NovelToon NovelToon
Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Keluarga & Kasih Sayang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:354k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

Sepuluh tahun Solehudin 35 tahun membina rumah tangga dengan Amelia 30 tahun, namun tak kunjung diberi kepercayaan seorang anak oleh Allah SWT.

Mariana dan Anta, kedua orang tua Soleh yang memang tidak menyukai Amelia karena menantunya itu adalah orang susah, menjodohkan putra sulungnya itu dengan anak juragan kaya raya di kampung sebelah yang masih gadis tetapi sudah melahirkan. Siti Juriah namanya, usia 22 tahun.

Niatan mereka memang kurang baik dari awal. Semua karena harta dan tahta.

Dengan penuh drama, perdebatan panjang serta berbagai kisah, akhirnya Soleh kembali menikah dengan Juriah atas persetujuan Amelia.

Inilah kisah poligami yang menguras emosi, antara Solehudin, Amelia dan Siti Juriah dalam novel "Istri Muda Untuk Suamiku"

Please please 🙏🙏🙏yok bantu dukung dengan like, subscribe dan komentarnya para reader sejati yang baik hati 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 Juriah Dan Perasaannya

Ditempat yang berbeda, kediaman Mariana dan Anta. Juriah sedang mendengarkan cerita karangan sang mertua yang menceritakan keburukan demi keburukan sifat serta sikap Amelia selama berumah tangga dengan Soleh.

Dengan kejadian yang terjadi barusan, tentu saja membuat Juriah tak ayal percaya juga ucapan kedua mertuanya.

"Perempuan itu suka sekali mengatur hidup kami terlebih hidupnya Soleh. Dasar perempuan tidak punya adab! Dia seringkali seperti itu padahal kami selalu menuruti keinginannya!" celoteh Anta dengan bibir mencucut.

"Itu sebabnya Bapak berani melawan sekarang! Dia pikir, dia akan terus menjadi ratu di keluarga yang selalu ia tindas. Dia orang miskin, tapi gayanya sok kaya. Juriah lihat sendiri kan barusan tingkahnya pada Bapak?" tambah Mariana mengaduk-aduk emosi semua yang mendengar.

"Hidupnya selalu penuh sandiwara! Pura-pura mau pingsan supaya Soleh lebih memperhatikannya! Itu adalah akal bulus si Amel, Ju! Kamu jangan terpancing oleh sifatnya yang sok ramah!"

Kedua orang tua Solehudin itu terus menerus memancing dan mencuci otak Juriah dengan cerita palsu tentang Amelia, menantu pertamanya yang tidak sesuai.

"Apa kampung Mbak Amel dekat dari sini, Bu?" tanya Juriah.

"Satu jam lebih kalo naik angkutan umum. Tapi kalo naik motor, bisa satu jam kurang koq! Andaikan motor Soleh sudah dibawa dari Jakarta, kayaknya bisa deh dia bolak-balik pulang ke istri tuanya nanti!"

"Saya ada rencana ajak Mbak Amel tinggal bersama di Asamka. Mas jaga bengkel di sana. Kami bisa tinggal satu atap."

"Ya Allah, Juriah?! Kenapa kamu ini baik sekali? Hatimu bersih bagaikan malaikat. Sungguh suatu kebahagiaan bagi kami! Tapi,... buat apa ajak dia tinggal bersama? Jangan, Juriah! Bisa-bisa rumah tangga kalian selalu panas dan diracuni si Amel terus! Jangan! Ibu sama sekali tidak setuju!"

"Iya, jangan! Jangan berfikir untuk tinggal satu atap dengan madu mu itu, Nduk! Bahaya! Bapak juga tidak setuju!"

Juriah kini bimbang. Ia tadi sudah mengatakan keinginannya tinggal bersama dengan Amelia sebelum istri pertama Suaminya itu pergi.

Hatinya juga resah setelah mendengar kabar kalau temperamen Amelia tidak semanis yang diperlihatkan kepadanya.

Juriah mulai berfikir bagaimana kalau nanti mereka jika benar-benar tinggal satu atap sedangkan sikap dan sifat Amelia culas seperti yang diceritakan kedua mertuanya.

"Berarti... Saya jangan mengajak Mbak Amel tinggal bersama, Bu Pak?"

"Ya jangan! Dimana ada istri muda menanggung beban hidup istri tua! Nanti malah dimanfaatkan! Nanti malah merusak hubungan! Soleh itu pria yang sangat baik, Juriah! Dia pengertian. Sangat pengertian! Dia juga tidak suka membantah ucapan istri karena takut dosa. Kadang malah demi menjaga perasaan istri, Soleh sampai tanpa sadar suka membentak kami. Nanti kamu juga bisa lihat sendiri! Makanya, usahakan untuk bisa mendapatkan hati Soleh, Ju! Soleh akan memperhatikan kamu juga nantinya. Dan dia akan jadi suami terbaik untukmu dan anak kalian kelak!"

"Uhuk uhuk uhuk..."

Juriah terbatuk-batuk mendengar kata 'anak'. Wajahnya memerah mengingat semalam justru Ia menjaga tubuhnya agar tidak diset+b+hi Soleh yang memang sudah seharusnya.

