NovelToon NovelToon
Paman, I Love You

Paman, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa
Popularitas:27.1k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.

Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Tantruman

Mata para karyawan melebar ketika melihat leher sang direktur utama. Terjadilah bisik-bisik tetangga. Perempuan mana yang begitu berani meninggalkan jejak kepemilikan di leher manusia tanpa ekspresi itu.

Sama halnya dengan Chandra yang tercengang bahkan sempat mematung untuk beberapa saat. Pasalnya, tanda merah itu berada di leher bagian atas sehingga tak mampu ditutupi oleh kerah kemeja. Jiwa keingintahuannya tak bisa dibendung dan mulai mencari tahu.

Sambil menunggu informasi, Chandra merasa ada hal yang aneh. Dia perhatikan mood bosnya malah semakin kacau. Harusnya atasannya ceria karena sudah mendapat cap merah di leher. Menandakan hubungan mereka sudah cukup jauh. Tapi, yang terjadi malah emosinya yang sering meluap-luap. Salah sedikit langsung keluar kata mutiara yang begitu menusuk kalbu.

"Paman milik Nika. Tapi, sayangnya Nika bukan milik Paman."

Kedua tangannya sudah mengepal dengan keras. Apa maksud dari ucapan gadis itu? Padahal, gadis itu sudah memberikan tanda kepemilikan di lehernya. Dan meng-klaim jikalau dirinya adalah miliknya.

"Kenapa dia bukan milik gua?" erangnya sambil menggebrak meja dengan teramat keras. Chandra yang baru saja masuk terkejut melihat emosi sang bos yang tak terkendali.

"Tenang, Pak bos. Sebenarnya ada apa?"

Bukannya menjawab, malah menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran dengan mata yang terpejam. Semakin curigalah Chandra.

"Bos semalam tak ke mana-mana? Hanya si apartment saja."

"Lalu, itu ulah siapa? Apa ceweknya dibawa ke apartment?" Berbagai spekulasi pun bermunculan.

Semenjak kejadian itu hubungan Ezra dan Nika sedikit menjauh. Nika yang tengah sibuk dengan tugas-tugasnya serta Ezra yang masih marah akan perkataan Nika jarang berbicara ataupun bertegur sapa..

"Paman," panggil Nika ketika Ezra tengah fokus pada laptopnya.

Gadis cantik itu sudah duduk di samping Ezra dan menatapnya dengan begitu serius.

"Untuk satu Minggu ke depan Nika akan tinggal di asrama." Seketika mata Ezra memicing. Menatap tajam wajah cantik yang terlihat sedikit ketakutan.

"Nika udah bilang ke Papi dan Uncle. Mereka ngijinin."

Ingin rasanya Ezra marah dan melarang, tapi ijin dua pria utama tak akan bisa diubah. Bentuk dari rasa kecewa seorang Ezra Naradipta yakni meninggalkan Nika. Pergi dari apartment yang Nika huni. Senyum kecil Nika ukirkan.

Hari pertama tanpa menjemput Nika sedikit terasa hampa. Ketika pulang ke apartment pun tak ada siapa-siapa di sana. Rasa sepi mulai hadir. Tak ada lagi suara berisik Nika. Sikap manjanya dan permohonan untuk makan mie instan di malam hari.

Baru tiga hari Nika di asrama Ezra sudah seperti manusia kesetanan. Setiap hari selalu ngamuk jika tak puas dengan kinerja para karyawan. Sudah tiga hari ini Setiap makan siang, seorang Ezra Naradipta akan keluar. Bukan untuk makan siang, tapi memperhatikan seseorang dari kejauhan.

Bibirnya terangkat ketika melihat Nika tersenyum bahagia dengan kedua temannya. Ada rasa iri yang hadir. Bersamanya Nika tak pernah tertawa seceria itu. Bibirnya kembali terangkat ketika melihat orang suruhannya memberikan teh susu hangat kepada Nika. Terlihat, gadis itu mulai mencari seseorang.

