NovelToon NovelToon
Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul / Tamat
Popularitas:657k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Selama tujuh tahun, Zahira Narapati mengorbankan karier dan mimpinya demi mendampingi Deris Adikara membangun usaha. Namun, saat kesuksesan akhirnya diraih, Deris justru menceraikannya karena menganggap Zahira tak lagi sejalan dengan kehidupannya dan memilih wanita lain.

Semua orang mengira perceraian itu akan menghancurkan Zahira. Nyatanya, ia bangkit dari nol, membangun kembali kariernya hingga menjadi perempuan sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri.

Dalam perjalanan itu, Zahira bertemu Revan Wiranata, pria yang menghargai kesetiaan dan memberinya kebahagiaan baru. Ketika Deris menyesali keputusannya dan ingin kembali, Zahira memilih melangkah bersama seseorang yang benar-benar menghargainya. Sebab, setiap luka bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode — 24.

Lima hari berlalu sejak Deris datang ke rumah kontrakan Zahira untuk meminta maaf. Sejak malam itu, pria tersebut benar-benar tidak muncul lagi. Selama itu, pria tersebut benar-benar menghilang. Ia tidak lagi menghubungi Zahira, tidak datang ke kontrakan, bahkan tak pernah terlihat di perusahaan maupun acara bisnis.

Zahira sempat bertanya-tanya, tetapi hanya sesaat. Baginya, apa pun yang dilakukan Deris sudah bukan lagi urusannya. Fokusnya kini hanya satu, menuntaskan proses perceraian dan memulai hidup baru.

Sementara itu, keluarga Adikara justru diliputi kepanikan. Deris dilarikan ke rumah sakit karena mengalami nyeri hebat pada ulu hati hingga muntah darah. Dokter mendiagnosis pria itu mengalami gastritis erosif akut yang dipicu stres berat, disertai peningkatan asam lambung yang menyebabkan perdarahan ringan pada lambung.

"Secara fisik kondisinya bisa membaik, tetapi penyebab utamanya adalah tekanan psikologis yang sangat berat," jelas dokter kepada Bima dan Wulan. "Kalau stresnya tidak dikendalikan, penyakit ini bisa berulang."

Selama beberapa hari, Deris menjalani perawatan. Berat badannya turun beberapa kilogram, wajahnya pucat, dan sorot matanya kehilangan ketegasan yang dulu selalu ia miliki.

Namun meski dokter menyarankan istirahat lebih lama, dua hari kemudian Deris tetap memaksa keluar dari rumah sakit. Karena hari itu adalah sidang perceraian. Ia tahu... mungkin inilah kesempatan terakhir melihat Zahira dengan status masih sebagai istrinya.

Pagi itu, halaman Pengadilan Agama mulai dipenuhi orang-orang yang datang untuk menghadiri sidang. Sebagian besar duduk menunggu nomor antrean mereka dipanggil, sementara beberapa pengacara tampak sibuk mempersiapkan berkas klien masing-masing.

Sebuah mobil berhenti di pelataran parkir. Zahira turun dengan mengenakan blus putih polos, blazer krem, dan rok hitam sederhana. Riasannya tipis, wajahnya tampak tenang. Tak ada lagi air mata seperti malam saat Deris menyerahkan surat gugatan.

Di sampingnya, Nina menggenggam pelan lengan sahabatnya. "Gugup, nggak?"

"Sedikit, tapi aku harus menutup satu bab kehidupanku." Zahira mengembuskan napas perlahan.

Nina tersenyum tipis. "Kalau begitu, ayo kita selesaikan.“

Dari arah lain, Deris datang bersama kedua orang tuanya. Wulan tampak jauh lebih kurus dibanding beberapa minggu lalu. Begitu melihat Zahira, matanya langsung memerah. Dan Bima menghela napas panjang.

Sedangkan Deris hanya berdiri memandang wanita yang pernah menjadi istrinya selama tujuh tahun. Tak ada lagi harapan di matanya, yang tersisa hanyalah penyesalan.

"Nomor perkara 217/Pdt.G/.... dipersilakan memasuki ruang sidang."

