Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan
" Mau sebesar apapun Valen, di mata Mami Vallen masih tetap anak kecil." ucap sang Mami yang membela putranya.
" Papi hanya ingin anak kita ini mandiri mami, dia sudah bukan anak kecil lagi. Dan mungkin sebentar lagi dia juga akan menikah, tapi hanya ingin dia memiliki tanggung jawab atas keluarganya nanti."
" Papi tenang aja ya, aku juga sedang berusaha agar bisa mendapatkan uang. Jujur saja bekerja di perusahaan Papi sebenarnya sangat tidak menyenangkan, tetapi aku harus bersyukur karena Papi telah memberiku kesempatan untuk menjalankan perusahaan itu." ucapnya
" Berbicara tentang perusahaan, Papi sangat bangga karena kau bisa menjalankan perusahaan dengan baik." ucapnya
" Tentu saja menjalankan perusahaan itu adalah hal yang sangat sulit papi, dan alhamdulillahnya akhirnya aku telah sampai di titik ini. Aku sangat bersyukur karena akhirnya bisa membanggakan Mami dan juga Papi, ya walaupun aku belum bisa dikatakan sukses."
" Setidaknya kau sudah berusaha, dan kami sebagai orang tua sangat bangga dengan pencapaian yang telah kau raih. Kami hanya berharap kau akan selalu seperti ini, dan akan diliputi dengan begitu banyak kebahagiaan."
Ketiganya akhirnya berbincang sambil menuju ke arah mansion, mereka juga sudah memikirkan rencana apa saja yang akan mereka lakukan untuk esok hari. Pria paruh baya itu pun meminta kepada putranya untuk menyampaikan kepada Galuh, tentunya gadis bernama Galuh itu juga harus ikut di acara perayaan ini. Dan Iya juga berharap kalau galau dan juga Valen akan bisa semakin dekat, setidaknya Vallen akan mau menganggapnya sebagai adik.
...🌕🌕🌕...
Gabriella terbangun dari tidurnya, dan ia saat ini menyadari sesuatu. Iya juga tidak bisa akan selalu hidup sendirian di kota itu, tetapi ia tidak tahu harus berlindung di belakang siapa. Karena menurutnya ia sudah tidak bisa berenang lagi di belakang kedua orang tuanya, sebab Ia sangat yakin kalau kedua orang tuanya pasti akan mendapatkan sanksi buruk.
" Aku sama sekali tidak tahu apakah aku akan sukses di kota ini atau tidak, tetapi setidaknya aku akan berusaha untuk berjalan di kota ini."
" Kau kenapa belum tidur?" tanya semua suara yang mengagetkannya.
" Aku tiba-tiba saja terbangun, dan aku tidak tahu dengan bagaimana nantinya kehidupanku."
" Kita ini manusia biasa Gabriella, sehingga kita juga tidak pernah mengetahui apa takdir yang terbaik untuk kita. Tetapi tugas kita hanya satu Gabriella, kita hanya pergi yakin dan percaya kalau semuanya pasti ada jawabannya nanti. Dan Dengan begitu kita akan selalu hidup bahagia, walaupun sebenarnya hati kita ada yang terluka."
" Baiklah aku akan menuruti perkataanmu, dan aku berharap universitas kita besok akan menyambut kita dengan kebahagiaan."
" Kalau begitu ayo sekarang kita tidur, karena kita membutuhkan tenaga untuk hari esok."
" Oke."
keduanya akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya, karena esok hari mereka akan mendapatkan rintangan yang lebih berat dari saat ini. terutama untuk tiga saudara kembar yang saat ini berada di tiga titik berbeda, dan mereka sama sekali tidak mengetahui bagaimana alur yang sebenarnya nantinya.
...🌖🌖🌖...
Galuh yang merasa haus akhirnya memutuskan untuk mengambil air di dapur, karena ia melihat tidak ada air di dalam kamar. Dia pun menuruni tangga dengan lampu yang masih sangat gelap, Iya memang sengaja tidak menghidupkan saklar lampu tersebut. Dan ketika ia berada di dapur, alangkah terkejutnya jika ia bersama dengan sesak bumi dan di dapur itu.
