Selamat Datang Di Novel Pertama Saya.
Cerita ini adalah cerita kehidupan Celyn mulai dari dia kecil saat ditinggal orangtuanya sampai dia menjadi istri seorang yang bernama Dimas.
Siapa Celyn itu?
Apa yang terjadi padanya?
Bagaimana kehidupan pernikahannya?
Mari kita baca bersama-sama.
Dimohon bagi yang tidak suka dengan cerita ini, tolong jangan di beri komentar atau rate jelek. Di skip saja. Hargai Author sebagai penulis yang sudah capek memikirkan alur ceritanya.
Bagi teman-teman authors boleh promosi di karya ini.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca.
God Bless You All..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Berkunjung Ke Sekolah Celyn, Dinar dan Dika
Pagi ini seperti biasa mereka sarapan bersama yang sudah disiapkan Nek Imah. Sehabis sarapan Celyn, Dinar dan Dika biasanya menunggu Bis Sekolah mereka.
Hari ini berbeda dengan hari hari biasanya. Hari ini Rani menawarkan diri untuk mengantar mereka ke sekolah. Mereka pun senang kegirangan.
" Hari ini kakak yang antar sekolah ya..". Kata Rani
" Hore...' Jawab Ketig anak itu serentak.
" Tapi kak? Kok tumben?" Tanya Celyn
" Kakak mau ke sekolah kalian. Kakak mau singgah bayar uang SPP kalian". Kata Rani
" Oooo... Baiklah kak. Apapun alasannya kita tetap senang kok!". Jawab Celyn
" Ya sudah.. ayo cepat habiskan sarapan kalian lalu minum susu agar kita bisa berangkat." Suruh Rani
"Baik, kak.." Kata Celyn
" Oke Kak..!!". Kata Dinar.
" Iya Kak..!!". Kata Dika
Ketiganya memakan sarapannya dengan cepat dan meminum susu. Semua itu sudah disediakan Nek Imah sedari tadi.
Setelah selesai mereka langsung memakai tas sekolah mereka dan pamitan kepada Nek Imah.
Pak Supir sudah menunggu di depan rumah. Menunggu Rani keluar dari rumah dan membawanya ke tempat tujuan mereka.
" Pagi Bu Rani". Sapa Pak Supir.
" Pagi Pak..!!". Balas Rani
" Kita hari ini mau kemana Bu?:" Tanya supir yang melirik ketiga anak itu keluar bersamaan dengan Rani
" Pak, hari ini kita antar anak-anak ke sekola dulu ya baru ke kantor". Perintah Rani
" Baik Bu..!!". Jawab Pak supir yang dari tasi sudah menebaknya.
" Oke anak-anak naik ke mobil. Supaya kita bisa berangkat ke sekolah.". Suruh Rani
" Celyn, kamu di depan di samping pak supir ya". Suruh Rani pada Celyn
" Baik kak..". Jawab Celyn
Mereka pun masuk dan mengambil posisi masing-masing di dalam mobil. Setelah duduk tenang mobil pun melaju bergerak keluar dari area rumah menuju sekolah.
Pak supir melirik jam tangannya. Dia melihat waktu sudah menunjukkan Pukul 06.30 Wib. Pak supir berpikir dia masih memiliki waktu untuk menjalankan mobilnya dalam kecepatan sedang karena mereka tidak sedang buru buru. Karena perjalanan dari rumah ke sekolah hanya membutuhkan waktu 20 menit saja.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai ke sekolah Celyn, Dinar dan Dika. Mereka berempat turun dari mobil. Pak supir melajukan mobilnya menuju area parkir dan menunggu di sana.
Sedikit cerita tentang sekolah mereka. Sekolah mereka yang bernama Yayasan Perguruan ABC adalah sekolah ternama di daerah itu. Sekolah itu telah lama berdiri yakni sekitar 20 tahun lalu. Sekolah itu di mulai dari Playgroup, TK, SD, SLTP, SMU, SMK. Sekolah ABC memiliki fasilitas yang lengkap seperti taman bermain untuk PG dan TK, lapangan basket sekaligus bisa dipakai untuk upacara bendera, Kolam berenang di belakang sekolah, perpustakaan, ruang laboratorium biologi, ruang laboratorium komputer.
Sekolah ini juga memiliki ruang BK atau Bimbingan Konseling untuk anak anak yang punya masalah dan ruang UKS untuk pertolongan pertama bagi siswa yang sakit di waktu pembelajaran sekolah.
Cukup lengkap memang fasilitas di sekolah ini. Sebanding dengan harga SPP yang harus dibayar siswa perbulannya.
" Celyn, di mana kantor administrasi?". Tanya Rani kepada Celyn.
"Di sana kak?". Jawab Celyn menunjukkan sebuah ruangan dengan pintu berwarna biru dan di depannya ada tulisan RUANG ADMINISTRASI.
" Ooo di sana ya". Tanya Rani meyakinkan dirinya sendiri
" Iya Kak.. Apa kakak mau Celyn antar?". Tanya Celyn.
