NovelToon NovelToon
Membawa Benih Suami Kontrakku

Membawa Benih Suami Kontrakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Pernikahan Kilat / One Night Stand / Anak Genius / Nikah Kontrak
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Tinggalkan putraku dan ambil ini! Ingat jangan kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie." Xie Lihua

"Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan." Lin Wu

"Shit! Beraninya dia pergi meninggalkanku, lihat saja aku akan menghukumnya dan membawanya kembali ke sisiku." Xie Yanshen

Dua insan yang terpaksa menikah karena sebuah scandal dan juga tuntutan dari Tuan Jin Hao, Ayah Yanshen. Pernikahan yang tak diinginkan itu membawa Lin Wu ke dalam neraka kehidupan. Lihua, Ibu Yanshen begitu membencinya hingga suatu hari dia sukses menyingkirkan Lin Wu.

Tanpa ada seorang pun tahu, bahwa Lin Wu pergi membawa rahasia besar. Dan kepergiannya membuat Yanshen murka.

Akankah Yanshen tahu rahasia besar Lin Wu? Dan berhasilkah Yanshen membawa kembali wanita yang masih sah menjadi istrinya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBSK 12

"Ji Chan, Jun Jie ... ayo bangun sayang, nanti terlambat." Seperti biasanya suara teriakan Lin Wu sudah terdengar pagi-pagi sekali.

Secepat kilat Ji Chan menarik selimutnya sampai menutupi kepala. Bocah perempuan itu begitu enggan membuka matanya, bola matanya masih terasa lengket, dia pun masih ingin melanjutkan mimpi indahnya yang baru saja terganggu oleh teriakan Mommy nya.

Bukan sekali atau dua kali Ji Chan mendengar kicauan dari sang Mommy, melainkan setiap hari Mommy nya itu selalu berkicau guna untuk membangunkan kedua anak kembarnya, padahal hari masih begitu pagi. Beda halnya dengan Jun Jie, bocah laki-laki itu segera membuka matanya, kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah beberapa menit, Jun Jie pun keluar dan langsung mengenakan seragam sekolahnya.

"Ji Chan, cepat bangunlah! Jangan sampai kau mendapat amukan dari singa betina, atau kalau tidak kau akan tahu akibatnya," seru Jun Jie yang kini sedang berdiri di samping pembaringan. Sorot matanya menatap pada selimut yang di dalamnya terdapat kepompong malas.

Junjie menghela napas beratnya sambil menggelengkan kepala dengan kedua tangannya yang dilipat di atas dada, sudah seperti orang dewasa saja gayanya. Seketika ide brilian pun muncul di kepalanya, senyum devil terbit di bibir bocah laki-laki itu kala membayangkan apa yang akan dia lakukan sebentar lagi.

Priiiiittttt!

Priiiiittttt!

Priiiiittttt!

DEG!

'Pak Jeyong ... astaga! itu kan alat tempurnya guru killer bin tamvan.' batin Ji Chan sambil membuka matanya lebar.

"I- iya Pak Jeyong saya bangun." Secepat kilat Ji Chan membuka kasar selimutnya lalu segera duduk sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

Jangan ditanya lagi saat ini jantungnya masih berdegup kencang seolah habis lari maraton tujuh kali putaran mengelilingi lapangan bola basket. Hingga terlihat jelas dadanya naik turun dengan raut wajahnya yang begitu tegang.

Akhirnya rencana Jun Jie pun berjalan sesuai dengan ekspektasinya. Bocah laki-laki itu sukses mengerjai saudara kembarnya membuat Ji Chan segera sadar dari mimpi indahnya. Seketika pandangan bocah perempuan itu beralih menatap pada bocah laki-laki yang sedang berdiri di samping pembaringan. Sorot matanya memerah diiringi dada yang naik turun, jelas bila bocah itu tengah menahan amarah yang membuncah di dalam sana.

"ABAAAANG!" teriak Ji Chan dengan wajah memerah, amarahnya pun meledak detik itu juga.

Emmmmmpp ....

