NovelToon NovelToon
Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Diawali dengan kisah percintaan Anggita Nindya sejak duduk di bangku SMA, yang sangat amat menyukai kakak kelasnya yang bernama Rama. Cintanya tak terbalaskan dan terlupakan ketika Rama lulus sekolah. Rama adalah cinta pertama Gita.

Mereka di pertemukan lagi di perusahaan tempat Gita bekerja. Perusahaan itu adalah milik keluarga Rama. Hingga akhirnya, mereka pun bertemu lagi. Bagaimanakah kisah cinta mereka selanjutnya? Akankah cinta mereka bisa bersatu? Sedangkan, Rama telah memiliki tunangan. Namun, perasaan Gita pada Rama tak berubah sedikitpun.

Akankah cinta pertama itu bisa terwujud? Atau malah sebaliknya?

Staytune terus ya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan aku Gita

Rama telah sampai didepan rumah Gita. Rumahnya terlihat sepi, mungkinkah dia tak ada di rumah? Rama mengetuk pintu rumah Gita berkali-kaki tetapi tak ada yang membukanya. Kenapa Ibunya Gita tak membuka pintunya. Rama berteriak memanggil Gita, tak berhenti. Lampunya menyala tetapi rumah terlihat sepi. Ingin rasanya Rama mendobrak pintu itu sekaligus. Rama yakin Gita ada didalam rumahnya. Rama mendobrak paksa pintu tersebut, pintu pun terbuka perlahan. Rama masuk mencari Gita,

Dan...............

Rumah Gita terlihat sepi. Perlahan Rama masuk, tetapi tak ada siapapun didalam. Kemana Gita dan Ibunya? Pikirnya. Rama melihat kamar tak ada siapapun didalamnya, Rama beranjak masuk ke ruang keluarga dan ruang makan tetap tak ada siapa-siapa.Tetapi, terdengar suara gemericik air dari kamar mandi, Rama lega. Mungkin Gita sedang di kamar mandi. Rama masuk ke dapur tetapi melihat pintu kamar mandi terbuka, hanya terdengar gemericik air suara shower yang menyala. Rama penasaran, Rama mendekat kearah kamar mandi, perlahan ia berjalan dan betapa kagetnya dia melihat Gita sedang terduduk lemas dengan guyuran air shower yang membasahi tubuh mungilnya. Rama terkejut dan khawatir melihat tubuh Gita yang lemas.

"Git.. Gitaaaa.. Sadar kamu Git.!!! Kenapa kamu harus begini hah? Tolong Git, sadarrrr" Rama menangis melihat Gita terkaku lemas menggerak-gerakan badan Siska

Gita tak bergeming, dia menangis tapi tak bersuara. Rama membawa Gita keluar dari kamar mandi. Segera mengambil handuk dan mengeringkan badannya yang basah.

Sungguh hatinya perih, jiwanya terluka. Terlalu banyak janji dan bualan Rama padanya, membuat hatinya sakit. Siang ini, ia melihat handphone nya berbunyi, sebuah pesan masuk berisikan foto Rama yang telanjang dada tidur bersama Siska. Memang, Siska adalah tunangan Sah Rama, tetapi karena ucapan Rama yang sering meyakinkannya, berkata Rama cinta padanya, seakan Gita merasa dibohongi.

"Aaarrrgghhhhhhhhhhhh.." Gita menjerit, menendang, dan memukuli Rama

"Silahkan kau siksa aku Git, kau hukum aku, kau sakiti aku. Aku rela. Ku akui ini salahku. Kata maaf tak akan cukup mengobati sakit hatimu. Silahkan lukai aku sesuka hatimu. Aku menerimanya. Asalkan kau tak menyakiti dirimu seperti ini. Kumohon Gita...." Rama tetap memeluk erat Gita.