"Saya tak akan biarkan kamu menjauh. Tapi, saya juga tak akan mendekat."

Setiap malam Ezra rela berdiam di sekitaran asrama untuk memastikan kamar yang Nika dan kedua temannya huni mematikan lampu. Dia benar-benar menjaga Nika walaupun tak mendekat.

Kedua teman Nika mulai ingin tahu perihal si pengirim teh susu hangat selama tiga hari berturut-turut. Kedai teh susu itu berada cukup jauh dari area kampus. Menandakan jika sang pengirim sudah begitu effort. Sayangnya, Nika hanya menjawabnya dengan seulas senyum yang banyak mengandung arti. Belum juga rasa penasaran terjawab, ada yang mengirimkan makanan dari restoran mewah untuk Nika.

"Jangan harap kamu lepas dari pantauan saya."

Bibir Nika melengkung dengan sempurna ketika membaca pesan dari Ezra. Setelah tiga hari sama sekali menahan untuk tak mengirim pesan kepada sang pengawal, akhirnya lelaki itu yang mengambil inisiatif. Jari Nika pun mulai menari dengan bibir yang tersenyum..

"Pantauan dan perhatian itu beda tipis loh, Paman." Pesan pun Nika kirimkan. Menggoda lelaki tua itu ternyata mengasyikan.

"Jangan berpikiran aneh-aneh. Saya hanya menjalankan tugas."

"Tugas dari papi atau tugas dari hati?" Kembali pesan balasan Nika kirimkan.

Mereka berdua begitu asyik saling berbalas pesan. Terutama Nika yang tak henti tersenyum. Lucy menyenggol lengan Nika.

"Chat sama pacar?" Meilan terlihat antusias menunggu jawaban.

"Baru menuju."

Kedua gadis itu membuka mulut mereka tak percaya. Ternyata sang sahabat tengah dekat dengan seseorang, tapi tak pernah cerita. Saling membalas pesan hingga tengah malam.

Itu berlanjut sampai di kantor. Chandra sangat tahu jika bosnya tengah kasmaran. Tak biasanya lelaki itu senang membalas pesan.

"Nika, saya kangen kamu."

Suara itu begitu kecil, tapi mampu Chandra dengar dengan jelas. Pantas saja sudah hampir seminggu ini bosnya tantruman. Ternyata tengah merindukan seseorang. Tapi, siapa?

Chandra terlihat bahagia ketika untuk kesekian kalinya dia bertemu gadis yang pernah bersama sang direktur. Dihampiri gadis yang tengah duduk sendiri.

"Hai!"

Awalnya Nika terkejut. Setelah melihat wajah lelaki yang dia kenali lengkungan senyum terukir. Chandra mulai berbasa-basi..

"Oh iya, saya belum tahu nama kamu."

"Nika."

Hah?

"Nika? Jadi yang dikangenin pak bos gadis ini?"

"Kenapa?" Chandra menggelengkan kepala dengan cepat.

Mereka kembali berbincang santai. Gadis cantik itu ternyata berstatus mahasiswa di universitas terkemuka. Pelan-pelan Chandra mulai menyinggung perihal Ezra.

"Sepertinya Ezra gege sedang suka sama seseorang deh?" ujar Chandra dengan suara yang dikecilkan.

Mata Nika memicing seakan meminta penjelasan lebih lanjut. Chandra pun menatapnya dengan serius.

"Tadi, pak bos manggil nama seseorang. Katanya kangen."

Nika bersikap biasa saja. Tak menunjukkan antusiasme keingintahuannya. Bersikap santai seakan acuh. Karena dia tahu ada mata yang tertuju padanya.

"Kalau kangen mah samperin. Jangan sok jual mahal. Enggak semua cewek suka sama lelaki kayak begitu."

Chandra tak menyangka gadis cantik itu akan berkata setajam itu. Nika pun beranjak dari sana karena sudah selesai makan siang.

