NovelToon NovelToon
Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.5
Nama Author: Ayuza

Ranum Nayra harus hidup menderita dengan sang ibu serta adiknya yang masih balita, setelah ayahnya memilih menikah lagi dengan wanita kaya raya yang baru dikenalnya.
Apakah Ranum akan tabah menerima setiap takdir yang sudah tertulis untuknya?
atau malah sebaliknya menyerah di tengah jalan?

Cus, di baca bastie supaya nggak penasaran😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

"What! Tidak punya rumah? Lantas darimana kamu berasal?" Bagas tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ranum, kalau gadis itu tidak punya rumah atau tempat tinggal. "Kalau begitu mari aku antar kamu ke kantor polisi saja, biarkan polisi yang akan mencari kedua orang tuamu, jika aku masih saja kamu anggap orang jahat," kata Bagas yang mengira kalau Ranum tidak mau memberitahunya di mana tempat tinggal gadis itu. Karena ia pikir Ranum masih berpikiran bahwa dirinya orang jahat.

"Bukan begitu, aku … aku, benar-benar tidak punya tempat ting–" Ranum menutup mulutnya rapat-rapat karena tiba-tiba sana rasa mualnya datang lagi.

"Kamu kenapa?" Bagas bertanya karena melihat Ranum menutup mulut dan memegang perut. "Apa kamu sakit?"

Ranum bukannya menjawab, gadis itu malah berlari ke kamar mandi kebetulan pintu kamar mandi itu sedikit terbuka jadi Ranum bisa tahu di sana letak kamar mandi yang ada di kamar Bagas.

Bagas yang melihat dan mendengar suara Ranum yang muntah-muntah langsung mengerutkan kening. "Kenapa gadis itu? Apa jangan-jangan dia masuk angin?" Bagas berusaha menebak-nebak sebelum ia menanyakan hal ini kepada Ranum, gadis yang telah ia temukan beberapa jam yang lalu. Tapi baru saja ia akan bangkit dari duduknya ponselnya tiba-tiba saja bergetar dari sakunya. "Tuan, Al. Ada apa dia menelponku?" Dengan cepat Bagas menggeser tombol hijau.

"Dari mana saja kamu? Ini Tuanmu sedang mabuk berat. Segera datang dan bawa dia pulang!"

Bagas yang mendengar suara wanita itu begitu cempreng segera menjauhkan ponsel itu dari telinganya. "Bisa tidak kalau kau menelponku itu tidak usah berteriak-teriak, karena aku tidak budek!" sahut Bagas mendesis karena kesal.

"Kamu memang tidak budek tapi … ." Sonia nama gadis yang menelpon Bagas itu dengan ponsel Al, menggantung kalimatnya karena ia mendengar suara Ranum yang muntah-muntah. "Sedang apa kamu? Dan suara siapa yang muntah-muntah itu?!" Suara Sonia terdengar semakin naik sepuluh oktaf.

Bagas lagi-lagi terpaksa menjauhkan ponselnya dari telinganya. Ia lalu menoleh ke arah kamar mandi dimana Ranum yang masih saja muntah-muntah.

"Hai, br*ngs*k! Suara wanita yang sedang muntah-muntah itu siapa?" Sonia bertanya lagi karena mendengar Bagas tidak menjawabnya.

"Bukan siapa-siapa, Sonia. Kau tunggu saja aku disana. Jangan biarkan para je la ng itu mendekati Tuan Al," ujar Bagas yang tahu pasti saat ini banyak para kupu-kupu malam yang sedang berusaha menggoda Al dalam keadaan mabuk. "Apa kau mendengarku, Sonia?"

"Tidak! Aku tidak mau menjaga Tuanmu ini, dasar laki-laki kurang ajar ternyata kalian semua sama saja!" ketus Sonia yang berpikir kalau Bagas sedang bersenang-senang dengan wanita lain. "Kamu menyuruhku menjaga kehormatanku untukmu, sedangkan kamu sedang asik menanam benih pada wanita lain, cih dasar munafik!" gerutu Sonia karena gadis yang seusia dengan Ranum itu merasa Bagas menghianati cintanya.

"Dasar bocah! Kau salah paham, lebih baik kau tunggu saja aku disa–" Sonia terlebih dahulu mematikan sambungan teleponnya di seberang sana, sehingga kalimat Bagas menggantung di udara. "Bocah tengik itu, memang agak rada-rada aneh, tapi kenapa aku sangat mencintainya?"

***

"Aku pikir kamu tidak akan datang!" ketus Sonia. Ketika melihat Bagas baru saja datang.

"Dimana Tuan Al?"

