Ini kisah tentang masa muda, masa dimana masih mencari dan meraba cita cita, begitu menggebu jika menyoal sebuah rasa yang bernama cinta, jika ingin membaca sebuah kisah romansa yang berakhir bahagia, bukan di sini tempatnya, novel ini hanyala pembuka, sebuah awal dari kisah lima anak muda, para generasi ketiga keluarga Geraldy, tentunya dengan sedikit nostalgia, semoga penggambaran othor sesuai dengan ekspektasi pembaca.
selamat berpetualang kembali bersama Daniel, Darren, Luna, Dean, dan Danesh, di sini awal mula kisah mereka, sebelum mereka menempati buku mereka masing masing.
Happy Reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#22
#22
Siang menjelang sore.
Seperti hari hari biasa, Danesh sengaja menunggu di depan asrama putri SMU Dewi Sartika dengan jarak yang aman tentu nya, walau demikian keberadaannya sudah pasti diketahui oleh Renata yang juga tak pernah absen menampakkan diri dari lelaki yang belakangan mengisi hari hari nya.
Hari itu Renata sudah membuka sedikit rahasia keluarga nya, dimana ia adalah seorang anak kesepian, karena ibunya sakit dan papa nya sangat jarang berada di rumah, gadis berwajah khas italia ini mulai nyaman dengan keberadaan Danesh, yang ternyata memiliki kebiasaan seperti dirinya yang mudah bosan di kelas, Jika Renata mencari masalah agar sang papa lebih memperhatikan dirinya, maka Danesh mencari masalah, karena sebelumnya tidak pernah ada masalah, hidupnya terlalu sempurna, keluarga nya bahagia, kedua orang tua penyayang dan saling menyayangi, materi melimpah, saudara sepupu menyenangkan, bahkan opa oma yang terlampau mengertikan cucu cucu nya, jadi karena bosan, ia terus menerus harus menemukan masalah, agar hidupnya sedikit berwarna.
Tanpa Danesh ketahui, dari jarak aman pula, dua buah mobil hitam misterius, sedang menunggu seperti dirinya, sementara dua mobil hitam yang lain berhenti di belakang Danesh.
Seorang pria tampan berwajah Italia pula, sudah lebih dulu keluar dari mobil, kemudian menghampiri Renata yang seperti biasa berada di barisan terakhir, memastikan agar kali ini Renata tak lagi melarikan diri darinya.
Melihat kedatangan Gerald, renata segera ambil ancang ancang, tapi karena keberadaan Danesh, jauh dari nya, maka ia pun kesulitan menghindar, karena gerakan Gerald dan anak buah nya begitu cepat, hingga mengunci pergerakan Renata.
“Papa dan mama mu menunggu, jadi sebaiknya Ikut denganku secara baik baik, atau lelaki itu celaka,” bisik Gerald tanpa basa basi.
Renata terdiam, ia tahu kali ini ia tak akan mudah melarikan diri, setelah banyak kali pelariannya, tentu Gerald dengan mudah membaca pergerakannya, dan lagi Renata belum mengetahui jika lelaki yang diam diam mencuri hatinya tersebut, menguasai ilmu perlindungan diri dengan sangat baik.
Akhirnya Renata hanya bisa pasrah mengikuti langkah Gerald, ia bahkan sengaja tak menatap Danesh agar lelaki itu mengira, dirinya tak terlihat oleh Renata.
“Good girl,” puji Gerald pada sambil mengusap kepala dan rambut legam Renata.
Entah kemana Renata akan dibawa, yang jelas ia senang, karena mama nya pulang walau entah seperti apa keadaannya setelah menjalani kemoterapi.
Danesh masih menanti dengan tak sabar, tetapi ia dibuat kecewa, karena Renata tak terlihat hingga barisan bidadari Dewi Sartika habis tak tersisa. “Kemana Rena?” Danesh bertanya tanya resah.
Sekilas Danesh melihat, beberapa mobil hitam melewatinya, tapi Danesh sama sekali tak menaruh curiga.
