Aleksander Smith seorang pria berusia 35 tahun,
Ia merupakan seorang bos mafia yang ditakuti dinegara Indonesia. Kekejian dan kekejamannya membuat ia paling ditakuti di dunia Mafia.
____
Agatha Leonor wanita cantik yang selalu terlihat ceria dan periang, namun keceriaan itu seketika hilang ketika tanpa sengaja dia harus berurusan dengan Aleksander Smith dan berakhir menjadi tawanannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Bia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Baiklah kalau begitu, siapakan air mandi hangat untukku, jangan lupa campurkan minyak Citrus dan nyalakan lilin aroma terapi,"
"Baik," Tidak ingin melakukan kesalahan, ia melakukan nya dengan cepat sesuai dengan perintah bosnya.
Bathtub sudah diisi dengan air hangat, dan campuran bubble bercampur taburan rempah-rempah kesukaan bos.
"Sudah"
"Masuklah, ikut bersamaku berendam," Alex meminta nya ikut berendam.
Leonor diam membayangkan luka-luka di sekujur tubuhnya, akan sakit bila terkena air, tapi ia sudah menekankan pada dirinya, kalau dia adalah budak Alex, tubuhnya saat ini adalah milik Alex, ia akan melakukan apapun yang diminta lelaki itu.
Menurut nya percuma melawan, lelaki itu adalah bosnya, apapun yang dia inginkan harus dilakukan, jadi dia memutuskan untuk menuruti semuanya sekarang.
Apapun yang dimintai lelaki itu, apapun, titik.' ujar Leonor dalam hati.
"Baiklah."
Mata Alex menatap nya tajam, saat ia minta ditemani mandi ia mau melakukan nya tanpa ada drama penolakan lagi.
Leonor menanggalkan semua pakaiannya,dan masuk kedalam bak bersama alex, butuh beberapa menit Alex untuk mengontrol otaknya dengan perubahan sikap Leonor.
Ia terdiam bebrapa saat sampai tahu, bahwa sekarang Leonor bersikap pasrah, ia tidak menyukai sikap Leonor yang seperti itu.
Alex tidak bisa menebak hatinya sendiri, ia tidak tahu menimbang hatinya, apakah ini membenci Leonor? Atau hanya rasa kasihan padanya.
Karena saat Leonor terluka atau menangis ada bagian hatinya yang ikut sakit melihat Leonor seperti itu.
(Heheheh kan sudah dibilang, cinta sama benci beda tipis tuan Alex😁)
Tapi seorang Alexander smith tidak tahu apa itu cinta, karena hatinya diisi oleh dendam dan kebencian selama ini.
Terkadang ia merasa bahwa otak dan hatinya tidak sejalan, kadang hatinya mengasihani wanita bertubuh mungil ini, tapi mulutnya berucap dan bertindak berbeda.
Antara hati dan otaknya bertolak belakang.
Dulu dia sangat membenci siap berani Leonor sewaktu masih dirumah hutan, tapi saat ini Leonor sudah bersikap seperti yang dia inginkan, yaitu menjadi gadis penurut, tapi ia tidak menyukai itu, ia tidak menyukai keheningan itu.
Leonor sudah masuk ke dalam bak mandi bersama alex ikut berendam, ia duduk di depan alex, lelaki itu baru menyadari bahwa sudah banyak luka di tubuh gadis itu yang mulai kering.
'Apa luka itu juga karena perbuatan tu' batin alex dalam hatinya, melihat banyak luka di tubuh Leonor, bahkan ada luka baru di lengan gadis itu, seperti lebam biru, kemungkinan karena kemarin ia mendorong gadis itu.
Alex merasa ada guncangan aneh dalam dadanya, dulu ia sangat senang membayangkan Leonor terluka dan kesakitan.
Tapi melihat luka begitu banyak di tubuh mungilnya, ia merasa seperti laki-laki rendahan yang bisa dan beraninya hanya dengan perempuan lemah seperti Leonor saat ini.
Menyadari begitu banyak luka dan lebam pada Leonor, ia tidak bisa membayangkan bagaimana gadis mungil ini menahan begitu banyak luka di tubuh nya.
