NovelToon NovelToon
CINTA SANG PEMBURU

CINTA SANG PEMBURU

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri / Horor / Tumbal / Mata Batin / Cintapertama
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Hendriyan Sunandar

Mengisahkan perjalanan hidup seorang pemuda di jaman dahulu untuk meraih cinta dan menjungjung tinggi martabat seorang ibu. hidup sebagai seorang pemburu untuk menghidupi sekaligus menjadi tulang punggung dan terpaksa melewati bermacam rintangan demi mendapatkan hati seorang wanita yang di cintainya. serta calon mertua yang tak setuju karena memiliki latar belakang yang bertentangan. serta ikut campur bangsa dari dunia lain yang tak kasat mata yang menyulitkan mewujudkan impiannya. simak keseruan kisahnya di setiap babnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendriyan Sunandar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

"Iroh !!! Kalau nyalain roko buat sesajen itu gak boleh di hisap begitu ! Gak sopan itu namanya. Kalau Eyangnya marah terus kau kesurupan bagaimana hah! gak takut kamu!"

Tegur mang Darman pada bik Iroh dengan nada sedikit meninggi. namun bik iroh yang mendengar suaminya mengatakan itu, dirinya hanya menanggapi dengan senyuman dan malah menghisap kembali rokok itu sebelum pada akhirnya di letakan kembali.

"susah nyalanya kang kalau tidak sambil di hisap. Lagi pula inikan cuma simbolis saja. Nanti juga sesajennya pasti di makan sama akang. Iya kan?"

Balas bik Iroh lantas menata kembali beberapa sesajen itu. Sementara mang Darman hanya menggelengkan kepala lalu pergi mendekati bapak mertuanya.

Di sanalah terlihat beberapa warga yang tampak sudah siap memanen padi itu dengan sabit masing masing mereka bawa sebelumnya. dan itu sudah hal lumrah di masa itu. Beberapa warga yang memiliki hewan ternak sapi atau kerbau, tentu tak akan kesulitan untuk mencari rumput untuk ternaknya itu ketika musim panen padi tiba. Apalagi tangkai dan daun padi yang di panenya itu tampak subur dan daunnya terlihat segar.

Warga warga itu hanya perlu membantu memanen lalu menghempas batang padi untuk di ambil batang jeraminya. Sementara sang pemilik sawah hanya perlu memasak nasi lebih beserta lauk seadanya dan nantinya akan makan bersama setelah pekerjaan itu selesai dan warga mendapatkan cuma cuma jerami untuk pakan ternaknya.

Tak heran karena yang memanen padi itu tak kurang dari 10 orang, pada akhirnya hamparan sawah milik mertua mang Darman itu nyaris selesai sebelum matahari meninggi di hari itu.

dan di saat semua orang menyempatkan istirahat sembari mengobrol dan menikmati makanan makanan kecil, tiba tiba mereka di kejutkan olah gelagat bik Iroh yang tak biasa dan begitu mengherankan.

Bik Iroh ketika itu tampak berdiri di pematang sawah sembari menenteng sabit. Tatapannya tajam dan kepalan tangannya begitu terlihat erat memegang sabit itu. Bik Iroh ketika itu berteriak lantang sembari mengacungkan sabit itu ke arah warga.

"sini setan kalo kalian berani !!! Hadapi aku kalo mau membawa orang ini !!!

Kata kata itu yang di teriakan bik Iroh ke arah beberapa warga itu. Sehingga tak heran jika warga pun berkeyakinan jika bik Iroh itu sedang kerasukan.

"astaghfirullahalazim. Iroh !!! eling Iroh !!! Kau ini kenapa hah. nyebut Iroh nyebut ! Ayo cepat buang aritnya Iroh. Bahaya itu"

Ucap mang Darman berusaha menyadarkan bik Iroh yang berteriak seperti menantang lawan. sementara warga lainnya seketika berhamburan dan terlihat bersiaga dari segala kemungkinan yang akan di lakukan bik Iroh ketika itu.

Termasuk bah Caca ayah bik Iroh sendiri yang detik itu terkejut dan ikut menenangkan bik Iroh yang tampak semakin bringas. Namun alih alih bik Iroh mendengarkan teguran dari mang Darman dan beberapa warga itu. Yang ada bik Iroh ketika itu semakin menjadi dan membabi buta dengan cara menebaskan sabit itu ke sekitar tempatnya berdiri.

Sehingga tak heran jika beberapa rumpun padi pun seketika hancur oleh amukan dadakan itu.

"lari bah !!! awas si Iroh kerasukan setan itu !! Lari !!!... "

teriak mang Darman karena hawatir pada bah Caca yang malah mendekati bik Iroh. Beruntung mang Darman di bantu warga segera memberanikan diri mencegah semuanya. Tubuh bah Caca di tarik menjauh sampai terjatuh. Sementara warga lainya segera mengepung bik Iroh.

tanpa ragu semua warga yang berada di tempat itu segera mengambil tindakan pada bik Iroh dengan cara maju beramai ramai dan berusaha menangkap bik Iroh yang sedang memutar sabitnya seperti sedang membuat perlindungan pada diri sendiri. Sekalipun warga tau upaya itu berbahaya, namun akan jauh membahayakan jika bik Iroh di biarkan begitu saja.

