Lulu gadis tomboy putri dari keluarga miskin yang dijodohkan dengan seorang pangeran dari keraton jogjakarta, sebagai balas budi keluarga kerajaan atas jasa almarhum Ayahnya yang telah menyelamatkan nyawa putra mahkota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 22 # Konfrensi Pers
"ternyata kau imut juga kalau sedang tidur bar-bar? " kata Damar Langit sambil mengusap lembut kepala Lulu
Damar Langit segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar Lulu, namun belum jauh ia melangkahkan kakinya Lulu menariknya.
"jangan pergi" kata Lulu
Damar Langit menghentikan langkahnya.
"jangan pergi ayah!, jangan tinggalin Lulu" kata Lulu yang masih terlelap
"hmmmm, ternyata cuma mengigau" kata Damar Langit sambil tersenyum.
😴😴😴😴😴😴😴
Pagi hari seorang pelayan istana masuk ke kamar Lulu untuk mempersiapkan baju dan perlengkapan sekolah Lulu.
"nona apa ada lagi yang perlu saya bantu? " tanya Pelayan istana
"tidak ada, terima kasih sudah membantuku hari ini? " jawab Lulu
"baik, saya permisi dulu nona" sambil meninggalkan Lulu
Lulu melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil yang akan mengantarnya pergi kesekolah.
"selamat pagi semuanya? " sapa Lulu hangat
"pagi nona " jawab paman Danar
hanya Paman Danar saja yang menjawab salam Lulu, karena Damar langit masih sibuk membalas pesan-pesan di sosial media miliknya. Sedangkan Ganendra belum juga terlihat batang hidungnya, padahal biasanya ia yang selalu duluan.
Paman Danar segera melajukan mobilnya menuju kesekolah.
"kenapa kita tidak menunggu ka Gaga dahulu paman? " kata Lulu
"hari ini Yang Mulia Pangeran Ganendra ada jam tambahan pagi, jadi dia sudah berangkat dari pagi tadi" kata Danar Gumilang
"ooh, gitu" ucap Lulu
Sesampainya dikelas Lulu langsung duduk dan melihat kearah Yoga yang masih sibuk mengerjakan pekerjaan rumahnya.
Lulu kemudian membuka satu persatu buku yang ada dimeja Yoga. Ia melihat nama-nama yang berbeda pada setiap buku itu.
"Yoga, apakah kau mengerjakan pr dari anak-anak itu semua" sambil menunjuk sampul buku-buku diatas meja Yoga
Yoga hanya mengangguk.
"dasar brengsek beraninya menindas yang lemah " kata Lulu dalam hati
Lulu kemudian duduk sambil merebahkan kepalanya diatas meja.
"mana Prku, sudah selesaikan ndut? " kata seorang cowok yang berdiri didepan Yoga
Yoga hanya mengangguk sambil menyerahkan buku-buku itu kepada pemiliknya.
"bagus!" kata seseorang sambil pergi meninggalkan Yoga
"ciiih, kalo saja gue gak lagi dihukum, udah gue hajar lo semua !" kata Lulu lirih
Lulu berusaha menahan emosinya, ketika melihat ketidak adilan yang diterima Yoga, sebenarnya ia ingin sekali membantu Yoga, dengan cara memberikan pelajaran pada teman-temannya yang selalu menindas Yoga, tapi apa boleh buat, kali ini ia hanya bisa menonton saja tanpa bereaksi.
😐😐😐😐😐
Sepulang dari sekolah Lulu diajak oleh yang mulia Ratu untuk melakukan perawatan tubuh khas kerajaan.
Seumur hidup ini kali pertama baginya melakukan perawatan, ia sering mendengar istilah itu dari Ayu adiknya, tapi belum pernah mencobanya, karena ada yang bilang biayanya sangat mahal.
"nduk, setelah selesai perawatan kita pergi ke penjahit istana ya untuk mengukur baju" ucap Pitaloka
Lulu hanya mengangguk saja, dia tak mau membuat kesalahan lagi yang akan membuatnya dihukum lagi oleh paman Danar.
Setelah selesai perawatan, sopir istana membawa mereka ke sebuah butik yang cukup megah, seorang wanita paruh baya datang menyambut kedatangan mereka dengan ramah.
