NovelToon NovelToon
Tak Terkalahkan Sejak Awal

Tak Terkalahkan Sejak Awal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.

Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.

Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.

Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:

Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.

Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.

Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 — Mata yang Mengincar

Rumah Makan Awan Harum masih dipenuhi pelanggan.

Di luar, matahari mulai merangkak naik.

Suasana Kota Canglan justru semakin ramai.

Chu Xuan menghabiskan suapan terakhir mi daging rohnya.

Kemudian meletakkan sumpit.

"Terima kasih atas makanannya."

Han Zhen tersenyum.

"Bagaimana?"

Chu Xuan berpikir sejenak.

"Kalau dibandingkan dengan masakan kakek..."

"Tentu masih kalah."

"Lalu dibandingkan dengan masakanmu sendiri?"

Chu Xuan terdiam.

"..."

"Aku tidak pernah memasak."

Han Zhen tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha!"

"Itu jawaban yang jujur."

Di samping mereka, Luo Ning akhirnya ikut tersenyum kecil.

Melihat mereka berbincang seperti itu...

Entah kenapa, hatinya terasa sedikit lebih hangat.

Sudah tiga hari sejak desanya dihancurkan.

Selama tiga hari itu...

Ia hampir tidak pernah tersenyum.

Pelayan datang membawa tagihan.

"Totalnya tiga batu roh kelas rendah."

Chu Xuan langsung mengeluarkan tiga batu roh.

Namun Han Zhen lebih cepat meletakkan batu roh di atas meja.

"Aku yang mengundang."

Chu Xuan menggeleng.

"Aku tidak suka berutang."

"Kalau begitu..."

Han Zhen tersenyum.

"Lain kali kau yang mentraktir."

Chu Xuan mengangguk tanpa ragu.

"Baik."

Luo Ning memandang keduanya.

Lalu berkata pelan.

"...Kalau begitu."

"Nanti kalau aku sudah bisa menghasilkan batu roh..."

"...aku juga ingin mentraktir kalian."

Han Zhen tertawa kecil.

"Aku akan menunggu hari itu."

Chu Xuan mengangguk serius.

"Kalau begitu..."

"Kita bertiga bergantian."

Luo Ning tanpa sadar tertawa pelan.

Tawa kecil itu membuatnya sendiri terkejut.

Sudah lama...

Ia tidak pernah tertawa sejak kehilangan kedua orang tuanya.

Di sudut lain rumah makan.

Dua kultivator muda masih memperhatikan mereka.

"Sudah selesai makan."

"Sebaiknya kita mulai?"

Yang seorang lagi menggeleng.

"Jangan di dalam kota."

"Penjaga Kota Canglan sangat ketat."

"Lagipula..."

"Senior Han masih bersama mereka."

Pria pertama mendecak pelan.

"Lalu?"

"Kita tunggu."

"Orang seperti itu pasti akan meninggalkan kota cepat atau lambat."

Mereka tidak tahu...

Pemuda berpakaian hitam yang sedang mereka incar...

Adalah orang yang membuat Tetua Api Merah lenyap tanpa bekas.

Setelah keluar dari rumah makan, Han Zhen berhenti di sebuah persimpangan.

"Aku harus pergi ke Balai Pemburu."

"Ada misi yang harus kulaporkan."

Kemudian ia menoleh kepada Luo Ning.

"Kalau kau mau, aku bisa mengantarmu ke tempat penampungan pengungsi."

Luo Ning menggenggam ujung pakaiannya.

Namun...

Ia tidak langsung menjawab.

Sebaliknya...

Ia justru menoleh kepada Chu Xuan.

"Apa?"

Tanya Chu Xuan heran.

Luo Ning menundukkan kepala.

"Kalau boleh..."

"...aku ingin ikut Tuan Chu untuk sementara."

Han Zhen sedikit terkejut.

"Kenapa?"

Luo Ning menggigit bibir bawahnya.

"Selain kalian berdua... aku tidak punya tempat untuk pergi."

Chu Xuan sendiri tampak bingung.

"Padahal aku manusia biasa."

Luo Ning menggeleng pelan.

"Bukan karena kuat."

"Tapi..."

"...karena Tuan Chu orang baik."

Chu Xuan terdiam.

Di kehidupan sebelumnya...

Belum pernah ada orang yang mengatakan kalimat seperti itu kepadanya.

Ia hanya menggaruk pipinya dengan canggung.

"Kalau begitu..."

"Kau boleh ikut."

"Tapi jangan berharap ada makanan gratis setiap hari."

Luo Ning mengangguk cepat.

"Baik!"

Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Pegunungan Tianyun...

Di belakang Chu Xuan...

Mulai ada seseorang yang memilih mengikuti langkahnya atas kemauannya sendiri.

"Kalau begitu, kita berpisah di sini."

Han Zhen menangkupkan kedua tangannya.

"Aku harus melapor ke Balai Pemburu."

Chu Xuan membalas hormat.

"Terima kasih atas bantuan Senior."

Luo Ning ikut membungkuk.

"Semoga perjalanan Senior lancar."

Han Zhen tersenyum.

