menjadi suami pengganti dan tak dianggap oleh istri dan keluarganya itulah yang dialami oleh Samuel.
Samuel menikahi Amanda karena kepergok berduaan di kamar hotel Tanpa sehelai benang pun padahal dirinya tidak tahu apa yang terjadi pada saat itu.
Berbagai hinaan dan Cacian terus di lontarkan kepada Samuel. mereka tidak tahu bahwa orang yang dia hina adalah orang yang paling berpengaruh di kota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Fr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22.
Tom, sepertinya anak Lo terus menatap gue," ucap Samuel kepada Tomi.
"Sayang, apa kamu tidak tahu siapa dia? Dia adalah Om Sam yang selalu memberikan mainan untukmu," ucap Tomi pada putri kecilnya.
Putri Tomi kemudian langsung menyadarinya. Bocah berusia empat tahun tersebut kemudian meminta turun dari gendongan ibunya lalu berlari memeluk Samuel.
"Om Sam, kenapa om tidak bermain lagi dengan Nia?" ucap anak kecil tersebut.
"Tom, sepertinya anak Lo menyukai gue," ucap Samuel pada Tomi dengan nada bercanda.
Samuel yang berkata seperti itu lagi ditatap oleh istrinya.
"Kamu udah punya istri, bos. Masa kamu harus pacaran sama anak kecil. Lihat, istri kamu cemburu," ucap Tomi pada bosnya.
"Maaf, Sayang. Kamu jangan cemburu. Ini hanya bercanda. Tapi kalau kamu cemburu, kamu jadi tambah cantik," ucap Samuel sambil tersenyum melihat wajah cantik istrinya.
"Om, siapa dia?" ucap Nia.
"Perkenalkan, dia Aunty Amanda, istrinya Om Sam," jawab Samuel.
"Om udah nikah, kata papah kalau sudah menikah akan mempunyai dede bayi. Mana bayinya om?" ucap Nia dengan polosnya.
"Om sama Aunty kan baru menikah jadi belum punya dede bayi. Nanti kalau sudah punya, mau ngga main sama anak om?" ucap Samuel menjawab pertanyaan dari anak kecil tersebut.
Tak terasa, acara sudah mencapai puncaknya. Kini sahabatnya yang bernama Ryan sedang menggenggam calon istrinya yang akan menjadi istrinya.
Ryan merasa sangat gugup karena dirinya bisa menikahi wanita yang sangat dirinya cintai.
Beberapa jam kemudian, acara pernikahan akhirnya telah selesai. Semua tamu undangan memberikan selamat kepada Ryan dan istrinya atas pernikahannya.
"Selamat bro, akhirnya Lo bisa menempuh hidup baru," ucap Samuel pada Ryan lalu memberikan hadiah pada sahabatnya tersebut.
"Apa ini, Sam?" ucap Ryan pada sahabatnya tersebut.
"Itu hadiah untukmu, intinya selamat menempuh hidup baru," ucapnya lalu meninggalkan panggung dan berjalan bersama dengan istrinya.
Setelah selesai menghadiri acara tersebut, Samuel dan istrinya kemudian segera keluar dari hotel tersebut dan segera pulang ke rumah karena hari sudah semakin malam.
"Bagaimana, sayang? Apakah pesta pernikahannya mewah?" ucap Samuel pada istrinya.
"Mewah sekali, aku menyukai konsepnya."
"Kalau kamu memang menyukainya, aku akan membuat pesta pernikahan dengan sangat mewah."
"Tidak perlu mewah, yang penting kita bahagia."
"Kamu memang istri yang sangat baik, tapi apakah kamu tidak ingin membalas dendam kepada mantan kamu dan selingkuhannya?"
"Dendam? Aku tidak tahu apakah aku dendam dengan mereka atau tidak, tapi jika bukan karena jebakan itu, aku tidak akan bertemu dengan kamu."
"Apa kamu bahagia menjadi istriku?"
"Aku sangat bahagia, mungkin kita memang ditakdirkan bersama. Maaf atas perilaku aku dulu terhadapmu."
"Tak perlu dipikirkan. Sejak kejadian tersebut, aku memang sudah jatuh cinta denganmu. Seharusnya aku yang meminta maaf karena aku telah menyembunyikan identitas diriku yang sebenarnya," ucap Samuel.
"Sebenarnya aku sangat malu. Apa aku pantas menjadi istri dari pemilik perusahaan SM Corporation?"
"Kalau kamu tidak pantas untuk menjadi istriku, kenapa aku memilihmu? Aku bisa saja mencari wanita lain, tapi aku tidak bisa melakukannya karena di hatiku sudah ada hatimu," ucap Samuel lalu mencium kening istrinya.
Tidak terasa, mereka berdua telah sampai di rumah. Samuel keluar dari mobilnya dan kemudian menggendong istrinya yang terlihat sangat kelelahan.
Samuel merebahkan istrinya di atas ranjang. Setelah itu, dia segera pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Samuel segera menuju ke kamar karena dia tidak sabar untuk tidur sambil memeluk istrinya.
Samuel sudah berganti baju. Dia segera tidur sambil memeluk istrinya. Samuel memang tidak ingin jauh-jauh dari istrinya.
Istrinya yang melihat suaminya memeluk dirinya hanya diam saja karena dirinya juga merasa sangat nyaman.
Keesokan harinya, Amanda bangun dari tidurnya lalu melepaskan pelukan suaminya.
Amanda membuka jendela, dan matahari sudah terlihat.
"Bangun, bukankah hari ini kamu kerja?" ucap Amanda sambil mengguncang-guncang tubuh suaminya.
Samuel, yang merasa tubuhnya bergerak sendiri, langsung bangun dari tidurnya dan melihat istrinya di depan matanya.
"Apa, sayang? Bukankah ini masih pagi?"
"Kamu harus pergi bekerja. Apa kamu mau tiduran terus di sini?"
"Tidak masalah selama aku bisa tidur denganmu."
"Bangun, By. Awas nanti kalau kamu tidak bangun, akan aku siram kamu pakai air."
"Aku akan bangun, tapi ada syaratnya."
"Apa syaratnya?" tanya Amanda.
"Syaratnya adalah kamu harus mencium aku terlebih dahulu."
"Cuma itu doang?" ucap Amanda lalu langsung menyambar bibir suaminya.
"Sudah kan, aku sudah memberikan morning kiss untuk kamu. Sekarang kamu bangun, oke?"
Samuel hanya mengangguk dan tersenyum kepada istrinya.
"Terima kasih, sayang. Ciuman darimu membuatku jadi semangat untuk bekerja."
Samuel bangun dari tidurnya dengan perasaan yang sangat senang sekaligus gembira. Dia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara istrinya membuatkan makanan untuk suaminya.
Saat akan membuat makanan untuk suaminya, Bibinya meladangnya karena takut dimarahi oleh Tuan mudanya.
"Non, lebih baik non tidak berada di sini. Biar bibi saja yang buatkan makanan untuk nona dan Tuan muda," ucap Bibi dengan cemas.
"Ngga papa bi, aku ingin membuatkan makanan untuk suamiku. Aku ingin suamiku merasakan makanan buatanku," ucap Amanda dengan penuh semangat.
Bibinya yang melihat wajah Amanda ikut tersenyum. "Baiklah, jika itu maumu, bibi akan bantu kamu."
Dulu, saat pertama kali menikah dengan Samuel, suaminya selalu membuatkan makanan untuknya bahkan juga membuatkan bekal. Kali ini, dia akan membalas kebaikan suaminya. Dia mengingat bagaimana dulu dia menghina makanan yang telah dibuat oleh suaminya, mengatakan bahwa makanan yang dibuatnya tidak enak dan rasanya sangat hambar. Tapi yang sebenarnya adalah makanan yang dibuat oleh suaminya seperti masakan koki bintang Lima. Itulah kenapa saat itu dirinya tidak pernah makan diluar karena dirinya sangat menyukai masakan suaminya. Sekarang dirinya berpikir bahwa siapa yang sebenarnya istrinya, dia atau Suaminya, Samuel bisa melakukan pekerjaan rumah tangga apapun sedangkan dirinya hanya bisa duduk-duduk santai. Mengingat kejadian masa lalu membuat Amanda merasa semakin bersalah. Seharusnya dia dulu memperhatikan suaminya bukan terus menyalahkannya. Dulu dia memang bodoh karena dia mencintai pria brengsek seperti Dion tapi kini dia merasa senang karena dengan pengkhianatannya dia bisa menemukan seseorang yang tulus mencintai dirinya.
Amanda kini telah selesai membuatkan makanan untuk suaminya. Sekarang dirinya segera membawa makanan tersebut ke ruang makan.
"Amanda, apa kamu yang memasak semua ini?" tanya Mamah Ayunda.
"Ngga mah, aku hanya membantu bibi saja," jawab Amanda dengan tulus.
"Tapi tadi bibi mengatakan kamu membuatkan makanan spesial untuk suamimu," ucap Mamah Ayunda.
"Iya mah, aku membuatkan makanan untuk suamiku. Aku harap dia menyukainya," ucap Amanda dengan senyuman.
"Sudah pasti dia menyukai masakan kamu, terlebih lagi kamu membuatnya dengan bumbu yang spesial yaitu bumbu cinta," ucap Liona, membuat semuanya tertawa. Lalu Amanda hanya tersenyum dan wajahnya langsung merah seperti kepiting rebus.
next semngt sukses selalu