'Aku benar-benar monster yang jahat, tapi siapa yang membuat aku melakukan ini padanya kalau bukan karena ulahnya sendri, aku akan menyiksa mu sampai mati' Alex marah mengepalkan tangannya di bawa air.
Kalau sudah emosi membuncah seperti ini, ingin rasanya ia menyakiti Leonor, melampiaskan emosinya pada gadis itu lagi, kemarahan dan emosi membuat nya benar-benar menjadi monster.
Maka itu, ia tidak ingin menyakiti Leonor lagi.
"Sialan...kamu keluar dari bak mandi ku sekarang, luka korengan dalam tubuhmu membuat ku jijik, pakai pakaian mu dan jangan lagi muncul di hadapan ku dengan luka korengan seperti itu," Ujar Alex dengan mata tertutup, Kata-kata nya terdengar kasar dan sangat menyakitkan.
Leonor merasa sangat terhina dengan kata-kata Alex, dengan cepat ia menyingkirkan butiran-butiran air itu dari matanya.
Hatinya sangat sakit, tapi ia tetap tegar, setelah berpakaian ia keluar kekamar Alex menjauhi nya.
'Aku butuh seseorang untuk pelampiasan ku, akh tidak mungkin memakai nya sekarang dalam keadaan terluka seperti itu' batin Alex dalam hati.
Setelah berpakaian Alex menekan nomor ayu.
"Iya bos"
"Cepat ke kamarku, dan bawa wanita ini keluar dari kamarku, kamu urus wanita itu masih akau pakai, sembuhkan dulu luka-luka di tubuh nya" Kata Alex pada ayu.
"Baik bos"
Tidak selang lama pintu kamar itu terbuka, seorang gadis cantik datang, tubuhnya tinggi bodynya seperti gitar Spanyol, bila dibandingkan tubuh mungilnya Leonor, perbandingan yang sangat jauh bagaikan langit dan bumi.
"Saya disini bos," ujarnya dengan suara lembut selembut kecantikan nya.
"Bawa wanita ini ke ayu," perintah Alex pada dua orang laki-laki berbadan tegap yang menjemput Leonor.
"Mari nona" ujar salah satunya diantara nya, sopan berbeda perlakuan dengan sebelumnya yang semua nya bersikap kasar dan galak padanya.
Hingga tiba di satu ruangan unik dilantai paling bawa, ruangan yang dihiasi pernak-pernik wanita, desain setiap lantai dirumah tiga lantai itu sangat berbeda.
"Nona tunggu saja disini, sebentar lagi ayu akan datang," Ujarnya pergi meninggalkan Leonor sendirian.
Jujur selama tinggal dimansion ini Leonor baru melihat sisi lain dari rumah ini, yang ternyata sangat indah dan cantik.
Ringan yang dicat berwarna coklat itu berbeda dari yang lain, yang dicat terlalu mencolok hingga glamor dan meriah, itulah yang terlihat dari kamar- kamar itu.
Mata Leonor melihat-lihat bingkai foto yang ada didinding, ada beberapa bingkai, dalam satu bingkai ada pas foto lagi, ukuran nya 4x6 dan setiap bingkai foto diberi keterangan bunga.
"Tempat apa ini, apa ini juga rumah bordir...?
Bukannya kemarin aku baca didepan rumah ini: PT Konstruksi Smith, tapi sebelum nya aku dengar dia pepengusaha.
Lalu apa pekerjaan pria itu? "Tanya Leonor sambil melihat bingkai yang tergantung di dinding.
'Tapi kenapa rumahnya jasa penjual wik wik begini, apa sebenarnya pekerjaan lelaki bertato itu, atau jangan-jangan nama PT itu hanya alibi' batin Leonor menimang-nimang.
Ia sibuk melihat-lihat, Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, seorang perempuan berambut model bob masuk kedalam dengan pakaian serba hitam, serta sepatu berwarna hitam.
Matanya melihat Leonor dari atas sampai kebawa, seakan dia barang yang mau dibeli, ia meneliti dengan baik setiap sudut tubuh Leonor.