Dengan beberapa pancingan dan di kepung dari segala sudut, pada akhirnya bik Iroh yang sedang setengah tak waras itu, akhirnya berhasil di lumpuhkan setelah dua orang warga berhasil menangkapnya dari arah belakang bik Iroh

"lepasss... !!! Mati kalian semua bangsat !!! Ayo lepaskan aku !!! Lepas kataku lepas !!! "

Jerit bik Iroh tetap berontak meskipun mang Darman sudah berhasil meringkus istrinya itu..

"eling Iroh eling !!! Ini Akang !!! Ayo nyebut Iroh nyebut !!!"

Ucap mang daDarman kedua kalinya berusaha menyadarkan kembali istrinya itu. Namun apalah arti semua itu. ucapannya itu seperti di acuhkan bahkan bik Iroh seperti tak menyadari keberadaan orang orang di sekitarnya.

Hingga pada akhirnya bah caca meminta mang Darman untuk segera membawa pulang bik Iroh ke rumahnya di bantu beberapa warga.

dan tak lama setelahnya, warga kampung pun di buat geger oleh jeritan bik Iroh di sepanjang perjalanan menuju rumahnya itu. Sehingga tak heran jika detik itu juga berita itu meluas dan warga yang baru mendengar berita itu segera datang untuk melihat langsung ke adaan yang menimpa bik Iroh.

"nah begitu Mang kalo mau cerita selengkapnya. Maafkan Mamang ya baru sempat menceritakan semuanya padamu. Amang itu panik dan bingung Mang harus minta tolong sama siapa lagi. Mana sekarang wa Kobul tiba tiba begitu lagi... gara gara ngobati istri Mamang. Kerasukan juga atau bagaimana beliau itu ya Mang ?"

Ujar mang Darman menyudahi ceritanya sembari menyempatkan melirik ke adaan wa Kobul dan istrinya. Di sanalah bik Iroh tampak terpaksa di ikat kedua tanganya oleh bah Caca. Beruntung ke adaan saat itu sedikit jauh lebih tenang dari sebelumnya. Hanya saja kali ini semua orang merasa lebih heran pada gelagat bik Iroh. Di mana ketika itu bik Iroh tampak melelehkan air mata. Sorot mata yang sebelumnya mengandung amarah, ketika itu tampak layu seperti tengah di rundung kesedihan yang mendalam.

Berbeda halnya dengan wa Kobul ketika itu. Wa Kobul saat itu terdengar sesekali melafazkan khalimah istghfar sembari merintih dan memegangi kepalanya yang katanya terasa pusing tujuh keliling.

Sedangkan Tumang yang kini sudah paham pada cerita sebenarnya dari mang Darman, kali ini perhatiannya seperi lebih tertarik pada wa Kobul.

Perlahan dan melihat dengan seksama, Tumang ketika itu mengambil sisa bunga yang berada di dalam baskom lalu terlihat mengangguk nganguk dan menggelengkan kepala.

"ada apa jang Tumang ? Kenapa kau senyam senyum sendiri ? Kau baik baik sajakan ?"

Tanya salah satu sepuh yang bertanya pada Tumang sembari memijat bahu wa Kobul.

"siapa tadi yang menyampurkan bunga ini dengan bunga yang lainnya ? apa kalian semua lupa jika bunga ini mengandung racun ?

coba perhatikan. bukankah ini bunga kecubung? "

Ujar Tumang pada warga lantas mendengus bunga itu. Dan meyakini jika wa Kobul itu baru saja keracunan karena tak sengaja meminum air bunga itu.

"sa... sa... Saya Mang. Saya yang memasukan bunga itu ke dalam baskom. tapi sumpah saya tidak berniat meracuni siapapun kok. Saya itu di suruh Uwa untuk cari kembang tujuh rupa.

tapikan kau tau sendiri Mang. Sekarang lagi musim kemarau. Susah kalo nyari bunga lebih dari satu. Lagi pula saya tidak menduga sebelumya kalo Uwa Kobul mau minum air itu. Sekali lagi maafkan saya yang Mang, Mang Darman dan bapak bapak semua"

1
Akbar Aulia
setan silemin iku opo thor
Hendriyan Sunandar: ya itu ka. semacam siluman dan sebangsanya. atau mhluk tak kasat mata.
total 1 replies
Hendriyan Sunandar
amin. terima kasih atas apresiasinya. semoga menghibur dan ada sedikit sedikit hikmah yang bisa di petik dari kisah ini.
Mắm tôm
dahsyat ttg cerita ini, semoga terus sukses author!
Hendriyan Sunandar: amin ya Allah. terima kasih ka. semoga bisa menghibur dan kiranya bisa bantu promokan cerita ini ya. semoga Allah melimpahkan rejeqi yg barokah pada kk. amin
total 1 replies
Rowan
Aku udah ngebayangin situasi karakter-karakter disini ke kehidupan nyata, bisa ngeri ngeri sedap gitu loh!
Hendriyan Sunandar: terima kasih ka sudah berkenan singgah. semoga terhibur dan ada kimha yang bisa di petik di dalamnya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!