.
.
Lain Danesh, lain pula kisah cinta Dean, sang calon casanova Geraldy ini tengah berbunga bunga bahagia, pasalnya hanya dalam waktu seminggu ia sudah berhasil mendapatkan hati gadis baru yang kini resmi pujaan hati nya, Adhis si gadis manis yang baru mekar itu, begitu terpesona dengan seorang Dean, pria itu seperti tebal muka, padahal berkali kali Adhis menolak berpacaran dengannya, tapi semakin ditolak, Dean seakan semakin bertambah kuat seperti batu karang dihantam ombak, hingga Adhis tak kuasa menahan gejolak hatinya, terlebih Dean adalah lelaki pertama yang mendekatinya.
Adhis sangat bahagia, karena ia adalah satu satunya gadis yang diantarkan pulang ke rumah oleh Dean, walau sembunyi sembunyi, karena sebenarnya Adhis masih takut kalau hubungan mereka diketahui oleh Sabrina, kakak sepupu nya, yang juga diam diam memiliki perasaan pada Dean.
Perasaan Adhis saat ini, seperti koin yang memiliki dua mata, di satu sisi ia bahagia, tapi disisi lain ia ketakutan, takut jika Dean memperlakukannya sama dengan kekasih kekasih singkat nya yang lain, takut jika sang kakak terluka karena diam diam Adhis menjalin hubungan dengan lelaki yang Sabrina sukai, tapi Dean sangat lihai memainkan perasaan Adhis, ia berhasil meyakinkan gadis itu bahwa ia sungguh sungguh dengan perasaannya kali ini, terbukti dengan seringnya ia mengantar Adhis pulang sekolah.
Tapi rupanya setelah mendapatkan hati Adhis, Dean kembali berulah, karena kecewa dengan si gadis calon tunangannya yang diam diam memata matai dirinya, ingin mengenal dirinya, tapi tak ingin identitasnya diketahui oleh Dean, tentu saja remaja tanggung ini tak terima, karena itulah ia kembali ke tabiat awal jika tak berada di dekat Adhis, ia seperti lepas dari pengawasan.
Seperti siang ini di jam istirahat kedua, Vero tengah membawa kudapan dari pintu gerbang sekolah, baru saja ia memesan secara online, karena kantin nyak Leha masih tutup.
Dean menghampiri nya dan tanpa permisi ia ikut memakan kudapan milik sahabatnya tersebut seperti biasa, walau demikian Vero tak keberatan, karena biasanya Dean pun tanpa segan membagi miliknya pada Vero kecuali perasaan cinta yang hingga kini, masih terbagi ke banyak cabang.
“Tumben kamu tenang beberapa hari ini? lagi jomblo?” Tanya Vero cuek, sambil mengunyah kentang goreng.
Dean tersenyum simpul, nampak sekali jika hatinya sedang bahagia, “Kenapa? tidakkah nampak dari wajahku?” tanya Dean balik.
“Kalau di lihat dari wajahmu sih, menyebalkan seperti biasa,” Vero melempar kulit kacang ke wajah Dean, “Lalu Sabrina?”
“Kenapa dengan Sabrina?” tanya Dean tanpa rasa bersalah.
“Bukankah kamu juga sedang mendekatinya?”
“Tidak, bukan dia yang kudekati.” bisik Dean, karena di kelas sedang ramai anak anak.
“Lalu?”
“Ada deehhh … kamu gak perlu tahu.” Jawab Dean penuh teka teki.
“Dasar buaya buntung …” Eek Vero kesal, rupanya lelaki yang ia sukai memang belum ada tanda tanda berubah.
“Hahahaha …” Dean tertawa keras, tapi kemudian ia terdiam dan kembali bertanya, “Ve … kamu gak pengen juga jadi pacarku?”
Pertanyaan iseng, yang tentunya memancing hati yang memang sejak lama menyimpan rasa suka.
.
.
