NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Bertubi-tubi, Aiza dihantam masalah yang mengaitkannya dengan sosok Akhmar, dia adalah pentolan preman. Rasanya gedeg sekali saat Aiza harus berada di kamar yang sama dengan preman itu hingga membuat kedua orang tuanya salah paham.
Bagaimana bisa Akhmar berada di kamarnya? Tapi di balik kebengisan Akhmar, dia selalu menjadi malaikat bagi Aiza.

Aiza dan Akhmar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Jangan Ngintip

Dari saling serang yang terjadi, tampak Akhmar memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik. Ia berkali- kali berhasil mendaratkan pukulan ke tubuh Jamed. Bahkan terakhir kali tampak Jamed tersungkur ke lantai halaman sesaat setelah mendapat serangan dari Akhmar. Tak sekali pun pukulan Jamed berhasil mengenai Akhmar. Wajah dan tubuhnya sudah babak belur. 

Lalu dengan emosi, Jamed menyerang Akhmar menggunakan pisau yang baru saja dia tarik dari balik bajunya.

Wuuush...

Jleb...

Jeritan para emak- emak terdengar riuh melihat pisau tajam yang mengkilap itu menusuk tepat di bagian perut. Bukan perut Akhmar, melainkan perut Jamed. Ya, Akhmar dengan segala kemampuan bela dirinya, dengan mudah merebut pisau yang sebelumnya sempat menggores tangannya itu dan membalikkan benda tajam itu ke perut lawan.

Jamed merem melek merasakan tikaman tajam itu. Meringis. Tubuh membungkuk.

Detik berikutnya, ia berlari dalam keadaan membungkuk dan menahan sakit, menunggangi motor dan menghilang dari pandangan.

Di telapak tangan Akhmar mengalir darah segar, darah dari luka goresan di tangannya bercampur dengan darah milik Jamed yang tadi terkena tikaman. Bercak darah juga mengenai kaosnya.

Beberapa orang ibu- ibu tampak membopong tubuh Aiza yang tak sadarkan diri menuju ke sebuah mobil.

Kepanikan melanda. Khawatir atas kondisi Aiza, gadis cantik yang terpaksa menghentikan bacaan Al Quran akibat kecelakaan.

Aiza bangkit dari posisinya yang berbaring di bed rumah sakit. Ia baru saja tersadar setelah digotong dan dilarikan ke ruangan itu.

Pelipisnya dijahit, kini pelipisnya itu dalam balutan perban.  Ia sendirian.  Sengaja ia tidak mengabari uminya dan juga kakaknya.  Ia masih bisa berjalan sendiri, kondisinya juga tidak parah.  So, tidak perlu mengabari kaka dan uminya karena itu hanya akan membuat mereka cemas.

Seorang bidan mengobati luka Aiza di bagian lengan, menyingsingkan lengan bajunya hingga sampai ke pangkal.  Ada sedikit luka di sana.  hanya luka luar.

Tiba- tiba korden warna hijau yang menjadi pembatas, ditarik oleh pasien di sebelah sehingga pemandangan antar pasien tidak ada penghalang.

Aiza terkejut dan langsung menoleh.  Sontak ia menarik lengan bajunya supaya turun dan menutupi kulit putihnya itu.

“Belum selesai diobatin itu, Neng!” ucap bidan dengan senyum.

Aiza tidak menjawab, agak memucat menyadari Akhmar pasti tadi melihat kulit lengannya yang polos tanpa balutan kain.  Ia menatap Akhmar yang duduk bed sebelah.

Pria itu tampak sangat tenang dan santai saja, duduk diam sementara seorang dokter menjahit tangannya yang kulitnya robek.  Salah satu kakinya selonjor sedangkan kaki lainnya terlipat dan siku tangan tersampir di atas lutut yang terlipat.  Pandangan pria itu tertuju ke arah Aiza.

“Bisa ditutup lagi nggak tirainya?” pinta Aiza melirik ke arah tirai.

“Oh.  Bisa,” jawab bidan sambil menarik tirai dan menutupnya.  Namun tak berselang lama, Akhmar menarik tirai tersebut hingga tirai kembali terbuka.

Kesal melihat tingkah Akhmar, Aiza pun menolak saat bidan hendak melanjutkan pengobatan di lengannya. “Nggak usah dilanjutin lagi, Mbak Bidan.  Ini udah lebih baik,” ucap Aiza saat bidan hendak membuka kembali baju legan Aiza.

“Tapi itu masih ada sedikit lagi.”

“Nggak apa- apa.  Nanti biar aku yang atasi.”  Aiza mengulas senyum ke arah bidan yang langsung diangguki.

“Ya sudah, saya permisi.  Nanti silakan ke bagian administrasi untuk mengurus biayanya!” senyum bidan ramah, ia melangkah keluar.

 

Bersambung

1
Cristiyan Wijaya
melowww jirrr
Teni Fajarwati
😂
Teni Fajarwati
😭😭😭
Teni Fajarwati
nah gitu,
Teni Fajarwati
emaknya terlalu kejam,walopun kecewa,
Teni Fajarwati
awal bab banyak typo,tapi semakin kesini semakin bagus,,,
Teni Fajarwati
akhmar bener2 parah
Teni Fajarwati
kayanya bapaknya aiza
Teni Fajarwati
🤣🤣🤣
Neus Assalma
ini novel knpa kata-kata nya byk yg di ulang, apakah kurang inspirasi thor
Linda Kustanty
owalahh gara2 kolor ijo to ampek d teriak.in maling😆😆
arzetti azra
Luar biasa
Susi Andriani
hadir
Riski
Lumayan
zevs
izin maraton thor
Mala Sia
Luar biasa
Suyatno Galih
menurut Ismail ustadz tukang kawin, masa ll akhmar buruk lha dirinya sendiri yg yg suka kawin demen janda pirang apa bkn bobrok namanya
Suyatno Galih
Thor itu ustadz abal abul kl ngomong dr mulut apa boret sih, dl azia di usir di bilang bkn anak nya lagi lha skrg di kt putri tersayang, n skrg Zahrah minggat dr perjodohan di blng bkn anak nya jg, udah srh cari janda pirang sj
Suyatno Galih
karapmu lah ikut sesek jd akhmar sm azia
Suyatno Galih
akhmar luka, pedih tp tak sepedih hatinya, tp jgn jd berandalan lagi ya mar, malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!