Niat baik berubah menjadi petaka bagi Raisa, bagaimana menolong pria asing malah membuatnya dinikahkan secara paksa oleh warga yang mengira mereka berbuat asusila. Meski berkali-kali mencoba menjelaskan namun warga yang kolot tidak mempercayai apa yang Raisa dan Bryan katakan hingga mau nggak mereka menikah dengan terpaksa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Istrinya Biasa saja
Bryan menghela nafas, dirinya sungguh menyesal mencari gara-gara dengan kaum hawa apalagi istrinya seperti macam tutul.
"Sayang sudah dong, aku lelah sekali," pinta Bryan dengan tatapan sedihnya.
Pukul lima Raisa sudah membangunkan Bryan, dia meminta Bryan untuk melaksanakan hukumannya.
"Nggak, mangkanya lain kali kalau ngomong dipikir, enak saja bilang aku hanya teman," sahut Raisa bersungut.
Bryan menghela nafas, merayu Bule di Amerika lebih mudah daripada merayu istrinya yang tengah merajuk.
"Baiklah nanti aku bersihkan lagi, aku mau menyiapkan sarapan dulu," kata Bryan.
"Ya sudah aku mau bersiap, setelah aku selesai semua harus sudah bersih dan sarapan sudah harus tersedia," sahut Raisa kemudian meninggalkan Bryan di dapur.
"Dan seperti juragan aja dia," batin Bryan dengan kesal.
***********
Di kampus Rea dan Lala merasa kesal tingkat dewa pada Raisa bagaimana tidak, perasaan mereka yang ngefans sama Bryan tapi malah Raisa yang menikah dengannya secara diam-diam.
Mereka tidak habis pikir, kok bisa Bryan dan Raisa menikah perasan keduanya tidak saling menyapa dan saling benci terlebih Raisa yang mengatai Bryan dengan sebutan Burik.
"Kamu sungguh tega Sa, menusuk kita dari belakang." Lala mulai menginterogasi Raisa.
"Kamu tau nggak, kamu itu sudah membohongi seluruh warga kampus dengan pernikahan diam-diam kamu itu," sahut Rea.
"Kamu ngerti nggak sih Sa kalau kita itu sakit hati berjamaah tau nggak," timpal Lala.
Raisa memijat pelipisnya antara haru, senang maupun kesal karena segitunya ngefans sama Bryan.
"Lalu aku harus gimana? cerai? biar kalian senang, gitu?" tanya Raisa dengan menatap satu persatu temannya secara bergantian.
Rea dan Lala terkekeh dengan pertanyaan Raisa, tentu mereka tidak menginginkan temannya bercerai.
"Ya sudahlah Sa, biarlah kami yang menderita karena patah hati asal kamu bahagia dengan kak Bryan," kata Lala kemudian memeluk Raisa.
Rea ikut menyusul memeluk Raisa, kini mereka bertiga saling peluk untuk memberikan selamat pada Raisa.
"Kami turut bahagia Sa karena kamu udah menemukan pangeran kamu, semoga kamu bahagia ya dengan kak Bryan yang kata kamu burik itu," kata Lala.
"Makasih ya," sahut Raisa.
"Tapi kamu masih hutang penjelasan sama kami Sa, kok bisa kamu menikah dengan kak Bryan dan ceritakan dikit tentang malam pertama kalian ya, kami kan kepo gimana kalian panjat memanjat," pungkas Rea.
Raisa mengangguk, dalam hatinya merasa menyesal kenapa merahasiakan pernikahannya pada kedua sahabatnya tau kalau sahabatnya welcome kan enak dulu bisa minta pendapat.
Rea dan Lala manggut-manggut dengan cerita Raisa, mereka tak percaya kalau Raisa dan Bryan dinikahkan paksa oleh warga.
"Bener-benar gokil Sa, fantastis dinikahkan warga." OMG Rea merasa kalau kisah Raisa ini sungguh wonderful.
Lala tak kalah dengan Rea, dia tak percaya kalau ada kejadian semacam ini di era modern.
"Heran aku, di jaman yang modern kaya gini masih aja ada warga yang kolot," sahut Raisa.
"Tapi kalau nggak gitu kamu dan Kak Bryan nggak mungkin bisa bersatu." Lala menambahkan.
Asik bercerita datanglah Bryan dan Gilang, mereka ikut nimbrung Raisa dan kawan-kawan.
Raisa adalah istri sah Bryan namun Rea dan Lala lebih histeris daripada dirinya.
"Asik banget ceritanya," kata Gilang yang membuat Rea dan Lala kikuk ditambah lagi ada Bryan.
"Iya kak Gil, kak Bry," sahut Lala dan Rea barengan.
Suasana hening menyelimuti beberapa mahasiswa yang nimbrung ini, Bryan yang ingin mengakhiri Ini semua meminta
"Sayang, udah dong marahnya," bujuk Bryan.