Jam pulang sekolah, Daniel lagi lagi merasa gelisah, insting nya mengatakan bahwa mereka benar benar sedang diawasi, bukan seorang tapi beberapa orang sekaligus, karena itulah ia menunggu ketiga adik adik nya, karena Luna tidak ke sekolah.
Satu persatu adik adiknya berkumpul di tempat parkir sekolah, Daniel tak akan meninggalkan mereka karena keselamatan mereka adalah tanggung jawab nya sebagai anak sulung.
“Ada apa nih, tumben nungguin?” tanya Dean yang datang paling akhir.
Tapi Daniel enggan memberikan jawaban, walau ketiga adiknya menanyakan pertanyaan yang sama.
“Nanti aku jawab. sekarang kita ke tempat opa, jangan mengambil jarak terlalu jauh.”
“Tapi Aku harus menemui Rena.” Protes Danesh.
“Dan aku harus mengantar pacarku.” Dean pun mengajukan protes, mengingat ia terlanjur janji akan mengantar Adhis pulang kerumah.
“Kamu sedang waras?” tanya Darren, “Tumben nganter pacarmu pulang?”
Dean hanya memasang seringai di wajah nya. “Sebentar aku telepon dia.” Dean pun menjauh guna menghubungi Adhis, serta memastikan bahwa Adhis bisa pulang sendiri tanpa dirinya.
Setelah mendapatkan persetujuan Dean pun kembali bergabung dengan, Daniel, Darren dan Danesh yang sudah menaiki motor mereka masing masing.
Dan benar seja, sepanjang jalan Daniel lebih memilih berada di barisan belakang, semakin waspada demi memastikan adik adiknya aman sepanjang perjalanan, karena kali ini ia melihat beberapa pria misterius terus mengikuti pergerakan mereka, rupanya 30 menit perjalanan mereka aman, Daniel bernafas lega ketika akhirnya mereka memasuki gerbang utama Geraldy Kingdom.
Daniel bergegas mencari keberadaan Hans, sang pemimpin Agent AG, melihat gelagat Daniel yang mencurigakan, ketiga adik adiknya pun mengikuti pergerakan Daniel.
“Ada apa tuan muda?” tanya Hans yang melihat kedatangan Daniel, Darren, Dean dan Danesh.
“Aku merasa beberapa hari ini ada yang mengikuti kami.” Jawab Daniel tanpa basa basi.
“Serahkan pada kami, mulai besok kami akan mengawal kalian semua.”
Seperti biasa, bagai sebuah robot, Hans segera memproses laporan Daniel.
.
.
Renata menatap bayangan Dirinya di cermin yang menampakkan keseluruhan tubuhnya, ia memakai gaun berwarna salem muda, menyatu sempurna dengan kulitnya yang putih bercampur eksotis, rambut hitam nya pun sudah ditata sedemikian rupa, kini ia tengah menunggu untuk di panggil, karena malam ini ia akan diperkenalkan sebagai putri tunggal Mario Antoinette, sang mafia kelas kakap dari italia, sekaligus akan segera bertunangan dengan Gerald Santiago, putra dari Demian Santiago, Mafia kelas kakap dari Los Angeles.
Renata begitu shock ketika sang papa memutuskan menjodohkan dirinya dengan Gerald, terlebih alasannya hanya demi meluaskan kekuasaan masing masing, maka dirinya dijadikan sebagai tumbal, agar Gerald bisa melanjutkan kepemimpinan Mario dan Demian sekaligus.
Alasan yang lainnya lagi, tentu demi kesehatan sang mama, Nyonya Marina Antoinette, nyonya Marina ingin melihat Renata menikah, sementara Renata ingin membahagiakan sang mama, jika mama nya bahagia maka setidaknya memperpanjang usia nyonya Rena selama beberapa tahun ke depan.
itu namanya menyerahkan nyawa dengan sia sia👻
Evan noh👍🏼😆👻
biar inisial D semuanya 😁
senjata makan tuan Alex 👻😆
barusan dari lapak Dean
seharusnya baca ini dulu ya👻
trus lanjut kemana ini awak bacanya 😁