NovelToon NovelToon
You Are Mine

You Are Mine

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta pada Pandangan Pertama / Identitas Tersembunyi / Menjadi Pengusaha / Pernikahan rahasia
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lunavery

Pertemuan di suatu peristiwa yang cukup menegangkan. membuat sang pria yang ditolong jatuh hati pada penolongnya.
Aland Rey Dewantara menklaim bahwa Sera Swan adalab miliknya.

Hai.. readers..
Karya pertama ku dan pengalaman pertamaku..
Semoga suka ya. mau tes duku nih ombaknya.. hehe

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunavery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21 : Setelah Penculikan

Nadin mencoba membuka pintu ruangan setelah dirinya meminta kunci pada Harry. Nadin masuk bersama 2 bodyguardnya. Setelah pintu terbuka terlihat ruangan itu sangat berantakan dan terdapat banyak pecahan akibat Kate mengamuk.

Nadin tersenyum tipis saat melihat Kate yang sudah terlihat kusut. Namun saat melihat Nadin mata milik Kate menyorot tajam seakan penuh dengan dendam.

“Wanita ja lang seharusnya aku membu nuh mu dulu dan aku bisa hidup tenang dengan Harry..”seru Kate maju dan akan menyerang Nadin namun bodyguard menahan tubuhnya.

PLAAKKK

PLAKKK

Dua kali tamparan keras Nadin bersarang pada wajah Kate. “Bukankah aku sudah mengalah dengan wanita jal ang sepertimu dan sekarang kamu berani mencelakakan anakku... ikat dia dan pindahkan ke kamar tamu..” ucap Nadin.

Sedangkan di ruang tamu Hatta duduk di sofa dengan angkuhnya. Matanya menatap mantan menantunya dengan tajam. Tak lama Nadin bergabung dan duduk di samping ayahnya.

“Apa yang akan kau lakukan dengan wanita itu?” tanya Hatta. Aura intimidasinya masih terasa meskipun usianya tak lagi muda.

“Bukankah ini urusan keluargaku? Kalian tidak berhak mencampurinya.” Jawab Harry berani menatap ke arah Hatta.

“Kamu benar ini urusanmu dengan wanita itu tapi masalahnya dia mencelakai putriku. Aku akan menjebloskannya ke penjara karena itu adalah hukuman paling ringan. Jika kamu ikut campur atau berusaha membebaskannya aku akan meminta Sera untuk tidak akan pernah menemui ayah kandungnya selamanya..” ancam Nadin.

Harry hanya tersenyum tipis melihat kedua orang ayah dan anak dihadapannya. “Baiklah. Asalkan kalian jangan pernah mengusik perusahaanku.” Ucap harry.

*****

Sera membuka matanya perlahan, kerokongannya terasa sangat kering. Matanya menatap ke sekeliling. Dirinya sadar masih berada di rumah sakit.

‘Berapa lama aku tak sadarkan diri.’ Batin Sera.

Tak lama Aland masuk bersama Peter. Matanya terlihat senang saat Sera sudah sadar.

“Aku haus.” Ucap sera pelan.

Aland pun mengambilkan minum dan membantu menaikan tempat tidur Sera agar bisa duduk.

“Apakah kamu baik baik saja Nona Sera?” tanya Peter.

Sera menoleh ke arah Aland seakan bertanya ‘siapa dia?’ dan Peter pun mengerti.

“Aku Peter, teman Aland yang menemaninya masuk ke dalam hutan.” Peter mengenalkan dirinya.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Sera.

“Paul adalah suruhan Kate yang tidak ingin harta kekayaan tuan Harry jatuh ketangan mu. Makanya dia menculikmu untuk bisa menguasainya.” Jelas Aland.

Peter lalu mengeluarkan 3 benda dari saku tasnya.

“Apakah kamu mencurinya? Dan kamu sepertinya bisa menggunakan ‘benda’ ini?” ucap Peter menunjuk ke pistol.

Aland memang sengaja tak memberitahukan pada Peter karena takut Sera tidak nyaman jika identitas lamanya sebagai pasukan khusus militer terungkap. Jika memang tak masalah dirinya membiarkan Sera yang menjelaskannya.

“Pistol ini aku ambil dari tangan pria yang berada di hutan. Aku sepertinya mengganggu mereka saat akan menguburkan seorang may at dan berniat membun uhku. Dan pisau serta ponsel ini milik Paul.” Jawab Sera panjang.

Peter mengangguk, “Apakah kamu pernah melatih menembak? Dari yang kulihat may at pria di hutan itu memiliki bekas tembakan yang tepat.” Selidik peter.

Sera menghela nafas, Aland melihat itu berbisik sesuatu. “Dia anggota mafia di sini.” Bisiknya.

Sera menatap Peter lama dan mengerti maksud Peter menanyakan hal tersebut. “Aku mantan anggota pasukan khusus di negaraku.”

