NovelToon NovelToon
Gadis Polos Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Polos Kesayangan Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:156.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Sebelum lanjut membaca, boleh mampir di season 1 nya "Membawa Lari Benih Sang Mafia"

***

Malika, gadis polos berusia 19 tahun, tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah hanya dalam satu malam. Dijual oleh pamannya demi sejumlah uang, ia terpaksa memasuki kamar hotel milik mafia paling menakutkan di kota itu.

“Temukan gadis gila yang sudah berani menendang asetku!” perintah Alexander pada tangan kanannya.

Sejak malam itu, Alexander yang sudah memiliki tunangan justru terobsesi. Ia bersumpah akan mendapatkan Malika, meski harus menentang keluarganya dan bahkan seluruh dunia.

Akankah Alexander berhasil menemukan gadis itu ataukah justru gadis itu adalah kelemahan yang akan menghancurkan dirinya sendiri?

Dan sanggupkah Malika bertahan ketika ia menjadi incaran pria paling berbahaya di Milan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Malika menjatuhkan tubuhnya ke kasur, memeluk Pumpkin seperti boneka pelindung. Jantungnya masih berdetak tak karuan, seperti habis lomba lari keliling lapangan lima putaran tanpa pemanasan. Keringat dingin pun membasahi pelipisnya.

“Tadi itu Tuan Muda Alexander?” gumamnya dengan mata menyipit.

Ia lalu menatap Pumpkin, seolah si kucing punya jawaban atas semua kemalangan ini.

“Pumpkin, kita ketemu Om Mafia itu dua kali. Dua! Kali! Pertama di klub malam, lalu di sini! Di rumahnya! Kau sadar tidak, ini tandanya apa?” Malika mengguncang Pumpkin pelan.

Pumpkin hanya menguap lebar, menampakkan lidah merah kecilnya, lalu menjilat kakinya sendiri dengan santai.

“Ini tandanya hidup kita setelah ini akan banyak drama dan bahaya! Lika bisa mati muda!” gadis itu panik bukan main.

Malika menatap langit-langit, berusaha mengingat setiap detail kejadian di klub malam itu, yang seharusnya ia kubur selamanya di sudut paling gelap ingatannya.

Pria berwajah dingin, tatapan tajam, dan aura gelap. Pria yang mengancam akan ‘menghukumnya’ dengan kejam.

Dan sekarang?

Pria itu Tuan Muda. Pemilik mansion. Pewaris kekayaan Frederick. Bos besar pamannya sendiri.

“Ya Tuhan, Lika masuk kandang singa beneran,” bisiknya sambil menarik selimut sampai ke kepala.

Ukurannya memang kecil, tapi setidaknya bisa menipu diri sendiri bahwa ia sedang bersembunyi dari bahaya yang mengintai di luar pintu kamarnya.

“Bibi Sofia bilang Tuan Muda itu kejam, tidak suka diganggu dan selalu menghukum pelayan yang salah. Dan tadi pagi, Lika sudah mengganggunya!”

Pikirannya langsung kembali ke insiden Pumpkin yang nyaris jadi korban tadi.

“Pumpkin, kenapa kau ke sana! Kalau kau mau roti, bilang! Lika pasti berikan, tapi jangan ke mansion utama!” makinya sambil menunjuk kucing gemoy itu.

Malika berguling ke kiri, ke kanan, sampai rambutnya makin acak-acakan.

“Apa dia ingat Lika?”

Tiba-tiba pertanyaan itu muncul di kepalanya, menusuk rasa lega yang sempat ia rasakan. Karena kalau Alexander benar-benar ingat gadis polos yang kabur dari klub malam itu…

“Habislah kita, Pumpkin.” Ia heboh sendiri. “Besok Lika harus cari cara supaya tak terlihat atau pura-pura jadi pot bunga.”

Pumpkin menatap Malika dan mengeong pelan.

Kucing itu seolah sedang berkata, “Itu nasibmu, bukan nasibku. Lagipula aku kucing yang punya harga diri.”

*

*

*

Jauh dari kepanikan Malika, pesawat baru saja mendarat di Bandara Malpensa ketika seorang gadis anggun melangkah keluar dari pintu kedatangan internasional.

Rambut panjangnya tergerai lembut dan sedikit berantakan oleh perjalanan panjang, namun tetap memancarkan kesan elegan khas wanita Italia kelas atas.

Ia menarik koper besar berwarna hitam matte, langkahnya mantap tetapi raut wajahnya memperlihatkan kelelahan yang disembunyikan dengan tatapan datar.

Begitu memasuki area penjemputan, seorang pria dengan setelan rapi melambaikan tangan.

Gadis itu menghampiri dengan ekspresi setengah lega juga sedikit kecewa.

“Selamat datang, Nona,” sapa Jimmy sopan sambil mengambil koper dari tangannya.

Kaylin melepas kacamata hitamnya perlahan, memperlihatkan sepasang mata indah berwarna hazel yang langsung menatap Jimmy tajam.

“Di mana Alex?” tanyanya tanpa basa-basi. Nada suaranya memang lembut, tetapi jelas mengandung tuntutan dan kepemilikan.

Jimmy menelan ludah dengan susah payah. Jika sedang bicara dengan tunangan Tuan Mudanya ini, ia harus siap mencari alasan yang tepat.

