NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Aku

Kenapa Harus Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Wanita Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Romansa / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vanillastrawberry

Meski tidak di awali dengan baik, bahkan sangat jauh dari pernikahan impian nya. sejak kalimat akad di lantunkan, saat itu ia bersumpah untuk mencintai suami nya, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.
Tanpa Arina tau kalau detik itu juga ia dengan sadar membakar hidup nya, dunia nya bahkan cinta nya dengan perihnya api neraka pernikahan .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanillastrawberry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

selangkah lebih maju

Fokus Alvian pecah ketika pesan dari suster yang menjaga Tania mengatakan kalau Tania di bawa keluar oleh Arina.

Ia berusaha menahan umpatan demi umpatan yang tertahan di dadanya karena dia sedang meeting dengan investor penting dari kanada.

Rupanya gelagat Alvian itu tak luput dari perhatian Riska, melihat Alvian yang sedikit mengacuhkan meeting dengan sesekali melihat ke layar ponselnya membuat wanita itu berpikir kalau Alvian tengah berkomunikasi dengan Arina.

Sejak Alvian menikah, Riska selalu di liputi oleh perasaan was-was, takut kalau pada akhirnya Alvian akan jatuh cinta pada Arina, Terlebih sikap Alvian tak seliar di awal pernikahan nya, menurutnya Alvian sekarang lebih lembek dari sebelumnya saat berhadapan dengan Arina, dan itu membuat kegelisahan nya semakin menjadi-jadi.

" ada apa?" bisik nya untuk mengalihkan perhatian Alvian, tapi Alvian hanya menggeleng sembari kembali berusaha fokus pada meeting siang ini.

Respon Alvian yang seperti itu semakin membuat Riska geram, ia semakin yakin kalau Alvian sedang berkirim pesan dengan Arina.

Arina! Apa yang sedang dia lakukan! Kalau sampai ada apa-apa dengan Tania, aku akan membunuhmu.

Sedang pria itu semakin gusar karena suster Wulan tidak mengetahui kemana Arina membawa Tania sedang meeting nya kali ini sedikit sulit untuk mencapai kesepakatan.

Sial! Sekali lagi, Alvian hanya bisa mengumpat dalam hatinya

Sedang di tempat lain, Arina memperhatikan Tania yang tengah bermain gelembung sabun dengan anak-anak seusianya di tengah lapangan dengan pikiran yang bercabang kemana-mana.

Anak itu tampak begitu bahagia, dia tertawa bersama dengan anak lainnya yang baru di kenal nya, Andai kecelakaan itu tidak terjadi, mungkin Tania akan ikut berlari seperti yang lainnya, Andai kecelakaan itu tidak terjadi, Ayah nya pasti akan baik-baik saja, Andaikan kecelakaan itu tidak terjadi, ia tidak akan pernah mengenal Tania, dan andai kecelakaan itu tidak terjadi, ia tidak harus bertemu dengan Alvian juga Riska, setidaknya tidak dalam situasi yang seperti ini.

Arina menghela napas panjang, Andai ia lebih bisa menentang Ayahnya yang sangat keras kepala, lebih egois lagi untuk menyuruh nya berhenti bekerja agar lebih menikmati masa tuanya. Andai ia bisa, mungkin semuanya tidak akan menjadi serumit ini.

Pun kalaupun ia tetap harus berjodoh dengan Alvian, setidaknya pernikahan mereka di usung oleh cinta yang seharusnya ada di antara mereka selayaknya pasangan suami istri normal pada umumnya.

Ponsel Arina bergetar, satu pesan dari Fabio yang mengajaknya bertemu membuat dadanya membuncah seketika, ia menaruh harapan sangat besar pada pria baik itu.

" kak Arin! " Arina tersenyum kala Tania melambaikan tangannya dengan wajah yang sangat bahagia, beruntung ia sudah membalas pesan dari Fabio, setelah memasukkan ponselnya pada tas nya, Arina bergegas mendekati Anak itu, Tania mengacungkan gelembung sabun nya.

" kak dorong aku ya!" Pinta nya antusias, Arina mendorong kursi rodanya, sedang tangan tania terangkat dan mengayunkan nya untuk menciptakan gelembung sabun di udara.

" lebih cepat kak!"

" sure princes!" Arina mempercepat langkahnya, sesekali membawa Tania berputar sesuai permintaannya, anak-anak lainnya juga mengikuti kemana Arina melangkah, dengan gelembung sabun di tangan nya serta tawa yang tak kunjung pudar.

" kalian lelah?" ada yang mengatakan tidak ada yang mengatakan iya, tapi Arina tau gurat wajah mereka menunjukkan kelelahan hanya saja semua itu tak terasa saking asyiknya permainan mereka saat ini.

" kamu lelah Tan?"

Gadis itu mengangguk cepat di selingi batuk ringan sebab lepasnya tawa di bibirnya, " lelah, tapi seru!"

" oke, kita istirahat dulu! Bagaimana kalau kalian semua kakak traktir es krim?"

Di sinilah mereka semua, duduk di kursi besi di bawah tugu patung wayang, menikmati es krim yang Arina belikan dengan wajah bahagia.

" kamu berhasil!" Arina terlonjak ketika sebuah tangan menepuk pundak nya. Lalu tersenyum setelah tau siapa pelakunya.

" Apa Tania merepotkan mu?"

Arina menggeleng " tidak sama sekali! Dia gadis yang penurut dan juga sangat ceria, aku semakin merasa bersalah dengan apa yang menimpa nya saat ini" tatapannya jatuh pada ujung lutut Tania yang di perban, tanpa kaki yang menjuntai kebawah.