Melihat saudara kembarnya yang ingin melemparkan bom suara, dengan gerakan cepat tangan Jun Jie membekap mulut bebek adiknya itu yang setiap hari menghasilkan bunyi cempreng. Sudah lama moment seperti ini diinginkan bocah laki-laki itu karena ingin menguncir rapi mulut bebek mungil Ji Chan.

Emmmmmppp ... emmmmppp ....

"Diam Ji Chan! Jangan kau keluarkan suara cempreng mu itu atau kamu mau Mommy datang kesini lalu memarahi mu, hah?" gertak Jun Jie berbisik tepat di telinga saudara kembarnya sambil tersenyum menyungging melihat reaksi tubuh Ji Chan yang terlihat takut.

"Ingat adiknya Abang yang cantik dimarahi Mommy itu lebih menyeramkan daripada dimarahi nenek lampir sungguhan." Kembali Jun Jie mengulum senyum, menahan tawanya yang melihat saudara kembarnya ketakutan setengah mati. Sebelum akhirnya, bocah laki-laki itu melepaskan bungkaman nya dari mulut bebek sang adik.

"Abang, apa-apaan sih masih pagi sudah bikin gaduh aja," ucap Ji Chan dengan nada jengkel sembari mengerucutkan bibirnya.

Sementara Jun Jie tidak menghiraukan Ji Chan, yang ada bocah laki-laki itu fokus menatap telapak tangannya sambil mengendus pelan, membuat perut Jun Jie sedikit mual.

Ji Chan berkerut alis menatap wajah saudara kembarnya itu yang ingin muntah.

"Kenapa bang?"

"Aiiish, lihatlah air liur mu ini mengotori tangan kekarku!" seru Jun Jie memperlihatkan telapak tangannya pada Ji Chan yang memang sedikit ada bekas air ludah menempel disana.

"Wangi ya air liur Ji Chan bang, ya pastinya dong kan Ji Chan ini cinderella, cantiknya gak ada obat apalagi sekedar air liur pasti wangi lah. Tahu gak bang, air liur Ji Chan ini mahal loh seperti burung walet. Beruntunglah abang ini pagi-pagi sudah dapat air liur cinderella yang wanginya kayak aromaterapi, mahal lagi." Ji Chan berbicara dengan penuh percaya diri juga sikap bar-barnya yang sangat overdosis. Tak lupa bocah kecil itu cengengesan menampilkan sederet giginya yang nampak gigis.

"Apa, wangi? Dan ... apa kamu bilang, mahal seperti burung walet?" Mata Jun Jie membulat sempurna mendengar ucapan saudara kembarnya itu yang sangat bar-bar.

Sungguh dia tidak habis pikir dengan Ji Chan yang memiliki sifat sebar-bar itu. Bagaimana bisa air liur dibilang wangi seperti aromaterapi, dan juga mahal seperti burung walet. Dasar bocah sableng, ngomong asal jiplak aja.

"Iya dong wangi. Kan secara Ji Chan ini rajin sikat gigi dan pakai listerine setiap hari. Jadi ... sudah pasti wangi dan mahal lah bang," sahut Ji Chan menjelaskan.

"Ah sudahlah terserah kamu, mau wangi kek atau apa. Yang penting sekarang cepat kamu bangun, mandi dan segera pakai seragam," titah Jun Jie pada adik bar-barnya itu.

"Iya-iya bang, Ji Chan mau mandi nih."

"Dasar gadis bar-bar! Mana ada air liur wangi dan mahal seperti burung walet sedangkan giginya gigis begitu." Jun Jie menggelengkan kepalanya membelakangi sang adik.

"Abang bilang apa barusan?" Suara Ji Chan mengagetkan Jun Jie yang tidak sadar akan keberadaan saudara kembarnya masih ada di belakangnya.

"A- a ... tidak. Abang tidak bilang apa-apa. Kamu salah dengar kali. Sudah sana buruan mandi, abang tunggu kamu di bawah."

"Iya abang bawel," teriak Ji Chan sembari berjalan masuk ke kamar mandi.

