NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria yang ingin di hindari

Selama tujuh hari terkurung di halaman kediaman pribadinya. Selir Yu terlihat sangat letih. Bukan hanya karena rasa bosan yang ia rasakan. Tapi juga karena Kaisar Xiao Chen tidak pernah absen untuk datang ke tempatnya.

Dengan wajah malas Selir Yu membuka pintu kamarnya.

Senyuman menyebalkan itu ia lihat untuk yang kesekian kalinya dalam satu minggu terakhir.

"Minggir." Wajahnya sudah menahan rasa malas yang tidak dapat di ungkapkan. Selir Yu sedikit mendorong tubuh Kaisar Xiao Chen. Memberikan ruang untuk dirinya agar bisa melangkah keluar dari kamar. "Yang Mulia, apa kau ingin membuat ku cepat terbunuh?" Berjalan sembari menyilangkan kedua tangannya di dada. "Lihatlah semua mata yang ada di sepanjang tembok pembatas halaman. Tatapan mereka sudah berharap mematahkan leher ku menjadi beberapa bagian."

Di beberapa titik tembok pembatas halaman taman Lili. Selir Zhang, Selir Cheng, Selir Mei, Selir Xing, Selir An Hui. Mereka semua mengawasi setiap pergerakan yang ada di dalam halaman taman Lili. Tatapan tajam mereka seperti anak panah yang telah siap menembus mati tubuh lawannya.

Di saat Kaisar Xiao Chen melihat ke arah tembok pembatas yang di bicarakan Selir Yu. Kelima Selirnya melambaikan tangan dengan senyuman terindah mereka. Selang beberapa detik saja, pria itu langsung mengalihkan pandangannya. Dia tetap tidak memperdulikan kekhawatiran yang di rasakan wanita itu. "Mereka terlalu agresif. Membuat ku tidak nyaman."

Selir Yu melirik tajam.

Kaisar Xiao Chen menahan tawanya.

Di luar halaman taman Lili, semua pelayan setiap Selir Kekaisaran membantu para Selir itu dengan berbagai cara.

"Kakak Zhang." Selir Cui mendekat membawa dua pelayan wanitanya. Wajahnya terlihat sedih. "Jangan marah lagi. Saat kakak Zhang mengalami pengeroyokan. Gigi ku sedang sakit. Jadi tidak bisa membantu mu," ujar Selir Cui membujuk.

Kenyataannya di hari itu, di saat Selir Zhang bertengkar dengan ketiga Selir lainnya. Selir Cui memilih mengunci dirinya di dalam kamar. Dia tidak ingin ikut terkena masalah yang akan membahayakan posisinya di istana.

"Diam. Jangan mengganggu ku. Aku tidak pernah menyukai benalu yang hanya menempel saat butuh." Selir Zhang menarik gaun bawahnya yang telah di pegang Selir Cui.

"Kakak Zhang." Selir Cui masih mencoba bersiap baik kepada wanita yang ada di atas pundak pelayan wanita.

Tapi Selir Zhang masih tidak memperdulikannya.

"Mencari teman setia saja tidak bisa. Dasar wanita tidak berguna," ujar Selir Cheng dengan sindiran.

Selir Zhang seketika menatap kearah suara. "Apa yang kau bilang?" Amarah meluap begitu saja.

"Heh." Mendengus. Ia angkat wajahnya dengan penuh keangkuhan. "Wanita tidak berguna." Selir Cheng menantang balik. Kedua tangannya sudah ada di pinggang rampingnya. Dia berdiri tegap di atas dua kursi yang di tumpuk menjadi satu.

Selir Xing, Selir Mei dan Selir An Hui yang selalu mengikuti Selir Cheng. Dengan kesetiaan mereka yang tidak di ragunan lagi. Juga memberikan tanggapan yang sama.

"Apa kalian pikir aku akan takut setelah perkelahian seminggu yang lalu? Meski sekarang kau membawa tambahan pengikut mu. Aku tidak akan pernah mundur. Turunkan aku." Selir Zhang merenggangkan jari-jari yang telah kaku.

Pelayan wanita dengan tubuh cukup gemuk menurunkan Selir Zhang dari pundaknya. Di bantu dua pelayan lainnya agar keseimbangan tidak goyah.

Selir Cheng juga ikut turun dari kursi di susul tiga selir lainnya.

Melihat suasana yang semakin memanas. Selir Cui kembali memilih untuk mundur tidak ingin ikut campur terlalu jauh. Baginya keselamatan dirinya jauh lebih utama.

Suara berisik terdengar sangat mengganggu.

"Kau pikir diri mu sangat cantik. Lihatlah wajah mu yang seperti labu. Penuh gelombang membuat orang lain muak saat menatap mu." Perkataan Selir Zhang itu membuat kemarahan tidak lagi bisa di padamkan.

"Hah. Bibir besar mu bahkan bisa melahap dunia dan seisinya. Masih berkata tidak masuk akal seperti itu." Selir Cheng menimpali.

Selir Zhang dan Selir Cheng berjalan cepat saling mendekat. Tidak butuh waktu lama perkelahian kembali terjadi.

Para pelayan wanita dari semua kubu ikut membantu Selir mereka masing-masing.

"Aku akan merobek mulut kotor mu itu."

"Akan aku buat wajah mu lebih buruk dari pantat penanak nasi. Kusam penuh kesuraman."

"Diam. Mulut busuk."

"Kau jalang."

Mendengar keributan itu wajah Selir Yu berubah seketika. Dari kusut menjadi penuh semangat. Kedua matanya juga terlihat semakin cerah. Ia merenggangkan tubuhnya merasakan retakan di beberapa tulang belakang. "Aaaa... Kita mulai."