" berhenti merasa bersalah, Ar. Tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi, semua atas kehendak yang maha kuasa, kita hanya bisa pasrah dan menjalani dengan ikhlas."

Seharusnya Arina senang dengan ucapan Lidya, tapi meski hatinya setuju, rasa bersalah pada hatinya tidak berkurang barang secuil pun. Ia merasa dirinya lah yang pantas di salahkan atas kemalangan yang menimpa semua korban kecelakaan itu dan juga kondisi ayah nya saat ini.

" maafkan sikap kedua keponakan ku pada mu ya, Ar. Sebenarnya Alvian dan Tania memiliki hati yang lembut, meski sikap Alvian agak dingin, jarang ngomong, tapi percayalah dia sebenarnya sangat tulus dan baik hati, hanya saja kalian di pertemukan dengan cara yang sedikit ekstrim "

Arina mengangguk seraya tersenyum, bingung juga harus menimpali dengan kalimat apa, karena secara bersamaan, pikirannya melayang pada perlakuan yang selama ini ia terima dari Alvian, pun kesaksian Desi yang mengatakan hal serupa.

" Apa Alvian masih suka memukuli mu? " Arina reflek menoleh pada Lidya. Dan menemukan wanita itu menatap nya teduh dengan senyum tipis di bibirnya. Seingatnya ia tidak pernah menceritakan pada siapapun perihal apa yang terjadi dalam rumah tangga nya, kecuali kepada Salsabila.

" Desi yang memberi tahu ku."

Arina tersenyum getir. " sudah tidak lagi, tante."

" jangan tante ah, biasanya Alvian memanggil ku Lili, kamu bisa memanggil ku seperti itu juga."

Arina memperhatikan Lidya sedikit lebih intens, memang kalau di lihat usianya tak berbeda jauh dari dirinya atau pun Alvian.

" aku lahir ketika Alvian sudah berusia satu bulan." Arina tersenyum untuk menyamarkan keterkejutannya, ia memang mengira jarak usia Alvian dan lidya memang tak begitu jauh, tapi tidak lebih muda juga dari Alvian, rupanya Lidya memang benar-benar masih muda.

" ibuku baru menyadari kalau aku sudah hadir dalam perut nya di acara gender reveal nya kak Evelyn saat hamil Alvian, meski kami tante dan keponakan tapi kami tumbuh besar bersama, Anak nakal itu hampir tidak pernah menghormati ku karena menganggap aku sama seperti dirinya." Lidya mengerucutkan bibirnya lalu terkekeh pelan tanpa sadar Arina turut tertawa.

" dari kecil kami tumbuh bersama, sekolah di tempat yang sama, tapi begitu kak Dharma dan kak Evelyn meninggal, hampir seluruh waktu Alvian tercurahkan kepada perusahaan, Tania dan Riska." suara Lidya lirih tepat di kata terakhir nya, Arina tersenyum tipis, mencoba meyakinkan kalau dirinya tidak apa-apa.

" kalau kamu udah lama di Amerika? "

Setahu Arina Lidya melanjutkan studynya di Amerika, bahkan wanita itu lebih memilih bekerja di salah satu perusahaan IT di sana dari pada meneruskan bisnis cake and bakery milik nenek mertua nya yang sudah memiliki brand sendiri dan sangat terkenal karena rasa seluruh menu nya yang tidak pernah gagal.

Lydia mengangguk dengan mata yang fokus pada layar ponselnya. " aku mengambil S2 ku di sana, btw suami mu nyepam aku nih" Lidya terkikik membayangkan ekspresi kesal pria itu saat ini, berbanding balik dengn Arina yang memucat seketika, ia mengeluarkan ponselnya dengan cepat. Benar saja, terdapat lima puluh panggilan tak terjawab, serta chat yang berisi ancaman tak kalah banyak jumlah nya, mampus! Mendadak tenggorokan Arina terasa mengering.

1
Tulisan_nic
hmmmm sakit hati banget sih🥹
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
kan baru dibilangin
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
awas loh.. nanti ada yang mikir aneh²🙏🤭
j_ryuka
bagus
Mentariz
Good girl! Kusuka gayamu 😄
Mentariz
Idih sok beralasan luuu kelaut aja lu sono
Panda%Sya🐼
Habislah kalau di suruh nikah😆
Panda%Sya🐼
Lumrah manusia ini. Setiap kali ada hal darurat, pasti ponselnya lowbet atau gak ada jaringan
Blueberry Solenne
Bener, semua harus ke handle, dan harus mengutamakan pekerjaan utama, semangat ya Arina!
Blueberry Solenne
Ya ampun gemesnya yang lagi kasmaran, cuit cuit... 😁
HOPEN
😢😢
Kim Umai
wajar sih gak mau ketemu
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
paling benci sama cowok selingkuh
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
bukan kesalahan kamu Arina jangan merasa bersalah
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
waalaikumsalam
j_ryuka
kamu gak salah, tapi waktu yang membuatnya ini harus terjadi
Tulisan_nic
Aduh, tapi ya gimana ya. Sebagai posisi korban aku rasa juga wajar kalau begitu
Tulisan_nic
banyak juga kornanya
Tulisan_nic: korban🥲
total 1 replies
Panda%Sya🐼
Yang sabar Rin/Sob/
Panda%Sya🐼
Hmm selingkuh lagi ini/Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!