🥕🥕🥕

Di ruang makan, Jun Jie melihat Mommy nya yang begitu sibuk menata makanan kesukaan mereka di atas meja makan, termasuk sayuran hijau yang wajib mereka makan setiap hari. Beruntung ada neneknya yang selalu membantu sang Mommy menyiapkan itu semua. Tapi, tak membuat sang Mommy melupakan tugasnya sebagai seorang Ibu bagi anak kembarnya.

Lin Wu sendiri tak jarang melarang sang Ibu untuk berhenti membantunya karena dia takut penyakit jantung Ibunya kambuh. Namun, sang Ibu tetap kekeh untuk membantu Lin Wu karena tidak tega melakukan pekerjaan rumah seorang diri.

Begitulah Mommy dan neneknya yang selalu bekerja sama, melakukan apa saja demi anak dan cucu kembarnya. Meski wajah cantik itu kelelahan, Lin Wu tetap tersenyum seolah dia kuat menghadapi kehidupan yang pahit ini.

"Pagi, Mom ... pagi nenek," sapa bocah laki-laki berusia tujuh tahun itu berseragam orange kotak kotak menuju meja makan.

"Pagi sayang," sahut mereka dengan kompak.

"Dimana Ji Chan, sayang?" tanya wanita cantik berusia 26 tahun itu tersenyum hangat kepada sang putra.

"Biasa Mom, cinderella masih nyari sepatu kacanya. Jadinya lama deh," jawab Jun Jie asal.

"Astaga kamu ini, selalu aja menjahili adikmu itu." Lin Wu menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan kelakuan anak sulungnya.

"Ya sudah kamu makan dulu, biar Ji Chan nanti menyusul," ucap Lin Wu dan diangguki kepala oleh putranya.

"Baik, Mom."

🥕🥕🥕

Sementara di tempat lain nampak seorang lelaki yang baru saja bangun dari tidurnya. Tangan kekarnya memijit pelipis yang terasa pening karena efek banyak minum alkohol tadi malam. Perlahan kedua netranya menelisik ke seluruh ruangan hingga pandangannya bertemu dengan seseorang yang sangat dia benci.

"Kau! Untuk apalagi kau datang kesini? Cepat keluar! Keluar aku bilang."

.

.

.

🥕Bersambung🥕

Jangan lupa Vote dan komentarnya biar othor makin semangat nulisnya.

1
Reni Anjarwani
akhirnya lin wu mendpt kan kebahagian
Kaizy celine
Katakaaan yesssss plisssss😭😍
Kaizy celine
Heemm co cweet nya pasti kyk papanya ini🤣
Oma Gavin
selamat kak tetap semangat up
Jia Li: makasih Oma 😊🙏
total 1 replies
Kaizy celine
Syukurlah tdk tejadi apa2😍😮‍💨
Rara Kayla
haseeeek....
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Jia Li: udah update ya kak 😊
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor akhirnya bisa ketemu dan bersatu kembali
Jia Li: tunggu kelanjutannya ya kak 😊
total 1 replies
Rara Kayla
kira² si Lin Wu diajak pulang mau pa g nih?
Jia Li: terus pantengin aja ya kak 😊
total 1 replies
ResThy55
cerita nya seru, alur nya menarik
Rara Kayla
nabrakkah?
Kaizy celine
Ceritanya seru, bikin pembaca ikut terombang ambing dengan alur ceritanya...pemula wajib nonton sih soalnya ceritanya ga ngebosenin dan banyak kejutannya😍
Kaizy celine
Aduhhhh kenapa lagii ini😮‍💨 baru aja happy🥺
Kaizy celine
Lanjuttt mulaiii seruu nihh aroma2 happy ending mulai kebaca .. hehe
Reni Anjarwani
waduh baru ketemu masak kecelakan kaaihan bgt
Rara Kayla
aq mau ikut, bisa ajak aq aja g? 🤣
Rara Kayla
anaknya matre🤣
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kaizy celine
Anak pinter🤣🤣🤣🤣, pdahal itu bapaknya kaya raya🤣
Kaizy celine
Aduhhh🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!