Leonor merasa risih dilihat seperti itu oleh wanita itu, ia diam dan menuruti karena yang menyuruhnya juga lelaki kejam itu.
"Eh....duduk disini" Katanya menyuruh duduk di depan meja, iya meja kerjanya.
Wanita itu membuka sebungkus rokok, mengeluarkan satu batang, menyalahkan nya dan menipu asapnya ke udara, ia meniup nya kearah Leonor juga, ia terbatuk-batuk saat diserbu asap rokok berbau tembakau itu.
"Oke!... siapa nama kamu nona?"
"Leonor, Agatha Leonor"
"Oke, jadi ada apa, kenapa bos melemparkan kamu kesaya?" Menatap Leonor.
"Iya aku juga tidak tahu, aku minta tolong jangan kembalikan aku kepadanya, maksudnya bos killer itu"
"Kenapa? Bos sudah memilih mu, jarang dia memilih orang untuk di sampingnya, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa dekat dengan nya,"
"Tidak...berikan aku pekerjaan apapun, akan aku lakukan dengan baik," kata Leonor.
"Saat orang lain berlarian untuk bisa berada diatas ranjang dengannya, lalu kenapa kamu tidak..?“
" Dia menakutkan," kata Leonor apa adanya, tanpa ditutupi.
"Ikut denganku, kita akan memperbaiki kenapa bos melemparkan mu kesini," Kata wanita itu.
Membawa Leonor kesuatu tempat seperti perawatan tubuh, tapi tempatnya mewah alat-alat canggih dan modern.
"Apa yang harus saya lakukan," Tanya Leonor.
Perawatan dimulai dengan terapi urut sebagai prosedur utama, tentu ia menolak karena tidak pernah urut ia tidak mau,
Ia berontak ingin turun, namun tangan kasar ayu menariknya kuat untuk tengkurap lagi.
Saat diurut teriakan nya seperti kambing yang mau di potong.
"Aku tidak terbiasa diurut, aku geli," Kata Leonor sambil mengeliat menolak.
"Kamu harus melakukannya kalau kamu ingin ada disini bos," Ujar ayu mulai kesal, ayu adalah pengawasan pekerja wanita.
"Aku tidak mau, tolong berikan aku pekerjaan apa saja," Mohon Leonor.
"Kamu pikir bisa menolak perintah bos, kalau kamu mau maka bersiaplah dilemparkan ke kandang macan," Tegas ayu
"Tidak apa-apa, intinya aku tidak kembali pada pria kejam itu," Ia berharap ayu membantunya, supaya tidak dipekerjakan untuk mengurus bos itu.
Ayu segera menghubungi alex untuk memberitahu,
"Bos wanita itu menolak perawatan, bahkan ia menolak kembali,"
"Berikan dia pekerjaan berat yang membuat nya menyesal karena menola ke kamar ku,"
"Baik bos, menyuruhku memberikan pekerjaan yang lain,
Baiklah,"
Ayu membawa Leonor ke kandang kuda, ia disuruh membersihkan kotoran kuda yang ada, memandikan bahkan memberikan makan.
"Apa aku layak mendapatkan pekerjaan ini, aku bahkan bisa kalau harus melayani pria-pria hidung belang diluar sana,"
"Tidak...bos ingin kamu melakukan pekerjaan ini,"
"Jangan membersihkan kotoran kuda, aku jadi asisten mu saja bagimana?”
" Apa kamu benar-benar tidak ingin ada disini bos," tanya ayu serius.
"Tidak...lelaki itu terlalu menakutkan bagiku, kalau ada pekerjaan lain, aku ingin yang lain saja, lebih baik aku menjadi wanita penghibur saja sekalian, asalkan aku tidak kembali padanya," kata Leonor, hal itu terdengar oleh alex membuat lelaki itu murka karena ia menolak disamping nya.
"Berikan pekerjaan membersihkan kandang kuda padanya sekarang, tidak usah obati luka-luka di tubuh nya," kata alex yang ternyata bediri dibelakang mereka
***bersambung***
makasih thorr cerita mu sgt bagus