CINTA ITU MANIS
CINTA ITU PAHIT
CINTA ITU HAMBAR
CINTA ITU INGIN TERUS BERJUANG
CINTA ITU TIDAK EGOIS
CINTA ITU INGIN DI MENGERTI
CINTA ITU PENGORBANAN
CINTA ITU HASRAT UNTUK MEMILIKI DAN MENGIKAT
CINTA ITU MELELAHKAN TAPI PENUH CANDU
CINTA ITU SELALU INGIN BAHAGIA
APAKAH SEMUA BISA MAYA DAPATKAN DARI SEORANG PLAYBOY BERNAMA REYNALDI
SIMAK NOVEL INI SAMPAI END
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terluka
Ada 4 orang penjaga berbadan tegap dan kekar dengan wajah sangar berdiri di depan pintu masuk klub .
"Lepasin Kak , May pulang!" Kata Maya sambil berusaha melepaskan pegangan Aldo di lengannya .
"Sebentar aja, Kakak cuman mau nemuin teman Kakak , habis itu Kakak janji kita langsung pulang oke," bujuk Aldo sambil menatap Mata Maya memohon .
"Tapi Kak, May takut," jawab Maya, wajahnya mulai terlihat tegang .
"Kenapa takut? kan ada Kakak, Kakak janji nggak akan ninggalin kamu didalam," kata Aldo sambil menarik Maya masuk ke dalam .
"Al, apa nggak sebaiknya kamu anterin dulu Maya pulang, baru nanti setelah itu kamu balik lagi ke sini," kata Reynaldi sambil memegang lengan Aldo menahan langkah kakinya masuk .
"Udah nggak apa-apa lanjut aja!" kata Aldo menepis tangan Reynaldi.
Suasana di dalam club hingar-bingar dengan dentum suara musik yang menghentak-hentak dan memekakkan gendang telinga di tambah lagi cahaya yang remang-remang oleh kilatan lampu blitz mulai membuat Maya pusing .
Aroma asap rokok yang bercampur dengan bau alkohol menguar di udara ruangan klub menusuk hidung Maya dan membuatnya merasa mual sampai ke ulu hatinya. Maya menutup kedua hidungnya dengan satu tangannya .
"Hey Al, kemana saja sih lama nggak datang," teriak seorang cewek cantik dengan penampilan seksi menyapa Aldo dengan manja dan keduanya langsung cipika-cipiki .
Sesaat cewek itu melirik ke arah Maya dengan sinis.
"Adik Gue bel," kata Aldo memperkenalkan Maya.
"Oh-," ucap cewek itu yang ekspresinya langsung berubah bersahabat.
"Hai,apa kabar," sapa Bella.
Maya menjawab dengan anggukan dan senyuman .
"Turun yuk Al," ajak Bella manja sambil membelai pundak Aldo ke bawah.
Maya memegang lengan Aldo kuat memberi isyarat Jika dia tidak mau ditinggalkan. Aldo melirik Maya.
"Sorry ya Bel, lain kali aja," tolak Aldo dengan senyum .
Mereka berempat lalu mencari tempat duduk . Reynaldi dan Keyfa duduk di meja bar sementara Aldo dan Maya duduk disebuah meja kecil depan meja bar yang tidak jauh dari tempat Reynaldi dan Keyfa duduk.
"Hai , bro," sapa seorang cowok tiba-tiba sambil menepuk pundak Aldo .
Penampilannya all-out dengan kemeja warna merah mencolok dan celana cutbray ala Elvis Presley.
"Apa kabar bro?" balas Aldo sambil keduanya melakukan tos brother .
"Cewek baru nih?" tanya Gerry melirik Maya sambil tersenyum .
"Adik gue," jawab Aldo singkat.
"Oh iya , Gue lupa," kata Gerry sambil memegang jidatnya .
"Manis juga," kata Gerry melirik Maya dengan tatapan nakal.
Maya menunduk risih dengan tatapan Gerry , tangannya semakin kuat memegang lengan Aldo tubuhnya pun semakin merapat . sepertinya Aldo mengerti ketidaknyamanan Maya.
"Jangan takut May , Dia temen kakak," ucap Aldo di telinga Maya sambil mengelus punggung kepala tangan Maya.
"Gue punya barang bagus," bisik Gerry ditelinga Aldo . Aldo menatap Gerry bersemangat.
Gerry memberi isyarat kepada Aldo untuk beranjak mengikutinya dengan tatapan matanya.
"Kamu tunggu kakak di sini May , Kakak pergi sebentar," kata Aldo sambil melepaskan tangan Maya.
"Nggak mau, Kak Al udah janji nggak akan ninggalin aku sendiri,"teriak Maya sambil melotot, tangannya makin kuat memegang tangan Aldo .
"Please 5 menit aja, lagian ada Reynaldi dan Keyfa sama kamu," kata Aldo mulai sedikit kesal dengan sikap Maya yang keras kepala .
"Nggak boleh lebih dari 5 menit ya Kakak, janji," ucap Maya .
Aldo menganggukan kepala meyakinkan Maya .
"Rey,key titip Maya bentar ya," pinta Aldo sambil berlalu .
Maya menatap kepergian Aldo, Dia melihat Aldo menaiki tangga di lantai atas dan hilang setelah memasuki sebuah ruangan.
Duduk sendiri membuat Maya merasa tidak nyaman apalagi ada beberapa cowok yang memperhatikan dan menggodanya dengan mata. Maya melihat kearah Keyfa dan Reynaldi lalu beranjak mendekati mereka kebetulan ada bangku kosong dekat Reynaldi, Maya duduk di situ.
