Sinopsis:
Felix seorang karyawan di perusahaan kecil namun, hidup nya diperbudak oleh rekan kantor dan atasan lantaran suatu hal.
Sampai suatu ketika, dia harus bekerja 48 jam tanpa istirahat makan hingga disaat pekerjaan nya usai. Felix yang kelelahan membuat nya meninggal dunia.
Lalu, di tengah dimensi hampa. Felix mendengar suara wanita yang menawarkan kehidupan baru untuk nya.
Felix pun menerima nya dan dia pun meminta untuk menjadi Goblin dan makan.
Lalu, wanita itu pun mengabulkan nya dan Felix pun menjadi Goblin dengan kemampuan khusus Chaos Eater. Sebuah kemampuan mencuri skill dari mangsa yang di santap nya.
Ini kisah manusia yang telah bereinkarnasi menjadi Goblin curang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21 | Turnamen, peralatan baru dan sihir Original
...Chapter 21. Turnamen, peralatan baru dan sihir Original....
Hari ke 43, pada hari ini. Aku memutuskan untuk mengadakan turnamen antar Goblin dan Hobgoblin agar bisa menentukan peringkat didalam Horde ini.
Karena ada perbedaan besar dalam kemampuan dasar antara Hobgoblin dan Goblin, kita akan memiliki dua kontes terpisah untuk menentukan peringkat.
Dalam turnamen ini memiliki aturan tersendiri yakni tidak boleh ada pembunuhan dan pemenang akan ditentukan jika lawan mengaku kalah. Jika, ada yang melanggar maka kematian lah hukuman nya.
Seluruh peserta turut hadir dalam turnamen ini tidak terkecuali aku yang mana semua Goblin saling menunjukkan kemampuan nya termasuk Hobusei dan beberapa Goblin penyihir lain nya.
Bicara penyihir Goblin, aku pun memberikan kepada mereka tongkat sihir kecil dengan bentuk tongkat seperti di film Harry Potter agar mereka tidak terganggu dengan senjata mereka sendiri.
Maka dari itu, aku membuat sendiri dan mengajarkan kepada Tia bentuk dari tongkat sihir tersebut. Tia pun mengerti hingga membuat massal tongkat sihir yang berbahan kan kayu pohon hitam dengan kristal sihir kecil pada ujung nya.
Hal hasil, aku masih di peringkat pertama, Gosa peringkat kedua dan Hobusei peringkat ketiga
Saat turnamen berakhir, aku pun berbincang-bincang berbagai hal dengan Hobusei.
"Hobusei, sihir apa saja yang kamu miliki?"
"Api, Air dan ruang."
Saat mendengar itu, aku pun teringat dengan Ruang penyimpanan Hobusei yang luas dan mampu menyimpan banyak barang termasuk kereta yang dijarah sebelumnya.
Setelah itu, aku memeriksa para gadis manusia yang mana mereka terlihat sungguh-sungguh bekerja. Seperti Ryza, dia sangat senang membuat beberapa potion yang ku perintahkan dan begitu juga, Fany. Dia terlihat sangat terampil membuat pakaian.
Suasana sungguh damai, aku berharap keadaan ini akan berlangsung lama.
...****************...
Hari ke 44, hari ini hujan lebar turun. Para Goblin termasuk aku lebih memilih menjalani aktifitas didalam ruangan dan aktifitas itu mencoba pakaian baru yang terbuat dari pemimpin serigala hitam yang mana berbentuk seperti jubah panjang sampai lutut serta pedang yang tersarung di pinggang kanan dan tongkat sihir di pinggang kiri.
Sesaat berkaca dari tembaga yang diasah alus, aku terkagum dan memuji sendiri.
"Penampilan ini lah yang ku impikan saat masuk ke dunia fantasi seperti ini."
Selain aku, Gosa juga mendapatkan kemajuan dalam peralatan nya seperti Flame Blade dan Black Spear.
Sedangkan, Hobusei mendapatkan Magic Orb yang dimana memiliki kemampuan peningkatan serangan sihir.
Itulah hadiah yang mereka dapatkan saat turnamen. Bagi, para Goblin yang lain diberikan senjata dan armor biasa yang tidak berkarat.
Dengan ini, aku harap pasukan Goblin ku semakin kuat.
Sesaat kemudian, muncul beberapa mayat bergerak memasuki desa Goblin dan mereka terlihat seperti Zombie.
Aku yang memiliki Skill Sense High sontak menyadari itu dan melihat pergerakan mereka dengan mengunakan Echolocation.
"Siapa mereka?" gumam ku sendiri.
Tanpa pikir panjang, aku sontak berlari kencang dengan mengunakan teknik gabungan Fast Step dan Wind Manipulation menjadi ...
Accel.
Dengan teknik itu aku bisa berlari dengan kecepatan tinggi dan sontak berada di hadapan beberapa zombie.
Setibanya disana, aku melihat para Goblin tidak melakukan apapun lantaran dianggap para zombie itu tidak mengancam dan daging tidak lezat.
Tapi, berbeda dengan Ruka beserta para manusia lainnya yang mana Ruka sudah mengangkat pedang nya untuk melawan zombie begitu juga para zombie terlihat mereka hanya mengincar manusia.
"Tuan." sapa Ruka yang berada dibelakang ku.
"Ruka, serahkan mereka kepada ku!"
"Baik, Tuan."
Aku berkata seperti itu sebenarnya tidak bermaksud untuk menolong mereka tapi mencoba sihir baru yang ku ciptakan sendiri.
Aku pun mengambil tongkat sihir dan menodongkan nya kearah para zombie.
"Fire Shotgun."
Sebuah peluru lebih besar bercampur dengan listrik tercipta pada ujung tongkat dan saat terlihat sempurna, aku sontak melesatkan nya.
Ciung! DBOM!
Sesaat mengenai target, dia pun meledak begitu juga zombie yang lain hingga aku bisa membunuh mereka dengan mudah.
Memahami itu, aku pun tersenyum lebar dan bangga.
Adapun para Goblin terkagum-kagum dan Ruka terkejut melihat sihir yang ku lesatkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...