Petugas memanggil nama mereka, Zahira dan Deris berjalan memasuki ruang sidang.

Sidang berlangsung singkat.

Karena seluruh syarat perceraian telah disepakati sejak awal, majelis hakim hanya memastikan kembali bahwa kedua belah pihak benar-benar ingin mengakhiri rumah tangga mereka.

Hakim memandang keduanya secara bergantian. "Saudara Deris Adikara, apakah saudara tetap pada keputusan untuk menceraikan istri saudara?"

Deris menundukkan kepala, Ia teringat wajah Zahira yang selalu menunggunya pulang. Ia teringat wanita itu menjual rumah warisan demi menyelamatkan perusahaan. Dan teringat bagaimana Zahira rela menanggung tuduhan mandul selama bertahun-tahun, hanya demi menjaga harga dirinya.

Semua kenangan itu datang bersamaan, dadanya terasa sesak bagai dihimpit godam besar. Namun, semuanya sudah terlambat.

"Ya..." Dengan suara lirih Deris menjawab.

Hakim kemudian mengalihkan pandangan kepada Zahira. "Saudari Zahira Narapati, apakah saudari menerima perceraian ini?"

Zahira mengangkat wajahnya, tatapannya sangat tenang. "Ya, Yang Mulia."

Tak ada keraguan sedikit pun.

Hakim menganggukkan kepala sebelum membacakan amar putusan.

"Setelah memeriksa seluruh bukti dan mendengar keterangan para pihak, majelis hakim mengabulkan gugatan cerai. Dengan demikian, perkawinan antara Saudara Deris Adikara dan Saudari Zahira Narapati dinyatakan putus karena perceraian dan berkekuatan hukum sesuai ketentuan yang berlaku."

Palu hakim diketukkan.

Tok!

Tok!

Tok!

Suara ketukan palu hakim terdengar biasa saja, tetapi bagi Zahira itulah suara yang mengakhiri tujuh tahun perjalanan hidupnya sebagai seorang istri. Mulai hari itu, secara agama maupun hukum negara... ia bukan lagi istri Deris Adikara.

Sidang dinyatakan selesai.

Zahira berdiri lebih dulu, Ia membungkukkan badan kepada majelis hakim sebagai bentuk penghormatan, lalu mengambil map berisi salinan putusan.

Saat hendak melangkah keluar, sebuah suara menghentikannya.

"Ra..."

Zahira menoleh perlahan. "Ada yang masih ingin kamu sampaikan, Mas?"

Deris menatap wanita itu dengan mata yang mulai memerah. "Aku tahu... aku sudah tidak pantas meminta apa pun darimu. Tapi kalau waktu bisa diputar kembali... aku tidak akan pernah memilih jalan ini."

Zahira tersenyum tipis, tapi senyumannya kini tidak lagi dipenuhi rasa sakit hanya ketenangan.

"Mas, semua orang ingin mengulang waktu ketika penyesalan datang.“ Suara Zahira lembut, tetapi terdengar sangat tegas. “Sayangnya, hidup tidak pernah berjalan ke belakang."

"Aku benar-benar menyesal."

"Aku percaya." Jawaban Zahira justru membuat dada Deris semakin sesak. "Karena penyesalanmu memang terlihat tulus, tapi ketulusan itu datang... setelah semuanya berakhir."

Deris mengepalkan kedua tangannya, air matanya akhirnya jatuh. "Bisakah... suatu hari nanti... kamu memaafkanku?"

"Aku pernah bilang padamu, aku sudah memaafkanmu. Tapi memaafkan, bukan berarti bisa kembali. Aku memaafkan supaya hidupku menjadi ringan, bukan supaya kita bisa mengulang masa lalu."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Zahira membungkukkan badan singkat kepada Bima dan Wulan. "Terima kasih karena dulu pernah menerimaku sebagai bagian dari keluarga ini, aku pamit."

Wulan tak lagi mampu menahan tangis, Ia berlari memeluk Zahira. "Maafkan Ibu... Maafkan semua kesalahan Ibu...."

