Apa saat ini Kau sedang memikirkan ku seperti Aku yang selalu teringat padamu?' gumam Felicia dalam hati.

Fero yang melihat Felicia melamun pun menghampirinya.

"Felicia. Kenapa melamun?" tanya Fero yang langsung membuat Felicia tersadar. Gadis itu menggeleng dan menyangkal.

"Siapa yang melamun? Aku hanya sudah tidak sabar lagi untuk memakan buah anggur ini."

"Jangan menyangkal! Aku tahu Kau pasti merindukan suamimu. Jika Kau ingin memakan buah anggur ini, Kau bisa langsung memakannya," ucap Fero dengan kekehan kecil.

"Jangan membicarakannya, Kak. Aku tidak suka! Mana mungkin Aku langsung memakan buah anggur ini. Aku tidak ingin keracunan karena pestisida yang masih menempel pada buah ini." Felicia bergumam kesal karena Fero menyinggungnya.

---

Menatap wajah sang istri dalam layar ponselnya membuat rindu yang Arion rasakan kian menumpuk.

Sudah cukup Arion memberikan waktu untuk sang istri. Kali ini Dia akan datang dan menjemput Felicia untuk pulang bersamanya.

Arion tidak ingin berjauhan lagi dengan Felicia. Dia ingin membawa gadis yang Ia cintai ke dalam dekapannya.

Arion menapakkan kakinya di bandara. Kini dia sudah sampai di kota sang istri. Dia sudah mempersiapkan semuanya jika nanti istrinya akan kabur darinya.

Sebuah pesan Arion terima dari Fero. Pria itu tersenyum mengetahui di mana keberadaan Felicia. Bahkan Fero mengirimkan foto Felicia yang sedang memetik anggur dengan tersenyum manis. Sungguh, Arion benar-benar tak sabar lagi untuk bertemu dengan Felicia.

Andai Felicia tahu selama hampir satu Minggu, pria itu benar-benar terpuruk tanpa adanya dirinya. Arion bahkan menjadi pria yang begitu cengeng kala mengingat kenangan-kenangan manis bersama Felicia. Dia pria, tapi dia menangis ketika merasa takut akan sang istri.

Namun Arion tidak ingin terus terpuruk. Pria itu segera mengumpulkan kewarasannya untuk membuat Felicia kembali ke sisinya lagi.

Felicia duduk di bawah pohon untuk melepas penatnya setelah memanen banyak buah anggur. Gadis itu sengaja menyendiri untuk menghindari Fero dan Naya yang sejak tadi terus saja memperlihatkan kemesraan di depannya.

"Mereka sungguh menyebalkan! Apa mereka tidak tahu bagaimana suasana hatiku saat ini? Sungguh menyebalkan!" Felicia terus saja menggerutu kesal.

Felicia memutuskan untuk kembali daripada melihat kemesraan yang membuatnya jengah. Gadis itu mulai melangkah melewati Fero dan juga Naya.

Melihat Felicia, Fero pun memanggilnya. "Felicia! Kau mau kemana?"

"Mau pulang! Aku di sini hanya kalian jadikan sebagai obat nyamuk saja. Lebih baik Aku pulang saja!" Felicia berkata tanpa menoleh.

"Baiklah, hati-hati!" seru Fero terkekeh.

Naya menatap Fero dengan heran. "Fero, bukankah jarak menuju rumah sedikit jauh? Sebaiknya Kita susul Felicia, Aku khawatir padanya," ujar Meira yang sudah akan melangkah. Namun, segera di hentikan oleh Fero.

Naya menatap Fero dengan kening berkerut. Seolah bertanya mengapa Fero menghentikannya.

"Tidak perlu khawatir. Akan ada seseorang yang menemaninya," ucap Fero ambigu. Membuat Naya semakin heran.

"Apa maksudmu, Fero?"

Fero hanya tersenyum sembari mengedipkan sebelah matanya pada Naya.

Sementara Felicia masih terus menggerutu kesal dalam langkahnya.

"Bisa-bisanya mereka tidak menemaniku pulang! Seharusnya mereka menghibur ku bukan malah meninggalkan ku!" Dengan kesal, Felicia menendang batu kecil di antara rerumputan.

Tiba-tiba saja langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang Ia kenal berdiri tak jauh di depannya. Sosok itu tersenyum ke arahnya.

Felicia menundukkan kepalanya demi menghindari tatapan pria itu. Dia lebih memilih untuk menghindarinya dan melewatinya.

Arion merasa hatinya begitu tenang melihat istri yang sangat di rindukannya itu. Ingin rasanya Arion memeluk Felicia dan mendekapnya dengan erat. Namun, melihat Felicia yang seolah menghindarinya membuat pria itu mengurungkan niatnya.

Arion lebih memilih menyusul Felicia dan mengikuti dari belakang.

Penyesalan masih sangat Arion rasakan. Namun rasa rindunya juga sudah menumpuk hingga membuatnya ingin segera memeluk gadisnya dan mengutamakan semua tentang perihnya sebuah perpisahan.

"Felicia...." Suara lembut Arion memangilnya. Arion mempercepat langkahnya dan menghadang Felicia berdiri tepat di hadapannya.

Mau tak mau akhirnya Felicia menghentikan langkah. Berdiri saling berhadapan namun Felicia masih enggan untuk menatap suaminya.

"Untuk apa Kau datang lagi, Tuan Arion? Bukankah Kau sudah memilih Celine sebagai cintamu? Kenapa Anda harus repot-repot datang kemari?" tanya Felicia dengan nada lembut namun penuh dengan luka.

Sungguh, Arion sangat sedih mendengar ucapan sang istri. Panggilan Felicia membuatnya menjadi seperti orang asing. Arion menggeleng pelan. Dia tak ingin hubungannya menjadi seperti ini.

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!