NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Malam

Pesona Gadis Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: novia_dwi

Alitza Zeefanya Bella, atau sering disapa Zee adalah seorang gadis cantik yang ceria. Seperti nama yang diberikan oleh orang tuanya yang berarti gadis cantik yang ceria yang selalu ada dalam lindungan Tuhan.


Hidupnya baik-baik saja, terlahir cantik serta besar di lingkungan keluarga kaya yang harmonis membuat dirinya tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh kepedulian.


Semua baik-baik saja sampai dirinya harus kehilangan seluruh alasan kebahagiaan nya. Membuat dirinya harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan seorang wanita tua yang menjadi pengasuhnya sejak bayi.

Bekerja didunia malam membuat dirinya dipandang miring oleh semua orang. Namun dirinya tak peduli, hanya dirinya yang tahu seperti apa sesungguhnya yang ia jalani.

Akankah nasib baik kembali berpihak padanya? atau justru kehidupannya semakin sulit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kilasan masa lalu

"Mau jalan-jalan? ". Zee mendongak, menatap Ben yang sudah berdiri.

Entah angin dari mana, Ben juga tidak menyangka mulutnya bisa berbicara seperti itu. Menyesali juga tak bisa, masa bodoh Zee berpikir apa tentangnya.

Zee tersenyum canggung, tak sopan rasanya menolak ajakan Ben. Atau memang dirinya senang? Entahlah.

Gadis itu bangkit dari duduknya, mengibaskan pasir yang mungkin menempel di celana panjangnya.

" Kenapa tidak memakai jaket? ". Tanya Ben saat melihat Zee hanya memakai kaos lengan pendek. Padahal angin cukup kencang berhembus.

" Ah itu.. udaranya sejuk pak, tidak terlalu dingin makanya nggak pake jaket". Jawab Zee sambil tersenyum

"Anginnya lumayan kencang, harusnya memakai pakaian tebal". Ben benar-benar tak mengerti dirinya, kenapa pula ia jadi banyak bicara begini.

" Bapak sendiri malah memakai celana pendek begini ". Zee menunjuk kaki Ben yang hanya tertutup hingga sebatas lutut.

Ben tiba-tiba berhenti berjalan, membuat Zee juga ikut berhenti. Apakah aku salah bicara? Begitu batin Zee takut.

" Tidak bisakah memanggil ku Ben? Hanya Ben.. tanpa embel-embel bapak. Itu benar-benar mengganggu". Ketus Ben membuat Zee mengerjap.

"Hah? ". Zee jadi bengong

" Call me Ben. Only Ben.. " Tegas Ben. Ia benar-benar tidak nyaman dengan sematan bapak di depan namanya.

"Aku merasa sedang berjalan dengan anakku". Ketus nya lagi membuat Zee diam.

" Tapi aku biasa memanggil teman-teman bang Leon, bapak ". Cicit Zee

" Kenapa Leon dipanggil 'bang? ". Tanya Ben tak terima. Padahal ia dan Leon lebih tua Leon.

" Saya nggak bisa pak. Udah biasa panggil bapak.. " Ben mendengus mendengar jawaban Zee. Ah, lagipula kenapa dirinya ini. Bukankah dikantor dirinya juga selalu dipanggil bapak oleh para karyawannya? Dasar Ben aneh.

Ponsel dalam saku Zee bergetar. Gadis itu segera melihat siapa yang menghubungi dirinya. Dan nama Leon memenuhi layar ponselnya.

"Assalamualaikum bang.. " Salam diucapkan oleh Zee setelah mengangkat telepon.

"Abang sama yang lain makan dulu aja, aku belum mau makan.. " Rupanya Leon mencari Zee untuk diajak makan malam bersama.

"Iya.. nanti aku kesana bang. Assalamualaikum". Zee menutup telepon dan kembali menyimpan ponselnya dalam saku.

" Pak Ben seperti nya juga di cari sama bu Sandra.. " Zee menatap Ben yang ternyata juga menatap dirinya.

"Biarkan saja. Aku bisa makan nanti". Sahut Ben acuh. Ia belum ingin mendengar omelan ibunya itu jika kembali sekarang.

" Zee.. " Langkah kaki Zee terhenti. Ia memejamkan mata sejenak untuk mengusir perasaan tidak nyaman yang tiba-tiba menyerangnya.

"Selamat malam pak.. "

"Ya, selamat malam". Sahut Ben dingin seperti biasa.

