NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Malaikat

Perjalanan Sang Malaikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Spiritual / Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arkara Novel

Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 016 —Penobatan

    Setelah rapat yang diadakan malam tadi, pagi ini. Sebelum memulai semua rencana mereka, Penasihat Lan Bing mengumumkan kepada seluruh klan untuk hadir di aula sekte. Untuk menjalani penobatan pemimpin sekte yang baru, dengan kesiapan diri Shi Jian. Ia harus mengambil jabatan itu, untuk menstabilkan kondisi yang kacau.

      Walaupun setelah itu, ada banyak orang yang tidak terima. Karena belum mengenal ia sepenuhnya, tapi ia tidak terlalu memikirkan itu. Ini hanyalah langkah awal, kedepannya dengan kehadiran ia dan bagaimana ia bekerja untuk klan. Pandangan mereka mungkin akan berubah.

      Didalam ruangan ini, sinar mentari masuk melalui jendela. Memberikan impian baru untuk nya, dengan mengenakan jubah yang begitu mewah. Serta penutup kepala hitam, yang dahulu adalah milik ayah nya —Itu diturunkan selama berabad-abad.

      Ia menatap pantulan bayangan dari cermin, mungkin penampilan ini sedikit aneh ditubuh dan mata nya. Dan membuat nya sedikit risih, namun pakaian ini hanya ia gunakan sehari. Jadi ia menahan rasa tidak nyaman itu.

      Cklek! Saat memandangi bayangan nya dicermin, seseorang masuk keruangan itu. Dan menghampirinya, dengan gaun berwarna oranye perpaduan merah itu. Serta hiasan kepala, dan sedikit riasan. Membuat gadis itu begitu anggun dan cantik.

      "Apa kau sudah siap... Shi Jian?" Suara Lan Shu bergetar lembut, menyentuh kalbu nya. Sesaat ia terpesona akan paras gadis itu, senyuman tipis dan sedikit lesung pipi itu. Menambah kecantikan yang ia miliki.

       Shi Jian mengangguk sambil berkata, "Ya... Aku sudah siap!" Seru nya dan berjalan pelan keluar dari ruangan kecil itu, Lan Shu menyusul dibelakangnya. Sekilas, mereka berdua yang berjalan dilorong sepi itu menunjukkan kesan sepasang kekasih.

      Lorong itu panjang dan sepi, dihiasi lentera dan tanaman hias divas yang indah. Diujung sana, merupakan pintu —awal dari perjalanan panjang ini, berada dibaliknya.

       Dibelakang, Lan Shu yang berjalan sembari menatap punggung Shi Jian itu. Hanya tersenyum, Seorang teman yang dahulu sering mengejek dan mengerjainya berkali-kali itu, kini berdiri didepannya. Dengan posisi yang benar-benar berbeda, pemuda itu adalah calon pemimpin klan. Masa depan cerah dan harapan mereka semua berada pada dirinya.

      Kekaguman tanpa jejak kembali muncul pada sorot matanya, bagaimana ia melihat pemuda itu berjalan penuh keagungan. Ia berharap bisa berdiri sejajar dengan dia, walau hanya seorang selir. Ia rela, asalkan pemuda itulah yang menjadi raja nya.

      Semakin dekat dengan pintu itu, yang tersambung langsung pada panggung aula. Lan Shu sedikit menggenggam ujung kain baju nya, perasaan ini tidak bisa ia tahan. Namun, beberapa saat langkah kaki Shi Jian berhenti dan berbalik kearah nya.

      Gadis itu yang tidak siap, tidak sengaja menabrak dada bidang Shi Jian. Wajah nya sedikit memerah dibalik kain yang menutup wajah nya, ia kemudian dengan segera sedikit mundur dan berkata, "Jangan melihatku dengan tatapan itu!" Seru nya menyembunyikan ekspresi wajah nya.

      Shi Jian tersenyum tipis dan berkata, "Bukan kah kau hanya mengantar ku sampai sini?" Ucap nya, membuat gadis itu sadar akan tugas yang ia miliki. Setelah mengantar Shi Jian, ia harus segera kembali dan bergabung dengan jajaran orang penting, bukan menjadi sorotan dipanggung utama.

      "Aku tau... Aku hanya memastikan kau tidak berubah pikiran, karena kau orang yang keras kepala!" Balas Lan Shu gugup, Shi Jian tertawa kecil. Dan kemudian mengusap pucuk kepala gadis itu, yang terkejut dengan apa yang ia lakukan.