Namun baru saja wanita itu akan berlari. Kerah gaun di bagian belakang lehernya di tarik cukup kuat.

"Jangan coba-coba menambah masalah ku," ujar Kaisar Xiao Chen dingin.

Seketika Selir Yu menatap cemberut.

"Tetap di belakang ku." Kaisar Xiao Chen melepaskan kerah gaun Selir Yu. Lalu berjalan menuju ke arah keributan. Hela napas pelan menekan. "Kau lihat."

Selir Yu memiringkan tubuhnya. Dia seperti kucing kecil yang tengah bersembunyi di belakang tubuh induknya.

Keadaan di luar benar-benar sangat kacau. Sama seperti seminggu yang lalu. Bahkan lebih parah lagi.

"Bagaimana aku bisa duduk tenang jika bersama salah satu dari mereka," kata Kaisar Xiao Chen.

"Aku akan membantu mu." Selir Yu kembali bersiap menyerbu. Tapi tangan Kaisar Xiao Chen terlalu cepat untuk ia hindari.

Tangan kekar pria itu sudah terlebih dulu menggenggam pergelangan tangan Selir Yu. Namun bukannya melerai. Kaisar Xiao Chen justru menarik Selir Yu pergi menjauh dari tempat perkelahian.

"Kau tidak mengurus mereka?" Tanya Selir Yu tidak percaya. Jika pria di sampingnya tidak perduli melihat semua istrinya bertengkar hebat.

"Istana belang jauh lebih tenang. Kita bisa menghabiskan waktu bersama di sana." Kaisar Xiao Chen terus menarik tangan lembut yang ada di genggamannya. "Pohon delima yang ada di sana pasti sudah berbuah. Sudah setahun ini aku tidak memiliki waktu untuk datang ke istana belakang."

"Yang Mulia, para istri mu sedang bertarung hidup dan mati untuk memperebutkan mu. Kau yakin tidak ingin memisahkan mereka?" Selir Yu mempertegas ucapannya.

Kaisar Xiao Chen justru menatap dirinya dengan senyuman tanpa memberikan tanggapan.

Di istana belakang, suasana di sana terlihat sangat berbeda. Hamparan taman luar tergantikan danau besar yang sangat indah. Enam jalur di jembatan penghubung di penuhi tanaman merambat. Bunga berwarna ungu bercampur merah muda. Seperti serbuk yang bertabur pada pembatas jalur.

Di ujung jembatan terdapat pulau kecil dengan pepohonan yang tertata rapi. Pepohonan itu memiliki daun berwarna putih susu dan merah muda.

Selir Yu menatap ke arah pria di sampingnya meminta persetujuan.

Kaisar Xiao Chen memberikan anggukan. Tanda mengizinkan.

Senyuman cerah melebar indah di wajah cantik Selir Yu. Wanita itu segera berlari dengan sangat bahagia melewati jembatan. Langkahnya terhenti tepat di bawah pepohonan dengan daun berguguran. Di saat daun-daun itu berjatuhan. Sekilas seperti berada di bawah rintik salju yang turun perlahan. Sangat menakjubkan.

Kaisar Xiao Chen berjalan tenang sembari melihat keceriaan wanita yang mulai bertahta di dalam hatinya.

1
Dian Haerani
sudah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada sang selir fenomenal ini, tapi jalan mereka tidak mudah semoga kekuatan cintanya dapat meruntuhkan semua penghalang itu...
semangat dan sehat terus kak 🤲
Sri wulandari: siap kk. 🌹❤️🤗
total 1 replies
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
kaisar benar2 sdh jatuh cinta sekarang, tapi sayang nya yg dicintai nya bukan orang yg sama.
Susilawati
wow bagus selir Yu, kalo orang lain bisa bermain licik maka bals mereka dgn kelicikan juga
Ai
ayo kaisar xiao chen yakinkan istrimu kalau km bnr2 mencintainya
Ai
bagus.. aku suka selir yu yg hebat 💪
Dian Haerani
semangat selir yu, seperti othornya selalu berusaha untuk update diantara kesibukan kehidupan nyata dan dunia halu ini /Determined//Determined/
thanks Thor, lanjut
Sri wulandari: siap kk. 🤗
total 1 replies
Susilawati
ayo lanjut lagi thor 👍
Susilawati
semangat selir Yu, tunjukkan pada ayah mu yg jahat itu kalo kamu bukan boneka yg bisa di mainkan dan atur seenaknya.
Ai
ayo selir yu kamu hrs menjadi lbh kuat gunakan otak dan latih otot mu.. 💪
Dian Haerani
hehehe jadi ingin tau mode cemburu kaisar yang mulai bucin, jika mendengar pertemuan selir tercinta dengan sang mantan /Chuckle/
Ai
ayo semakin kuat selir yu pake licik jg gpp jgn terlalu lurus 🤣
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
apa rencan selir Yu sebenarnya
Susilawati
cie cie kaisar ternyata bisa juga cemburu
Dian Haerani
hidup adalah pilihan, apapun itu akan menghasilkan resiko yang harus dihadapi dan menjadikan kita hancur atau kuat, itulah warna kehidupan jadi tetap semangat menjalani jangan pernah menyerah juga putus asa, karena takdir itu pasti datangnya /Determined/
Susilawati
kaisar gelisah karena sedang kangen selir Yu
Ai
ayo selir yu jadilah kuat tp jgn cm mengandalkan otot.. kekuatan otot tanpa otak itu bodoh.. cerdas dan kuat itu baru top bgt💪
Ai
kalo suka tuch ngomong kaisar jgn diem diem bae salah phmkan jadinya😄
Dian Haerani
cemburu artinya cinta, meskipun istilah itu umum tetap aja jadi terasa manis saat sang penguasa begitu lemah dihadapan sang pujaan hatinya /Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!