NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Casanova

Gadis SMA Milik Casanova

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:869.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Puput

Untuk melunasi hutang Ayahnya, Silvi terpaksa menikah dengan Andika. Sejak saat itu hidupnya seperti di neraka. Dia hanya menjadi pemuas Andika yang memang seorang casanova itu. Meski sudah memiliki Silvi tapi dia masih saja sering mengajak wanita lain ke apartemennya.

Silvi merasa tidak sanggup lagi dengan kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan Andika, akhirnya dia kabur. Andika terus mencari dan ingin membawanya kembali. Di saat itulah Andika merasa kehilangan.

Berbagai cara sudah Andika lakukan untuk mendapatkan Silvi lagi. Apakah Silvi mau kembali dengan Andika atau Silvi lebih memilih bersama Dion, sahabat yang selalu setia menemaninya dan juga mencintainya dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Andika kini berlutut di hadapan Silvi. "Aku mohon." Dia tak peduli dengan pandangan mata orang-orang di sekitarnya termasuk Rika dan Dion. "Kembalilah padaku..."

Silvi menatap nanar Andika. Semua perlakuan Andika terlintas kembali di benaknya. Dia menarik kedua tangannya yang Andika genggam.

"Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." Kemudian Silvi membalikkan badannya.

Andika kembali menahan tangan Silvi. Dia kini berdiri. "Baiklah. Aku tidak akan memaksa kamu lagi. Mulai sekarang, aku akan melepasmu. Kamu bebas memilih pasangan hidup kamu, yang jauh lebih baik dari aku. Semoga kamu selalu bahagia." Perlahan Andika melepas genggaman tangannya. Dia membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya perlahan menuju mobilnya.

Silvi kembali memutar tubuhnya. Dia melihat punggung Andika yang kian menjauh. Mengapa rasanya seperti seseorang yang baru putus cinta.

Silvi tidak akan mengejar Andika. Tidak akan pernah. Dia kembali berjalan menuju motornya.

"Sil," panggilan Dion menghentikan langkah kakinya. Dia sampai melupakan harus menemui Dion saat itu. "Lo gak papa?" tanya Dion.

Silvi menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk tersenyum. "Gue gak papa. Sorry, mood gue berantakan, gue pulang sekarang ya."

"Sil, sebenarnya gue mau kasih buku-buku ini buat lo dan beberapa program beasiswa di perguruan tinggi." Dion memberikan satu tote bag yang berisi beberapa buku-buku tebal.

"Thanks ya." Silvi melihat isi dalam tas itu. Ada beberapa buku untuk mempersiapkan ujian akhir dan tes ke perguruan tinggi.

Dion terus menatap wajah Silvi. Dia tahu, ada sebuah kesedihan yang tersemat di hatinya. "Sil, gue tahu seseorang seperti Pak Dika gak pantas dimaafkan tapi pasti ada sesuatu yang membuat lo gak rela melepas Pak Dika."

Seketika Silvi menatap Dion. "Gak rela? Kenapa gue gak rela? Dia jahat, gue gak mungkin mengulangi kesalahan yang sama." Kemudian Silvi naik ke atas motornya. "Sekali lagi thanks ya, gue mau giat belajar biar bisa masuk perguruan tinggi dengan beasiswa."

Kemudian Silvi mulai melajukan motornya meninggalkan Dion yang masih berdiri mematung.

Entahlah kenapa tiba-tiba air mata itu mengalir di pipi Silvi. Dia bisa tertawa menutupi semua perasaannya di depan Dion, tapi saat dia sendiri, dia tidak mungkin bisa menahan perasaannya.

Harusnya gue senang, Pak Dika udah pergi dari hidup gue. Bukannya sedih kayak gini.

Beberapa saat kemudian motor Silvi berhenti di depan rumahnya. Dia segera turun lalu mengucap salam. Dia kini masuk ke dalam kamarnya. Meletakkan tote bag di atas meja belajarnya.

Dia berjinjit mengambil kardus yang baru saja dia singkirkan. Dia ambil lagi boneka teddy lalu memeluknya.

"Lupakanlah."

Dia hempaskan tubuhnya di atas ranjang. Dia hanya menatap langit-langit kamarnya yang kusam.

Beberapa saat kemudian, dia mengangkat boneka teddy tepat di atas wajahnya.