Juriah masih sangat takut berhubungan int+m walaupun kini statusnya adalah istrinya Soleh.

Kenangan buruk ketika pria durjana yang memperk+s+nya tanpa perasaan itu selalu menghantui setiap kali Juriah memikirkan pernikahan.

Ia trauma. Juriah memiliki ketakutan besar yang belum bisa Ia kendalikan.

Sungguh Juriah sangat bersyukur sekali karena Soleh bisa diajak kompromi dan diskusi.

Semula Ia menerima pernikahan ini hanya untuk mendapatkan status baru. Berharap suaminya tidak terima keadaannya yang tidak ingin disentuh dan menceraikannya saat itu juga. Apalagi Soleh juga memiliki istri yang lain. Jadi dalam pemikiran Juriah, Soleh akan langsung mentalaknya hingga Ia menjadi janda dan tak perlu pusingkan lagi statusnya karena setidaknya Ia pernah menikah menjadi istri orang walau hanya sekejap. Begitu pemikirannya.

Masalah harta, Juriah tidak terlalu peduli. Dia anak tunggal. Warisan Ojan dan Samsiah lumayan banyak. Jika Soleh sampai meminta ganti rugi kompensasi karena dirinya yang menolak disentuh, Juriah pasti akan melepaskan beberapa aset warisannya untuk Soleh dan keluarga.

Tetapi setelah kejadian semalam dan Soleh justru begitu baik, dewasa mengerti keadaan dirinya, hati Juriah mulai terbuka.

Setelah berbincang dengan Mariana dan Anta setelah sarapan pagi, Juriah masuk ke kamar Soleh.

Ia menunggu kepulangan Sang Suami sembari melihat-lihat isi kamar Soleh yang dipenuhi foto-foto masa kecil sampai remaja. Membuat Juriah tersenyum kecil melihat wajah tampan Sang Suami dimasa lalu itu.

Mas... ternyata kamu imut juga ya? Puji batin Juriah.

Diam-diam, benih-benih cinta mulai ditebar. Juriah mulai mengingat kembali percakapannya semalam dengan Solehudin. Ia menangis menceritakan tentang kisah sedihnya di masa sekolah dulu. Bahkan perlahan tangan Soleh terasa hangat mengusap lembut bahunya.

Juriah mulai melamun.

Usia mereka memang terpaut jauh. Dirinya yang baru 22 tahun, menikah dengan Soleh, pria beristri dengan usia 35 tahun. Terlihat sangat jauh jika dilihat dari angka yang tertera.

Tetapi kenyataannya, Soleh masih gagah dan tampan.

Suaminya itu juga baik dan pengertian.

Dilihat lebih dekat, justru dirinya lah yang terlihat lebih tua dari usianya. Soleh justru begitu awet muda.

Kumis tipis dan juga sedikit rambut tumbuh dibawah dagu, semakin membuat ketampanan Soleh kian terpancar.

Sejujurnya, wajah Soleh adalah wajah pria idaman Juriah. Berwajah manis, berkulit sawo matang yang estetis dan bertubuh tinggi tegap tapi tidak kekar. Benar-benar pria dengan penampilan yang sangat Juriah suka.

Pertama kali bertemu Soleh, Juriah nyaris tidak ingin mengedipkan mata. Seperti melihat keindahan alam yang Allah ciptakan, Juriah memiliki sedikit kebahagiaan karena ternyata pria yang selama ini selalu disebut-sebut Umi dan Abinya.

Itu sebabnya Juriah lebih melemah tidak terlalu melawan kata-kata orang tua setelah bertemu Soleh di rumah sakit waktu menjenguk Mariana.

Dalam hati Juriah, Ia mau juga dijodohkan. Ternyata pria yang usianya lebih tua 13 tahun darinya itu adalah pria tampan aslinya.

"Assalamualaikum..."

Sontak Juriah yang sedang rebahan di kasur langsung bergegas bangkit dan beranjak ke luar kamar setelah mendengar suara salam Solehudin.

"Mas..."

"Juriah udah makan?"

Hatinya meleleh mendapati pertanyaan lembut suaminya yang mengayunkan sebuah bungkusan pada Juriah.

"Apa itu, Mas?"

"Nasi uduk. Tadi beli di jalan. Yuk, makan sama-sama!"

Juriah menebarkan senyum termanisnya untuk Soleh seorang. Soleh yang melihat langsung terpana melamun seketika.

Juriah... Senyummu manis sekali! Bikin jantungku kebat-kebit rasanya, kepingin sekali memeluk tubuhmu.

Juriah mengambil bungkusan yang Soleh berikan. Gayanya kini terlihat lebih manja sembari bergurau menikmati harum aroma nasi uduk yang keluar dari kantor plastik putih.

"Juriah ambil piring dulu ya Mas?"

"Iya."

"Mas..." Juriah berhenti sejenak. Matanya menatap Soleh.

"Hm?"

"Mas suka dipanggil dengan panggilan 'Mas' atau 'Abang'?"

"Hahh?" Bola mata Soleh membulat. Lalu tertawa kecil mendengar pertanyaan lucu dari istri mudanya yang memang masih muda.