"Yuk turun Rey," ajak Keyfa meraih tangan Reynaldi dan menariknya manja .
Reynaldi agak ragu, saat dia menatap Maya pandangannya beradu, tatapan mata Maya penuh iba. Keyfa menarik tangan Reynaldi dan spontan tangan Maya memegang kuat baju Reynaldi. Dia tidak mau ditinggalkan sendiri wajahnya benar-benar cemas dan takut .
Keyfa melirik Maya dan pandangannya jatuh ke tangan Maya yang memegang kemeja Reynaldi dengan kuat , tatapannya kurang begitu suka dengan apa yang Maya lakukan .
"Kita nggak jauh kok May, cuman di situ," kata Keyfa berteriak di telinga Maya sambil menujuk tempat yang memang tak jauh dari tempat mereka .
Maya melepaskan pegangannya di baju Reynaldi dan dia pun kembali duduk .
Keyfa dan Reynaldi berjalan di antara kerumunan orang yang ada di lantai disko untuk melantai .
Alunan musik berganti dari musik keras yang menghentak-hentak berubah menjadi slow dance mereka saling berpelukan dan merangkul bahkan banyak yang saling bercumbu dan berciuman suasananya berubah menjadi romantis .
Maya gelisah sudah lebih dari 5 menit Aldo belum juga muncul .
"Hai manis," sapa seorang cowok berkacamata tiba-tiba sambil memegang pundaknya .
Maya menepis tangan cowok itu .
"Masih baru ya, jangan jual mahal," kata cowok itu mulai memegang tangan Maya .
Maya buru-buru menarik tangannya , Dia melihat ke lantai dansa. Reynaldi dan Keyfa tak terlihat, Maya cemas dan gelisah kali ini dia benar-benar merasa ketakutan .
"Mau dansa manis," ajak cowok berkacamata yang sepertinya setengah mabuk itu dari mulutnya menguar aroma alkohol .
Maya turun dari kursi dan pergi meninggalkan cowok itu , dia berjalan diantara jubelan orang yang ada di area klub itu. Dia ingat tadi Aldo naik ke lantai atas. Dia pun memberanikan diri menaiki tangga. Entah berapa tangan jahil yang menyentuh tubuhnya. Dia hanya berusaha melindungi dadanya dengan tas kecil yang dipeluknya dengan erat. Matanya menatap kedepan dia tidak memperhatikan dan tidak mempedulikan kanan kirinya .
"Tadi sepertinya Kak Al masuk ruang ini," gumamnya, saat dia sudah berada di lantai atas .
Begitu masuk ruangan itu , Maya membelalakkan matanya dia suguhi pemandangan yang membuatnya merinding . Beberapa cowok dan cewek yang sedang mabuk karena narkoba sedang melakukan hal-hal yang belum pernah Maya lihat sebelumnya. Maya menghentikan langkahnya karena takut, tapi rasa penasarannya lebih besar dari pada perasaan takutnya langkahnya kembali maju dan mulai menyusuri ruangan yang hanya diterangi lampu tamblr .
Dengan teliti ditatapnya satu-persatu orang yang yang ada di ruangan itu langkahnya makin maju .
"Hai manis nyari siapa," sapa suara cowok di telingannya sambil menepuk pundaknya pelan .
Spontan hal itu membuat Maya kaget , Maya menengok ke belakang dan menggeser badannya menjauh .
"Oh, kamu adiknya Aldo ya," kata orang yang mengagetkan Maya yang tak lain adalah Gerry.
"Cari Aldo ya?" tanyanya lag, Maya mengangguk dengan wajah takutnya .
Tanpa bicara Gerry menarik tangan Maya menuju ke sebuah ruangan yang terpisah dari ruang utama begitu pintu dibuka. Maya terkejut setengah mati .
"Ka ...kak!" teriak Maya dengan suara tertahan .
Matanya nanar menatap Aldo yang sedang duduk di sofa diapit dua cewek yang hanya menggunakan underwear sementara baju Aldo kancingnya sudah terlepas semua .
Aldo sedang berciuman panas dengan salah satu cewek di sampingnya sementara meja di depannya ada beberapa gelas minuman dan beberapa alat hisap sabu .
"Kakak!!" pekik Maya dengan nada tinggi .
mendengar teriakkan Maya membuat Aldo menghentikan aktivitas ciumannya dan memandang Maya tapi pikirannya sudah tidak sehat lagi dia sudah dalam pengaruh obat terlarang .
"Hai May, adik kecilku," ucapnya dengan pandangan kosong .
Maya tidak mampu menahan air mata yang deras mengalir di pipinya , pemandangan itu benar-benar membuatnya shock . Maya berusaha menahan bobot tubuhnya diantara kakinya yang gemetar. Aldo berdiri menghampiri Maya ada kesedihan tapi kesadarannya sudah terkuras separuhnya .
"May , Kakak...." desah Aldo yang tidak bisa meneruskan kata-katanya saat menatap mata Maya yang terluka .
Maya menggigit bibirnya langkahnya mundur ke belakang , mentalnya benar-benar jatuh melihat keadaan Aldo . kakak yang sudah dia percaya sepenuhnya berdiri didepannya dalam keadaan fly membuatnya takut .
Maya ingin keluar dari tempat terkutuk ini tapi Gerry semakin kuat mencengkram kedua pundaknya .
...****************...
Sampai disini dulu ya , semoga reader yang baca penasaran .
makasih banget buat yang sudah mau mampir baca novel , jangan lupa tinggalkan jejak .
Uda mulai muncul benih " asmara nih 🤭
Rey datang buat nyelametin maya