      "Kau melakukan nya dengan baik... Terimakasih!" Ucap Shi Jian dan kembali berjalan menuju pintu, meninggalkan Lan Shu yang masih terpaku dengan perbuatan Shi Jian. Gadis itu, mata nya penuh kaca dan keharuan muncul dihati nya.

      Diperlakukan sedemikian rupa oleh orang yang ia rindu selama bertahun-tahun, itu membuat nya sangat bahagia. Namun, momen itu hanya sesaat. Saat langkah kaki Shi Jian yang bergema di lorong itu, serta sinar lampu dari pintu yang terbuka menghadirkan bayangan panjang dihadapannya.

      Sosok Shi Jian berdiri diatas cahaya, meninggalkan bayangan yang begitu dekat dengan nya. Namun, keraguan muncul. Bayangan yang terus berjalan mengikuti jejak Shi Jian, terasa begitu dekat. Namun ia merasa Shi Jian sudah berjalan cukup jauh untuk dikejar. Sosok Shi Jian yang terus berjalan menjauh dari nya, mengingatkan nya akan posisi yang ia miliki, tidak mungkin dapat bersanding dengan pemuda itu.

      Ia menggigit ujung bibir nya, menahan air mata yang mungkin akan segera jatuh. Perasaan nya campur aduk, berjalan kearah pintu lain dengan hati mencoba tegar. Mengusap air mata disudut mata nya, ia mengatur nafas dan emosi yang meledak.

      Sedikit merapikan riasan wajah nya, ia kemudian masuk kedalam aula. Suasana tampak begitu ramai, cahaya terang dimana-mana dan sorakan penuh kemenangan terdengar semangat dari tribun.

      "Prok, prok, prok" Saat ia duduk, seluruh penghuni klan yang hadir berdiri sembari tepuk tangan dengan meriah, ia hanya memperhatikan tanpa ikut meramaikan. Ditempat ini, ia bisa melihat pemuda itu. Dengan ayah nya disamping nya, yang membawa artefak pemimpin klan. Dengan bantuan tetua tertinggi klan, medali dan pedang leluhur diberikan pada Shi Jian.

      Tak ada kata terucap untuk acara ini, disana ia bisa melihat senyum wibawa dan ketenangan diraut wajah Shi Jian. Dengan sorakan dan dukungan yang terus muncul, membuat nya sedikit terharu acara ini bisa berjalan lancar. Dan sekarang, pemimpin klan baru telah muncul. Membawa klan pada era yang baru.

      Memilin ujung gaun nya, matanya sedikit berkaca. Pemuda itu benar-benar pergi meninggalkannya, tidak untuk berpetualang. Melainkan kehadirannya yang selalu ia inginkan disampingnya, mungkin tidak akan pernah ada lagi.

      Disisi lain, Shi Jian mendapati hati nya sedikit bergetar. Bukan karena sorakan dukungan disekelilingnya, melainkan sesuatu seakan hilang. Walaupun saat ini ia bisa memiliki semuanya, medali terpasang dileher nya, pedang tertancap dipinggang nya. Jubah megah yang ia kenakan berkibar, setiap kata yang keluar akan menjadi titah.

      Disampingnya, penasihat Lan Bing berdiri tegar. Mendampingi setiap jalan yang akan ia ambil kedepannya, para tetua terdahulu sekaligus pejabat klan beserta keluarga mereka. Bergiliran memberikan selamat sekaligus penghormatan, setiap wajah mereka terekspos didepan nya. Namun tidak ada satupun yang membuat hatinya tergerak.

      Sembari giliran itu berlangsung, ia menunggu seseorang yang mungkin ikut dalam barisan. Namun, saat acara itu selesai. Orang yang ia tunggu tidak kunjung muncul dihari yang penting ini.

      Ia menatap satu persatu orang yang ada di tribun, sampai ruangan elite dilantai dua. Setiap Sorot mata mengarah kearah nya, namun yang pasti. Sorot mata lembut dan penuh kasih itu, tidak terlihat.

      "Dimana dia?... Apakah dia tidak hadir?..." Gumam Shi Jian membatin, sarat kekecewaan. Ia berharap melihat sorot mata indah itu sekali lagi, hingga tidak sadar dirinya telah berubah cukup jauh saat ini.