"Untuk mu spesial. Panggilan mas sudah paling indah."

Juriah lagi-lagi tersenyum manis. Hatinya bahagia dipuji terus menerus oleh Soleh yang terlihat semakin menarik Dimata Juriah.

"Sore kita pulang ke rumah mu, ya?"

Juriah diam tak menjawab.

Tapi pikirannya melayang memikirkan orangtuanya di desa yang berbeda.

Juriah anggukan kepala.

BERSAMBUNG

1
Yuni Ngsih
Thooooor ceritramu greget sekali ....cuma sayang kebahagian Inayah dlm ceritramu hanya sebentar......tapi ngga pa" trskan Thor dengan ceritra yg lain yg lebih seru...ok👍👍👍💪💪💪
Yuni Ngsih
sholeh"udah dapat karma dari Allah masih emosi aja sadaaaaaar dong......
Yuni Ngsih
betul inayah belajarlah dengan tekun ,spy kamu bisa berhasil dengan nilai yg sempurna ,klw jodoh Tuhan sudah memberikan pasangan masing ,Thooooor novel kamu memang yg terbaik bikin greget ....ok semangat
Yuni Ngsih
baguuuuus Inayah....itulah anak sholehah ...🤲🤲🤲
Vira Playstore
hm,,, semakin seru lanjut thor
Hastia Tia
lanjutkan
Baek chanhun
thanks mbak, sudah menghibur
kami selama ini.
semoga mbak selalu mendapatkan
keberkahan dari Allah SWT.
kami tunggu karya selanjutnya.
💪🥰🙏🏻😭
Embun Kesiangan: huaaaa terharu kak doanya🙏🤧 doa yg sama buat kakak. moga kita selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berkah berlimpah. aamiin ya Allah ya robbal'alamiin 🤲😇🥰
total 1 replies
Hana Roichati
Makasih thor, bagus ceritanya 👍👍
Embun Kesiangan: terima kasih banyak Kaka 🙏 mendukung novel picisan ini sampai akhir 😊🫰🥰
total 1 replies
Baek chanhun
Thor, thanks banyak2, hari ini
banyak banget up untuk menghibur kami kaum rebahan ini.
Embun Kesiangan: sehat2 selalu semangat Kak 💪
total 1 replies
Baek chanhun
Alfatihah, untuk almarhumah
O'connor, semoga surga yang
kau tempati.
Embun Kesiangan: aamiin Allahumma aamiin. walaupun sempat ada kontroversi ketika putranya meninggal dunia gandir dan Shuhada sempat menanggalkan jilbabnya menguburkan secara Budha 🤧 dia salah satu penyanyi legendaris yang InshaAllah husnul khotimah wafatnya
total 1 replies
Baek chanhun
💪🫰
Embun Kesiangan: tararengkyu syayank 🫰😘
total 1 replies
Baek chanhun
semangat mbak, tidak ada
usaha menghianati hasi.🥰💪
Baek chanhun
next Mbak 💪😘
Embun Kesiangan: berangkaat 🤭🫰🥰
total 1 replies
Baek chanhun
lanjutkan mbak 💪
Baek chanhun
lanjutkan mbak AMY💪😍👍
Embun Kesiangan: sehat2 selalu kita semuanya kak🤲😇🥰
total 1 replies
Baek chanhun
mbak AMY, aku minta maaf, karena
komentar aku waktu itu begitu
pedas, tapi mbak Ng marah mbak is the best, jalan ceritan novel begitu
bagus jadi aku sebagai pembaca
ikut emosi. kembali ke komenan
banyak pengarang marah, emosi,
akhirnya kami Ng apa2 hanya baca doang, Ada yang ngasih bintang satu,ada yang stop baca novel tersebut. tapi mbak ini pengecualian
berlapang dada menerima kritikan.
thanks mbak 💪😍👍🙏🏻
Embun Kesiangan: novelku sepi kak😅berkat kakak yg selalu update cerita novel ini, lope2 banget kakak🙏🙏🙏
total 2 replies
Baek chanhun
Amelia, begitu ceroboh, Ng dewasa
padahal begitu banyak ujian dalam
hidupnya, apa ng belajar kepahitan hidup yang pernah dia jalani.
selidiki dulu apa benar Arthur macam2, sekarang rasain adek Lo yg menderita, apa yang Lo lakuin.
Embun Kesiangan: 🤧 terkadang kesenangan masa kini melupakan kepahitan di masa lalu 😥
total 1 replies
Baek chanhun
senang gue visualnya artis Indonesia, kebanyakan visualnya orang Korea
Embun Kesiangan: lope2 Mbak, makasih 😍🥰
total 1 replies
Sumi afiz
selamat belah duren arthur
Embun Kesiangan: wkwkwk 👍🥰 makasih kakak dukungannya 😍🫰💜
total 1 replies
Baek chanhun
bagus inaya, biarlah Arthur berpikir,
dia harus belajar dewasa, dan mengambil keputusannya.
thanks mbak 💪👍🙏🏻
Embun Kesiangan: lope2 Kakak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!