“Tuan Muda sedang sibuk, Nona. Bukankah lebih baik tetap ada yang menjemput anda? Daripada tidak ada sama sekali, bukan?” balas Jimmy diplomatis.

Kaylin mendengus pelan sambil memutar bola matanya dengan malas.

“Tentu saja. Tetapi Alex seharusnya tahu aku tiba hari ini. Sekian lama tak bertemu, apa seperti ini sambutannya padaku? Menyebalkan sekali!”

Jimmy tersenyum tipis. Sama sekali tidak terpengaruh dengan sindiran itu.

“Sebagai pewaris, beliau memiliki jadwal yang padat. Pekerjaan tidak dapat ditinggalkan begitu saja.”

“Jadi, aku lebih penting dari pekerjaan?” tanyanya.

“Maybe,” jawab Jimmy.

“Cih! Selalu saja begitu!” Gadis itu mengangkat dagunya sedikit, seolah mencoba menerima penjelasan itu meski tampak tidak puas.

Kaylin tahu sifat Alex, tapi tetap saja rasanya sakit karena diabaikan.

Namun, ia tidak punya pilihan selain memaklumi.

“Baiklah, ayo kita pergi!” ujar gadis itu akhirnya.

Jimmy mengangguk dan mempersilakannya masuk ke dalam mobil.

Gadis itu melangkah masuk dan menyilangkan kaki. Lalu menatap keluar jendela tanpa ekspresi, meski jelas ia menyimpan rasa tidak sabar dan segudang pertanyaan tentang pria yang tidak menjemputnya itu.

Dalam hatinya, pertanyaan itu terus menggema, menusuk lebih dalam setiap kali ia mengingat sosok Alex.

“Mau sampai kapan kau bersikap dingin padaku, Alex?” batinnya lirih, dadanya sesak.

Kaylin menggigit bibir bawah, berusaha menahan emosi yang tidak ingin ia tunjukkan di hadapan Jimmy.

Jimmy melirik melalui kaca spion. “Nona, anda ingin langsung ke mansion utama? Atau ke mansion keluarga Frederick?”

Gadis itu menoleh sembari menahan air mata yang hampir jatuh. “Ke mansion Mama dan Papa,” jawabnya. “Aku sudah berjanji pada Alex. Jika dia tidak mengizinkanku menginjakkan kaki di Mansion Frederick, maka aku tidak akan datang ke sana. Kecuali dengan persetujuannya!”

Setidaknya, itu komitmen mereka dulu. Komitmen sepihak yang ia pegang teguh sampai saat ini. Kedepannya, mungkin Kaylin akan melanggarnya!

“Baik, Nona.” Jimmy mengangguk. Ia tahu betapa kuat hati gadis itu berpegang pada janji, bahkan ketika Alex sendiri tidak pernah menunjukkan sedikit pun kehangatan padanya.

1
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
yaaa kok udah tamat aja Thor astaga, blom juga punya anak gimana ya ampun
Febby fadila
Jimmy tugasmu bertambah untuk membeli pabrik kerupuk kesukaan calon nyonya federick
Febby fadila
kasihan Malika karena sellu disiksa sama John gila itu jadinya dia JD gadis yg tumbuh dlm kepolosan
Febby fadila
jangan egois dong bang Al, kasih Malika kesempatan untuk merasakan cinta dari ortunya, cos khaylin kamu bisa jaga dia lbih ketat lagi agar tidak bertindak lbih jauh untuk menyakiti malika
Febby fadila
yaa ketahuan kan klw kamu menyimpan rasa Sama leana
Febby fadila
khaylin ini emang rada gila terlalu obsesi karena ketakutan yg nggak jls padahal enak tu punya kakak kandung bisa berbagi cerita dan saling melngkapi
Febby fadila
nggak masalah cuman dicicip sedikit kok tuan muda 🤣🤣🤣🤣 yg penting jaga pertahanan
Febby fadila
tenang Jimmy bocah kematianmu lagi jatuh cinta sama kek papax dulu 🤣🤣🤣
Febby fadila
Alex harus menjaga Malika Denga baik karena khaylin sebagai adik lagi nggak waras
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣 iya benar Leon singa, Malika kamu ini ada² aja
Febby fadila
ckk.. khaylin jangan serakah, kamu itu seorang adik kandung tp sifatmu mencerminkan sikap yang tidak baik
Febby fadila
betul sekali tidak ada jln lain selain tes DNA
Febby fadila
ckkk... salah kamu sendiri klw bilang ciuman itu adalah tanda terima kasih
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣 malu ya Alex apalagi kalaw tau Malika pernah cium Leon sebagai salam perpisahan 🤣🤣🤣 langsung keluar asap tu dari kepala Alex 🤣🤣
Febby fadila
iya senjata yg akan membuatmu terbang nirwana 🤣🤣🤣 sekali ditembak
Febby fadila
jangan membantah ya Lika karena ada adikmu yg nggak tau diri itu nggak mulai ngak waras mau nyakitin kamu karena obsesinya
Febby fadila
astaga emangx benar kata pepatah buah jatuh tak jauh dari pohon sama kek khaylin ini sama kek Jenifer masih muda dulu
Febby fadila
awas kamu Jim klw sampai kamu belok lho 🤣🤣🤣
Febby fadila
apa Jimmy punya perasaan sama leana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!