Gita menutup telinganya. Mengisyaratkan bahwa ia tak ingin mendengar penjelasan apapun dari Rama. Sakit, harapannya bersama Rama sangat tinggi, ia percaya dengan semua kata-kata Rama. Tapi apa hasilnya? Baru kemarin ia menemukan semangat baru, tapi kini malah hancur berantakan seperti ini.

Hancur, sehancur-hancurnya hati dan perasaan Gita. Entah mengapa perih sekali melihat perlakuan tak senonoh Rama meskipun ia hanya melihatnya melalui handphone saja.

"Tolong, kau pergi saja. Aku bisa mengurus diriku sendiri. Tolong, jangan jawab perkataanku, kau pergi saja. Tolong, menurutlah kali ini" Suara Gita lemas tapi terlihat amarah memuncak dalam hatinya

"Kumohon, jangan kau seperti ini. Aku takkan sanggup melihatmu terluka seperti ini. Aku harus bagaimana Gita? Tolong kau jangan buat aku begini. Aku ingin menjelaskan padamu mengenai apa yang kau terima hari ini." Rama memohon

Gita melepaskan pelukan Rama dengan sangat hati-hati

"Aagghhhhhh, kau tahu kak? Aku tak mampu berdiri melihat potret menjijikan itu. Aku tak berniat makan, aku tak berniat hidup, rasanya hatiku tlah mati. Apakah kau bisa membayangkan? Seumur hidupku, didunia ini aku hanya mencintai seorang lelaki, itu hanya dirimu. Saat usiaku belasan tahun, aku sudah menyukaimu, meskipun aku melihat kau bersama wanita lain, meskipun kulihat kau boncengan dengan wanita lain, kau berpegangan dengan wanita lain, aku tak cemburu, karena hatiku tahu batasannya. Tapi lihat sekarang, kau seolah-olah mencintaiku, kau seolah-olah akan perjuangkan aku, aku terbuai dalam hal itu. Hatiku tertarik dengan ucapanmu. Melihat kau tidur dengan tunanganmu? Hatiku seperti dicabik-cabik. Aku tak peduli apa alasanmu, tapi yang jelas tolong jangan kau temui aku lagi. Kita sudah selesai. Sudah cukup kau bohongi aku, sudah cukup sandiwara ini. Aku memang mencintaimu, tapi aku tak berharap kau membalasnya. Aku memang mencintaimu, tapi ketika kau membalasnya, justru rasanya seperti pedang yang menusuk-nusuk tajam diriku. Bukannya bahagia, aku malah terluka. Kau mengerti?" Gita masih terduduk lemas

"Gita, tolong dengarkan aku. Dengarkan penjelasanku." Rama memohon.

"Dasar laki-laki biadab!!! Dasar kau tak tahu diri. Sudah kubilang pergi!!!! Kenapa kau masih disini saja hah? Aku sungguh muak denganmu. Kau lelaki yang kotor. Benar-benar kotor. Aku tak sudi berhubungan dengan lelaki kotor sepertimu." Bentak Gita

"Ini jebakan Siska, Git! Percayalah padaku." Rama memohon pada Gita.

"Peduli setan dengan perkataanmu, kita harus akhiri semua ini. Jangan pernah berharap apapun lagi padaku, karena aku akan segera menghilang dari hidupmu." Gita mengeraskan suaranya

"Kau berani melakukan itu hah? Kau tak tahu seberapa cintanya aku padamu?" Rama terlihat sedikit emosi

"Aku tak peduli, kita akhiri saja perasaan ini sekarang juga sebelum aku menghilang dari kehidupanmu. Maafkan sabarku yang terbatas, kukira hatiku takkan sesakit ini, tetapi nyatanya aku rapuh, hatiku terluka." Gita menangis

"Kau mengancam ingin pergi dariku? Maafkan aku kalau aku terpaksa harus melakukan ini." Rama membuka kancing bajunya

"Apa maksudmu? Sudah tak ada lagi artinya cinta itu. Akan kubuang sesegera mungkin. Aku akan lenyap dari kehidupanmu"

"Ibumu masih di Bogor kan? Ku yakin ia tak akan pulang selarut ini." Rama menyeringai

"Kenapa kau.." Gita mulai ketakutan

Rama berjalan ke arah pintu masuk rumah, ia menutup dan mengunci pintu, memastikan semua keadaan sudah aman.