"sepertinya saya pernah melihat wanita itu, wajahnya sangat familiar" kata Lulu
"iya nduk, dia designer ternama Anya Affane, yang juga seorang designer kepercayaan istana" jawab Sri Ratu
"jadi nanti Lulu juga akan memakai baju hasil karyanya juga kan? " kata Lulu tersenyum bahagia
"betul, nduk? " jawab Ratu Pitaloka
"yes!! " kata Lulu sembari menarik tanganya yang tekepal didepan dadanya
Ratu Pitaloka hanya tersenyum melihat tingkah kocak Lulu.
"bunda Ratu, bolehkah Lulu selfi sama ibu Anya?" pinta Lulu sambil memohon
"iya boleh nduk" jawab Pitaloka
Kemudian ia langsung mendekati Anya Affane dan mengajaknya berselfi, tak lupa Lulu juga mengajak Ratu Pitaloka untuk berswafoto bersama. Sesekali mereka berfoto mengikuti gaya alay Lulu.
****Cklik, cklik,, cklik
🙊🙊🙊🙊🙊🙊***
Lulu memandangi hasil jepretan kamera ponselnya kemarin, sambil senyum-senyum sendiri.
"boleh juga gaya bunda ratu, hehehe?" kata Lulu sambil terkekeh berusaha menirukan gaya selfi Ratu Pitaloka
*tok,tok,tok
Lulu membuka pintu kamarnya, dan tiga orang pelayan istana memasuki kamarnya.
"nona, anda harus segera bersiap-siap sekarang? " ajak dayang istana
"kan hari ini minggu, jadi sekolah libur?" jawab Lulu
"nona bukan pergi kesekolah hari ini, tapi akan ikut konfrensi pers dengan yang mulia Raja" kawab pelayan istana
"apa, konfrensi pers???, " kata Lulu sambil membulatkan matanya
"betul nona" kata pelayan istana yang mulai mendandani Lulu
Beberapa menit kemudian, para pelayan istana sudah selesai merias Lulu, yang terlihat cantik dan elegan.
"ternyata nona sangat cantik yah? " puji seorang dayang istana
"semua orang juga cantik kok, kalau dimake over" kata Lulu mencoba merendah
"tapi memang nona ini cantiknya alami kok" seorang pelayan istana menambahkan sambil tersenyum
"makasih ya pujiannya, yuk kita selfi dulu" ajak lulu kepada pelayan istana
*cklik,,, cklik,,, cklikk
"kenapa gue jadi alay gini yah" kata Lulu sambill tersenyum senyum sendiri
😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆
Acara Konfrensi Pers segera dimulai, semua anggota kerajaan sudah bersiap di pendopo Keraton, dan para awak mediapun sudah siap dengan kamera mereka.
"Baiklah, hadirin yang terhormat pada kesempatan kali ini yang mulia Raja akan mengumumkan sebuah berita tentang pertunangan Raden Mas Damar Langit, kepada Yang Mulia Raja Panji Aryowinangun dipersilahkan" kata Paman Danar yang bertindak sebagai moderator
Panji Aryo kemudian menyampaikan pertunangan Damar langit dengan Lulu, tentu saja berita ini disambut antusias oleh para awak media, dan akan menjadi hot news diakhir pekan ini.
Setelah selesai dengan pengumumannya Sri Sultanpun mengenalkan Lulu di depan awak media.
Karena nerves, Lulu hanya menyunggingkan senyumnya dan melambaikan tangannya didepan awak media. Ketika semua wartaman serentak mengambil gambar membuat mata terus berkedip karena silau. Seumur-umur ini kali pertama Lulu difoto oleh banyak wartawan yang membuat matanya silau karena tak kuat menatap kilatan blitz kamera, jadi lulu memejamkan matanya dan mulutnya menganga karena kaget saat difoto.
😬😬😬😬
Pagi hari koran-koran dan majalah dihiasi foto-foto Lulu yang terlihat lucu, mata terpejam dan mulut menganga. Membuat Raja Panji Aryowinangun dan yang Mulia Ratu tertawa dengan aksi calon menantunya.