" Maaf mengganggu pak, saya ada keperluan dengan Zee". Zee menatap lelaki yang sore tadi juga menemui dirinya dan berdalih ingin berbicara namun ia tolak.

Mungkin kah lelaki itu mengenal Ben? Pikiran Zee penuh dengan berbagai pertanyaan.

"Saya permisi dulu pak Ben. Bang Leon sudah mencari.. " Zee ingin melarikan diri saja, ia tak mau lagi berurusan dengan lelaki itu.

Zee segera berbalik meninggal kan Ben dan lelaki itu, bahkan tanpa menunggu respon Ben atas ucapannya.

"Saya permisi dulu pak". Lelaki yang sengaja dihindari Zee ikut pamit dan mengejar Zee yang berjalan setengah berlari.

Kaki Ben melangkah menjauh, namun entah karena apa dirinya berbalik dan berjalan searah dengan kepergian Zee dan lelaki yang merupakan karyawan di perusahaan nya itu

" Oh sh*t!!! ". Umpat Ben saat menyadari dirinya mengikuti Zee dan karyawannya. Ia hendak berbalik dan pergi. Namun urung ia lakukan saat melihat Zee menepis kasar setiap lelaki itu memegang tangannya.

" Beri aku waktu sebentar Zee. Ayo kita bicara.. "

"Nggak ada yang perlu kita omongin lagi. Tolong jangan ganggu aku Fan.. " Pinta Zee pada lelaki didepannya.

"Tapi Zee.. "

"Aku baik-baik saja. Setelah kejadian itu aku sudah baik-baik saja. Aku sudah memaafkan apa yang dilakukan ibumu Irfan.. tapi aku tidak melupakannya". Lelaki bernama Irfan itu membeku ditempatnya mendengar ucapan Zee.

" Jadi.. ayo kita jalani hidup kita seperti sebelum kita ketemu lagi". Pinta Zee memohon. Ia tak sanggup jika nantinya harus berurusan lagi dengan ibu dari sosok lelaki yang dulu pernah menjanjikan dirinya kebahagiaan itu.

"Aku nggak bisa Zee. Aku nggak bisa lupain kamu.. aku mohon kasih aku kesempatan sekali lagi. Aku bukan Irfan yang lemah seperti 6tahun lalu". Irfan maju mengikis jarak dengan Zee dan memaksa menggenggam tangan Zee meskipun Zee menolak.

" Lepas Fan! ". Tegas Zee yang sudah menatap Irfan

dengan tajam.

" Nggak Zee. Nggak akan lagi.. " Tanpa aba-aba, Irfan menarik Zee kedalam pelukannya. Zee yang tidak siap terbawa oleh tarikan Irfan dan masuk dalam pelukan lelaki itu.

"Aku bilang lepas!! ". Zee memberontak, berusaha melepaskan diri dari pelukan Irfan. Namun Irfan memeluknya dengan erat bahkan sedikit menyakitinya.

Zee tak habis akal, ia mengangkat kakinya dan menghadiahkan sebuah tendangan kuat tepat di kaki Irfan hingga lelaki itu mengaduh dan melepaskan pelukannya pada Zee.

" Ayo! Leon sudah mencarimu ". Entah datang dari mana, Ben tiba-tiba menarik tangan Zee. Menggenggam tangan yang sudah sedingin es itu dan menjauh dari laki-laki bernama Irfan.

" Dasar Ben bodoh!!! Kenapa harus ikut campur ". Umpat Ben pada dirinya sendiri. Ia hanya mengikuti nalurinya untuk menolong Zee dan menjauhkan Zee dari Irfan.

Sementara itu ada beberapa pasang mata yang menyaksikan aksi Ben. Mereka tampak tersenyum puas melihat apa yang Ben lakukan. Ini kemajuan pesat.

" Papi lihat sendiri kan. Mami yakin bule tengik itu tertarik pada Zee.. " Mami tampak semangat

"Bukan begitu Zack? ". Tanya mami pada Zacky yang berdiri dibelakang kedua orang tua Ben.

" Saya rasa begitu bu.. " Sahut Zacky yang juga tengah melihat Ben menggandeng Zee menjauh dari lelaki yang ia ketahui bernama Irfan itu.

Zacky tersenyum melihat Ben tak melepaskan genggaman tangannya dari Zee padahal mereka sudah jauh dari Irfan. Bahkan lelaki itu tidak mengikuti Ben dan Zee sama sekali.