" Kalo kamu bersedia, kakak akan lebih senang". Jawab Rani.
" Oke kak. Celyn antar Dika ke kelasnya dulu ya lalu meletakkan tas di kelasnya Celyn. Kakak bisa duduk di taman, nanti Celym ke sana menjemput kakak." Jelas Celyn.
" Baiklah". Jawab Rani singkat. Dia memang bingung bagaimana administrasi sekolah. Dia memang tidak punya pengalaman mengurus sekolah anak. Maklum dia memang belum menikah. Rani pun beranjak menuju taman yang ada di depannya. Rani melihat ada sebuah bangku di taman tempat dia menunggu Celyn. Dia menuju ke sana dan menunggu Celyn di situ.
Tak berapa lama kemudian Celyn berlari menuju taman tempat dia menyuruh Rani menunggunya tadi. Setelah sampai dia menyapa Rani.
" Ayo kak..!" Ajak Celyn.
Tanpa berkata apapun Rani bangkit dari tempat duduknya dan menggandeng tangan Celyn. Mereka berjalan menuju ruang administrasi yang di tunjukkan Celyn tadi. Tak berapa lama mereka sudah sampai di ruang administrasi dan mengetuk pintunya.
" Permisi bu.." Sapa Celyn membuka pintu dan menyapa orang yang ada di dalamnya.
" Iya.. Silahkan masuk. Ada apa Celyn?". Tanya Ibu itu yang ternyata sudah mengenal Celyn.
" Begini bu, Kak Rani ingin bertemu dengan ibu. Katanya mau bayar SPP". Jawab Celyn
" Pagi bu.. Saya Rani..". Sapa Rani memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.
" Silahkan duduk Bu?. Kalo boleh saya tau, Anda siapa nya Celyn?". Tanya Bu Guru
" Terima kasih bu. Sebenarnya saya adalah sekretaris almarhum papanya Celyn. Sekarang saya mengurus semua keperluan anaknya beliau.". Jelas Rani sambil menggeserkan kursi agar dia bisa duduk.
" Oke baiklah. Saya Rika. Bagian administrasi di sekolah ini". Kata Bu Guru memperkenalkan dirinya.
" Oh iya bu, saya ingin membereskan biaya SPP Celyn dan kedua adiknya." Rani menjelaskan.
" Baiklah bu, saya akan buka datanya." Jawab Rika bagian administrasi tersebut.
"Baik bu". Rani menunggunya.
" Atas nama Jocelyn ,Dinar dan Andika ya Bu?". Tanya Bu Rika lagi.
"*Iya". Jawab Rani singkat.
" SPP atas nama mereka sudah menunggak dua bulan yakni semenjak orangtua mereka meninggal. Jumlahnya Satu juta lima ratus ribu rupiah per orang. Itu untuk pembayaran SPP tiga bulan hingga bulan ini bu. Jadi total semuanya Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah bu untuk ketiga anak tadi*.". Terang Bu Rika
" Baik bu!!". Rani mengeluarkan uang cash dan menghitungnya dengan teliti supaya tidak kurang lalu menyerahkan pada bu Rika.
" Saya akan hitung dulu bu" Kata bu Rika
" Silahkan bu..!!" bu Rika pun menghitung selembar demi selembar uang seratus ribuan yang ada si tangannya. Setelah semuanya pas dia pun meletakkan uangnya di meja.
" Sudah pas bu. Sebentar saya akan membuatkan kuitansi penerimaan uang." Kata Bu Rika lagi
"Baik bu". Rani menunggu Bu Rika membuatkan kuitansi pembayaran SPP milik ke tiga anak tersebut. lalu menyerahkan tiga buah kuitansi yakni atas nama Celyn, Dinar dan Dika.
" Ini Bu, kuitansi pembayarannya. Saya buat tiga kuitansi sesuai nama masing_masing." Kata Bu Rika sambil menyerahkan kuitansi itu kepada Rani.
" Terima kasih bu. Kalo begitu saya permisi pulang dulu." Kata Rani seraya berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah Celyn yang menunggu di kursi satunya lagi didekat pintu dan mengajak Celyn keluar dari ruangan itu.
" Celyn, permisi ya bu!!". Izin Celyn pada Bu Rika dan ikut dengan Rani keluar. Bu Rika hanya mengangguk mendengar Celyn pamitan karena dia tak sempat menjawab Celyn sudah di luar ruangannya dengan Rani.
Sekeluarnya mereka dari ruangan itu Rani menelepon supir menunggunya di depan sekolah sedangkan Celyn kembali ke kelasnya.
" Celyn masuk kelas dulu ya kak!!". Izin Celyn ke Rani
" Baiklah. Selamat belajar ya, Nak!!" Kata Rani
Mereka pun berpisah di situ. Celyn menuju kelasnya sedangkan Rani menuju Mobilnya dan masuk ke dalam dan pergi ke kantornya.
semangat