"Apa-apaan kau ini. Dasar brengsrek, lelaki biadab sepertimu tak akan bisa menjadi pasanganku. Camkan itu" Ucap Gita

Gita perlahan mundur, ia takut Rama bertingkah gila. Gita tak mengerti kenapa Rama malah jadi seperti ini.

"Kalau kau akan menganggap ini akhir kita, aku tak akan biarkan. maafkan aku harus melakukan ini." Rama seperti kesetanan.

Rama memegang paksa tangan Gita, tubuhnya kini ada diatas tubuh Gita, nafasnya tak beraturan. Sebenarnya Rama pun takut melakukan hal ini. Tapi kalau tidak, Gita sepertinya akan pergi meninggalkannya.

"Kalau kau tak percaya padaku, mari kita lakukan dan buktikan, ayo tunjukan pada orang tuaku. Aku tidak menyetubuhi Siska, tapi aku memang akan menyetubuhimu.

" Brengsek, Gila. Sadar kau. Pergi sekarang juga. Arghhhhhhh" Gita menolak tapi tenaganya tak cukup kuat melawan Rama

"Maafkan Aku." Seketika Rama melamun

Rama mencium Gita dengan brutal. Kali ini tak ada ciuman lembut untuk Gita, karena wanita itu menolak habis-habisan untuk melakukan hal ini. Rama terus mencium Gita dan menahan nya dengan sekuat tenaga karena Gita terus berontak. Menyusuri leher dan telinganya, Rama dengan nafsunya menciumi leher dan telinga Gita. Gita menolak tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. Dia menggeliat dan melenguh ketika Rama mencium telinganya.

Tangan Rama mulai nakal menyusuri dada Gita. Gita menolak habis-habisan dan dia menangis, tapi Rama tak menghiraukannya. Rama membuka paksa piyama Gita, hingga bajunya robek dan kancingnya berjatuhan. Kini terlihat gundukan payudara indah Gita yang membuat Rama tak bisa menahan nafsunya. Ia bermain-main dengan payudara Gita.

Gita mengerang mehanan perlakuan Rama padanya. Tenaganya hampir habis, ia menolak dan memberontak pun tak akan bisa, tangan Rama terlalu kuat. Tubuhnya yang menindih Gita membuat Gita sulit bernafas.

Sampai pada akhirnya Rama berhasil merenggut mahkota Gita yang selama ini Gita jaga. Mereka terkulai lemas. Gita menangis tiada henti. Tak menyangka dirinya malah jadi seperti ini. Rama memeluk Gita erat, tak ada perlawanan dari Gita. Rama tak ingin Gita meninggalkannya. Rama pun menitikkan air mata. Ia merasa bersalah tapi ia juga merasa puas.

"Maafkan aku Git. Jangan pergi meninggalkan ku. Aku tak sanggup. Kau lihat kan? Aku telah tidur denganmu. Aku akan menikahi mu." Rama memohon.

"Kenapa? kenapa kau tega? kenapa kau sejahat ini padaku hah? Apa salahku padamu hingga kau berani merenggut masa depanku?" Gita menangis tak percaya

"Kau yang memancingku melakukan itu. Aku tak tahan mendengar kau akan pergi meninggalkanku. Sungguh maafkan aku Git" Rama menunduk pasrah.

"Kenapa kau harus melakukan ini padaku Kak? Apa tak bisakah kau memikirkan kehidupan ku selanjutnya hah?" Gita lemas

"Karena aku ingin kau hidup didalam hatiku selamanya. Kuingin kau bersamaku selamanya. Aku jujur, tak melakukan ini pada Siska. Aku hanya melakukannya padamu. Aku berani sumpah." Rama meyakinkan

Harapan Gita pupus sudah. Ia tak menyangka orang yang dicintainya tega melakukan hal bejat seperti itu. Gita tak mampu mengeluarkan kata-katanya, ia hanya menangis. Sama halnya dengan Rama, ia tak bisa berfikir jernih, ia hanya tak tahan dengan ucapan Gita.

