Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
"Jangan beri Antonio bonus lagi untuk bulan ini dan bulan-bulan berikutnya. Biarkan saja gaji pokoknya itu. Terserah cukup atau tidak buat dia mencicil rumah dan mobil mewahnya itu," kata Grizla tiba-tiba tanpa berbalik, suaranya terdengar datar namun dingin menusuk.
Ia segera menundukkan kepala. "Baik, Nyonya. Saya akan langsung merevisi laporan keuangan dan menghapus semua insentif atas nama Pak Antonio," kata Siska menurut.
"Bagus. Dan pastikan bagian keuangan tidak kecolongan sepeser pun. Kamu boleh keluar sekarang, Siska. Aku ingin sendiri," tambah Grizla, akhirnya membalikkan badan dengan raut wajah yang tampak sangat lelah.
"Baik, Nyonya. Selamat beristirahat," pamit Siska seraya membungkuk pelan sebelum melangkah mundur dan meninggalkan ruangan dengan tenang.
Pintu jati itu tertutup rapat, Ia melangkah gontai masuk ke dalam kamar utamanya yang megah.
Tanpa mengganti pakaiannya, Grizla langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur super mewah berukuran king size itu.
Ia menatap langit-langit kamar yang tinggi, sebelum akhirnya memiringkan tubuh dan memeluk bantal dengan erat. Di dalam kesunyian kamar itu, bayangan wajah suaminya, Antonio, berputar-putar di kepalanya.
"Antonio..." lirih Grizla.
"Aku tidak marah kau mencintai ibumu, Antonio. Dia yang melahirkanmu, tentu saja kau harus berbakti padanya," ucap Grizla berbicara pada kekosongan seolah pria itu ada di hadapannya.
"Tapi kenapa kau egois? Kau malah membuangku hanya karena kau marah pada ibumu! Masalah kalian berdua, tapi aku yang harus menanggung akibatnya. Aku yang kau jadikan samsak kemarahan dan pelampiasan ego perkataan kasarmu padaku," kata Grizla
Selama ini ia diam, mencoba bertahan dan mengalah demi mempertahankan status pernikahan mereka. Namun, kenyataan pahit justru menamparnya berulang kali.
"Kehidupan pernikahan kita sudah tak sama lagi, Antonio," bisik Grizla perlahan, suaranya bergetar menahan kepedihan yang teramat dalam. "Kau yang menghancurkan kehangatan di antara kita, dan kini... jangan salahkan aku jika aku mulai menarik semua kemudahan yang pernah kuberikan padamu."
Grizla memejamkan matanya rapat-rapat, bersiap untuk menjadi wanita yang jauh lebih dingin keesokan harinya.
*****
Keesokan harinya...
Suasana pagi di penthouse terasa berbeda dari biasanya
Grizla berdiri di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya yang baru. Hari ini, ia memilih setelan blazer rancangan desainer ternama yang melekat sempurna di tubuhnya, memancarkan kesan mewah.
Ia meraih kacamata hitam berbingkai besar dan sebuah topi Floppy Hat mewah di atas kepalanya, menutupi sebagian wajah dan menyamarkan ekspresi matanya. Hari ini, ia memiliki agenda besar. Ia ingin pergi ke perusahaan.
Siska mengetuk pintu kamar yang terbuka, melangkah masuk dengan dokumen di dekapannya.
Ia sempat terpaku sesaat melihat penampilan sang atasan yang sudah lama tidak ia saksikan.
"Nyonya, Anda sudah siap?" tanya Siska, nadanya terdengar sedikit takjub sekaligus tegang.
Grizla membetulkan posisi kacamatanya, lalu berbalik dengan anggun. "Sudah. Ayo kita ke perusahaan sekarang, Siska."
Siska mengangguk cepat. "Maaf, Nyonya... jika saya boleh tahu, apa yang membuat Anda tiba-tiba memutuskan untuk turun tangan langsung hari ini? Pak Antonio pasti akan sangat terkejut melihat Anda di sana."
Grizla tersenyum sinis di balik kacamata hitamnya. "Tenang saja. Sekalipun dia mengenali ku, aku tidak akan mengakui kalau aku adalah istrinya."
"Baiklah kalau begitu Nyonya." angguk Siska menurut.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..