NovelToon NovelToon
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: hanisanisa_

Melia-Dimas yang bermula dari Hubungan Tanpa Status berakhir di jenjang pernikahan yang masih terlalu muda.

Takdir seolah tak membiarkan keduanya asing, setelah berpisah karena orang tua yang harus berpindah negara, mereka kembali di pertemukan dengan satu sama lain dengan perasaan yang masih sama tanpa berkurang sedikitpun.

Bagaimana kelanjutannya? Simak selengkapnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Masalah yang sempat terjadi pun akhirnya terselesaikan dengan baik. Melia bukan seperti gadis lain yang akan menangis saat melihat ada wanita lain di apartemen kekasih nya.

Ingin sih menangis, tapi Melia tahan karena merasa status nya lebih tinggi daripada wanita manapun yang berani mendekati Dimas secara terang-terangan.

Melia sudah kembali ke asrama dan menjalankan tugas nya sebagai mahasiswa seperti pada umumnya.

Kegiatan nya hanya itu-itu saja hingga satu semester sudah terlewatkan, dan kini libur semester tiba.

"Kak, nggak pulang ke Indonesia?" tanya Melia sembari bersandar di dada bidang Dimas, kedua nya duduk di depan televisi menonton film.

"Kamu mau pulang?" tanya Dimas membuat Melia mendongak lalu menggeleng.

"Kampus cuma kasih libur satu bulan, nggak cukup kalau di Indonesia cuma satu bulan" jawab Melia di angguki Dimas.

"Nanti semester depan kita pulang ke Indonesia, Kakak tau kamu pasti rindu berat dengan masakan Indonesia" ucap Dimas membuat Melia sumringah.

Melia sedang berusaha untuk memasak makan malam untuk nya dan Dimas nanti, Melia tak pernah memasak dan ini untuk pertama kali nya ia mencoba dengan resep yang dia lihat di internet.

"Kok hasil nya beda sih sama yang di internet" gumam Melia saat selesai menyajikan makanan yang warna nya sudah hampir gelap.

Hendak mengulang pun sudah tak bis karena dapur sudah begitu berantakan karena ulah nya, di tambah pin di pintu yang berbunyi tanda Dimas sudah di depan.

Dimas masuk ke dalam apartemen dengan langkah gontai, ia lelah lembur, walau sebenarnya ia bisa saja pulang lebih cepat karena ia pemilik perusahaan itu, tapi karena ingin memberi contoh bagi pegawai nya maka Dimas memilih untuk lembur.

"Selamat datang di rumah Kakak!" pekik Melia dari arah dapur membuat Dimas yang sedang kelelahan menjadi kembali ceria.

"Sayang? Kamu pulang? Bukannya besok masih harus ke kampus" tanya Dimas langsung menjatuhkan tas nya dan jas nya, ia menghampiri Melia yang berdiri dengan senyuman.

Melia mengangguk, belum sempat ia menjawab pertanyaan Dimas. Mulut nya sudah di bungkam oleh Dimas.

Melia tak berontak, ia memilih membalas ciu man lembut Dimas yang begitu memabukkan.

Dimas mendekap Melia dengan erat agar Melia tak menjauh, ia merindukan bibir manis Melia yang membuat nya kecanduan.

Hingga satu menit, Dimas akhirnya melepas pagutan itu dan menatap lekat wajah Melia yang terasa panas dan merah.

"Bibir kamu ada nikotin nya ya?" tanya Dimas membuat Melia mengernyit alis heran.

"Nggak ada Kak" jawab Melia, ia bahkan tak pernah menghisap rokok.

"Iya, soalnya selalu bikin candu seperti ada nikotin nya di sini" jelas Dimas kembali mengecup bibir Melia.

Melia tersenyum malu saat mendengar gombalan tanpa rencana dari Dimas.

"Bibir alami Kak, bahkan merah nya juga karena merah di cium brutal sama kamu" sahut Melia membuat Dimas terkekeh.

"Itu nggak brutal Sayang. Yang brutal tu gini.."

Dan bibir mereka pun kembali bertemu dengan sedikit kasar, Dimas benar-benar membuat Melia luluh seluluh mungkin.

Melia memukul dada Dimas saat mengingat jika ia ingin menunjukkan hasil masakan pertama nya.

"Nanti lagi ciu man nya. Kakak harus cobain masakan pertama aku" ucap Melia sembari mencoba menahan dada Dimas agar tak kembali menubruk nya.

"Ini Kakak lagi cobain, makanya Kakak ketagihan" balas Dimas kembali mencondongkan tubuh nya, ia benar-benar gila akan bibir Melia.

Melia tertawa kecil lalu tetap mencoba menghindar dan berusaha mengambil piring yang sudah berisi telur dadar buatan nya yang berada di atas meja.

"Taraaa!" seru Melia sembari menyusupkan piring itu ke tengah-tengah kedua nya agar Dimas tak lagi menyerang nya..

Dimas nampak mengernyit alis sembari menatap ke masakan sederhana ala Melia. "Ini kamu yang masak nya sendiri Sayang?" tanya Dimas di angguki bangga oleh Melia.

"Agak gosong kayaknya ini, tapi tadi aku icip masih enak kok" ucap Melia membuat Dimas terkekeh.

"Oke Kakak habisin ya. Tapi Kakak mandi dulu deh, biar nanti makan nya bisa enak langsung santai" ucap Dimas di angguki Melia.

"Yaudah mandi sana" usir Melia sembari menaruh piting itu kembali ke meja makan, ia berniat ingin membersihkan barang-barang di dapur yang ia berantaki.

Dimas kembali menyerang bibir Melia saat Melia mencoba melepas dekapan erat Dimas.

"Kakak!"

1
ハニサ
yg smpt bca komen aku, baca ya🙏

buat yg vote, like, komen, dan meraih peringkat 1 akan aku kasih hadiah kecil-kecilan buat nambah semangat kalian supaya rajin ngegift hehe🤭
ハニサ: klau bsa rebut peringkat ku jg sih🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!