" Kenapa kau belum tidur di jam sekarang?"
" Kebetulan aku terbangun dan haus Kak Vallen, jadi aku memutuskan untuk mencari air di dapur.
" Baiklah kalau begitu, selepas minum kau harus kembali ke kamarmu ya." ucapnya dan Galuh mengganggu.
Galuh sejarah memiliki bedanya dengan air, kemudian Ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Vallen terus saja menatap ke arah Galuh yang mulai menjauh, sejak tadi ia merasakan desiran aneh yang belum pernah ya rasakan. Dan Iya sama sekali tidak mengerti dengan itu semua, dan yang paling membuatnya terkejut ia justru berdebar ketika bersama dengan Galuh.
Vallen saat ini sudah berada di kamarnya, Iya kan mengingat momen ketika ia sedang berada dia pada tadi. Tentunya pandangannya bukan hanya tertuju ke arah wajah Galuh saja, tetapi pandangannya menuju ke arah lain. Dan itulah yang membuat dia sejak tadi diam dan tidak berani menatap Galuh, karena menurutnya Galuh sangat berbeda.
" Sebenarnya Apa maksud dari ini semua, mengapa aku merasakan sebuah getaran yang sangat aneh ketika bertanding dengan Galuh. Padahal biasanya ketika aku bersama dengan Winda itu semua tampak biasa, tetapi saat ini nuansanya lebih berbeda dari sebelumnya."
Paling terus saja memikirkan alasan mengapa ia bisa berdebar ketika bersama dengan Galuh, Iya sama sekali tidak mengerti dengan itu semua. Menurutnya lebih cantikan Winda daripada Galuh, tetapi ia selalu saja berdebar ketika berhadapan dengan Galuh secara langsung.
" Setelah diingat-ingat ternyata Galuh memiliki paras yang sangat cantik, dan mungkin itu juga yang membuatku semakin terus kepikiran tentang Galuh. Tetapi ia sama sekali tidak mengerti, menurutnya Itu semua hanya setingan saja."
Vallen terus saja memikirkan mengenai Galuh, dan dia berharap kalau ia bisa menemukan jawaban dari alasan itu. Ia juga berharap kalau iya bisa bersama dengan seorang gadis, gadis yang pada akhirnya akan membawanya ke titik kebahagiaan.
...🌗🌗🌗...
Sang surya telah menyapa, Farah di temani oleh Uswatun dan Wina akhirnya memutuskan untuk datang mendaftar di kampus. Tentunya mereka berdua berharap kalau Farah akan lulus untuk pindah ke sekolah mereka, dan mereka akan bisa menghabiskan waktu bersama seperti saat ini lagi di kemudian hari.
" Aku takut loh we."
" Santai aja, nanti aku yang bilang sama dosennya." ucap Uswatun
" Tapi tetap saja aku takut, kampus kalian pun kampus elit dan pindah kesini harus mengikuti tes masuk terlebih dahulu."
" Sudahlah nggak usa banyak bicara, yang terpenting sekarang kita lanjutkan tujuan awal kita ke sini." ucap Wina
" Bagiamana kalau aku sampai nggak bisa jawab?"
" Kami yakin dan percaya pada mu Farah, kau tidak perlu setakut itu ya!" ucap Uswatun
" Oke, aku akan berusaha agar bisa masuk ke kampus ini."
" Ya sudah sana masuk ke ruangan tes." ucap Farah dan Farah mengangguk kemudian langsung masuk ke ruangan tes.
...🌘🌘🌘...
Gabriella dan Utari saat ini juga sedang menuju ke kampus Utari, Gabriella memang sudah berniat pindah ke kampus itu. Walaupun Utari baru 1 bulan di kampus tersebut, tetapi setidaknya Utari tau apa saja yang perlu di lakukan. Mereka saat ini sedang berada di ruang pendaftaran.
" Selamat pagi pak." ucap Utari
" Pagi Utari, ada yang bisa di bantu?"
" Begini pak, ini teman saya yang saya ceritakan kemarin."
" Oh ini yang mau pindah ke kampus kita ya Utari?"