      Siang hari pun datang, acara itu telah usai. Dengan kekecewaan yang ia sendiri tidak tau karena apa. Iapun kembali keruangan itu, melepas seluruh jubah dan artefak yang ia dapatkan. Meletakkan nya dengan rapi didalam sebuah kotak kayu, dan menyimpannya didalam bawah kasur. Tersimpan menjadi harta yang berharga untuk nya.

      Acara padat itu selesai, iapun memutuskan mencari Lan Shu yang tidak muncul dihari penting nya. Ia berlari mencari penasihat Lan Bing, beberapa menit mengelilingi jalan menuju rumah penasihat Lan Bing. Ia akhirnya menemukan pria itu berdiri tegak sembari memegang sepucuk surat.

      Saat ia melihat itu, filsafat aneh muncul dihati nya. Iapun mendekat dan bertanya, "Penasihat Lan... Dimana Lan Shu?" Tanya Shi Jian tanpa basa-basi, Penasihat Lan Bing tidak menoleh. Matanya dipenuhi begitu banyak kekhawatiran.

      Shi Jian yang tidak mendapatkan jawaban, mengambil kertas itu dengan paksa. Dan membaca isi nya, penasihat Lan Bing hanya diam. "Hari bahagia ini, kenapa harus diselipi kehilangan!" Seru nya membatin, sembari bersender diantara tiang.

      Hati Shi Jian retak dan hancur saat membaca itu, surat permintaan maaf sekaligus pemberitahuan. Bahwa ia akan pergi dari klan, dengan alasan menuntut ilmu dikota besar.

      "Gadis bodoh... Kenapa kau melakukan itu!" Gumam Shi Jian, terasa ingin menangis. Lan Shu, saat acara berlangsung. Ia memutuskan pergi dari klan, walaupun itu dilarang. Namun, saat ini jejak nya tidak terlihat lagi.

      "Apakah kita harus mencari nya kesetiap kota?" Saran Shi Jian dengan suara bergetar, namun penasihat Lan Bing menggeleng. "Selama enam tahun ia membantuku menjaga klan... Tapi setelah kau kembali, tak ada alasan untuknya tetap disini. Ini mimpi lamanya, ia ingin pergi sejak dulu. Namun selalu menunda karena kau tak pernah kembali...!" Balas nya membuat Shi Jian merasa bersalah, kepergian Lan Shu karena nya.

      Karena dia, penasihat Lan Bing kehilangan putri semata wayangnya. Itu membuat ia sedikit tak enak hati. Walaupun pria paruh baya itu merelakan dan menghormati pilihan putri nya, ia masih belum terima. Apalagi, dalam surat ini... Tertulis, "Aku sudah menunggunya selama enam tahun, untuk nya kembali... Tapi, saat ini ia telah kembali, ayah... Aku akan pergi, seperti mimpi yang pernah kukatakan padamu!"

      Penantian enam tahun itu, hanya untuk sebuah luka yang ingin ia rasakan. Kehadirannya kembali menjadi kebahagiaan sekaligus penderitaan yang gadis itu rasakan. Memendam keinginan selama enam tahun, dan membalas semua itu hanya dalam waktu dua hari saja.

      Ia terduduk, tidak dapat menerima fakta itu. Namun penasihat Lan Bing menguatkan nya, ia paham perasaan yang Shi Jian rasakan. Iapun begitu, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk membawa gadis itu kembali. Saat ini, ia hanya bisa menatap langit biru diatas nya, sembari menggenggam surat itu dengan erat. Air mata tak sempat jatuh, hanya terjebak dikelopak Mata dengan getaran halus.

      Saat ini, ia telah kembali, namun... Kepulangan nya hanya untuk ditinggal oleh orang yang paling menginginkan nya selama ini.

1
Anggi
😍
Beliau
mampir kak
Assai Saga
Ceritanya cukup asiik...
HNP_FansSNSD/Army
Yuk baca, like, komen dan follow nya saling 💪. bab baru sdh up, yang suka cerita alur time traveling. soal kaper nanti di perbaiki, baca aja dulu isinya.

judul : Professor & Student: Love Through Time.

ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.
HNP_FansSNSD/Army
Yuk follback balik.
elica
aku udah like nih kak, jangan lupa like back cerita aku ya kak🙏🥺
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞
aku mampir, ceritanya keren 🫶
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞: siap 😊
total 2 replies
Drezzlle
di tunggu kelanjutannya
Arkara Novel: siap bg, awal rilis 3 bab... baru konsisten seminggu 3x —selasa,kamis, sabtu/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!