NovelToon NovelToon
ALVEGAR

ALVEGAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.

AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22:Perang Dingin dan Ego yang terluka

Setelah keributan di lapangan basket, suasana di SMA Dirgantara menjadi sangat canggung. Markas ALVEGAR yang biasanya penuh tawa Miko dan diskusi seru, kini berubah menjadi "zona perang" tanpa suara.

🧊 Markas yang Membeku

Arazka duduk di kursi kebesarannya, sibuk dengan ponselnya. Sementara itu, Danis berada di sudut lain, sengaja memunggungi Arazka sambil memakai headphone. Mereka tidak saling bicara sepatah kata pun.

Miko masuk membawa martabak, mencoba mencairkan suasana. "Woi! Martabak spesial nih! Makan yuk, mumpung panas!"

Tidak ada jawaban. Arazka tetap diam, Danis tidak menoleh.

Miko menatap Asean dengan wajah memelas. Asean hanya mengangkat bahu, seolah berkata, "Gak ada gunanya, Ko."

"Gila, ini markas atau kutub utara? Dingin amat!" bisik Miko sambil mundur teratur.

🥀 Maura yang Terasing

Maura mencoba bersikap profesional sebagai Ketua OSIS, tapi setiap kali dia melewati anggota ALVEGAR, dia merasa ada tembok besar. Dia merasa bersalah karena secara tidak sengaja menjadi pemicu keretakan ini.

Di koridor, Maura bertemu dengan Kinara. Wajah Kinara tampak sangat sedih, matanya sembab.

"Kinara? Loe habis nangis?" tanya Maura khawatir.

Kinara menatap Maura dengan pandangan yang sulit diartikan. "Kak Maura... Kak Danis marah banget sama aku. Dia bilang aku sengaja deketin Kak Arazka buat bikin Kak Maura cemburu. Padahal aku cuma mau minta tolong tugas."

Maura menghela napas. "Maafin gue, Kin. Ini semua gara-gara ego cowok-cowok itu."

"Aku takut, Kak. Kalau mereka berantem terus, ALVEGAR bakal hancur. Dan aku nggak mau jadi penyebab Kak Danis benci sama Kak Arazka," isak Kinara.

Maura memeluk Kinara, tapi dalam hatinya dia juga merasa terbakar. Dia tahu Arazka sengaja memanfaatkan kepolosan Kinara untuk membalas dendam padanya. Loe bener-bener keterlaluan, Arazka, batinnya.

🌙 Konfrontasi di Bawah Hujan

Sore itu hujan turun deras. Maura menunggu jemputan di lobi sekolah saat dia melihat Arazka hendak menuju parkiran motor. Maura langsung mencegatnya.

"Loe harus minta maaf sama Kinara dan Danis," ujar Maura tanpa basa-basi.

Arazka berhenti, menatap Maura dengan mata yang terlihat lelah tapi tetap keras. "Minta maaf buat apa? Buat ngebuktiin kalau gue peduli sama mereka?"

"Loe manfaatin Kinara! Loe tahu dia polos, dan loe pake dia buat mancing emosi gue. Loe nyakitin perasaan dua orang sekaligus, Arazka!"

Arazka maju satu langkah, mengabaikan rintik hujan yang mulai membasahi jaketnya. "Terus gimana dengan loe? Loe yang setiap hari nerima perhatian Danis, loe yang bikin Danis merasa punya harapan. Loe pikir gue nggak sakit liat itu?"

"Danis itu temen, Arazka! Dia satu-satunya orang di ALVEGAR yang bisa diajak ngomong tanpa pake otot atau ego!"

"Kalau gitu pergi aja sama dia!" bentak Arazka. "Kenapa loe masih di sini sama gue kalau loe ngerasa dia lebih baik?"

Maura terdiam, matanya berkaca-kaca. "Gue di sini karena gue pikir loe punya hati. Tapi ternyata loe cuma punya ambisi buat jadi yang paling berkuasa."

Maura berbalik dan berlari menembus hujan, meninggalkan Arazka yang mematung.

🌑 Senyum di Kegelapan

Di lantai atas, dari balik jendela kaca, Rangga memperhatikan pertengkaran itu. Dia tidak sendiri. Di sampingnya, dia sedang melakukan panggilan video dengan seseorang.

"Lihat? Mereka hancur sendiri tanpa perlu kita dorong keras," ujar Rangga dingin.

"Bagus," suara di seberang telepon menyahut. "Terus buat mereka merasa terasing satu sama lain. Saat Arazka kehilangan dukungan Maura dan Danis, itulah saat kita masuk sebagai 'pahlawan'."

Rangga mematikan ponselnya. Dia menatap lirik ke arah kursi ketua yang kosong di bawah sana. "Maaf, Zka. Tapi pemimpin yang lemah karena cinta nggak punya tempat di ALVEGAR."

TO BE CONTINUED

1
Anggi Anggara
semanagtt💪
Anggi Anggara
masih baru dan blum banyak yang baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!