"Aku masih ingin merajuk," sahut Raisa yang enggan untuk memaafkan Bryan.
Lala dan Rea sungguh iri melihat Raisa, dipanggil sayang oleh Bryan, baru kali ini mereka melihat sikap posesif Raisa terhadap pria yang menjadi suami kini.
"Maafkan lah Sa, kasian kak Bryan." Lala ikut membujuk Raisa.
"Dengerin tuh kata Lala sayang," tukas Bryan.
Mendengar Bryan memanggil namanya membuat Lala ingin pingsan, dirinya yang tak kuasa menahan rasa senangnya, langsung memeluk Raisa dengan kegirangan.
"Sa, Kak Bryan panggil namaku, OMG ini nggak mimpi kan?" bisiknya.
Plak
Raisa menepuk pipi Lala.
"Aauuwwwww, sakit Sa," pekik Lala.
Raisa menggelengkan kepala, habisnya baru dipanggil gitu aja sudah bahagia tingkat tinggi lebay sekali.
"Lebay deh," sahut Raisa dengan kesal.
Raisa mengurai pelukannya dengan Lala kemudian dia mendekati Bryan yang duduk di samping Gilang.
"Aku masih ingin merajuk mas, hukumannya masih kurang lama," ungkap Raisa.
Seketika Bryan melemas, sampai kapan dia harus bersih-bersih rumah dan berolahraga sendiri.
"Sudahlah Sa, maafkan kak Bryan," pinta Rea.
Bukan Raisa namanya jika luluh dengan cepat, tak ingin membuang waktu Raisa mengajak Lala dan Rea untuk pergi.
Sebenarnya Rea dan Lala enggan untuk pergi mengingat kapan lagi bisa nimbrung bareng sama Bryan namun mereka juga tidak bisa menolak keinginan ketua geng.
"Bro, kalau hari ini dia masih merajuk kamu tidak akan dapat jatah, ingat hari ini malam jumat," kata Gilang.
Bryan menatap Gilang dengan tatapan bingung, ada apa dengan malam Jumat?
"Kamu nggak tau ritual malam jumat?" tanya Gilang.
Bryan menggeleng.
"Malam Jumat itu malam paling afdol untuk melakukan hubungan suami istri karena pahalanya sangat banyak," jelas Gilang.
"O gitu," sahut Bryan dengan manggut-manggut.
"Tunggu, kok kamu tau? kan kamu belum menikah?" tanya Bryan kemudian.
"Kan aku lihat papa dan mama aku bila malam Jumat tiba mereka masuk kamar lebih awal dan keesokan paginya rambut pasti basah," jawab Gilang.
Bryan yang tinggal sendiri dengan papanya tentu tidak paham dengan ritual malam Jumat ditambah dia yang kuliah tiga tahun di luar negeri.
Jam pulang sekolah telah tiba, Raisa memutuskan keluar kampus lebih dulu itu semua dia lakukan untuk menghindari Bryan.
Saat berjalan keluar kampus tiba-tiba Yuke memanggilnya.
"Raisa," panggil Yuke.
Raisa menghentikan langkahnya kemudian membalikan badan.
"Ada apa?" tanya Raisa setelan Yuke mendekat.
"Hentikan mimpi kamu untuk bisa bersama Bryan, dia itu cocoknya dengan wanita seperti aku bukannya wanita seperti kamu," jelas Yuke.
Raisa melongo menatap Yuke, apa haknya melarang dekat dengan Bryan.
"Apa hak kamu melarang aku untuk dekat dengan mas Bryan," protes Raisa.
"Bryan itu milik aku, kami udah jadian," sahut Raisa.
Raisa tertawa, baru jadian sudah heboh lalu apa kabar dirinya yang kini menjadi istri sah Bryan.
"Baru jadian aja heboh, aku yang istrinya B-aja," Raisa mengatakan yang sebenarnya namun Yuke malah tertawa, dia tidak percaya sama sekali dengan ucapan Raisa.
"Kalau mimpi jangan ketinggian, aku takut kamu jatuh lalu gila," ucap Yuke dengan tertawa.
Dengan tawa yang mengejek Yuke pergi meninggalkan Raisa dengan segala kekesalannya di hati.
"Wanita brengsek," umpat Raisa.
othor nya kocak nih 🤣🤣
selamat buat rafi dn amanda🌹🥰
buat Gilang... jodohmu masih d pending sama kak el... sabar y🤭😂😂
sukses dn semangat buat kak el... sehat2... semoga karyamu selalu menjadi favorit para readers👍💪🥰😘😘😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹🌹
d tunggu cerita berikutnya😉❤
auto pusing atas bawah tu rafi🤭😂😂😂
rafi somplak
astaga rafi... jadi pingin nampol tu mulut😔