NovelToon NovelToon
Batu Ajaib Menjadikanku Tabib Terhebat

Batu Ajaib Menjadikanku Tabib Terhebat

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Penyelamat / Tamat
Popularitas:315.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: less22

Abram adalah pemuda yang baik hati dan suka membantu, tapi sejak ia mengalami penyakit kulit, semua masyarakat menjauh. Hingga akhirnya ia di usir dari tempat tersebut dan pingsan di pinggir jalan setelah kesandung sebuah batu krikil aneh.

Tapi hari itu, ada seseorang menemukannya dan ia di bawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tak tergolong lagi.

Tapi batu kerikil itu terkena darah Abram dan menjadikan Abra sehat kembali dan menjadi dia tabib dewa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

...Happy Reading...

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

Tangannya terangkat sedikit untuk menerimanya, tapi ingatan akan pesan kakek Zeno. "Bantu orang tanpa pamrih, Abram. Tapi jika mereka mampu, terimalah apa yang mereka berikan, itu adalah bentuk rasa hormat mereka. Jangan pernah mengambil dari orang yang tidak mampu."

"Apakah ibu orang kaya?" tanya Abram tiba-tiba, membuat seluruh keluarga Sinta terdiam. Mereka saling memandang, tampak khawatir.

Mata ibu Maya memeriksa wajah Abram seolah ingin memahami maksud pertanyaan itu. Dia takut jika dia bilang "kaya", Abram akan meminta lebih dari amplop ini. Mereka sudah kehabisan Rp 150 juta selama pengobatan Maya keliling rumah sakit, uang hasil penjualan sawit dan tanah milik ayah Sinta.

Tapi di bandingkan itu, kesembuhan Sinta adalah yang utama. Abram adalah satu-satunya orang yang berhasil membuat putri bungsunya sadar, setelah beberapa dokter spesialis menyerah.

"Kami bukan berasal dari orang kaya," kata ibu Maya akhirnya, suara nya gemetar. "Tapi kalau uang ini tidak cukup, kami punya sebidang tanah dengan luas 20x20 meter di pinggir kota, dekat danau. Apa Anda mau menerimanya?"

Abram segera menggelengkan kepala. "Ah, bukan itu maksud saya, bu. Jika Anda tidak punya uang untuk membayarnya, maka ambil kembali uang ini. Saya tidak bisa menerima uang dari orang yang benar-benar membutuhkannya."

Wajah ibu Maya membaik. Mata nya berkaca-kaca, dan dia mengucek mata nya dengan sapu tangan. "Ya ampun, kamu baik sekali! Tidak apa-apa, terimalah uang ini. Ini adalah sebagian kecil dari biaya pengobatan Sinta selama ini. Tolonglah diterima sebagai bentuk untuk menghargai kami."

Abram ragu-ragu sebentar, kemudian menerima amplop itu. Tangan nya gemetar, ini adalah pertama kalinya dia menerima uang sebesar itu dari orang lain. "Maaf ya bu, saya terima uangnya."

"Ngomong-ngomong. Apa kamu sudah menikah?" tanya ibu Maya tiba-tiba, tanpa basa-basi

Abram terkejut. Pertanyaan itu keluar begitu tiba-tiba. Wajahnya memerah.

Dia tidak pernah membayangkan ada orang yang membahas pernikahan dalam situasi ini. Hanya semalam, dia hampir kehilangan nyawa saat menyelamatkan Sinta dan sekarang ibu Rania menanyakan tentang pernikahan?

"Saya... belum, bu," jawab Abram sambil menggenggam amplop itu lebih erat. Dia menoleh ke Dokter Rahmat, yang sedang menyusun alat medis dengan tenang, seolah tidak mendengar pertanyaan itu.

Ibu Maya tersenyum tipis, pandangannya melirik Sinta yang berdiri di samping ayahnya dengan wajah merah muda akibatkan kelegaan. "Kalau begitu, bagaimana dengan Sinta? Sudahkah dia punya pasangan?" tanyanya lebih lanjut.

Abram bingung. Mengapa ibu Maya tiba-tiba membahas soal pernikahan? Dia hanya menyelamatkan putrinya dari kematian

"Anak ibu baik-baik saja, bu. Saya hanya melihat dia saat dia sadar," jawab Abram polos. Ia mengalihkan pembicaraan dan pura-pura tidak tahu ucapa bu Maya.

Sang ayah, Bapak Hidayat, yang selama ini diam, tiba-tiba membuka suara. "Kami melihat bagaimana Anda mendekati Sinta di ruang gawat darurat. Mata Anda penuh perhatian, dan ketika dia koma, Anda tidak ragu untuk memberikan pertolongan. Kami merasa... ada yang istimewa antara Anda berdua."

Abram tertegun. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa ada 'sesuatu' yang terlihat oleh keluarga Sinta.

Dia hanya berpikir untuk membantu, seperti yang dia lakukan setiap kali ada orang yang membutuhkan.

Ingatannya kembali pada pesan kakek Zeno: "Bantu orang tanpa pamrih, Abram. Ketika kamu membantu, biarlah itu seperti air hujan yang jatuh ke tanah, ia memberi manfaat tanpa meminta balas."

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

1
Jamrud Khatulistiwa
ini kisah putri tidur
heparta
kenapa bab 60 tdk terbuka padahal sdh dipotong diamond nya ???
anisa official
😄😄
Andy Kawi
Keren dan menarik untuk dibaca
less22: tengkyuuuuuu
total 1 replies
ROFIQ
penulis tidak konsisten dalam memberi nama
VirgoRaurus 31Smile
ember galon... baru tahu ada ember galon... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
menyilangkan jalannya... maksudnya gimana nih Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
di bukan fo
VirgoRaurus 31Smile
wah rumah sakit jadi tempat kost MC... 🤣
VirgoRaurus 31Smile
MC disuruh datang kerumahnya Sinta lagi... tanpa kasih alamat... MEMBAGONGKAN.
VirgoRaurus 31Smile
lho... begitu sadar dari koma, Sinta langsung boleh pulang... kok aneh.
VirgoRaurus 31Smile
lho kan Sinta sebelumnya di ruang isolasi bukan di ruang gawat darurat...?
VirgoRaurus 31Smile
Iki piye toh... masak sih ibunya Sinta gak tahu kalau anaknya sudah punya pasangan atau belum... malah tanya ke MC yg gak kenal dg anaknya lagi... MEMBAGONGKAN,
VirgoRaurus 31Smile
ibu Maya bukan ibu Rania.
VirgoRaurus 31Smile
dibakar bukan terbakar
VirgoRaurus 31Smile
guru bukan gur
VirgoRaurus 31Smile
guru bukan gini
VirgoRaurus 31Smile
menggerakkan tubuhnya bukan bergerak tubuhnya
VirgoRaurus 31Smile
jelas MC pingsan... kan sejak MC di usir dari desanya belum makan dan minum.
VirgoRaurus 31Smile
terantuk bukan menabrak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!