NovelToon NovelToon
Mahkota Berlumur Anggur Merah

Mahkota Berlumur Anggur Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:783
Nilai: 5
Nama Author: Iseeyou911

Pangeran Gautier de Valois.

Ia mengenakan seragam Duke-nya, seragam berwarna biru tua dengan hiasan perak yang berkilauan. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan aura bahaya dan otoritas yang membuat ruangan terasa kecil. Matanya—abu-abu sekeras baja—menatap Amélie tanpa ekspresi, seolah-olah sedang menilai kuda pacu yang tak berguna.

"Pernikahan. Kau, Amélie LeBlanc, akan menikah dengan Pangeran Gautier de Valois dalam waktu satu bulan."

"Apa? Ini gila! Saya tidak akan—"

"Ini bukan permintaan, Countess,"

"Ini adalah dekrit dari Tahta. Aku butuh pewaris dan Raja membutuhkan stabilitas politik yang diberikan oleh aliansi dengan Countess yang memiliki koneksi luas. Keluargamu, melalui Éloi, menawarkan penyelesaian utang kuno ini. Pernikahan, dengan segera. Aku tidak tertarik padamu, atau pada intrik keluargamu. Anggap ini transaksi dan aku tidak menerima penolakan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iseeyou911, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 (Jejak Racun dan Surat yang Terbakar)

Beberapa minggu berlalu sejak Amélie berhasil menghubungi Kapten Henri de Montaigne. Setelah menerima cincin burung merpati, Henri mengirimkan catatan rahasia kepada Amélie, menjanjikan pertemuan di malam hari di Ruang Observasi lama Versailles, tempat yang jarang diakses oleh siapa pun kecuali astronom istana yang sudah pikun.

Amélie, dengan akses baru yang diizinkan Gautier ke arsip keuangan Valois—meskipun diawasi ketat oleh Dubois—terus mencari jejak yang menghubungkan Éloi dengan kematian ayahnya dan penggelapan Dana Tahta untuk Pembelian Tambang Besi Lorraine.

Suatu malam, saat Gautier sedang menghabiskan waktu dengan Seraphine, Amélie berhasil menyelinap ke Perpustakaan dan mengakses bagian yang Gautier anggap tidak berbahaya, arsip korespondensi pribadi Valois yang lama.

Di sana, di antara surat-surat kering tentang pembelian kuda perang dan perjanjian perdagangan, Amélie menemukan korespondensi antara Comte Éloi de Beaumont dan seorang alkemis yang diasingkan, Dr. Marius, yang dikenal karena pengetahuannya tentang racun yang tidak terdeteksi.

Surat-surat itu berasal dari setahun yang lalu.

Surat Pertama (Dari Éloi)

Marius, aku membutuhkan ramuan yang dapat meniru penyakit tua, yang bekerja lambat, tanpa meninggalkan jejak yang dapat dideteksi oleh tabib istana. Targetnya, pria tua yang lemah. Imbalanmu besar, asalkan kau bungkam.

Ini jelas merujuk pada Raja Tua, ayah Gautier, yang kesehatannya memang memburuk secara misterius dalam setahun terakhir. Éloi tampaknya mencoba mempercepat pewarisan takhta, berharap Gautier, yang saat itu masih disibukkan dengan urusan militer dan Seraphine, akan menjadi pewaris yang mudah dikendalikan.

Surat Kedua (Dari Marius)

Tuan Comte, ramuan itu telah disiapkan. Namanya 'Aegrotus'. Efeknya lambat, meniru kelelahan usia. Dosisnya harus diberikan dalam minuman yang dengan warna yang pekat, seperti anggur atau cokelat panas, setiap hari selama tiga bulan. Pembayaran awal telah saya terima. Ingat, hanya Anda yang boleh memiliki penawar.

Amélie gemetar. Raja sedang diracun dan racun itu diberikan perlahan melalui minuman dengan warna yang pekat—mungkin anggur merah favorit Raja. Dan pelakunya adalah Éloi.

Namun, di dalam jilid yang sama, Amélie menemukan surat yang lebih baru, bertanggal dua minggu yang lalu, surat yang membuat darahnya mengalir dingin.

Surat Ketiga (Dari Éloi, ditujukan kepada Marius)

Rencana harus berubah. Raja terlalu lambat dan Gautier semakin curiga. Ia harus dihilangkan sebelum ia dapat sepenuhnya mengamankan posisinya dengan pewaris. Gautier adalah komandan yang kuat; racun yang lambat tidak akan bekerja. Aku butuh cara yang cepat, sebuah 'kecelakaan' yang akan membuka jalan. Targetnya adalah kereta kudanya dalam perjalanannya kembali dari perbatasan. Aku akan memastikan ia melakukan perjalanan itu sendirian.

Amélie membaca surat itu berulang kali, tidak percaya. Éloi tidak hanya meracuni Raja, tetapi sekarang dia merencanakan pembunuhan suaminya, Gautier de Valois.

Tiba-tiba, suara derit di luar pintu perpustakaan membuat Amélie tersentak. Itu bukan Dubois, tapi langkah kaki yang lebih berat dan tergesa-gesa.

Amélie segera menyembunyikan surat-surat itu di balik korsetnya dan mengembalikan jilid korespondensi ke tempatnya. Ia menyelinap keluar melalui pintu rahasia.

Saat ia memasuki ruang kerjanya yang terhubung ke kamarnya, Amélie melihat ada yang tidak beres. Meja kerjanya telah digeledah. Buku catatannya yang berisi salinan arsip Éloi dan keuangan Tahta telah hilang.

"Sial!" desis Amélie.

Tepat saat itu, pintu kamar tidurnya terbuka keras. Gautier berdiri di ambang pintu, basah kuyup oleh hujan dan keringat. Matanya liar, penuh kemarahan yang membara.

"Amélie!" raungnya, suaranya parau dan kejam. "Kau menghancurkanku! Aku tahu kau yang melakukannya! Di mana buku catatannya?!"

...*****...

1
Iseeyou911
Jangan lupa Like dan Komennya yaa 🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!