"Saya duluan."

Nika tersenyum sangat tipis ketika sudah keluar dari sana. Ada yang tengah mengepalkan kedua tangannya.

Disindir begitu keras membuat Ezra terus berpikir. Nika terus mendesak, tapi dirinya terus berkilah. Jika, seperti ini terus hubungannya dengan Nika akan semakin menjauh.

Setelah berjam-jam menimbang, bergelut antara hati dan pikiran. Akhirnya, sebuah keputusan diambil oleh Ezra Naradipta. Perihal perusahaan dia begitu pandai dan cepat mengambil keputusan. Tidak untuk perihal hati yang terselip keraguan.

Menatap ke lantai tiga sebuah bangunan. Lampu masih menyala menandakan penghuni kamar itu masih terjaga. Sudah hampir seminggu ini Nika tak pernah memulai komunikasi lebih dulu. Harus dia yang mulai, barulah gadis itu membalas. Dan vibesnya pun berbeda. Tidak sama jika bertemu tatap muka.

Getaran ponsel membuat Nika segera melihat ke arah layar. Dahinya mengkerut karena tetiba sang pengawal meneleponnya.

"Saya tunggu kamu di bawah."

Nika tersenyum mendengar perintah dari Ezra. Segera dia turun dan benar lelaki itu sudah berdiri di sana. Ketika Nika melangkah maju tatapannya mulai berbeda.

"Ada apa Pam--"

"I Miss you."

...**** BERSAMBUNG ****...

Mana atuh komennya?

1
Kasih Sklhqu
kasihan paman gantatr
kasihan paman ganteng di tinggal Nika
nonaleutik
bahhh kabur ke mana lagi nihh si niknik
wes angel klo udh dalam pengawasan elang kaga bakal bisa nemuin dah ntar si paman🤭
NadiraDira
nikaaaa.....mau kemana....
Salim S
dua orang yg sama-sama saling mencintai tapi sama-sama terluka
Wiwin Winarsih
elang bukan nih yg bawa nika terbang...
Yeni Yeni123.
rasain tuh....ga tegas sih jd cowok , di tinggal deh....
Lusi Hariyani
ternyata nika bs bersikap dewasa
sum mia
laahhh..... Nika beneran pergi . entah seperti apa nanti kecemasan , kepanikan , dan kekecewaan yang Ezra rasakan . barulah dia akan sadar bagaimana perasaan yang sebenarnya pada Nika .
dan .... kira-kira Nika pergi ke mana ya .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Diana Nur
jd melow nih😭😭😭😭😭
Tanti Retno Wati
ah sedih nya
El Dzaky
kok jadi sedih sih/Sob//Sob/
Nurminah
ah meleyot hati ku
Tanti Retno Wati
ya ampun zra kmu ko GK peka banget
Tanti Retno Wati
lanjut
Rahmawati
gimana sih paman jd bingung sm sikapnya
Gaishan Ahzar
dah Nika jangan mau terus bertahan disituasi begini,mending berhenti ngejar c Ezra fokus ma pendidikan za cuekin balik c Ezra...ternyata c Ezra masih gamon ma masa lalunya yg jelas2 dah pernah nyakitin dia/Smug//Smug/
sum mia
sumpah.....aku geregetan banget sama si Ezra . yang terlena dengan masa lalunya . pengen tak getok aja tuh kepalanya biar gegar otak sekalian . nanti setelah Nika menjauh dan pergi baru tau rasa , baru menyesal dia .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sum mia: di tunggu double up nya kak.....😍😍😍
total 1 replies
Riris
mudah2n kesalahpahaman ini cepat berlalu ya nika😔
Lusi Hariyani
beneran tunangan apa vm sandiwara nich
ria rosiana dewi tyastuti
jangan2 ni akal2an tua bangka bangkotan itu siapa tu.....kakek siapa tu....namanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!