"Hah! Ngeselin." Kemudian dia lempar boneka itu hingga terpental ke tembok.

Silvi kini duduk di tepi ranjang. "Gue harus fokus belajar. Gak boleh mikirin Pak Dika ataupun yang lainnya yang gak penting dalam hidup gue."

Kemudian Silvi berdiri dan mengeluarkan isi tote bag. Ada beberapa buku tebal yang harus segera dipelajari. Tapi matanya berbinar saat melihat sebuah brosur salah satu perguruan tinggi negeri.

"Fakultas kesenian?" Salah satu di dalam kampus itu ada fakultas seni tari. "Gue harus masuk kampus ini!"

...***...

Pagi hari itu, Silvi diantar oleh Ayahnya ke sekolah. Setelah turun dari motor dan mencium punggung tangan Ayahnya, dia kini masuk ke dalam gerbang sekolah.

Langkahnya kini terhenti di dekat koridor kelas saat Rika menghadangnya

Silvi hanya menatap Rika sesaat, seperti biasa dia hanya melewati badan Rika.

"Silvi, makasih." ucap Rika.

Kalimat itu membuat Silvi menghentikan langkahnya. "Buat?"

"Kemarin lo sudah menolong gue."

Silvi hanya mengangguk pelan. Dia akan melangkahkan kakinya tapi kali ini tangannya di tahan oleh Rika.

"Sil, gue minta maaf sama lo."

Perlahan Silvi memutar tubuhnya. "Gue udah maafin lo." Dia tersenyum menatap Rika.

"Gue sudah banyak salah sama lo. Hanya karena sakit hati, gue musuhin lo. Gue harusnya lebih memilih persahabatan ini daripada rasa dendam itu."

Silvi hanya terdiam menatap Rika.

"Apa lo gak mau bersahabat dengan gue seperti dulu lagi?" tanya Rika.

Silvi melangkah maju lalu memeluk Rika. "Lo tetap sahabat gue dari dulu sampai sekarang."

Rika terharu mendengar kalimat Silvi. Dia merasa menjadi seseorang yang paling jahat di dunia ini saat dia memusuhi sahabatnya sendiri hanya karena seorang lelaki.

"Thanks." ucap Rika dengan mata yang berkaca.

"Udahlah." Silvi melepas pelukannya. "Kita gak usah bahas masalah ini lagi. Kita lupakan. Gue mau fokus belajar dulu."

"Tapi kalau soal pelajaran kita tetap jadi rival." Rika menggandeng lengan Silvi. Mereka berjalan bersama menuju kelas.

"Oke, siapa takut. Gue pasti juara satu."

"Juara satu dari bawah."

Mereka berdua tertawa. Setelah sekian lama akhirnya Silvi bisa tertawa lepas lagi bersama sahabatnya.

Di ujung koridor kelas, Dion hanya berjalan pelan sambil tersenyum menatap senyum bahagia Silvi.

Gue bahagia melihat lo bahagia. Akhirnya satu rencana gue berhasil...

💕💕💕

.

Like dan komen ya...

1
Luzi Refra
Luar biasa
Lyly
Kecewa
Lyly
Buruk
Adila Ahmad
b
Riska Afzal
menyesal sudah
Ddek Aish
mampir thor
+39 🔕
HUAAAAAA 🥺 tenk yu tomat kaka otor 🌚🌚🌚
+39 🔕
jelas tidak! 🌚🌚🌚
Miyagi Mitsui
kesian silvy
Thywi Puspitasari
Luar biasa
Atma Inatun Nikhma
terima kasih....
ditgg karya selanjutnyaaaa
Atma Inatun Nikhma
Luar biasa
Ellasama
setelah liat visual ny Dion lebih baik Silvi sama Dion aja🤭
Siti patma
baru x liat author bingung dgn karyanya sendiri☺☺☺☺☺
andi_wathy
semua ceritanya bagus ..
andi_wathy
aku Uda baca semua novel Kevin fams tapi kok blm ada ceritanya anaknya Rendra Uda ketemu blm anaknya?
andi_wathy: ditunggu /Smile/
total 2 replies
kalea rizuky
klo mau balikan waduh bahaya jijik sumpah
Ibelmizzel
kasian silvi
Mamah Kekey
ending yang bagus
Mamah Kekey
selamat atas kelahiran bayi cantik nya Silvi dan Andika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!