Squel dari Found Love in Kyoto.
Namun, ada yang tidak di sangka. Anthonino menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang belum pernah ia temui seumur hidupnya. “Sayang?” tanyanya, ia mengerutkan keningnya, mata birunya memandang seluruh wajah Keiko.
“Are you virgin?” tanya pilot itu.
Hening sejenak. “Yess, i’am,” jawab Keiko.
“Shit!”
Ikuti kisah cinta Yamada Keiko yang manis.
Yamada's lover
⚠⚠⚠ SKIP BAGIAN YANG BERTANDA MERAH BAGI YANG BELUM CUKUP UMUR.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cherryblossom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istriku yang menawan
Anthonino duduk di kursi kemudi di sebuah Maybach, tatapan matanya tertuju pada layar Ipad di tangannya di mana Keiko sedang menjawab beberapa pertanyaan soal pianonya, wajahnya yang cantik tampak begitu tenang dan anggun, apalagi senyum tak lepas dari wajahnya. Sangat berbeda dengan sikapnya saat ia sedang bersiap dan hendak tampil di panggung, rasanya hati Anthonino seperti terasa terpotong mengingat betapa beratnya gadis itu berusaha menggapai cita citanya, gadis kecil yang selalu memaksakan diri terlihat dewasa dan tenang di depan orang yang tidak dekat dengannya.
Tampak dengan hati-hati ia menjawab semua pertanyaan yang di lontarkan pembawa acara, semua jawabannya begitu lugas dan natural, bahkan ketika pertanyaan pribadi yang ajukan pembawa acara Keiko menanggapinya dengan santai.
“Ku rasa semua pertanyaan tentang gagalnya pernikahan undan Philip itu sudah pernah ku konfirmasi secara resmi, tapi baiklah, aku akan menjawabnya lagi,” kata Keiko sambil menyeringai, “yang jelas aku dan Philip masih berteman, di antara kami tidak ada permusuhan, tidak ada orang ketiga, kami semua baik-baik saja,” lanjutnya.
“Apa kalian akan berada dalam satu panggung lagi di New York Fashion week?”
“Ya, benar, kami akan berada dalam satu panggung.”
“Luar biasa,” kata pembawa acara itu dengan mimik wajah seolah ia terkagum, “oh iya ada beberapa gosip terbaru tentangmu, beberapa akun penyebar gosip mengunggah kau turun dari mobil mewah selama berada di New York, kau juga dikabarkan tidak menginap di hotel yang sama bersama teman satu timmu, apa itu benar?” pembawa acara itu bertanya.
Keiko tersenyum manis sebelum menanggapi pertanyaan itu, “Ya benar adanya, aku tidak menyangkalnya.”
“Jadi kau tidak menyangkal jika ada gosip miring kau sekarang menjadi simpanan pria kaya?”
“Siapa yang bisa menolak pria kaya, tapi keluarga kami cukup kaya, ku rasa aku tidak memerlukan kekayaan dari pria lagi,” jawab Keiko dengan nada bercanda, meski terdengar agak sombong namun faktanya memang keluarganya kaya raya.
Anthonino tersenyum mendengar jawaban istrinya yang tidak menyangkal ia menjadi simpanan pria kaya yang tak lain adalah dirinya, namun Keiko juga tidak membenarkan, cukup cerdik dengan menjawab secara ambigu.
Setelah beberapa season acara Keiko lewati akhirnya tiba di penghujung acara, ia memainkan pianonya sambil menyanyikan lagu yang berjudul Orange.
Sudut bibir Anthonino terus terangkat, senyumnya tak lepas dari bibirnya, ingin rasanya ia naik ke panggung itu menjemput Keiko lalu mengatakan pada dunia, ialah pria beruntung yang memiliki gadis manis itu.
Sementara di belakang panggung setelah acara usai, Lelya langsung memakaikan Keiko sebuah cardigan untuk menutupi bahunya yang terbuka, itu adalah perintah Anthonino, beberapa kru mengajak Keiko untuk berfoto bersama, dengan seramah mungkin Keiko menuruti untuk berfoto bersama mereka dan juga membuat beberapa video.
“Apa Nino menjemputku?” tanya Keiko pada Lelya saat mereka berada di dalam lift, mereka hanya berempat.
“Suami nona ada di mobil, ia baru saja tiba,” Arima tentu saja berbohong.
Keiko mengangguk.
“Besok jadwal latihanmu dimajukan lebih pagi karena kau harus fiting busana yang akan kau kenakan saat kau tampil,” Lelya mengingatkan, “dan Kei, mommymu memanggilku, daddymu juga, kau harus memanggilnya mereka setelah ini, di Tokyo masih jam 11 siang.”
“Aku akan menelefonnya,” Keiko menjawab sambil meminta ponselnya yang berada di tangan Lelya, “apa granddad ku memanggil?”
“Tidak, sudah terlalu larut malam di sana, kau bisa memanggil granddadmu besok.”
“Baiklah.”
Ding..!
Pintu lift terbuka, mereka menuju basement parkir di area stasiun televisi, Arima mengantarkan Keiko menuju sebuah Maybach hitam yang terparkir rapi diantara jejeran mobil mewah lain.
“Silakan masuk nona,” Arima membukakan pintu mobil itu.
“Terima kasih,” guman Keiko lirih.
Keiko mendudukkan pantatnya dengan anggun di bangku samping kemudi, Anthonino menyambutnya dengan senyuman merekah.
“Cintaku, kau sangat cantik malam ini,” pujinya sambil mengecup pipi Keiko.
Keiko hanya menyeringai, minimnya cahaya di dalam mobil itu membuat wajah cantiknya yang merah merona tidak terlihat.
“Aku benar-benar menyesal tidak bisa melihatmu tampil.”
“Jangan, eh maksudku, tidak perlu,” Keiko tergagap, ia masih merasa sangat gugup.
“Maafkan aku, saat di New York Fashion Week aku pasti akan menyaksikan penampilanmu.”
“Tidak, aku tampil siang, kau harus bekerja bukan?” elak Keiko.
“Pekerjaanku tidak penting, kau lebih penting cintaku,” Anthonino mencium pundak Keiko di mana rambutnya yang dibuat bergelombang oleh Sarah tergerai begitu saja di atas pundaknya.
“Tapi--”
“Aku ingin melihat istriku yang menawan di atas panggung secara langsung.”
“....” Keiko tidak bersuara, ia justru semakin gugup, telapak tangannya sedikit bergetar, “hubby ayo kembali, aku lapar dan lelah,” kata Keiko dengan nada lemah mencari alasan.
“Baik cintaku,” Anthonino memindah persneling mobilnya kemudian menginjak pedal gasnya perlahan.
HEHEHE...
GAK JADI DEH UPDATE 2 HARI SEKALI, KARNA KALIAN SAYANG PADAKU MAKA AKU JUGA SAYANG KALIAN, GAK TEGA LIHAT KALIAN GALAU NUNGGU 2 HARI 😚😚
TAP JEMPOL DAN KOMEN KALIAN 💖💖💖💖