"Lain kali kalau kita bertemu, semoga kalian sudah lebih mengenal Kota Canglan."

Setelah itu, sosoknya perlahan menghilang di tengah keramaian.

Kini...

Hanya Chu Xuan dan Luo Ning yang tersisa.

Suasana sempat menjadi canggung.

Luo Ning menggenggam kedua tangannya.

"Tuan Chu..."

"Aku benar-benar tidak merepotkan?"

Chu Xuan menggeleng.

"Selama kau tidak menghabiskan persediaan berasku."

Luo Ning berkedip.

Beberapa saat kemudian...

Ia tertawa kecil.

"Tuan Chu benar-benar aneh."

"Sudah banyak orang mengatakan itu."

Jawab Chu Xuan dengan tenang.

Mereka pun mulai berjalan menyusuri jalan utama.

Luo Ning beberapa kali menunjuk bangunan di sekitar.

"Itu Paviliun Pil."

"Itu Balai Pemburu."

"Kalau yang itu tempat pandai besi."

Chu Xuan memperhatikan semuanya.

Sesekali mengangguk.

Sesekali bertanya.

Namun sebagian besar waktunya...

Matanya justru lebih sering berhenti di kios makanan.

Di sisi lain jalan.

Dua pria berjubah cokelat mengikuti mereka dari kejauhan.

"Anak itu masih membawa kantung penyimpanannya."

"Isinya pasti tidak sedikit."

"Kalau berhasil..."

"Kita bisa hidup nyaman beberapa tahun."

Mereka tidak sadar...

Sebuah tulisan hitam telah muncul di hadapan Chu Xuan.

【Deteksi Niat Buruk.】

【Target terdeteksi: 2】

【Niat: • Merampas harta milik Tuan Rumah. • Melukai Tuan Rumah bila diperlukan.】

【Tingkat Ancaman: Rendah.】

【Jika dieliminasi, Tuan Rumah akan memperoleh Poin Tak Terkalahkan.】

Chu Xuan berkedip pelan.

"Merampok juga dapat poin?"

【Benar.】

【Segala bentuk niat buruk terhadap Tuan Rumah, murid, maupun Kuil Qingfeng akan dinilai oleh Sistem.】

【Semakin besar niat buruk, semakin besar hadiah poin.】

Sudut bibir Chu Xuan sedikit terangkat.

"Sistem..."

"Kenapa baru bilang sekarang?"

【Tuan Rumah baru mengajukan pertanyaan yang sesuai.】

"..."

Jawaban itu memang terdengar seperti Sistem.

Chu Xuan melirik sekilas ke belakang.

Kedua pria itu langsung mengalihkan pandangan, berpura-pura melihat kios di pinggir jalan.

Luo Ning menyadari perubahan ekspresi Chu Xuan.

"Tuan Chu?"

"Ada apa?"

Chu Xuan menjawab santai.

"Ada dua orang yang ingin mengambil uangku."

Luo Ning langsung menegang.

"Apa?!"

Refleks ia ikut menoleh.

Namun kedua pria itu sudah berpura-pura mengobrol.

"Tapi..."

"Aku tidak melihat apa pun."

Chu Xuan mengangguk.

"Memang."

"Mereka cukup pintar."

Luo Ning mulai cemas.

"Kalau begitu kita harus melapor kepada penjaga kota."

Chu Xuan berpikir sejenak.

Kemudian menggeleng.

"Tidak usah."

"Kenapa?"

"Mereka belum bertindak."

"Kalau kita melapor sekarang, paling hanya diusir."

"Lalu mereka bisa mengincar orang lain."

Luo Ning terdiam.

Ia menyadari...

Cara berpikir Chu Xuan jauh lebih tenang daripada dirinya.

"Tapi..."

"Bagaimana kalau mereka menyerang?"

Chu Xuan tersenyum tipis.

"Kalau mereka benar-benar memilih berbuat jahat..."

"...berarti mereka sendiri yang memilih akibatnya."

Entah kenapa...

Mendengar kalimat itu, Luo Ning merasakan hawa dingin sesaat.

Padahal nada bicara Chu Xuan tetap datar.

Tanpa emosi.

Di belakang mereka...

Dua pria berjubah cokelat saling bertukar pandang.

"Jangan di sini."

"Tunggu sampai mereka keluar dari jalan utama."

"Kita ambil kantung penyimpanannya."

Mereka sama sekali tidak menyadari...

Bahwa setiap niat buruk yang muncul di dalam hati mereka...

Sedang dihitung satu per satu oleh Sistem.

Bersambung...

1
obeng min
tambah banyak up-nya tambah jos pula ketua mantap👍👍👍👍👍
obeng min
selalu top
obeng min
top👍👍👍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
sikat😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
obeng min
selalu dedepan mantap🤣🤣🤣👍
obeng min
upnya kurg banyak ketua👍👍👍👍👍
andi widya
kerennn
obeng min
mantao ketua 💪💪💪💪💪
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
semangat🤭🤭
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
obeng min
👍👍👍👍👍👍
obeng min
💪💪💪
obeng min
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!