Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Vera membuat acara makan bersama untuk dua kampung di lapangan kampung desa tempat dia tinggal, semua para warga pun langsung antusias menyambut malam perpisahan mereka dengan orang baik yang selalu membantu mereka
Walau pun sedih, tapi mereka juga tidak bisa membuat Vera menetap di desa mereka, mereka akan selalu mendukung Vera dimanapun berada dan menerima Vera saat kembali ke desa itu
Acara makan bersama pun terjadi dengan sangat ramai, banyak para ibu-ibu yang membantu memasak di lapangan tersebut. bahkan gotong royong dengan warga anjuran, mereka pun ikut membantu, bukan hanya membersihkan lapangan tapi memasang tenda dan tempat duduk untuk mereka berkumpul nantinya
Vera terharu dengan kelakuan semua warga desanya dan desa anjuran, Vera meminta Lily untuk memberikan Ramuan atau vitamin agar perkebunan dan pertanian para warga tumbuh subur walau saat cuaca sedang kemarau atau hujan lebat
Lily pun mengangguk dan langsung menyebar ramuan atau vitamin, Mahesa dan Sabrina main dengan para anak-anak warga. kedua adik Vera pun di terima dengan baik
Cara makan bareng pun begitu meriah, canda tawa para warga desa tempat Vera dan desa Anjuran saling bertukar pikiran mereka, banyak cerita manis sedih marah kecewa mereka ucapkan, Vera mengeluarkan satu gram emas untuk di bagikan kepada semua orang yang berkumpul, mereka terkejut saat Vera mengeluarkan emas-emas itu dari dus besar, satu lempeng emas mereka terima
"Neng Vera apa ini tidak berlebihan? harga emas asli sangat lah mahal, neng Vera memberikan nya kepada kita, apa neng tidak kehabisan uang?" tanya kepala desa tempat Vera, yang bernama pak Soleh
"Insya Allah, Vera masih memiliki sedikit simpanan pak... Vera memberikan emas itu agar suatu saat dari kalian bisa menjual nya, kalau kalian malu datang ke kediaman yang akan di tempati para pekerja kebun Vera, kalian bisa langsung menjual. Vera tidak akan marah atau pun kecewa, asalkan itu benar-benar saat ke Pepet" ucap Vera dengan lembut. para warga pun saling tatap mereka benar-benar terharu dengan pemikiran gadis remaja yang ada di depan mereka
"Masya Allah neng... terbuat dari hati apa neng Vera ini? kenapa begitu baik dan memikirkan masa depan kita, terima kasih neng. Jangan lupakan kami, kembali lah saat di kota tidak membuat neng tenang" ucap lembut istri kepala desa, dia memeluk penuh kasih sayang Vera dan kedua adiknya
"Desa ini... rumah kalian, kapan pun kalian tidak nyaman di sana, kembali lah kerumah kalian ini" ucap terharu kepala desa Soleh. beliau mengenal dekat Alm kakek Vera, bahkan dari mendiang kakek dan ayah nya menjabat jadi kepala desa itu dukungan dari Alm kakek Sanusi
"Itu pasti pak, Vera pasti akan sering main kesini, apa lagi kalian Keluarga besar Vera, Vera besar disini kalian satu-satunya keluarga Vera" ucap Vera dengan tersenyum. semua warga pun bertepuk tangan mendengar ucapan Vera, mereka sangat menyayangi Vera mereka tidak pernah memiliki pikiran jelek atau iri pada kakek Sanusi, bahkan beliau banyak membantu para warga
"Kami menyayangi neng Vera....." ucap serempak para warga, bahkan para pekerja pun ikut mengucapkan itu. Vera tertawa kecil mendengar ucapan semua orang
"Oh Tidak.... Hati Lily Sakit, karena bukan hanya Lily yang menyayangi Queen" teriak Lily
"莉莉親愛的女王……/Lily sayang queen" teriak Lily
Vera terkekeh geli mendengar ucapan Lily, dia sistem yang tidak mau kalah dengan orang lain. tapi Vera juga tak memungkiri kalau dia pun menyayangi Lily, sistem narsis dan cerewet itu
Acara makan bersama pun selesai para warga pun membersihkan dan membereskan semua, sedangkan makanan yang tersisa mereka bagi untuk di bawa pulang. semua warga pun pulang dengan perut kenyang dan tersenyum mendapatkan satu lempeng emas, bukan satu keluarga satu gram tapi satu orang satu gram Vera berikan. bahkan anak-anak yang ikut pun mereka mendapatkan nya
Vera dan semua orang di villa pun beristirahat, mang Hasan dan istrinya pun masuk kedalam kamar mereka mang Tubi dan anak lelaki nya pun ikut istirahat, hanya ada para penjaga yang sif malem aja yang tidak istirahat