“Gadis yang hebat. Kamu beruntung mendapatkannya.” Ucap Peter.

“Lalu apakah kamu bersedia bergabung dengan geng mafia kami Sera? Sepertinya akan menarik jika salah satu anggota kami adalah perempuan hebat seperti kamu.”

“Tidak!!! Dia akan menjadi istriku dan tidak akan pernah masuk ke dalam dunia berbahaya itu.” Tolak Aland saat dilihatnya ekspresi Sera seperti akan menerima ajakn Peter.

Peter tertawa, “Jangan bilang kamu cemburu Tuan Dewantara. Aku tidak pernah melihat yang seperti Sera. Baiklah aku tidak akan menawarkan apapun.”

“Aku lapar mau makan..” Sera tiba tiba mencoba menarik perhatian Aland lagi saat dilihatnya kekasihnya itu mengeluarkan aura permusuhan pada Peter.

Aland pun melunak dan menyiapkan makanan untuk Sera.

“Dimana Paul?” tanya Sera di sela mengunyah makanannya.

“Di markas ku. Apakah kamu ingin bertemu dengannya?” tanya Peter.

“Makanlah dulu Sera baru lanjut bicara..” peringat Aland.

Sera melihat Aland gemas. ‘Dasar buciinnn’ batin Sera.

Tak lama Nadin dan Hatta juga masuk ke dalam ruangan. Nadin yang melihat Sera sudah sadar langsung memeluknya.

“Kamu gak papa kan sayang?” tanya Nadin.

“Aku gak papa ma.. baru sampai?”

“Tadi pagi dan kami baru saja mengurus wanita ular itu.” Ucap Nadin.

“Sebaiknya kamu tidak perlu mengundang Harry di acara pernikahan kalian nanti. Aku muak melihat laki laki itu.” Ucap Hatta.

Sera mengerutkan dahinya bingung lalu Nadin menceritakan bahwa Harry akan menceraikan Kate dan tetap mengurus Michelle sendiri namun dia meminta Sera untuk juga tinggal bersama dirinya.

“Itu tidak akan terjadi tante.. saya akan menjadikan Sera sekretaris saya dan kami akan segera menikah sepulang dari sini.”

Kini Sera yang terkejut mendengar penjelasan Aland. “Bukankah terlalu cepat?”

“Aku tidak ingin kecolongan lagi Sera. Kamu yang tiba tiba pergi sendiri dan kejadian ini hampir membuatku kehilangan kamu. Aku ingin kamu berada di sekitarku 24 jam.”

UPSSS

Peter yang menyadari dirinya sudah masuk ke dalam ranah keluarga meminta izin untuk kembali ke markas.

“Hubungi aku jika kalian akan bertemu penculik itu. Atau jika kalian tidak ingin mengotori tangan kabari aku dan aku siap memberinya pelajaran.” Ucap Peter lalu keluar dari ruangan.

“Kapan aku bisa keluar dari rumah sakit?” tanya Sera

“Hari ini juga kamu bisa keluar Sera. Apakah masih ada yang sakit?” tanya Aland. Matanya menelisik pada luka di tangan dan kaki Sera.

Sera menggeleng, “Aku baik baik saja Al. Luka seperti ini sudah biasa dulu aku dapatkan. Jangan lupa kalau calon istrimu ini adalah mantan anggota pasukan khusus..”

“Iya tapi tidak bisa mendeteksi orang jahat” seru kakeknya.

“Ya kan aku bukan peramal kek bisa tau isi kepala orang yang berniat jahat..” gerutu Sera.

“Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan Paul?” tanya Nadin.

“Al. Antarkan aku bertemu dengannya.”

“Baiklah..”

*****

1
IamEsthe
Lebih belajar dialog deh. ini dibilang salah, ya enggak juga tapi kurang tepat juga
IamEsthe
sebentar, boleh tanya maksud tanda akhiran pada dialog tanda titik dan seru itu?


seharusnya,
"Berhenti disana atau kami tembak?"
IamEsthe: jangan dijadikan kebiasaan kalo typo. sayangkan ceritanya bagus tapi kepenulisannya tidak rapi.
Lunavery: typo nya udah jadi kebiasaan kadang lupa editnya lagi.. /Frown/ makasih komennya
total 2 replies
IamEsthe
ganti ke font Bold+italic
IamEsthe
ini bukan sinopsis, tapi lebih ke prolog. tp kalo dibilang prolog juga kurang tepat.

kamu harus tau arti sinopsis dan prolog. dan itu pengenalan tokoh lebih baik dibedakan bab lainnya, biar enggak campur begini.
sonya theca
sudah mampir nihh jangan lupa mampir di karyaku yaa /Joyful//Joyful/
Leon
Bikin adem hati.
Calista Angel
lanjutkan thor
Calista Angel
mampir nih thor,mampir juga di karyaku yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!