Sonia menunjuk Al yang sedang ia ikat di atas ranjang, sehingga membuat Bagas membulatkan kedua bola matanya karena kaget melihat penampilan tuannya itu.

"Apa yang kau lakukan?"

"Ya, seperti apa yang kamu lihat saat ini. Aku mengikatnya karena Tuanmu itu terus saja memberontak ingin menodai diriku," jawab Sonia yang rupanya enggan untuk menatap Bagas. "Bawa dia pulang cepat! Karena jam kerjaku jadi terbuang sia-sia hanya untuk menjaga Tuanmu ini!" Sonia benar-benar tidak mau menatap muka kekasih pujaan hatinya. "Pulang sana! Wangi wanita simpananmu saja sampai kamu bawa kesini! Sungguh sangat menjijikkan sekali."

Bagas yang sedang malas berdebat sama sekali tidak menanggapi semua kalimat yang terlontar dari mulut Sonia. Bagas lebih memilih mendekati ranjang tempat Al diikat.

"Jika terus begini kita akhiri saja hubungan ini! Aku tidak mau mati karena menahan rasa kesal dan dongkol setiap saat. Oke aku memutuskan kita tidak punya hubungan lagi titik!" Sonia menghentakkan kakinya setelah itu ia akan pergi tapi Bagas dengan cepat menahannya. "Lepas! Aku tidak sudi di pegang oleh laki-laki yang sudah menggunakan tangannya untuk memegang wanita lain aku jijik!"

"Ikut aku, dan kau bisa melihat wanita yang kau dengar muntah-muntah di telepon tadi." Bagas dengan suara tegasnya mengatakan itu. "Aku tidak suka menjelaskan semuanya panjang lebar, karena lebih baik aku membuktikan bahwa semua tuduhan kau itu semuanya tidak benar."

"Jika maling di negara ini mengaku maka penjara full, sudahlah aku tidak membutuhkan bukti apa-apa. Sekarang kamu pulang saja karena mulai sekarang kita tidak punya hubungan apa-apa lagi." Sonia menepis tangan Bagas dengan kasar.

"Dasar keras kepala!"

1
Suanti
minta nikah sekalian minta pesta besar2an biar tau org tua delvano betapa bejat nya anak nya 😅😅😅
Ayuza Y.A🌹: Wah ide bagus kak😁😁
total 1 replies
Suanti
bunuh diri aja 😅😅
Ayuza Y.A🌹: Kalau bundir bisa² langsung tamat kak🤣
total 1 replies
Nani Nuraeni
aku nyari di kolom pencarian ga nemu Thor
Ayuza Y.A🌹: Udah up kak, ayo pantengin terus ya.
total 3 replies
mutiyah wiyono
Hamil 5 bln, kok masih sekolah
mutiyah wiyono
Punya uang seharusmya dimanfaatkan, dari pada dihina terus. Lebih baik tetap hidup dikampung, ada bi ijah yg baik
anjar_diyah
sumpahh gedekk bgtt sma ranum,,,
Moertini
mantap akhirnya ranum dan al hidup bahagia dengan hati penuh cinta dan pemaaf dari ranum yang punya andil besar dengan kebahagian rumah tangganya bersama keluarga besarnya terus berkarya Thor semangat
Ayuza Y.A🌹: Terima kasih kak, sudah membaca sampai akhir🥰🥰
total 1 replies
Siti Nyai
uang yg di kresek kemana ya, ko ranum ga punya uang
Ayuza Y.A🌹: Dis simpan kak
total 1 replies
Pujianto Ajha
Luar biasa
Anas
Alan orang baik tp knp selalu peran Alan bnyk penderitaan bahkan SMPK tua penyakitan,ga adil buat alan
Asiyah
Luar biasa
Anas
ceritanya tidak adil untuk Alan,kasian alan,JD MLS bacanya
Allenn
Namanya Angel... tp kelakuannya?
Karen Nayla
kasihan sekali anak itu
Gita Riana
ini kisah klasik banget....tokoh yg jahat digambarkan jahaaaaaaaaat banget ga tertolong....dan tokoh baik digambarkan baiiiiiiiik banget nyaris bodoh bin tolol....ga manusiawi....ga ada manusia yg begitu dlm kehidupan nyata....saya bacanya lompat lompat jauuhh episode...karena ingin tahu selebay apa ini kisah ....
Gita Riana
cerita nya makin aneh
Isma Askila
Luar biasa
Angel
.
Julia Inp
adik nya ranum aish ke mn ya?
Idha W
mulai bosan AQ bacax, pemeran makin bertambah, yang AQ nantikan kapan ranum balas dendam ke ibu tiri n Kaka tirix itu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!