"Dengarkan aku Git, aku akan jujur kepada kedua orang tuaku. Aku akan mengaku kalau aku telah tidur denganmu. Aku berharap kau hamil secepatnya, karena inilah jalan satu-satunya agar aku bisa bersamamu!" Rama memohon

"Kau lelaki egois dan ********. Kau tak memikirkan keluargaku? Mau ditaruh dimana muka ayah dan Ibuku kalau tahu anaknya seperti ini hah?" Gita membentak Rama

"Maafkan aku. Aku hanya ingin hidup bersamamu. Ku lakukan ini hanya agar keluargaku percaya kalau Siska dan aku tak berbuat apa-apa, aku pun baru pertama kali melakukannya, hanya denganmu." Rama terduduk lemas.

Gita marah, benar-benar marah. Hatinya berkecamuk. Entah harus berkata apa ia kepada Ibunya. Apalagi ayahnya yang berada jauh darinya. Mungkinkah jalan takdirnya harus seperti ini? Mengapa Rama begitu jahat padanya?

Apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku sudah seperti *******. Apa musnahkan saja diri ini? Apa membunuh diriku akan membuat semuanya baik-baik saja? Bisakah aku menghilang dan pergi dari kenyataan pahit ini?

🎵🎵Seharusnya tak ku isi hatiku dengan cinta untuk dirimu

Yang kini menghancurkan hidupku

Karena hanya kamulah yang mengerti jiwaku

Yang keliru tentang arti mimpi

Yang jadi tempatku berpijak tuk meninggikan mu

Yang pernah aku cintai

Lebih dari cinta itu sendiri

Cinta yang ku paksakan terjadi

Dosa yang terlambat aku sesali🎵🎵

*bersambung*

1
wah
Edvina Ariyanti
bagus Thor ceritanya
Edvina Ariyanti
bahagia banget liat Rama dan Gita salam kenal Thor aku dari Lumajang Jawa timur
Ani_iskandar0421👻
air sama minyak bisa bersatu koq, kalo di campur sabun cuci piring🤣🤣🤣🤣
Yanti Roha
lanjut ding thor suka males klo tersendat ginih tuh
Ik Merdekawati
mengsedih
Ik Merdekawati
ketika idealisme bertabrakan dgn kenyataan hidup. kuncinya harus kuat menghadapi kenyataan & segala resikonya.
Qilla
timpuk pake sofa biar bodoh sekalian ,,gregetan banget ama ni manusia apa kadal satu ini
Qilla
kakean drama
Qilla
jiahhh sok puitisss padahal pleketissss
Gaparkoh Mda
bisa ketawa sendiri
Ari_nurin
lah niat nya ke Malaysia apa sih
liburan apa cari Gita .. heran aku .. mau diam kok lama lama ga tahan juga ya
Ari_nurin
mungkin maksudnya diperlukan Gilvan ya.. kok pangkuan.. 🤔🤭
DenMasHerryGrp
vina jadikan pelacur saja..krn sudah dijamah am beruk andra
DenMasHerryGrp
author bodoh
DenMasHerryGrp
alurnyo cak itu trs
mama Al: getai mang gerunyam manja. Coa si Lok baco dak usah Baco.
total 1 replies
DenMasHerryGrp
author nya pekok...namabah ribet
DenMasHerryGrp
author gathel..ngapa pulak gita harus nikah...bodoh
Renjani Soraya
cewe ky gini ni yg ga tau diri, dy yg ninggalin dy yg ngarep di peduliin, huuhhhh gregeratn jadinya eik
Renjani Soraya
ko jdi giji si thor, rumit bgt, gregetan deh ceritanya di puter"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!