Zee yang berjalan dibelakang Ben menatap tangannya yang digenggam oleh Ben. Terasa hangat hingga hatinya pun ikut menghangat.

...☘️☘️☘️☘️...

Liburan yang harusnya seru jadi terasa menyebalkan bagi Zee. Bagaimana tidak? Irfan hampir setiap hari selalu menemui dirinya. Membuat Zee tak nyaman dan juga kesal.

Kembali teringat oleh Zee, bagaimana dirinya dipermalukan saat itu.

flashback on

"Ayo Zee.. " Irfan menggandeng tangan Zee. Hari itu adalah hari kelulusan.

"Kita mau kemana? ". Tanya Zee mengikuti langkah Irfan.

" Aku kenalkan ke mama sama papa.. " Irfan menatap Zee sejenak dann melanjutkan langkah nya.

Saat itu, meskipun belum resmi berpacaran.. namun Irfan sudah mengutarakan perasaannya pada Zee. Irfan juga satu-satunya anak lelaki yang paling dekat dengan Zee kala itu.

Saat itu pun Zee sudah merasa nyaman dengan Irfan. Ia merasa memiliki kekuatan tambahan untuk menghadapi dunia yang terasa kejam pada dirinya.

Irfan selalu memberinya semangat, mendukung setiap apa yang dilakukan Zee termasuk bekerja di club malam sebagai pelayan.

"Ma.. pa.. " Seru Irfan pada kedua orang tuanya. Ia membawa Zee mendekat pada keduanya.

"Kenalkan ma.. pa. Ini Zee.. yang sering aku ceritain". Irfan memperkenalkan Zee pada kedua orang tuanya. Senyum terpatri diwajah remaja itu.

" Selamat siang om.. tante.." Sapa Zee ramah dengan senyum lebar.

Namun senyum itu semakin pudar saat suara dari ibunda Irfan terdengar.

"Ooh.. ini gadis malam yang kamu ceritakan itu? ". Tanya mama Irfan lantang hingga membuat orang-orang disekitarnya memusatkan perhatian pada Zee.

" Ma! ". Tegur Irfan pada sang ibu. Tatapan benci ia berikan pada Zee yang masih digandeng oleh anaknya.

" M-maaf. Apa maksud tante.. " Zee memberanikan diri bertanya. Sebutan 'gadis malam' yang disematkan oleh ibunda Irfan terasa mengganggu dirinya.

"Bukan kah kamu bekerja di sebuah club malam? ". Masih tak mengurangi volume suaranya hingga pasti orang-orang yang berdiri di sekeliling mereka mendengar nya.

" Lepaskan dia, Irfan". Dengan gerakan kasar, ibunda Irfan memaksa putranya melepaskan tangan Zee.

"Ma cukup! ". Tegur Irfan sambil menatap Zee yang wajahnya sudah pucat, matanya berembun menahan tangis.

" Jangan dekat-dekat dengan anakku. Kamu membawa pengaruh buruk untuknya! Dasar gadis malam".

"Ma.. hentikan". Kini sang suami yang menegur istrinya. Ia merasa istrinya sudah kelewatan.

" Tidak bisa pa. Irfan memiliki masa depan yang cerah, mama nggak terima dan nggak akan pernah terima kalau Irfan dekat dengan gadis malam seperti dia ". Telunjuknya tepat di depan wajah Zee yang sudah memucat.

...¥¥¥°°°¥¥¥...

...Sabar ya Zee, othor emang bener-bener ya Zee, kejem amat ama anak baik kaya kamu.. ish ish ish.. 😔🥲...

Zee: eling napa thor, dibikin nelangsa amat 😮‍💨

othor: sabaran dikit lah, nanti dikasih yang ganteng-ganteng lah ke depan

Zee: 😒

othor: nggak percaya? noh liat alumni² nya yang jadi pemeran utamanya. Yang mana coba kaga bahagia 🤨

Zee: Sak karepmu lah thor😌

...Happy reading ya semuaaa, saranghae readers kuuu 🌹🌹💋❤💋🥰💋😍😍💋🥰🤩😘😘❤❤❤❤...

1
Astrid Fera
seru kok kak cuma Zee dbuat yg lbih tangguh lgi kak,,kyg pinter bela diri gtu kn tmbh seru nnti,,itu saran aku j SC kak😄😄tetap smngt kak💪💪
amma_iKiss: hihi.. tenang kak, pemeran perempuan di novel aku semua strong kok🤭 Btw makasih dukungannya ka😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!