"Jaga kesehatan, Bu." Zahira membalas pelukan itu beberapa detik.

Hanya itu yang Zahira ucapkan, tak tersisa amarah maupun keinginan untuk menyalahkan siapa pun.

Sikap mantan menantunya itu, justru membuat tangis Wulan semakin pecah. Bima mengusap sudut matanya yang mulai basah, Ia akhirnya menyadari bahwa keluarga mereka tidak hanya kehilangan seorang menantu. Mereka kehilangan perempuan terbaik yang pernah hadir dalam keluarga Adikara.

Zahira kemudian melepaskan pelukan Wulan, berbalik, lalu berjalan keluar dengan langkah ringan dari ruang sidang bersama Nina.

Langit yang semula mendung, perlahan mulai disinari matahari. Di depan gedung Pengadilan Agama, Zahira berhenti sejenak. Ia menarik napas panjang, senyum kecil akhirnya menghiasi wajahnya.

"Hari ini... aku benar-benar bebas."

Nina menggenggam tangan sahabatnya sambil tersenyum lebar. "Selamat datang di kehidupan barumu, Ra."

Zahira mengangguk pelan, Ia tidak lagi membawa status sebagai istri seseorang. Mulai hari ini, ia melangkah sebagai Zahira Narapati. Perempuan yang telah kehilangan banyak hal, tetapi tidak pernah kehilangan harga dirinya.

1
мєσωzα
gak ada part perkenalan zahira sama ortunya revan ya? padahal ku nunggu banget part ini 🥺
Rere💚: Kelewat kah? aduh othornya ampun deh 🤣
total 1 replies
мєσωzα
setuju kalau indah berjodoh sama deris
мєσωzα
tipe emak-emak yg ngebela anaknya walaupun salah 🙄
мєσωzα
jujur, baru kali ini aku sampai terharu baca part akuisisi perusahaan.
biasanya di cerita lain tuh, pemeran utama ngebales antagonis dengan ngehancurin perusahaannya. tapi ku merasa itu gak adil karna kan yg jahat cuma si antagonisnya aja..
dan baru kali ini aku baca cerita yg memanusiakan pekerja korporat 🥹
мєσωzα
syukurlah deris waras.. setidaknya dia gak makin menderita lagi
мєσωzα
kirain rencana apa, ternyata trik murahan..🙄 ckckck kalau pingin dinilai unggul ya buktikan dong, bukan malah ngefitnah orang dengan cara kotor begitu 🙄
мєσωzα
deris bakalan pontang panting nanti kalau perusahaannya ada krisis masalah, karna zahira yg biasanya bantu udah gak ada.
lagian aneh aja, klo alasannya buat memperbesar perusahaan, kan bisa dengan ngajuin investasi ke perusahaan lain, ngapain harus selingkuh & nikahin si pelakor 🙄
мєσωzα
dia yg ngebuang, dia sendiri yg merasa takut klo gak dibutuhin lagi 🤦🏻‍♀️
Maryati Yati
mantap 👍Zahira
Maryati Yati
hah... padahal dia blik kesuksesan seorang suami pasti ada peran seorang istri yg selalu mendukung karier suami
мєσωzα
udah murahan, gak tau diri lagi 🙄
мєσωzα
sepakat. orang yg memang 'tinggi' karna kemampuannya, gak perlu merendahkan orang lain hanya untuk terlihat 'tinggi'
мєσωzα
skakmat.. kalau membahas hal sensitif dibilang sebagai "bercanda", itu menunjukkan rendahnya etika seseorang
Rumi Yati
semangat Zahira lupakan lski2 bajingn
evana gusani
👍baru mampir
Wisnu Mahendra
deris dapat bonus anak
Wisnu Mahendra
lama juga ya revan nunggu, dari sma sampai umur 32, berarti sekitar 14th
Niach Vely
sangat sedih/Scowl/
Sri Wahyuni
mungkin boleh nikah tapi deris ga boleh menyentuh indah sampai anaknya lahir
engkuy syadeli
alur ceritanya menarik tidak bertele tele dan penulisannya juga rapi terurut dan terstruktur di setiap tokohnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!