Vera pun membantu menyiapkan pakaian kedua adiknya, dia sudah pemerintah Bi Herti dan Mbak Tini untuk istirahat karena mereka akan berangkat ke kota z besok pagi
"Ayo... Esa dan Ina istirahat, besok pagi kita harus bangun, karena harus bersiap-siap untuk berangkat" ucap Vera. dia pun menggandeng kedua adiknya untuk naik ke atas tempat tidur
CUP
Sabrina mencium pipi kiri Vera dan Mahesa pun mencium pipi kanan Vera. Mereka pun mengungkapkan kata-kata yang membuat Vera, mengelus kedua kepala adiknya itu
"Ina sayang teteh... terima kasih sudah menjadi kan kami adik yang di penuhi kasih sayang" ucap Sabrina setelah mencium pipi tetehnya itu
"Eca juja cayang teteh.. maacih cudah membelikan Tami tacih tayang yang bejitu banyat" ucap Mahesa. Vera tersenyum melihat tingkah manis kedua adiknya itu
"Teteh juga sayang kalian berdua, sekarang ayo... kita istirahat, jangan sampai besok kita telat bangun" ucap Vera sambil berbaring di tengah tempat tidur, Sabrina dan Mahesa pun segera naik dan memeluk Vera dari kiri dan kanan
Lily yang melihat ketiga adik dan kakak itu tersenyum bahagia, dia juga senang melihat kebahagiaan mereka bertiga
"Sekarang tugas Lily harus menyiapkan kebutuhan mereka bertiga, Lily harus pergi ke kediaman baru terlebih dahulu, agar semua orang tidak harus binggung akan memakai apa.... Jangan kaya orang susah, harus pergi mencari barang, ada Lily yang cantik dan imut ini" gumamnya dan menghilang dari kamar itu
...****************...
Mentari pun mulai menerangi seluruh alam, langit pun cerah secerah karyawan yang baru dapet gaji. dan muram untuk bos yang baru ngeluarin duit nya
"Good morning Queen...." ucap Lily. Vera yang baru keluar dari tempat ganti pun terkejut saat melihat Lily yang baru muncul di kamar itu
Vera menatap kesal Lily, sedangkan orang yang ditatap hanya cengengesan. Vera memutar mata malasnya dengan kelakuan Lily
"Hari ini Queen terlihat Badas... bagaimana Queen siap berangkat?" Ucap Lily
"Tentu siap, aku juga harus memikirkan masa depan kedua adikku... disini memang tidak tertinggal pendidikan nya, tapi dikota Z itu lebih besar dari pada kota C ini" ucap Vera. dia juga sudah melihat kedua adiknya bersiap
Sabrina terlihat berbeda dari biasanya, siapa lagi yang membuat adik manis itu terlihat berbeda pasti Vera yang turun tangan langsung untuk rias rambut sang adik
Sedangkan Mahesa pasti terlihat mengemaskan seperti biasanya. dia pun berdiri mendekati Vera
"Eca cudah Ciap... ayo tita jalan" ucapnya dengan semangat. Vera tertawa kecil mendengar ucapan adik lelakinya itu
Saat turun semua pekerja terkesima dengan mereka bertiga, ada beberapa para bibi yang menangis. mereka harus rela melepas majikan kecil mereka pergi
"Hiks... hiks.. Jangan lupakan kami ya neng disana" ucap mereka. Vera tersenyum, dan mendekati mereka, Vera memeluk satu persatu dari para bibi itu
"Jaga kesehatan kalian ya... Vera pasti akan sering datang kesini, villa ini tempat Vera tumbuh, jadi pasti kenangan terindah akan melekat di Vila ini" ucap Vera
Saat keluar Vila. Vera terkejut melihat para warga yang sudah memenuhi luar gerbang Vila tersebut, mereka datang pagi-pagi untuk mengantar Vera keluar dari desa itu
Vera pun membungkuk memberikan hormat kepada mereka semua, kepala desa Soleh dan istrinya pun memberikan tas, tas itu berisi uang yang di kumpulkan satu desa
"Kami mohon terima sedikit uang ini, kami memberikan nya sebagai rasa kasih sayang kami untuk neng Vera dan kedua adiknya, tolong jangan tolak kasih sayang kami ini untuk kalian" ucap kepala desa Soleh. Vera pun menatap semua orang yang berada di luar pagar
"Kami mohon terima kasih sayang kami untuk kalian" teriak semua warga. Vera pun menerima dengan mata yang berkaca-kaca
Jiwa nya terasa bersalah, mereka menganggap bila tubuh ini masih Vera yang dulu, dia hanya meminta maaf kepada pemilik tubuh nya dan berjanji akan selalu membantu para warga desa itu
"TE TERIMA KASIH.....
TBC
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian guys... satu like itu sangat berarti untuk alur cerita ini, semoga kalian paham kenapa author selalu minta satu like dari kalian, itu satu dukungan agar author semangat melanjutkan ceritanya
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor