Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Keadilan Darah dan Pengembalian Akar Spiritual
"Ukh... K-Kakak Xuan... tolong..."
Wajah Murong Xue memerah keunguan karena kehabisan napas. Tangan halusnya meronta, berusaha melepaskan cengkeraman besi Ye Xuan. Air mata buaya mengalir membasahi pipinya yang cantik, mencoba membangkitkan belas kasihan dari pria yang dulu rela mati untuknya.
"Kakak Xuan... aku... aku dipaksa olehnya... Tolong, ingatlah masa lalu kita..." rengek Murong Xue dengan suara tercekik.
Mata Ye Xuan tidak menunjukkan riak emosi sedikit pun. Ketenangannya justru lebih menakutkan daripada amarah yang meledak-ledak.
"Masa lalu kita? Maksudmu saat kau meracuni tehku sambil tersenyum manis?" Ye Xuan memiringkan kepalanya sedikit. "Air matamu sangat murah, Murong Xue. Tapi kultivasimu yang kau bangun dari sumber dayaku... itu berharga."
Tanpa sedikit pun keraguan, telapak tangan Ye Xuan yang mencengkeram leher gadis itu menyala dengan cahaya keemasan redup.
"Ekstrak."
[Ding! Menemukan entitas kultivator (Tahap Pembentukan Qi Lapis Keenam). Memulai ekstraksi...]
[Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 1.200 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: Garis Keturunan Bunga Ilusi (Tingkat Rendah)!]
[Memperoleh: Atribut Kelincahan +15!]
"Tidaaak—!"
Teriakan Murong Xue terputus sebelum sempat menggema. Wajah cantiknya keriput dalam hitungan detik, tubuh montoknya mengering bak mumi, dan akhirnya hancur menjadi serpihan debu yang berjatuhan ke lantai gua.
Wanita yang telah mengkhianatinya itu terhapus dari eksistensi, tak menyisakan satu tulang pun.
Ye Xuan mengibaskan tangannya perlahan. Energi Qi di Dantiannya melonjak naik, mendekati ambang Lapis Kedelapan. Ia kemudian menoleh ke arah kolam yang keruh.
Di sana, Zhao Tian yang terendam air mematung dengan mata melotot. Rasa sakit akibat Tergelincirnya Qi seolah mati rasa oleh teror absolut yang baru saja disaksikannya. Murong Xue, seorang kultivator Lapis Keenam, diubah menjadi debu hanya dengan satu sentuhan!
"I-Iblis... Kau bukan Ye Xuan! Kau monster apa?!" raung Zhao Tian, merangkak mundur hingga punggungnya menabrak dinding batu kolam.
"Kau benar, aku sudah mati di Tebing Mayat," Ye Xuan melangkah masuk ke dalam kolam dangkal itu, cipratan airnya terdengar mengancam di keheningan gua. "Dan monster yang merangkak kembali ini... diciptakan oleh keserakahanmu sendiri."
Menyadari bahwa memohon tidak ada gunanya, insting bertahan hidup Zhao Tian meledak. Ia adalah cucu dari Tetua Agung Sekte, ia tidak mungkin mati di tangan seekor semut!
"Mati kau, Kecoak Sialan!"
Zhao Tian menggigit ujung lidahnya dan meludahkan setetes darah esensi. Ia merogoh cincin spasialnya dan mengeluarkan sebuah jimat berwarna merah darah yang memancarkan aura mengerikan.
Itu adalah Jimat Serangan Inti Emas! Senjata pelindung nyawa yang diberikan oleh kakeknya, mampu melepaskan satu tebasan pedang setara dengan kultivator Alam Inti Emas!
BZZZZZT!
Jimat itu terbakar. Sesosok bayangan pedang raksasa berwarna merah darah terbentuk di udara, menyedot habis sisa udara di dalam gua. Niat pedang yang mengiris tulang mengunci tubuh Ye Xuan dari segala arah.
Zhao Tian tertawa gila, darah terus mengalir dari mulutnya. "Hahahaha! Matilah bersama kesombonganmu! Tebasan ini akan menghancurkan jiwa—"
"Ekstrak."
Satu kata yang keluar dari mulut Ye Xuan terdengar sangat datar, seolah ia hanya menyuruh anjingnya untuk duduk.
Ye Xuan tidak menghindar. Ia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi dan langsung menangkap ujung bayangan pedang raksasa yang melesat ke arahnya.
[Ding! Menemukan Entitas Energi - 'Serangan Pedang Inti Emas (Fragmentaris)'.]
[Peringatan: Energi terlalu besar untuk ditampung Inang saat ini!]
[Menginisiasi Ekstraksi Sintesis! Mengubah serangan mematikan menjadi poin atribut!] 3... 2... 1...]
[Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: Niat Pedang Pembantaian (Tingkat Menengah)!]
[Memperoleh: 5.000 Poin Qi Murni!]
KRAK!
Bayangan pedang merah darah yang menakutkan itu mendadak retak seperti kaca rapuh saat menyentuh telapak tangan Ye Xuan, lalu hancur berkeping-keping dan tersedot ke dalam tubuhnya tanpa sisa. Hembusan angin kencang yang tadinya mengamuk di dalam gua langsung reda.
Tawa Zhao Tian tercekik di tenggorokannya. Matanya nyaris melompat keluar dari rongganya. Mulutnya terbuka dan tertutup seperti ikan yang kehabisan air.
"T-Tidak mungkin... Itu serangan Alam Inti Emas... Bagaimana... bagaimana kau memakannya?!"
"Rasanya agak hambar," balas Ye Xuan santai. Ia melesat ke depan dan mencekik leher Zhao Tian, mengangkat pemuda arogan itu ke udara dengan satu tangan.
"Sekarang, mari kita bicara tentang barang milikku yang kau simpan di perutmu," bisik Ye Xuan, matanya menatap tajam ke arah perut Zhao Tian. Di dalam sana, Akar Spiritual Tingkat Bumi miliknya yang telah ditransplantasikan mulai layu akibat kekacauan energi.
Ye Xuan mengalirkan energi ungu korosif—Racun Pelebur Meridian—ke ujung jari tangan kirinya.
"T-Tunggu! Ye Xuan! Kakekku adalah Tetua Agung! Jika kau membunuhku, dia akan menghancurkan sembilan keturunanmu! Lepaskan aku, aku akan mengembalikan akar spiritualmu! Aku akan memberimu Pil—"
CRAT!
Tangan kiri Ye Xuan yang diselimuti racun ungu menembus langsung ke dalam Dantian Zhao Tian, sama persis seperti apa yang dilakukan Zhao Tian padanya tiga hari yang lalu.
"ARGGGHHH!!" Raungan menyayat hati menggema, menggetarkan dinding gua es.
"Racun ini, kau yang memberikannya padaku melalui tangan Murong Xue," bisik Ye Xuan tepat di telinga Zhao Tian yang menjerit. "Hari ini, aku mengembalikannya beserta bunganya."
Racun Pelebur Meridian meledak di dalam tubuh Zhao Tian, melelehkan setiap jalur meridian dan menghancurkan fondasi kultivasinya menjadi bubur darah. Rasa sakitnya sepuluh kali lipat lebih mengerikan daripada kematian itu sendiri.
Tangan Ye Xuan mencengkeram gumpalan cahaya emas redup dari dalam perut Zhao Tian—Akar Spiritual Tingkat Bumi.
"Sistem. Ekstrak Akar Spiritual dan seluruh garis keturunannya!"
[Ding! Menemukan 'Akar Spiritual Tingkat Bumi (Layu)'. Mengekstrak...]
[Menemukan Garis Keturunan Angin (Tingkat Rendah). Mengekstrak...]
[Sintesis diaktifkan! Menggabungkan energi dari Dantian musuh dan sisa Teratai Es...]
[Selamat! Akar Spiritual Inang telah dipulihkan dan berevolusi menjadi: Akar Spiritual Melahap Surga (Tingkat Surga - Fragmentaris)!]
Cahaya emas yang menyilaukan meledak dari dalam tubuh Ye Xuan, menelan sisa-sisa energi di sekitarnya. Akar Spiritualnya tidak hanya kembali, tetapi di-upgrade ke tingkat yang hanya ada dalam legenda!
Sementara itu, tubuh Zhao Tian yang telah dikuras habis segalanya, layu seperti kayu busuk. Mata pemuda itu redup, dan nyawanya melayang meninggalkannya dalam keputusasaan yang tak terlukiskan.
Bruk.
Ye Xuan melepaskan cengkeramannya, membiarkan mayat kering Zhao Tian jatuh ke dalam air kolam keruh.
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Kedelapan!]
Hembusan napas Ye Xuan menciptakan riak energi yang kuat. Ia mengepalkan tangannya, merasakan kekuatan yang setidaknya sepuluh kali lipat lebih mematikan dari masa jayanya dulu.
Dengan cepat, Ye Xuan meloloskan dua cincin spasial dari jari mayat Zhao Tian. Ia tahu waktu bersantai sudah habis.
PRANG!
Tiba-tiba, suara pecahan kaca ilusi bergema dari arah puncak gunung, diikuti oleh raungan amarah yang membuat langit malam sekte bergetar.
"SIAPA YANG BERANI MEMBUNUH CUCUKU?! AKU AKAN MENGULITI JIWANYA HIDUP-HIDUP!!"
Itu adalah suara Tetua Agung. Kertas Jiwa milik Zhao Tian yang tersimpan di Balai Leluhur telah hancur, menandakan kematiannya.
"Orang tua itu datang," gumam Ye Xuan tenang. Kultivasi Tetua Agung berada di Puncak Alam Inti Emas. Ye Xuan saat ini tidak memiliki peluang melawannya secara langsung.
Ye Xuan mengaktifkan Teknik Langkah Bayangan hingga batas maksimal. Tubuhnya melebur menjadi siluet tipis yang menyatu dengan kegelapan gua. Sebelum Tetua Agung tiba dan menyegel seluruh Puncak Inti Emas, bayangan Ye Xuan telah menyelinap keluar, melesat menembus hutan bambu malam hari bagaikan hantu tanpa jejak.